
"Hanya aku yang boleh melakukan tindakan pribadi terhadap tubuhmu, saat kau koma!" ujar Jupiter.
"Jadi kau???
"Kau...!" Juju tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. "Sebaiknya kita kembali ke pangkalan!"
Juju menahan rasa malunya, bagaimana bisa dia merasa bahwa Jupiter orang lain. Wanita itu bahkan yang merawatnya selama setahun saat ia koma, apa dia terlalu jahat pada wanita itu.
"Kau tak perlu menutupinya lagi lain kali, karena aku sudah melihat semuanya. Secara rinci!" ucap Jupiter dengan penuh penekanan.
Juju tentu saja tak bisa memaki gadis cantik itu, bahkan lelaki gagah itu tak bisa meski hanya sekedar marah. Padahal ungkapan Jupiter barusan sangat fulgar.
Bagaimana Juju akan menyembunyikan wajahnya dari Jupiter, dia benar-benar malu. Juju jadi kepikiran bagaimana ekspresi penuh n.afsu Jupiter saat melihat tubuh telanjangnya saat koma. Wanita mesum itu mungkin pernah melakukan pecehan pada dirinya.
Otak Juju berpikir terlalu jauh, Juju segera membuyarkan lamunannya dan pergi ke arah tank tim dua. Karena istrinya sudah masuk ke tank tim satu.
Juju harus menghindari Jupiter sementara waktu, dia tak mau memikirkan masalah lain dulu. Sebagai Calon Pemimpin SYPUS Juju harus bisa fokus dalam tugas yang diberiakan padanya.
.
.
.
.
Sebisa dan semampu Juju, lelaki itu mencoba menghindari istrinya. Jadi satu-satunya cara agar Juju tak diikuti oleh Jupiter terus adalah. Selalu berada di dekat Anthony.
Juju harus memastikan Anthony selalu di jarak yang amat dekat dengannya. Juju bahkan sedang menunggu pria bermanik mata merah itu di ruang ganti pasukan SYPUS.
"Kamu nggak mandi di kamarmu?" tanya Anthony yang baru saja selesai mandi.
"Aku lebih suka tempat ini!" jawab Juju.
Meski dia sudah mengenakan pakaian lengkap, tapi Juju masih berdiri di dekat loker Anthony.
"Bukankah kau harus istirahat?" tanya Anthony pada Juju.
"Aku akan istirahat di kamarmu!" ujar Juju.
"Kenapa dengan kamarmu sendiri?" Anthony tampak keberatan.
"Jupiter menggunakannya!" alasan Juju.
"Apa kau akan menghindari Jupiter selamanya?" tanya Anthony.
"Lalu apa aku harus menyetubuhi wanita yang disukai temanku?!" ujar Juju.
Nada bicara lelaki berkaus hitam ketat dan celana tentara panjang serta sepatu boots itu, meninggi. Selain alasan itu Juju merasa dirinya akan goyah jika terus dirayu oleh Jupiter. Sementara Juju tak ingin mengecewakan Anthony.
"Dia istrimu, kau punya kewajiban menyetubuhinya!" Anthony tampak tak suka mengatakan itu.
Lelaki yang masih telanjang bulat, hanya sehelai handuk yang terlitit di pinggangnya itu. Tampak menghentikan aktifitas ganti bajunya.
"Sampai kapan aku akan di situ?" Anthony membentak Juju.
Juju hanya bisa menoleh sekilas pada Anthony, dengan pandangan mata sayunya.
__ADS_1
"Aku harus keluar dari sini denganmu!" ujar Juju dengan tampang memelas.
"Segitu takutnya sama istri sendiri!" ejek Anthony.
Bukannya takut masalah kekuatan, tapi Juju takut dinodai oleh wanita cantik itu.
.
.
Bagaikan tak punya nyali, Juju yang tubuhnya lebih tinggi dari Anthony itu malah meringkuk di belakang punggung pria berparas licik tapi tampan itu.
"Nggak ada di sini orangnya!" ujar Anthony.
Juju segera menyembulkan kepalanya dan mulai mengitari lorong panjang itu dengan manik mata hitam bersinarnya. Di depan ruang ganti di pesawat induk itu hanya ada lorong besar yang menghubungkan banyak ruangan lain.
"An, kamu mau istirahat di bawah?" tanya Juju.
Karena pesawat induk ini sedang melayang di udara, maka gedung pangkalan militer Benua Aust. Tentu saja terletak dibawah pesawat tempur sebesar kabupaten kota itu.
"Disini terlalu kacau!" ujar Anthony.
Banyak pasukan yang terluka, jadi kamar istirahat di pesawat itu pasti penuh sesak. Mereka berdua butuh istirahat, karena sudah tiga hari ini mereka tak tidur dengan benar.
