HUMAN 2075

HUMAN 2075
DNA orang mati


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam dua siang, tetapi Juju masih belum merasa lapar. Padahal waktu makan siang sudah terlewat cukup jauh.


Ponsel Juju bergetar, tanda seseorang sedang menghubunginya lewat udara.


Juju segera mengambil ponselnya, yang berwujut selembar kaca tipis bening dan keempat sisinya ada bantalan yang terbuat dari karet hitam sebagai pelindung.


"Hallo!" Juju langsung menempelkan benda pipih yang sangat ringan itu di sekitar telinga kanannya.


Ternyata itu adalah panggilan dari Seva yang sedang melaporkan keberhasilan misi memindahkan Raves, si Manusia Zombie dari area bangunan terbengkalai bekas gedung keamanan SYPUS, menuju Laboratorium Gen Akis.


"Saat aku di sana, ada seseorang muncul secara tiba-tiba! Sepertinya orang itu yang amat mencurigakan!" kata Seva.


"Lalu?" Juju sedikit terkejut dengan pernyataan Seva.


Seharusnya tak ada satu orang pun yang mendekali area tersebut, pada saat pemindahan berlangsung. Sebab Luca telah memblokir beberapa ruas lintasan mobil di udara maupun di darat. Agar tak ada satu kendaraan pun, yang melintasi area itu saat terjadinya proses pemindahan.


"Kelihatannya orang itu bisa melakukan teleportasi!" kata Seva.


Juju mengeryitkan dahinya karena merasa bingung dan aneh. Dia memang pernah mendengar kata teleportasi, tapi tak mungkin manusia biasa bisa melakukan hal itu.


"Jika kau ada waktu, kita bertemu saja di suatu tempat! Tak mungkin jelas, jika aku hanya mengatakannya di panggilan telepon seperti ini!" kata Seva.


"Ok, setelah pulang kerja aku akan menemuimu!" ujar Juju sangat bersemangat.


Juju mematikan ponselnya, dia harus segera menyelesaikan tugas-tugasnya agar dapat cepat pulang dan menemui Seva.


"Siapa?" tanya Dhan pada Juju.


Juju melihat ke arah Dhan dengan tatapan bingung. Dia tak mungkin bilang, baru saja ia hubungi oleh Seva dan membicarakan hal yang amat penting serta rahasia.


"Jupiter!" kata Juju sedikit gugup, dia tak punya alasan lain selain nama Jupiter.


"Dia ijin untuk tak pulang kerumahmu lagi malam ini?" tanya Dhan tanpa meninggalkan posisinya yang berada di samping meja kerja Juju.


Lelaki itu duduk dikursi lain, agar dengan mudah bisa membantu Juju jika Juju kesulitan dengan dokumen yang dibacanya. Sebab Juju belum terbiasa dengan pekerjaan yang harus dia kerjakan saat ini.

__ADS_1


Apalagi Juju mempunyai riwayat pendidikan di kepolisian, jadi pekerjaan kantor sebesar perusahaan SYPUS pasti membuat Juju pusing tujuh keliling.


"Dia bilang masih sibuk dengan pekerjaannya!" Juju masih sedikit gugup saat menjawab pertanyaan Dhan, namun kegugupannya tidak sekentara tadi.


"Dia memang gila kerja! Tapi kupikir dia sangat ingin punya anak darimu," kata Dhan sambil menerawang di udara, entah apa yang ia bayangkan. "Apa jangan-jangan kau masih menolaknya?!" bentak Dhan.


"Tidak, aku tak menolaknya!" Juju seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Sebab mereka sedang membicarakan area pribadi Juju dengan Jupiter, yang tidak seharusnya dibahas di kantor.


"Wahhhh, lalu kenapa Jupiter sekarang jadi menghindarimu?" Dhan masih asik dengan khayalan di dalam otaknya.


"Gen Akis sedang membutuhkannya!" kata Juju.


"Bukankah memiliki seorang putra dari satu-satunya Gen Horo, adalah sebuah urusan yang penting juga?" tanya Dhan, ia kini berdiri dengan pandangan tajam mengarah ke arah Juju. "Jangan menolaknya lagi! Kasihanilah dia, berikan dia satu putra saja itu sudah lebih dari cukup!" Dhan malah menasehati Juju dengan nada yang menggurui.


