HUMAN 2075

HUMAN 2075
Padang Rumput


__ADS_3

Padang rumput


Juju sudah tiba di Mansion pribadi Tuan Gayo. Lelaki itu langsung diantar oleh seorang pelayan, untuk menemui Tuan Gayo yang berada di kamar Gisel.


Saat Juju masuk ke dalam kamar, Tuan Gayo langsung menyambut Putra angkatnya tersebut.


"Kau terlihat lelah Putraku! Sebaiknya kau istirahat sebentar!" ujar Tuan Gayo.


Setelah memeluk dan juga menelisik wajah Juju, yang memang sedikit agak pucat karena kurang istirahat.


"Aku tidak papa, Ayah! Mungkin aku hanya kurang tidur saja!" ujar Juju.


"Tapi sayang Gisel sedang tidur!" ujar Tuan Gayo dengan senyum hangatnya yang sudah tak mempan untuk merayu Juju.


"Sayang sekali, padahal aku ingin menggendong dan juga bermain dengan Gisel!" Juju pura-pura kecewa dan sedih, karena adiknya tertidur sebelum dia sampai di  tempat itu.


Padahal di Lubuk hatinya yang paling dalam dia amat sangat senang. Karena jika Gisel tidak tidur, dia pasti akan berakting tertawa terbahak-bahak. Sebab melihat tingkah lucu, bayi perempuan yang mungil dan imut tersebut.


Sedangkan Juju saat ini, sedang berduka sedalam-dalamnya. Dia baru saja kehilangan Lisa semalam dan sekarang Jupiter serta bayi yang dikandungnya sedang dalam bahaya.


Juju tidak punya waktu untuk bersantai sedetik saja. Dia harus segera menemukan anti-virus, untuk menyembuhkan Jupiter. Agar bayi yang dikandung oleh Jupiter bisa selamat.


Langkah pertama yang harus diambil oleh Juju adalah mencari makhluk Mars yang mempunyai darah hijau. Mengambil sampel darah makhluk itu dan membawanya ke laboratorium Gen Akis untuk diteliti lebih lanjut.


"Sebaiknya kita mengobrol di luar, sambil minum teh.


"Kurasa banyak yang ingin kau ceritakan padaku!" ide Tuan Gayo.


Juju ingin menolak namun dia tidak bisa.


Dia berharap Tuan Gayo segera pergi dari tempat ini. Lalu membiarkan dirinya berada disini, untuk sementara waktu. Sehingga Juju bisa mencari cara, untuk bertemu dengan makhluk Mars yang dikurung di ruang kaca di dekat laboratorium pribadi Tuan Gayo.


Tetapi kelihatannya Juju harus bersabar sedikit, dia harus melayani ocehan dan obrolan kosong Tuan Gayo sebelum dia mencapai keinginannya.


Juju diajak ke sebuah tempat yang berada di Mansion itu. Letak tempat itu berada di lantai paling bawah.


Sebuah taman yang cukup berbeda dari taman bunga yang berada di rumah pribadi Tuan Gayo dan dirinya.


Taman dengan rumput ilalang yang tinggi dan beberapa pohon rindang yang membuat tempat ini seperti kebun tang tak terawat. Di tengah-tengah kebun Ilalang itu ada sebuah meja dan dua kursi. Di sana telah tersedia  beberapa cemilan dan juga seteko teh yang wanginya menyeruak.


"Dulu aku dibesarkan di tempat seperti ini!" kata Tuan Gayo.


Juju hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda dia mengerti. Namun Calon Pemimpin SYPUS itu sama sekali tidak mengerti, dengan apa yang dimaksud oleh Tuan Gayo. Karena Juju tidak pernah merasakan tinggal di alam yang sebebas ini.

__ADS_1


"Kau tahu, kenapa bumi menjadi gersang dan tumbuhan sulit hidup saat ini?!" tanya Tuan Gayo lagi.


Juju memang pintar di sekolah, namun dia tidak mempelajari tentang hal-hal seperti itu.


"Karena keserakahan manusia!" Tuan Gayo menjawab pertanyaanya sendiri.


"Keserakahan?" tanya Juju.


"Dulu dunia ini sangat damai, tidak ada virus berbahaya yang merenggut banyak manusia!


"Namun manusia-manusia yang serakah, menciptakan virus berbahaya. Agar mereka bisa menjual anti-virusnya, lalu menjadi kaya!" ujar Tuan Gayo.


Tuan Gayo mengatakan hal itu dengan sangat santai, dia menghirup oksigen yang berada di tempat itu dengan nyamannya.


"Jadi virus-virus yang ada di bumi ini, adalah buatan manusia?" tanya Juju.


"Tentu saja!" ujar Tuan Gayo.


