
"Apa Tuan Gayo tak mencoba menarik pasukan yang berada di sini?" tanya Jupiter pada Anthony.
Anthony hanya mengeleng pelan, mereka berdua tampaknya sudah bisa membaca arah pikiran Tuan Gayo. Pemimpin SYPUS itu terlihat diam dan tak peduli pada kelangsungan perusahaan, tapi tanpa disadari oleh siap pun. Tuan Gayo telah merencanakan hal-hal yang besar dan berbahaya.
Jupiter melangkah pelan dia akan keluar dari kamar Juju. Wanita itu ingin pulang dan membantu memberantas Zombi di negrinya.
"Jika kau ke sana, maka tujuan untuk memusnahkan Gen Akis. Pasti akan dicapai oleh Tuan Gayo!" ujar Anthony.
Jupiter pun menghentikan langkah kakinya, di saat yang sama Juju keluar dari ruang ganti dengan pakaian rapi dan komplit.
"Apa kau akan diam saja??? Apa setelah tak berguna sumua hal harus dimusnahkan?!" teriak Jupiter.
Juju masih diam, dia mengira teriakan Jupiter itu untuk Anthony.
"Satu-satunya cara agar kau tetap aman, adalah tetap berada di sebelah pria ini!" ujar Anthony, sambil menunjuk Juju.
Juju semakin tak faham, apa yang dibicarakan oleh kedua orang di kamarnya saat ini.
"Apa jika kau di posisiku, kau akan diam saja Anthony?" bentak Jupiter.
"Aku pasti akan bertarung sampai dititik darah penghabisan. Itu sudah karakterku.
"Tapi kau tak cocok berkorban demi Gen Akis, karena karaktermu yang hanya peduli akan dirimu sendiri!" ujar Anthony.
"Jika pun kau kesana sekarang, semua sudah terlambat.
"Dan kedatanganmu akan menghambat proses pemusnahan!" lanjut Anthony.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Juju.
Anthony maupun Jupiter hanya terdiam di tempat mereka, keduanya tak sanggup mengatakan kebenaran yang mengerikan ini.
Tuan Gayo membuat bencana di Benua Aust ini, agar pasukan terbaik SYPUS pergi dari Malio. Lalu saat seluruh pasukan inti berada di Benua Aust tak bisa kembali lagi ke SYPUS. Tuan Gayo memicu bangkitnya Zombi di Lingkar Olio Gen Akis.
"Apa yang terjadi, kenapa kalian diam saja?" tanya Juju sekali lagi.
Kedua orang di depan Juju masih diam saja. Mereka tak mau menjawab pertanyaan Juju. Keduanya takut Juju akan melakukan hal-hal nekat nantinya.
"Ada sedikit masalah di Lingkar Olio Gen Akis!" ujar Jupiter.
"Jadi aku harus pulang terlebih dahulu!" lanjut Jupiter.
Namun Juju bisa melihat raut sedih dan gusar di wajah istrinya itu.
"Apa semendesak itu?" tanya Juju pada Jupiter.
Jupiter tak menjawab pertanyaan Juju, perempuan seksi itu langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan ruangan itu.
"Apa masalahnya besar?" tanya Juju pada Anthony.
.
.
Juju berlari sekuat tenaganya, dia berhasil menyusul istrinya yang akan naik pesawat di garasi pesawat induk.
"Apa aku boleh menumpang!" ujar Juju.
__ADS_1
Masih dengan napas tersengal-sengal, Juju menanyakan pertanyaannya pada Jupiter Istrinya. Pertanyaan suaminya itu, membuat Jupiter tersenyum manis ke arah lelaki yang masih berusaha mengatur aliran oksigen ke dalam paru-parunya itu.
"Trimakasih!" ucap Jupiter.
"Gen Akis adalah bagian dari SYPUS. Aku juga punya kewajiban untuk menjaga mereka!" ujar Juju.
Lelaki itu segera mendekati istrinya, dengan lembut Juju membelai rambut panjang Jupiter.
"Mari kita berusaha bersama!" pinta Juju.
Masih dengan senyuman manisnya, Jupiter mengangguk setuju pada suaminya.
Mereka berdua segera menaiki pesawat Jupiter. Perlahan-lahan pesawat itu mengudara tanpa landasan pacu.
"Tuan Gayo mungkin akan membunuhmu!" ujar Jupiter
Wanita itu mengemudikan pesawat dengan lincahnya, sementara Juju hanya duduk diam sambil mempelajari banyak dokumen tentang Gen Akis.
"Apa Tuan Gayo orang yang kejam?" tanya Juju pada Jupiter.
"Jika dia tak kejam.
"Tuan Gayo tak akan menikahkan aku dengan Vie!" ujar Jupiter.
Juju tak ingin melanjutkan pembahasan itu, bagaimana pun Juju adalah suami Jupiter saat ini. Tak mungkin Juju suka cita saat diajak membahas mantan suami, isrinya. Apa lagi yang mengajak membahas adalah istrinya sendiri.