Juju hanya bisa diam dan sedikit menundukkan kepalanya, andai saja dia bisa bilang kepada Dhan jika Jupiter sekarang sedang hamil anaknya.


"Amana! Apa kau juga tidak menyentuhnya sama sekali?" Dhan masih saja membahas kehidupan pribadi Juju.


"Bukankah seharusnya kita mengkhawatirkan hal lain, ada yang lebih penting?" tanya Juju dengan tegas. "Kita harus cepat mempersiapkan, tempat baru untuk Lingkar Olio Gen Akis! Kita juga harus memperketat keamanan, karena bisa saja Virus Zombie masih tersebar di luar sana! Jika sudah tersebar maka akan sulit dikendalikan lagi". kata Juju dengan nada gugup.


"Sebenarnya ada yang lebih penting dari kedua hal tadi!" ucap Dhan dengan sangat tegas.


Juju yang masih duduk manis di kursi kerjanya, hanya bisa memandang kearah dan dengan tatapan aneh arah pria itu.


"Aku bisa mati karena kelaparan, sebaiknya kita makan dulu!" kata Dhan.


Juju lupa, hal pertama yang mereka bahas adalah tentang rasa lapar di perut Dhan. Jadi Calon Pemimpin SYPUS, itu hanya menghela nafas panjang ketika Dhan membahas tentang rasa laparnya kembali.


"Baiklah kalau begitu kita makan dulu!" ucap Juju, yang disambut dengan senyuman riang gembira di wajah Dhan.


.


.

__ADS_1


.


.


Raves dengan tangan, kaki serta tubuhnya yang terikat sedang berbaring di atas ranjang. Dia langsung menjalani pemindaian Virus Zombie, sesampainya dia di laboratorium Gen Akis.


Raves tampak sangat begitu tenang, lelaki itu seperti bukan manusia yang telah terkontaminasi Virus Zombie yang amat mengerikan.


Tubuh Raves perlahan-lahan masuk kedalam sebuah alat pemindaian. Alat itu berbentuk kotak persegi panjang dengan rongga-rongga yang cukup banyak, fungsinya agar paramedis bisa melihat keadaan pasien saat pasien dipindai di dalam alat tersebut.


Seva juga tengah berada di ruangan tersebut, dia berdiri di belakang Dokter Daniel yang sedang mengamati layar komputer yang hanya seperti sebilah kaca bening.


"Aneh, DNA--nya kenapa begini?!" Dokter Daniel berbicara pada sendiri, saat melihat hasil pemindaian Raves yang muncul di layar komputer.


"Memang ada apa dengan DNA Raves?" tanya Seva.


"DNA--nya seperti orang yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu!" ucap Dokter Daniel dengan mimik muka yang keheranan.


Seva memandang ke arah mesin pemindai Virus Zombie yang didalamnya masih berisi Raves di dalamnya. Dia tidak habis pikir, kenapa manusia hidup mempunyai DNA orang mati.


"Apa kau pernah memeriksa DNA Jupiter?" tanya Seva kepada Dokter Daniel.


"Tentu saja!" jawab Dokter Daniel.


"Lalu Bagaimana hasilnya?"


"Nyonya Jupiter masih memiliki DNA manusia dengan tipe Gen Akis level 10. Tetapi ada DNA zombie di dalam darahnya yang berangsur-angsur menyatu dengan tubuhnya!" jelas Dokter Daniel kepada Seva.


Seva terdiam setelah mendengar kata-kata dari Dokter Daniel tentang keadaan Jupiter yang sebenarnya.


Apa mungkin Jupiter akan berubah menjadi seperti Raves, atau akan menjadi seperti mendiang Nyonya Winda yang tidak bisa mengendalikan Virus Zombie.


Seva berharap Jupiter bisa berubah menjadi seperti Raves yang bisa mengendalikan Virus Zombie yang mengkontaminasi tubuhnya.


Tetapi DNA Raves yang seperti orang yang telah mati, juga membuat Seva bimbang.

__ADS_1


Jelas-jelas Raves masih bernafas dan memiliki tubuh sehat seperti layaknya manusia pada umumnya. Tapi kenapa DNA-nya mirip seperti DNA orang mati yang telah mati berhari-hari yang lalu.


Mungkinkah sebenarnya Raves sudah mati, dan yang hidup di dalam tubuhnya hanyalah Virus Zombie yang sudah menguasai tubuh lelaki gagah itu.


__ADS_2