
"Kau pikir aku Dinosaurus? Kenapa aku harus ikut memperbanyak populasi?!" ujar Juju kesal.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Penantian Jupiter di depan pintu kamar Juju, telah membuahkan hasil yang signifikan. Suaminya benar-benar muncul dan sekarang pria yang dinantinya itu, berjalan ke arahnya dengan raut wajah yang sedikit aneh.
Anthony yang berada di depan Juju berjalan tanpa menyapa, wanita yang pernah mengisi renung hatinya itu. Juju melirik wajah cantik Jupiter, lelaki gagah itu ingin melihat reaksi istrinya. Apa yang akan terjadi di wajah Jupiter, saat Anthony berada di dekat wanita itu.
Bisa-bisanya Juju memikirkan hal konyol seperi itu, padahal yang harusnya dia khawatirkan adalah dirinya sendiri saat ini.
Jupiter langsung menghadang langkah Juju, sementara Anthony terus berjalan lurus. Membawa pergi luka yang pasti amat perih di hatinya.
"Kau mau kemana?" tanya Jupiter.
Kenapa ngajak tidur cowok bisa sesusah ini, apa nggak bisa dipermudah saja. Obat perangsang, apa mabuk, apa pun othor.
[Ok adegan ranjang, setelah otor cari reverensi di www.nxxx.com dulu yaaa. Otornya masih di bawah umur, gimana donkš¤£š¤£š¤£
Di bawah umur 50 maksutnyaš¤]
"Aku akan istirahat di kamar Anthony!" kata Juju.
"Masuklah kekamar dulu!" pinta Jupiter.
"Aku sudah sangat lelah!" ujar Juju.
Lelaki itu mencoba menghindari tubuh ramping istrinya. Tapi Jupiter masih saja menghalangi langkah Juju.
"Ada yang ingin kutunjukkan padamu!" ujar Jupiter.
Juju meneliti raut muka Jupiter, tapi tampaknya Juju tak menangkap sesuatu yang aneh dari wajah cantik Jupiter. Tampaknya Jupiter tak sedang memainkan siasat licik.
"Apa penting?" tanya Juju.
"Penting sekali!" Jupiter mencoba meyakinkan suaminya.
"Tentang apa?" Juju masih saja mengajukan pertanyaan.
Setakut itu Juju akan terkaman n.afsu Jupiter.
"Kalau kau mau tau, masuklah!" ujar Jupiter.
Wanita cantik itu tak lagi menghalangi langkah suaminya, dia masuk ke dalam kamar. Pintu kamar itu dibiarkan terbuka oleh Jupiter. Sehingga Juju dapat melihat sesuatu yang ingin ditunjukkan istrinya itu padanya.
Melalui celah pintu Juju dapat melihat hal itu, Jupiter tak mengelabuhinya. Apa lagi mengunakan siasat licik, untuk mengungkungnya agar melayani hawa n.afsu wanita cantik itu.
__ADS_1
"Apa ini?!" tanya Juju.
Penglihatan Juju segera tersita oleh banyaknya barang-barang aneh di atas meja ruang tamu kamar itu. Tabung kimia dengan berbagai ukuran, dan beberapa alat laboratoroum lain yang tak dia tau namanya.
"Boleh minta darahmu?" tanya Jupiter.
Belum juga Juju setuju, Jupiter sudah menancapkan sebuah jarum sepuit ke vena Juju yang berada di lengan lelaki itu. Juju hanya sedikit mengeryit menahan rasa ngilu karena tusukan jarum yang ditancapkan Jupiter.
"Sakit?" tanya Jupiter.
"Tidak, aku hanya kaget" ujar Juju.
"Kenapa kau tampak kesakitan?" tanya Jupiter.
Wanita itu mencabut jarum Sepuit itu perlahan-lahan, agar sang suami tak mengeryit kesakitan lagi.
"Kau sedang apa?" tanya juju pada istrinya yang berjalan ke arah meja tamu, yang sudah disulapnya menjadi meja percobaanitu.
"Aku mengambil beberapa sempel darah Zombi!" kata Jupiter.
"Kau tau itu bahaya?" Juju segera mendekati istrinya.
"Aku tau, tapi aku merasa ada yang aneh. Zombi yang memyerang kita!
"Itu pasti bukan Zombi biasa!" ujar Jupiter.
"Tidurlah dengan nyenyak, aku akan sibuk dengan ini sampai besok!" ujar Jupiter.
Juju tampak ragu, dia ingin pergi dari ruangan itu saja. Tapi sebelum lelaki itu mau pergi, Jupiter sudah menghentikan langkah suaminya dengan berkata. "Aku membuatkanmu makan siang, makanlah dulu!"
Kini pandangan Juju segera bergerak ke meja makan yang tak jauh dari ruang tamu itu. Ada tudung saji di sana, tentu saja di bawahnya pasti ada makanan.