Juju tak bisa berkilah lagi, dia harus mengikuti langkah gontai Anthony memasuki gedung tinggi menjulang milik kemiliteran Benua Aust itu.
Lift terbuka, mereka berdua masuk. Juju mencoba berdiri tegak, bagaimana pun dia adalah seorang pemimpin. Dia harus terlihat baik-baik saja meski hatinya kini sedang gusar. Gusar karena hati kecilnya itu mulai goyah pada Jupiter.
"Kudengar tadi kau dan Jupiter diserang Zombi besar jenis baru?" tanya Anthony.
"Iya, Zombi besar yang menyerang kami, tampaknya bisa berpikir dan mengenali manusia dari penglihatannya.
"Apa Zombi seperti itu akan muncul lagi?" tanya Anthony pada Juju.
"Mungkin saja, jika bangkai Zombi itu dimakan oleh Zombi lain.
"Kemungkinan besar Zombi yang memakannya, pasti akan berubah menjadi ganas juga!
"Tapi area itu sudah bersih dari Zombi!" ujar Juju.
"Zombi yang tak takut pada matahari, jarang terlihat di pusat kota dan area lainnya.
"Lalu kenapa bisa Zombi jenis itu tiba-tiba ada di perbatasan pemblokiran?!" Anthony mulai curiga.
"Dari tadi aku juga memikirkan itu!" kata Juju.
"Aku tau yang kau pikirkan adalah Jupiter!" Anyhony seperti bisa membaca pikiran teman baiknya itu.
"Aku merasa ada yang aneh di sini!" kata Juju.
"Apa?" Anthony langsung menyahut perkataan Juju.
Pintu lift terbuka dan mereka harus segera keluar.
"Kurasa ada orang Tuan Gayo yang mengawasi kita!" kata Juju.
"Karena itu, tidurlah dengan Jipiter. Paling tidak, pergilah kekamarmu!" ujar Anthony.
__ADS_1
"Apa hubungannya, bahkan Tuan Gayo tak peduli akan hubunganku dan Jupiter!" kata Juju.
Mereka menghentikan langkah mereka, karena Anthony berhenti dan hendak memukul wajah Juju.
"Apa kau sedang dikendalikan oleh Tuan Gayo?" tanya Anthony.
"Enggak--lah!" ujar Juju.
"Kalau begitu, jangan pikirkan dia. Kedudukanmu lebih tinggi dari Tuan Gayo!" ujar Anthony.
"Kenapa tiba-tiba kau membahas itu?" tanya Juju bingung.
Dia tak tau apa-apa tentang hal yang baru saja diucapkan oleh Anthony.
"Secara Gen, dan dukungan. Kau lebih unggul!" ujar Anthony.
Juju masih binggung, dia faham akan masalah Gen. Karena dia adalah satu-satunya manusia yang mempunyai Gen Horo. Tentu saja dibandingkan dengan siapa pun, Juju akan lebih unggul.
Tapi jika bicara tentang dukungan, Juju sama sekali tak punya siapa pun yang mungkin bisa mendukungnya. Lalu siapa yang akan mendukungnya.
"Keluargaku dan Gen Akis 100% akan mendukungmu. Gen Sia, mereka selalu berada di tempat yang aman.
"Yaitu di posisi, hanya bisa menerima!
"Jadi jika kau ingin naik ke posisi pemimpin hari ini juga, kau bisa!" ujar Anthony.
"Apa yang kau bicarakan, aku belum punya kemampuan apa pun!" ujar Juju.
"Kau sudah membuktikan hari ini, kau dapat menyelesaikan bencana di Benua Aust dengan baik!" ujar Anthony.
"Jangan membuatku besar kepala, ini bukan apa-apa!" ujar Juju.
"Intinya kau hanya butuh satu hal agar benar-benar di akui oleh para petinggi SYPUS.
"Buatlah anak, dengan perempuan mana pun!" ujar Anthony.
"Kau pikir aku hewan!" Juju tampak marah dengan perkataan fulgar sahabatnya itu
"Baiklah jika kau tak suka ambisi dengan kekuasaan. Tapi apa kau pernah melihat bagaimana anak-anak tumbuh dengan imutnya?" tanya Anthony.
"Emang kau pernah melihatnya?" tanya Juju.
"Aku ini Gen Uras, Gen dengan angka berkembang biak paling tinggi di Bumi!" ujar Anthony.
"Kau sudah punya anak?" tanya Juju.
"Belum, aku terlalu sibuk dengan urusan perusahaan. Hingga tak sempat jatuh cinta!" ujar Anthony.
"Lalu kenapa kau punya ide, agar aku membuat anak dengan sembarang perempuan yang tak kucintai!" ujar Juju.
Dia membalikkan omongan temannya itu.
"Jangan sia-siakan Gen luar biasa di dalam tubuhnmu itu!
"Kau harus memperbanyak keturunan, sebanyak-banyaknya!" ujar Anthony.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