HUMAN 2075

HUMAN 2075
Racun Untuk makhluk Mars


__ADS_3

Keindahan adalah sebuah anugrah, tetapi juga bisa menjadi bencana pada akhirnya. Namun keindahan hanya menjadi sebuah kenangan untuk saat ini.


Air laut yang biru, langit biru yang cerah, hujan yang menyegarkan, udara yang tak tercemar. Semua itu hanya sebuah kenangan bagi bumi ini pada akhirnya.


Pantai dengan pasir kuning keemasan, senja hari yang memancarkan sinar berbagai warna. Menyamarkan kekesalan di hati Anthony saat ini, akhirnya pria yang akan menjadi Pemimpin Gen Uras selanjutnya ini mempunyai hari libur dalam hidupnya.


Meski ia sempat kecewa karena lautan di Benua Aust sudah mirip dengan lautan di belahan dunia lain yang pernah dia lihat. Air yang keruh, berbau amis yang menyengat, serta beberapa bangkai ikan bertebaran di sekitar area pantai.


Begitulah pemandangan seluruh pantai di dunia ini, tetapi Anthony tetap bisa tersenyum saat melihat pemandangan matahari terbenam.


Sudah lama sekali, bumi ini tampak gersang dan sangat sakit. Semua makhluk hampir punah, bahkan manusia yang tersisa pun masih saling berseteru karena kekuasaan.


Dunia tak mungkin berubah secepat itu, tapi ini kenyataannya. Semua berubah dengan cepat dan bisa saja hal yang disebut kiamat memang sudah dekat.


Manik matanya yang merah tak menurunkan kemampuan matanya, ia tetap bisa melihat semua hal dengan warna yang sama dengan manusia lainnya.


Tubuh tegapnya terduduk di atas pasir pantai, tampak sekali Anthony sangat menikmati apa yang ia saksikan sore ini.


"Apa semua bisa membaik?" gumamnya lirih.


Meksi Anthony tak tau keadaan dunia sebelum pandemi, namun ia sering mendengar orang-orang tua bercerita.


Katanya dimasa lalu langit hampir selalu berwarna biru cerah setiap siang. Tanaman ada di mana-mana, dan setiap negara punya mata uang yang berbeda-beda.


Jika ingin pergi ke wilayah orang lain, kita hanya harus menunjukkan sebuah buku yang berisi identitas diri kita. Maka kita akan dengan mudah menjelajahi wilayah itu tanpa rasa khawatir.


Katanya jaman dahulu, mengunakan pistol sembarangan adalah sebuah kejahatan. Sebab dunia pada saat itu sangat penuh dengan cinta.


Di masa lalu kejahatan paling mengerikan adalah membunuh manusia lain. Ketika kita melakukan itu maka hukuman bagi kita akan sangat berat.


Dulu manusia yang membunuh manusia lainnya, pantas mati. Tetapi sekarang, jika kita tidak membunuh manusia lain maka kita tidak akan hidup.


"Benarkah dunia seindah itu, pada zaman dahulu?" kata Anthony.


Wajah runcingnya yang licik berubah manis, karena senyuman indah mengembang setiap detiknya.

__ADS_1


Anthony memang tidak sempat menyaksikan masa damai di bumi ini, tetapi otaknya bisa membayangkan. Bumi yang penuh tumbuhan dan hewan-hewan, serta manusia yang saling pengertian.


"Kuharap Bumi ini akan membaik nantinya!" ujar Anthony.


Ia menghela nafas panjang, karena baru saja berharap tentang sesuatu.


Anthony sangat berharap jika bumi ini bisa kembali seperti kata-kata orang, yang pernah menyaksikan masa damai di bumi ini.


"Namun kurasa aku harus berusaha keras! Sangat keras!!! Jika ingin mengembalikan bumi menjadi seindah dulu!" Anthony kembali menghela nafas panjang.


Dia mempunyai cita-cita yang sangat luar biasa, namun dia tidak tahu harus mulai dari mana untuk mewujudkan cita-citanya itu.


Lama sekali Anthony duduk di atas pasir tanpa alas, kesenggangan waktunya membuatnya menjadi semakin pusing. Karena memikirkan banyak hal yang sebenarnya tidak penting.


.


.


.


.


Keadaan, Tuhan, orang lain, bahkan dirinya sendiri menjadi objek yang menurut mereka pantas untuk disalahkan atas kegagalan.


Keadaan terjadi karena sebuah pilihan. Nasib berjalan sesuai dengan apa yang kita pilih, untuk kita jalani di masa lalu.


