
"Jaga dirimu di sana. Jika ada sesuatu langsung kabari aku!" kata Anthony.
"Baiklah! Aku akan memberimu kabar satu menit sekali!" Seva mulai nelawak lagi.
"Apa kau ingin membunuhku? Kau tidak mengizinkan untuk istirahat dan terus berbicara seperti ini denganmu?" tentu saja Anthony menggerutu.
Siapa yang mau dikabari oleh seseorang selama satu menit sekali, meskipun rencana itu hanyalah banyolannya si Seva saja.
Seva hanya tertawa terbahak-bahak, mendengar ocehan Anthony yang menganggap bahwa banyolannya adalah sebuah kebenaran.
"Berhentilah tertawa dan katakan apa yang ingin kau sampaikan. Sampai menelponku!
"Kau tidak mungkin hanya ingin menyampaikan, bahwa kau jatuh cinta kepada Juju, kan?" tanya Anthony.
"Sebenarnya Juju memintaku, menanyakan. Apa kau sudah menemukan jasad Lisa?" tanya Seva.
"Aku tidak bisa menemukan apa pun di danau ini. Kurasa ikan yang memangsa Lisa, sudah kabur ke laut lepas!" prediksi Anthony.
Hal itu bisa saja terjadi, karena ada jarak berjam-jam. Antara tertangkapnya Lisa oleh ikan lentera, sampai Anthony menguras danau air payau itu.
"Baiklah, aku akan melaporkannya kepada Juju!" kata Seva.
"Katakan padanya, untuk tidak membuatku lebih sengsara lagi!
"Beri dia nasehat, jangan sampai memberikan perintah. 'Cari sampai ketemu!!!' Seperti itu!" pinta Anthony.
"Baiklah!" ujar Seva.
Seva menutup panggilannya dan segera berjalan ke arah Juju, yang tampaknya tak pernah berpaling dari jendela kaca di depannya.
Wajah Calon Pemimpin SYPUS itu hanya terlukis kesedihan yang amat dalam. Hingga Seva tak enak hati, untuk menyampaikan kabar dari Anthony tentang jasat Lisa.
Di dalam ruang isolasi yang terdapat kaca dua arah itu. Jupiter sedang menjalani berbagai macam pemeriksaan, yang dilakukan oleh tim medis yang sudah dilengkapi dengan pakaian seperti astronot.
Karena sewaktu-waktu Jupiter bisa kambuh dan menyerang paramedis yang merawatnya.
Seva juga tidak dapat menahan rasa sedihnya, ketika melihat Jupiter yang berada di dalam ruangan itu.
Gadis cantik yang angkuh, wajah cantiknya yang terlihat sombong itu. Terlihat hanya ada raut muram, seperti Jupiter sedang menghadapi malaikat kematian.
"Apa kau akan di sini selamanya?" tanya Seva kepada Juju.
Seva tahu betul, bahwa perasaan Juju sekarang sedang hancur-hancurnya. Tetapi sebagai seorang yang calon pemimpin, Juju seharusnya tidak memperlihatkan sisi lemahnya seperti ini.
"Ingatlah! Kau masih punya tugas untuk mencari obat. Agar Jupiter bisa sembuh!" kata Seva.
Juju menundukkan kepalanya dan menghela nafasnya sangat dalam. Lelaki itu sama sekali tidak ingin meninggalkan Jupiter, yang tengah dalam kondisi tidak stabil.
Ia tidak ingin Jupiter berpikir, bahwa dia akan meninggalkan istrinya itu. Hanya karena wanita tersebut telah terjangkit Virus Zombie baru, yang amat sangat mengerikan.
"Kita harus bergerak dengan cepat dan sangat rapi. Bukankah, kau bilang SYPUS tidak boleh tahu tentang ini!" kata Seva.
__ADS_1
Entah kenapa Seva setuju dengan perkataan Juju. Tentang merahasiakan, apa yang terjadi pada Nyonya Wenda dan juga Jupiter. Dari Tuan Gayo dan semua orang di luar sana.
Karena alasan untuk melindungi Jupiter saja, tidak akan cukup membuat Seva yakin. Tentang menghianati Tuan Gayo, yang notabennya masih menjadi pemimpin SYPUS.
Kesetiaan adalah harga mati.
Namun Motto hidup itu telah berubah menjadi 'perkataan Juju harus dia turuti'.
"Kau yakin akan membantuku?" katanya Juju kepada Seva.
Juju menoleh kearah Seva, yang berdiri di sampingnya. Dengan kesedihan yang amat mendalam, mata Juju memandang manik mata bulat Seva.
Pandangan itu begitu tampak sangat putus asa, hingga Seva tidak kuat untuk melihat pandangan Juju kepadanya.
"Aku akan membantumu dan Jupiter!" kata Seva.
"Meski, apa yang akan kau lakukan nanti. Bertolak belakang dengan prinsip hidupmu?!" tanya Juju
Lelaki itu sangat tahu tahu, bagaimana sifat Seva yang sangat setia kepada SYPUS.