"Lalu Virus Zombie, Apa itu juga buatan manusia?" tanya Juju.


Tuan Gayo, memandang ke arah Juju sambil memutar tubuhnya ke arah Putra angkatnya. Lelaki itu menuangkan teh di cangkir masing-masing yang telah kosong.


"Virus Zombie adalah kesalahan, yang diakibatkan oleh anti-virus Virus Danger25 yang tidak tepat!" ujar Tuan Gayo.


Tanpa Juju sadari Tuan Gayo menelisik kearah ekspresi wajah Putra angkatnya itu. Sekilas, Tuan Gayo tersenyum menyeringai. Saat melihat raut kekawatiran di wajah Juju.


Ternyata rencananya untuk memporak-porandakan Gen Akis, sudah mulai membuahkan hasil.


"Kenapa Gen Agis menjadi salah satu pihak, yang bertanggung jawab atas terjadinya serangan zombie di dunia ini?" tanya Tuan Gayo tanpa ada angin tanpa ada hujan.


Juju yang sudah mencurigai Tuan Gayo langsung bisa menangkap. Apa yang dimaksud oleh ayah angkatnya itu. Tuan Gayo pasti berusaha untuk meracuni pikirannya Agar Calon Pemimpin SYPUS, membenci Gen Akis.


"Karena hanya Gen mereka yang dapat memproduksi anti-virus di muka bumi ini!


"Semua orang curiga, jika Gen Akis menyembunyikan Virus Zombie di anti-virus Danger25.


"Sewaktu aku pertama kali menjabat sebagai pemimpin SYPUS.


"Aku menangani sebuah kasus tentang manusia yang terkena virus Rabies. Mereka terus menggigit orang-orang karena kehausan!" ujar Tuan Gayo.


"Virus Rabies?" tanya Juju.


Tentu saja bocah polos itu bingung dengan hal-hal semacam itu.

__ADS_1


"Dampak dan juga gejala yang diderita oleh orang yang terkontaminasi Virus Rabies kala itu. Sama seperti Virus Zombie.


"Aku telah mengusulkan untuk Gen Akis meneliti tentang Virus Rabies itu lebih lanjut, namun mereka menolaknya.


"Karena tidak banyak orang yang terjangkit Virus Rabies.


"Yang ditularkan oleh hewan-hewan di masa itu!


"Mereka malah menciptakan anti-virus baru dan mematok harga yang sangat tinggi!


"Akibatnya separuh dari warga Malio, tidak dapat diselamatkan dari virus Zombie!" jelas Tuan Gayo.


Juju melihat raut kesedihan di wajah Tuan Gayo. Lelaki itu terlihat cukup rapuh, saat ini.


Juju mencoba untuk tidak terpengaruh, karena bisa saja Tuan Gayo hanya berpura-pura. Simpati pada warga Malio untuk menjatuhkan Gen Akis.


Juju harus dapat memilah hal-hal yang benar dan juga salah. Dia adalah Calon Pemimpin SYPUS, perusahaan raksasa dunia yang mengendalikan bumi ini.


Dia tidak boleh salah langkah dan merugikan seluruh makhluk yang tinggal di dalam lingkup perusahaannya.


"Tapi, kurasa dunia mulai kembali normal. Karena zombie-zombie sudah bisa diberantas!" ujar Tuan Gayo.


Senyum Pemimpin SYPUS itu terlihat sangat tulus dan juga berwibawa. Tak terlihat kelicikan dari raut wajahnya kini.


Namun isi hati orang siapa yang bisa membacanya.


Juju masih tidak bisa memutuskan, siapa yang salah dan siapa yang benar. Dia juga belum tahu akan berdiri di sisi yang mana.


Dia masih bimbang, namun keselamatan Jupiter adalah harga mati.


Lelaki itu bisa membunuh seluruh manusia di bumi ini, tetapi dia tidak mungkin bisa membunuh Jupiter dan bayi yang dikandung oleh wanita cantik itu.


"Ngomong-ngomong, aku jadi mengingat tentang makhluk aneh yang Ayah kurung di ruang kaca!" kata Juju akhirnya.


Dia tidak tahan untuk tidak menanyakan tentang makhluk yang berasal dari Mars itu. Juju harus tahu seluk beluk makhluk itu, sebelum mendekati spesies yang mungkin sangat berbahaya tersebut.


"Oh makhluk dari Mars itu!" ujar Tuan Gayo. "Keadaannya baik-baik saja!


"Tapi kalau tidak cerita pada orang lain-kan, kalau ada makhluk seperti itu dimension pribadiku?!" tanya Tuan Gayo.


Juju menggeleng pelan, karena dia memang tidak pernah menceritakan tentang keberadaan makhluk Mars itu kepada siapapun.


___________BERSAMBUNG_____________

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2