
Pertemuan bulanan
Juju hanya nyengir kuda saat Dhan mengatakan hal itu, seolah dia tak peduli. Dia begitu meremehkan kemampuan Tyfan yang belum ia ketahui.
"Intinya dia hanya penjilat!" ujar Juju.
Dhan tersentak, belum lama ia bertemu Juju tetapi calom Pemimpin SYPUS itu sudah banyak berubah.
Juju yang dia kira sangat polos dan baik, ternyata cukup licik juga. Dhan sama sekali tak peduli dengan hal-hal semacam perebutan kekuasaan di SYPUS. Namun dia merasa cukup tenang, jika Calon Pemimpin kali ini tak mirip dengan Vie yang selalu mengalah pada Tuan Gayo.
Juju harus lebih kuat, meski dia sudah terpilih menjadi Calon Pemimpin SYPUS. Karena kematian bisa saja menghampirinya jika dia terlalu bodoh dan penurut.
Tak berbeda jauh zaman dulu ataupun zaman sekarang, kekuasaan tetap menjadi bahan rebutan bagi setiap insan. Apalagi posisi sebagai Pemimpin SYPUS adalah posisi tertinggi di dunia ini, maka penyandang ataupun calon pewaris dari Tahta ini. Bisa menjadi sasaran empuk semua pihak, yang menginginkan kedudukan tertinggi tersebut.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Juju pada Dhan.
"Rapat dengan Gen Akis. Mereka meminta agar SYPUS membangun kota mereka yang hancur akibat serangan Zombie, secepatnya!" jelas Dhan.
"Apa kau punya ide yang bagus?" tanya Juju.
Dhan membuka tab komputer di tangannya dan memberikannya pada Juju.
"Membangun kembali Lingkar Olio Gen Akis, bukanlah perkara yang susah. Setujui saja!" ujar Dhan.
Tetapi Juju memikirkan beberapa hal. Tentang Zombie yang diserang oleh Nyonya Wenda masih belum ditemukan. Jika terjadi pembangunan di area itu, pasti akan ada masalah. Lalu masalah itu bisa membuat pihak SYPUS mengetahui apa yang terjadi di dalam laboratorium Gen Akis.
"Baiklah!" ujar Juju.
Dia tidak mau berdebat dengan Dhan di sini, karena tidak ada gunanya.
"Apa kau punya kabar terkini tentang keadaan di Benua Aust?" tanya Juju.
"Kita harus membangun banyak tempat dan kota yang hancur di Benua itu.
"Tapi kita bisa melakukannya secara bertahap, kita pentingkan dulu Lingkar Olio Gen Akis, karena jika kita tidak membangun kota itu terlebih dahulu. Pasti para pemimpin Gen Akis akan sangat marah!"
__ADS_1
"Begitu ya!"
Juju menghela nafasnya panjang dan memutar bola matanya sambil mendongak. Dia sedang memikirkan cara untuk menolak pembangunan di Lingkar Olio Gen Akis.
Kasus Nyonya Wenda memang sudah diketahui oleh para Pemimpin di Gen Akis. Tetapi kasus Jupiter belum ada yang tahu, mereka mengusulkan pembangunan karena mendapat kabar bahwa Zombie Nyonya Wenda telah dibunuh.
Mereka pasti menyangka bahwa semuanya sudah beres.
"Apa ruang rapat sudah siap?" tanya Juju.
"Pasti sudah!" jawab Dhan.
Mereka berdua segera melangkah menuju ruang rapat yang sudah disediakan oleh para staf SYPUS.
Bangunan termegah di bumi saat ini Gedung Pusat SYPUS. Gedung dengan ratusan lantai ini menjulang paling tinggi, paling mewah dan paling terlihat. Dengan ribuan karyawan yang bekerja di sana.
Bangunan yang memiliki keamanan dari serangan rudal ataupun senjata nuklir lainnya. Karena di sekitar bangunan Gedung Pusat SYPUS ini dilindungi oleh gelombang elektromagnetik Ghama yang bisa meredam serangan rudal sekalipun.
Rudal yang mengincar bangunan itu akan teralihkan akibat gelombang elekromagnetik Ghama yang mengelilingi bangunan tersebut. Rudal yang ditembakkan akan kehilangan arah, dan bisa saja kembali ke arah penembaknya sendiri.
Saat memasuki ruangan miting yang pasti sangat mewah dan luas, semua mata tertuju pada pemimpin pertemuan yang baru saja masuk. Mereka tak habis pikir akan melihat wajah lain di tempat itu, Juju masih sangat muda dan baru.