"Prinsip hidupku adalah SYPUS! Dan kau adalah calon pemimpinnya!
"Aku harus mendukungmu, karena kau adalah calon bos--ku nantinya!" kata Seva tanpa rasa ragu sedikit pun.
"Apa kau akan menerimaku, menjadi pemimpin SYPUS nantinya?
"Bukankah aku terlalu kekanakan, aku terlalu mementingkan urusan pribadiku sendiri dan tidak mempedulikan urusan orang lain?" ujar Juju.
"Kau mempunyai tujuan yang bagus. Bukankah kau ingin mencari obatnya?
"Aku tahu alasanmu untuk merahasiakan hal ini, karena kau tak mau ada keributan di masyarakat--kan?!
"Kita harus menghadapi Virus mengerikan ini dengan tenang. Aku setuju dengan rencanamu!" kata Seva.
Kepala Militer Malio Ujung Selatan itu sebenarnya tau, tujuan Juju. Menyembunyikan tentang Virus yang menyerang Jupiter, bukan karena hal tersebut. Namun karena Juju ingin melindungi Jupiter dari dunia.
Meskipun begitu, Seva tak bisa berkutik. Jupiter juga adalah sahabatnya dulu. Seva tau apa yang bisa dialami Jupiter, jika sampai pihak SYPUS tau akan hal ini.
Bisa-bisa Jupiter dijadikan bahan penelitian, tanpa dihormati. Karena Jupiter hanyalah manusia kloning yang sedang sakit.
"Seva..." Juju ingin mengakui apa yang ia pikirkan pada gadis tangguh itu.
"Aku akan menganggapnya begitu, dan semua orang akan berpikir seperti itu.
"Jadi jangan takut, memerintah siapa pun untuk misi ini. Apa lagi memerintahku!" Seva mengatakan hal ini dengan begitu tegas.
Ada semburat senyum di wajah sedih Juju, meski hanya sedikit. Namun itu membuat Seva merasa tenang, paling tidak Juju tak putus asa karena masalah ini.
~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~
Juju aku akan mencintaimu, dengan caraku.
__ADS_1
Akan kuberikan diriku, jiwaku dan juga kekuatanku.
Tanpa berharap, kau membalasnya.
Karena bagiku mencintai, adalah mendukung apa yang kau inginkan.
Mendampingi dan mengawasi, serta menuntun langkahmu menuju tujuanmu.
Seva
~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~¤~
.
.
.
.
"Jadi apa yang akan kau rencanakan untuk membunuh Jupiter?" tanya Amana pada Tuan Gayo.
Wanita cantik bermata abu-abu cerah itu masih tergolek mesra di atas dada Tuan Gayo. Lelaki setengah baya yang masih luar biasa bugar itu, memeluk patner bercintanya dengan begitu mesra.
"Aku tak bilang akan membunuh wanita kloning itu!" ujar Tuan Gayo.
Amana menarik tubuhnya, ia putar agar dia dapat melihat ke arah Tuan Gayo yang berada di bawah bahunya.
"Apa?!" gadis cantik itu sudah sangat emosi. "Lalu mau kau apakan?!".
Tuan Gayo membalas kemarahan Amana dengan senyuman. Tampaknya Pemimpin SYPUS itu punya cara yang lebih bagus, dari pada membunuh Jupiter untuk menyingkirkan wanita itu dari Juju.
"Aku membuatnya menjadi tikus percobaan!" ujar Tuan Gayo dengan senyum licik yang sudah bertengger di wajah tampannya.
"Tikus percobaan?" tanya Amana binggung.
Dahinya mengeryit dan mencoba berpikir, namun kecupan mesra Tuan Gayo di bibir seksinya membuyarkan kefokusan berpikirnya.
"Tenanglah, Juju pasti akan memberimu putra," ujar Tuan Gayo.
Lelaki gagah itu turun dari tempat tidur, tentu saja setelah membuat Amana duduk dan membiarkan tubuhnya bebas.
Lalaki gagah itu memunguti pakaiannya dan mengenakan di depan patner bercintanya. Tubuh kekarnya yang tak tertutupi apa pun tampak sangat bugar sekali, namun sayang ia tak punya kemampuan memberi wanita benih bayi. Jadi banyak wanita yang menjauhinya.
Bercinta hanya bertujuan untuk mendapatkan bayi, dan Amana mau bercinta dengan Tuan Gayo. Supaya dia dipilih menjadi salah satu istri Juju.
Mereka pernah bercinta sebelumnya, dan sering. Karena Amana harus memuaskan hasrat kelelakian Tuan Gayo agar dia tak didepak, dari daftar calon istri Juju.
Bahkan setelah menjadi istri Juju, dia juga harus melayani Tuan Gayo. Agar dirinya tetap menjadi penghuni rumah pribadi Juju sebagai istri.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