Saat kita mengira jika kita bisa memperbaiki keadaan, dengan mengubah pilihan kita di masa lalu. Kita akan terperangkap dalam sebuah labirin permainan nasib yang kejam.


Alih-alih memperbaiki masa depan, tapi kita mencoba untuk kembali ke masa lalu, hanya untuk merubah pilihan yang pernah kita pilih.


Kita menyangka bahwa kita bisa merubah segalanya jika kita bisa melalui ruang dan waktu kembali ke masa lalu untuk mengubah pilihan kita.


Tuarrrrrrrrrr


Seorang lelaki melempar sebuah benda ke dinding ruangan kaca. Hantaman benda padat yang mengenai kaca itu cukup keras, tetapi kaca yang mengitari lelaki itu sama sekali tidak tergores sedikit pun.

__ADS_1


"Lepaskan aku!!!" lelaki itu berteriak frustasi.


Entah sudah berapa kali dia berteriak-teriak memohon untuk dilepaskan. Meski banyak orang yang berlalu-lalang di luar ruangan kaca itu, tetapi tampaknya tidak ada yang bisa mendengar teriakannya yang menyedihkan.


Lelaki itu masih ingat betul, bahwa semalam dia tertidur di kamar tidur rumahnya yang memang tak layak untuk ditinggali manusia. Lelaki muda yang tampak bingung di dalam ruangan kaca itu, adalah salah satu warga Mario yang mungkin tidak terdaftar namanya sebagai penduduk di bumi.


Ruangan kumuh yang ia tinggali sehari-hari, memang tidak layak ditinggali oleh manusia. Tetapi dia juga tidak senang, berada di ruangan bersih dengan kaca yang amat tebal untuk membelenggunya dari dunia luar.


Lelaki yang tidak pernah masuk lingkar Olio itu, benar-benar sangat kebingungan dengan keadaannya saat ini. Dia yakin tempat yang sekarang dia pijak adalah Lingkar Olio milik SYPUS.Hal itu menambah ketakutan di diri lelaki tersebut.


Manusia yang tinggal di Malio, tidak pernah dibolehkan masuk kedalam Lingkar Olio. Selain untuk satu hal, yaitu menjadi kelinci percobaan.


Virus Zombie yang menyerang dunia membuat area Malio semakin terlupakan dan direndahkan. Memang tak banyak manusia biasa yang bisa bertahan hidup di sana, selama satu tahun terakhir. Tetapi masih ada beberapa manusia yang berhasil lolos dari kontaminasi virus Zombie tanpa bantuan SYPUS.


Manusia-manusia yang berhasil selamat, masih tinggal di reruntuhan kota-kota di Malio. Mereka tidak diperbolehkan masuk kedalam Lingkar Olio karena tidak bisa membayar biaya hidup yang sangat luar biasa mahal.


Alhasil Para manusia yang berhasil lolos dari kontaminasi virus Zombie harus hidup sembunyi-sembunyi, agar tidak tertangkap oleh SYPUS dan dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk anti-virus terbaru mereka.


Lelaki ini sama sekali tak tahu kenapa dia bisa ditemukan oleh SYPUS. Padahal dia sudah berusaha untuk sembunyi selama ini, tetapi mungkin nasibnya akan sama dengan nasib adiknya yang tertangkap oleh SYPUS beberapa bulan yang lalu.


Lelaki itu masih dilanda kebingungan yang amat sangat, karena dia tidak bisa kabur dari tempat ini. Kaca yang mengitari tubuhnya benar-benar sangat kuat, mungkin lebih kuat daripada beton.


.


.


.


.


Di lain tempat, makhluk dari Mars yang yang mempunyai kulit hijau lumut serta tubuh yang sedikit lebih besar daripada Manusia Biasa, sedang terbaring lemah di sebuah kursi dengan kedua tangan serta kaki yang diikat menggunakan alat khusus penghantar listrik.


Agar makhluk Mars itu tidak bisa mempengaruhi pikiran-pikiran ilmuwan yang sedang meneliti dirinya.


"Katakan!!! Kau bisa pergi ke masa lalu--kan?" tanya Tuan Gayo pada makhluk Mars itu.

__ADS_1


Makhluk Mars itu hanya terdiam, sambil bernafas lemah, karena sekujur tubuhnya terasa sakit. Ternyata Tuan Gayo telah menyuntikkan cairan racun mematikan ke dalam tubuh makhluk Mars itu.


"Kau mau disuntik lagi?!" Tuan Gayo mengancam makhluk Mars itu lagi.


__ADS_2