"Selamat siang semuanya!" ucap Juju tanpa rasa ragu atau pun takut.
Tak ada yang menjawab sapaan Juju, mereka terlalu kaget dengan kehadiran Juju yang begitu berani.
"Selamat siang juga Tuan Juju!" ada sebuah suara yang menyahut.
Pemilik suara itu adalah Luca, kini dia hadir sebagai salah satu perwakilan dari Gen Akis. Ada tiga pemimpin Gen akis yang tercatat terluka akibat serangan di Lingkar Olio Gen Akis. Tuan Benjamin, Jupiter dan Tuan Aries, entah Luca mewakili siapa tetapi jika dilihat dari letak tempat duduknya ia sedang mewakili Laboratorium Gen Akis.
Juju dapat sedikit bernapas lega, karena ada yang akan membelanya ketika berdebat masalah pembangunan di Lingkar Olio Gen Akis nanti.
"Sebelum dimulai, apa anda bisa menjelaskan dimana Tuan Gayo?" tanya salah satu pemimpin Gen Uras.
Dhan segera membisikkan sesuatu pada Juju yang sudah duduk nyaman di kursi pemimpin.
__ADS_1
"Lakukan!" kata Juju pada Dhan.
Dhan pergi ke arah salah satu petugas monitoring, yang berada di pinggir ruangan lalu menyerahkan Tab Komputernya.
Tak lama kemudian ada sebuah gambar yang muncul dari layar plasma multidimensi yang berada di tengah-tengah meja bundar pertemuan.
Ternyata Dhan menayangkan panggilan video dari Tuan Gayo yang saat ini masih berada di Mansion pribadinya.
"Selamat siang Tuan-Tuan anda semua pasti kaget, karena bukan saya yang hadir untuk memimpin pertemuan kali ini!" ujar Tuan Gayo di dalam layar.
Juju sama sekali tidak mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Tuan Gayo di dalam layar. Ia malah sibuk memandangi setiap ekspresi yang dikeluarkan oleh anggota-anggota pemimpin setiap Gen.
Juju sedang mempelajari setiap karakter orang-orang yang berada di sana, agar dia bisa menang di saat perdebatan nanti. Dan menanamkan rasa percaya kepada mereka bahwa dia adalah Calon Pemimpin SYPUS yang lebih kompeten daripada Tuan Gayo.
Panggilan yang dilakukan oleh Tuan Gayo hanya bersifat personal, untuk menyapa para petinggi agar mereka tidak tersinggung karena sudah diremehkan. Tuan Gayo menyuruh Juju untuk menghadiri pertemuan kali ini, bukan karena orang itu mempercayai Juju 100%. Lebih tepatnya Tuan Gayo sudah bosan dengan setiap keluhan yang yang diutarakan oleh setiap Pemimpin Gen.
Karena keluhan yang diutarakan hampir selalu sama di setiap bulannya. Dan hampir setiap permintaan yang dibuat oleh setiap Pemimpin Gen tidak dapat ditolak olehnya.
"Baiklah bisa kita mulai sekarang?" tanya Juju cepat saat panggilan dari Tuan Gayo dimatikan.
Dhan pun memberikan kode pada tim monitoring untuk memulai rapat rutin bulanan di Perusahaan SYPUS.
Orang pertama yang diberi kesempatan bicara adalah pemimpin tertinggi Gen Uras, yang bertanggung jawab penuh dengan keamanan di luar Lingkar Olio.
"Tuan, bukankah anda sudah mengklaim Benua Aust sebagai bagian dari SYPUS.
"Anda harus menyerahkan semua sisitem keamanan di sana ditangani oleh Gen kami!
"Agar semua yang terjadi di sana bisa ditangani dengan mudah oleh kami!" ujar Kepala Pemimpin itu.
Juju yang dari tadi memperhatikan setiap gerak-gerik petinggi Gen Uras itu, segera menyahut.
"Saat Benua Aust meminta bantuan, karena serangan zombie besar-besaran. Apakah kau mengirim pasukanmu untuk menolong?" tanya Juju kepada pemimpin paling tinggi di Gen orah tersebut.
Juju masih ingat saat pertama kali dia mendapatkan sinyal permintaan bantuan dari Benua Aust. Hanya tentara yang berada di pangkalan militer Ujung Selatan yang bergerak cepat.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