
Duarrrrrrrrr
Ciuuuuuu
Ciuuuuuu
Jedarrrrrrrrr
Detttttt
Detttttt
Detttttt
Suara tembakan dan ledakan nyaring terdengar di area luar Lingkar Olio Gen Akis. Sedikit kualahan karena sudah hanyak pesawat tempur dan awaknya yang terjatuh. Sebab ulah Zombi-Zombi besar yang seperti bisa berpikir itu.
Tampaknya Zombi-Zombi besar itu memang bisa berpikir, mereka bisa menghindari beberapa tembakan dari pesawat tempur Pasukan SYPUS. Mereka bergerak sesuai naluri dan tak tampak dikontrol oleh pihak mana pun. Hal itu membuat pasukan SYPUS dari Pangkalan sebelah Utara, makin susah untuk memgalahkan semua Zombi itu dalam waktu singkat.
Lain halnya suasana ricuh di dalam pesawat induk, yang mengapung di atas Lingkar Olio Gen Akis. Pasukan yang terluka di rawat di sana, dan kebanyakan sudah tak dapat di tolong lagi.
Pesawat mobil Tuan Gayo dan Tyfan mendarat mulus di atas Pesawat Induk yang amat sangat besar itu. Tak ada yang menyambut orang nomor satu di SYPUS itu, namun hal tersebut bukan sebuah masalah besar bagi Tuan Gayo.
Lelaki gagah dengan setelan jas putih gading itu, menghela napasnya dalam-dalam saat akan masuk ke dalam Pesawat Induk milik Gen Akis itu. Terlihat jelas di mimik muka Tuan Gayo, lelaki itu tak ingin berada di tempat ini.
Namun langkah kakinya mantab menjejaki lantai besi yang kokoh yang berlapis-lapis. Dia terus berjalan meski dia tau, sesuatu yang bahaya mungkin bisa saja terjadi padanya hari ini.
Gen Akis yang dia coba musnahkan bukanlah Gen kecil yang lemah. Meski jumlah populasi manusia di Gen mereka paling sedikit, namun Gen Akis adalah pendominasi di SYPUS.
Hampir disemua sektor perusahaan yang ada, Gen Akis turut ikut campur. Bahkan di sistem keamanan seperti pasukan pemberantas Zombi. Gen Akis juga membuat sendiri pasukan khusus untuk melindungi Lingkar Olio mereka.
Padahal semua orang di Bumi ini juga tau, jika Gen Uras lebih bisa diandalkan di sektor kemanan SYPUS. Entah karena serakah, atau memang merasa berhak. Namun apa yang dilakukan oleh Gen Akis itu, membuat Tuan Gayo murka.
Pemimpin SYPUS itu jadi semakin benci pada Gen yang mempunyai darah beracun itu. Setelah Gen Akis membuatnya mandul dan hampir mati. Bagi Tuan Gayo Gen Akis hanyalah sebuah hambatan bagi Bumi menuju evolusi.
Tuan Gayo sudah tiba di ruang monitoring, di sana dia melihat betapa sibuknya Luca mengatur para pasukan Gen Akis untuk evakuasi di Lingkar Olio Gen Akis.
Dengan berat hati, Tuan Gayo maju dan menepuk salah satu bahu Luca. "Apa kau butuh pasukan lagi?" tanya Tuan Gayo.
__ADS_1
Eksmpresi ogah-ogahannya sudah berubah menjadi teduh dan bersimpati.
"Serangan di dalam sudah selesai Tuan, kurasa kami bisa mengatasi ini sendiri!" ujar Luca.
Lelaki berambut pirang dan bermanik biru itu sadar, jika Tuan Gayo pasti ada kaitannya dengan tragedi yang menimpa Gen Akis hari ini.
"Gen Akis benar-benar hebat, mereka selalu besiap tentang benacana apa pun!
"Mereka seolah bisa membaca masa depan!" kata Tuan Gayo dengan nada pujian yang tulus.
Namun Luca masih menerka jika serangan Zombi yang terjadi hari ini. Bukanlah sebuah kebetulan belaka.
"Tuan! Pesawat Nyonya Jupiter dan Tuan Juju memasuki wilayah Lingkar utama SYPUS!" salah satu monitoring di ruangan itu melaporkan keberadan Juju dan Jupiter pada Luca.
.
.
.
.
Pesawat mereka mendarat di atas gedung yang dikenali Juju sebagai rumah Tuan Gayo.
"Apa kau mau menggambil resiko?" tanya Jupiter.