"Kenapa struktur bangunan lingkar terdalam Olio Gen Akis, lebih kuat dari bagian luarnya?" tanya Juju pada Jupiter. Juju mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Karena di dalam lingkar terdalam itu, Gen Akis melakukan banyak penelitian tentang Virus!" ujar Jupiter.
"Kita akan sampai di SYPUS berapa lama lagi?" tanya Juju pada Jupiter.
"Semoga kita masih punya waktu. Kita harus menyelamatkan hal berharga itu!" ujar Juju.
"Hal berharga?" Jupiter bingung dengan ucapan suaminya barusan.
"Penelitian Gen Akis! Hal itu sangat berharga bagi SYPUS!" ujar Juju.
"Aku belum pernah dengar hal semacam itu sebelumnya. "Biasanya orang akan bilang! Penelitian Gen Akis hanya untuk membunuh lebih banyak manusia," kata Jupiter.
"Jika tak ada Gen Akis, Manusia pasti sudah punah!" ujar Juju.
"Tapi tak ada manusia yang mau mengakui hal itu. Kami selalu dianggap sebagai pengacau!" ujar Jupiter.
"Karena cara kerja Gen Akis tertutup dan sangat rahasia, itu saja.
"Mereka bersepekulasi karena tak faham. Jangan didengarkan!" Juju mencoba mengatakan hal yang sebenarnya.
"Serangan Zombi ini pasti di sengaja, kami selalu memeriksa kondisi geografi di tempat kami. Hampir setiap hari.
"Jika ada yang aneh, kami pasti akan tau sebelum para Zombi itu muncul kepermukaan!" jelas Jupiter.
Wanita itu masih fokus pada kemudi pesawatnya, tapi juga sekali-kali memgamati Juju yang sedang sibuk membaca banyak dokumen di perangkat pintarnya.
"Maksutmu?" juju memandang tajam ke arah Jupiter.
Lelaki itu sama sekali tak faham apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Darah Zombi yang memyerang kita dan dua tank di pusat kota.
"Saat aku menelitinya di kamarmu, aku mendapatkan sesuatu yang aneh!" Jupiter akhirnya mengatakan kecurigaannya.
"Apa yang kau temukan?" tanya Juju pada istrinya itu.
"Darah berwarna hijau, aku menemukan jenis darah itu di darah Zombi!
"Dan di dalam darahmu!" ujar Jupiter.
"Darah hijau??? Kau bilang darahku hijau begitu?" tanya Juju pada Jupiter.
Lelaki bertubuh kekar itu kini menghadap ke arah istrinya dengan kebingungan.
"Darahmu merah! Tapi ada darah orang lain yang pernah disuntikkan ke dalam tubuhmu!" ujar Jupiter.
"Darah orang lain?" Juju mulai berpikir.
Darah siapa yang dimasukkan ke dalam dirinya.
"Sehabis melakukan uji tes kepemimpinan.
"Harusnya kau sadar tiga hari lagi. Tapi Tuan Gayo memaksa untuk membawamu ke kediamannya!" jelas Jupiter.
"Lalu?!" Juju makin penasaran.
"Aku dipanggil untuk merawatmu lagi, karena selama tiga hari itu kau tak kunjung bangun!" kata Jupiter.
"Setelah itu?"
"Kau bangun sebulan setelah hari itu. Kupikir itu reaksi tubuhmu.
"Namun kelihatannya Tuan Gayo melakukan sesuatu pada tubuhmu, secara rahasia!" ujar Jupiter.
Wanita itu sangat yakin jika darah Juju sudah dimanipulasi oleh Tuan Gayo. Meski Juju tak menunjukkan keanehan apa pun, tapi tak ada darah manusia yang bisa terpisah menjadi dua bagian seperti itu saat diteliti.
"Apa kau tau apa yang mungkin, dilakukan Tuan Gayo padaku?" tanya Juju.
"Entahlah, aku juga sedang mencari tau hal itu!
"Semalam aku menghubungi ayahku dan kuminta dia untuk meneliti darahmu.
"Darahmu yang diambil selama proses uji pemilihan. Jika darahmu yang berada di laboratorium Gen Akis bersih, maka kita bisa mendesak Tuan Gayo untuk bicara!" ujar Jupiter.
"Jangan bilang kau pulang hanya untuk hal itu! Kau tak ingin menyelamatkan Genmu?!" Juju mendesah lemas.
Dia tak menyangka bisa dibodohi oleh Jupiter.
"Aku bukan gadis yang punya rasa nasionalisme yang tinggi!
"Jangan berharap aku akan mengorbankan nyawaku untuk orang lain!" kata Jupiter.
Juju hanya bisa menghela napasnya panjang-panjang. Memang realita kadang tak sesuai dengan ekspetasi.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