"Kau masak sendiri?" tanya Juju.
"Iya!" jawab Jupiter datar.
Wanita itu tampak sangat sibuk dengan cairan-cairan di tabung ukurnya. Juju berpikir sejenak tak ada salahnya memakan, makanan yang sudah dimasakkan Jupiter untuknya. Dia harus menghargai usaha seseorang--kan, makanan yang dimasak siapa pun akan dia makan. Hanya untuk bentuk menghargai.
Steak sapi dengan kematangan medium, aroma wangi daging sapi bakar itu menghantam sel lapar Juju. Tanpa peduli dengan kecuriga apa pun lagi, juju segera duduk di depan piring itu. Dengan lahapnya Juju makan steak buatan Jupiter itu tanpa dia sisakan.
Setelah selesai makan Juju tampak melihat ke arah Jupiter yang masih sangat sibuk dengan penelitiannya.
Mungkin Juju terlalu keterlaluan, menganggap gadis di depannya itu hanya punya tujuan untuk hamil anak darinya. Juju sadar dia tak perlu setakut itu pada Jupiter, meski terlihat agresif ternyata Jupiter tak sebodoh itu.
__ADS_1
Wanita itu pasti paham jika bercinta dan menghasilkan anak itu, perlu saling mencintai dan suka. Jika tidak mana mungkin Juju mau membuahi rahimnya.
"Tidurlah di sini!" pinta Jupiter, Juju hanya menghela nafasnya panjang untuk menaggapi permintaan istrinya itu.
"Baiklah, tapi..."
"Aku tak akan melakukan hal-hal yang tak senonoh, pada pria yang tertidur pulas!" ujar Jupiter, yang masih sibuk dengan dunianya.
Jupiter ingin mengungkap rahasia Zombi-Zombi besar itu, wanita itu yakin Zombi itu bukan dari dampak faksin virus Danger25. Jupiter yakin Zombi-Zombi besar itu adalah mahluk baru buatan SYPUS.
Kamar Juju adalah satu-satunya tempat yang tak akan dijangkau oleh Tuan Gayo. Apa lagi dengan keberadaan Jupiter di tempat itu, Pemimpin SYPUS itu tak mungkin mengintai Juju di kamar pribadinya.
Suara dengkuran pelan dan ******* nafas lebut di dengar oleh telinga Jupiter. Baru beberapa detik yang lalu Juju melempar tubuhnya di ranjang empuknya. Tapi pria itu sudah terlelap dan mengarungi alam bawah sadarnya.
Jupiter yang mendegar suara femiliar itu segera berdiri, dia melihat ke arah tubuh terlentang Juju. Tubuh pria itu menguasai satu sisi ranjang besar itu, seolah sisi lain dia sisakan untuk Jupiter.
'Trimakasih, karena masih hidup sampai saat ini!' hati Jupiter bergumam. Satu tahun merawat Juju dalam ke adaan koma, membuat Jupiter merasa sangat memgenal pria di depannya itu.
Tanpa sadar tengah diperhatikan oleh Jupiter istrinya, Juju yang masih terpejam melepas kaus hitam ketatnya. Jupiter segera berbalik, n.afsu wanita cantik itu sempat bergejolak.
Bagaimana tidak, dada Juju yang bidang dengan otot-otot kekarnya yang luar biasa, siapa yang tak tergerak untuk memeluk dada bidangnya itu.
Jupiter yang masih menenangkan hawa batinnya kembali ke meja percobaannya. Jupiter tampaknya sudah mendapatkan hasil, Jupiter melihat sebuah tabung yang dia isi dengan darah Juju dan darah Zombi.
Darah Zombi itu mempunyai dua lapisan, tapi darah Juju suaminya juga punya dua lapisan.
Lapisan pertama di darah Zombi adalah merah, itu adalah darah manusia yang murni. Di lapisan keduanya adalah darah hitam yang mengumpal, tapi darah yang menggumpal itu ada bintik warna hijau yang asing bagi mata Jupiter.
Sedangkan di lapisan darah Juju yang pertama adalah darah merah yang murni dan dilapisan keduanya adalah hijau bening.
"Apa Tuan Gayo memasukkan sesuatu ke tubuh Juju tanpa sepengetahuan Tim Pemilih?" desah Jupiter.
"Apa yang dia masukkan kedalam tubuh Juju?
"Apa yang ingin Tuan Gayo lakukan, pada tubuh suamiku?" tanya Jupiter pada udara yang melintas di depannya.
Wanita itu mulai berfikir tentang bayak kemungkinan, Jupiter jadi merasa curiga pada Tuan Gayo saat ini.
"Mungkinkah Tuan Gayo dendam dengan Gen Akis?" tanya Jupiter.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ā¤ā¤ā¤