Gadis itu membuka kunci otomatis pesawat yang ia kemudikan. Lalu dengan sendirinya, pintu di samping Juju dan Jupiter terbuka sendiri.
Udara di Lingkar Olio utama SYPUS sangat berbeda, Juju yang sudah terbiasa dengan udara yang bau darah yang busuk di Benua Aust. Kini merasa hidungnya bisa bernapas dengan bebas, mengirup udara yang bersih tampa rasa bersalah.
"Menang apa resikonya?" tanya Juju pada Jupiter.
Kedua pasang suami-istri itu berjalan menuju pintu masuk, sebuah lorong mereka telusuru bersama.
"Jangan bicara terlalu akrab denganku, selama di sini!" kata Jupiter.
Juju menghentikan langkah kakinya karena merasa aneh dengan tingkah Jupiter yang makin absrud saja.
__ADS_1
Mereka berdiri di lift yang sama, namun hanya saling diam. Padahal mereka saling ingin bicara dan mengobrol banyak.
Mereka turun di lantai paling dasar, dan menemukan ruangan yang seindah surga. Taman bunga yang begitu harum dan luar biasa, mereka berdua berjalan ke rumah yang di siapkan khusus oleh Tuan Gayo untuk mereka.
Saat akan masuk ke dalam rumah mini yang besar itu Jupiter malah merangkul leher Juju.
'Ni cewek mulai lagi, edannya...,' gumam Juju dalam hati.
Juju tak peduli dengan tingkah Jupiter, seakan sudah kebal akan godaan tubuh Jupiter. Juju membuka pintu rumah mereka dan masuk, masih dengan Jupiter yang mengelayut mesra di leher Juju.
Pintu itu belum ditutup lagi oleh Juju namun, istrinya itu malah menghujani ciuman ke bibir suaminya. Segera Juju menutup daun pintu lebar yang tebal itu. Lalu merespon semua kelakuan mesum Jupiter.
"Lingkar terdalam Gen Akis baik-baik saja!" ujar Jupiter.
Kata gadis itu di sela ciumannya ke bibir Juju. Kedua insan itu bernafas terengah, karena gejolak yang membara sudah menyelimuti suasana di ruangan rumah mereka.
Jupiter kembali menciumi bibir suaminya, kini kecupannya semakin ganas dan berirama kasar. Tanpa Juju sadari, lelaki itu ternyata suka dengan ke lihaian istrinya itu.
Juju mengangkat tubuh Jupiter, dia mencari tempat yang lebih nyaman. Dia tak ingin berciuman dengan posisi menunduk selamanya.
Jadi Juju mendudukkan tubuh istrinya itu di meja makan, yang terletak tak jauh dari ruang tamu mereka. Tampaknya meja makan mereka akan mereka gunakan pertama kali, bukan untuk acara makan romantis dengan cahaya lilin dan angur yang manis.
Juju sudah melepas reseting pakaian Jupiter yang terletak di belakang pungung gadis seksi itu. Dan tububnya atasnya sendiri sudah polos, karen Juju juga sudah melepas kaus hitamnya sendiri.
Kini kecupan Jupiter menjalar di leher Juju, lelaki muda itu tampak menikmati setiap sentuhan lembut istrinya. Otaknya seakan tak bisa berfungsi lagi sekarang, kerena rasa nikmat yang menyerangnya menguasai seluruh aliran darah dan sel-sel di tubuhnya.
Berhubungan S.E.X adalah panggilan alam, sebuah kebutuhan yang tak dapat dielakkan oleh mahluk hidup. Apa lagi manusia yang berada di masa tersubur mereka.
Kini giliran Juju yang mencoba memberi rangsangan ke tubuh istrinya yang sudah polos di depannya. Senyum kepuasan tersungging di wajah jupiter, wajahnya menengadah ke langit-langit. Menikmati setiap getaran dan sentuhan Juju di tubuhnya.
Jupiter hanya bisa merasakan kenikmatan, tak ada pikiran lain yang terlintas di benaknya saat ini. Meski Juju mengaku ini pertama kalinya dia berhubungan S.E.X dengan wanita. Namun kelincahan mencari titik-titik puncak di tubuh istrinya tak perlu di ragukan lagi. Juju hafal setiap titik kelemahan yang dimiliki Jupiter.
Belum terjadi pertempuran inti, namun Jupiter sudah menjerit tertahan. Wanita itu mencapai puncak hanya dengan bermainan jemari Juju yang lincah.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1