HUMAN 2075

HUMAN 2075
Berkembang Biak


__ADS_3

Jupiter membuka matanya yang sempat terpejam beberapa saat karena kelelahan. Ternyata energi Juju amat sangat luar biasa, Jupiter merasa tak akan bisa bertahan jika dia harus melayani hasrat seksual Juju setiap hari.


Namun Jupiter menahannya hari ini, ini pertama kalinya bagi Juju. Wanita super cantik itu tak mau mengeluh, di hari pertama suaminya memintanya melayani.


Jupiter memutar tubuhnya yang masih telanjang ke arah Juju. Juju tengah terlelap, dengan posisi tengkurap. Dengan wajah yang amat sangat puas, Jupiter meneliti setiap detai wajah Juju.


"Kau makin tampan," ujar Jupiter.


Jupiter meraba wajah Juju dengan jari telunjuknya, bibir seksinya terus tersenyum. Dia tak membayangkan jika kepuasan seksual, bisa seindah ini. Ketika manusia jaman ini berhubungan S.E.X hanya untuk berkembang biak. Namun tampaknya berbeda sekali dengan Juju dan Jupiter, mereka melakukan hubungan S.E.X karena cinta dan kepuasan.


Kepuasan yang dulu pernah Jupiter raih dengan Vie, meski hanya sekali.


.


.


.


.


BENUA AUST


Anthony menghadiri makan malam yang di adakan oleh Pemimpin Benua Aust. Ini adalah acara makan malam pribadi, harusnya Juju yang datang ke pertemuan ini. Namun Calon Pemimpin SYPUS itu sedang tak ada di tempat. Maka dari itu Anthony yang mengantikan Juju.


Pria nomor satu di Benua Aust, Presiden Benua Aust. Sudah duduk di kursinya, sementara Anthony baru datang.


"Maaf saya terlambat!" ujar Anthony.


"Tidak papa, Tuan Anthony! Saya juga belum lama menunggu!" ujar pria kurus yang tinggi di depan Anthony.


Sebelum duduk di kursi masing-masing, mereka bersalaman dahulu. Sebagai tanda saling menghormati satu sama lain.


Acara makan malam yang hanya dihadiri oleh dua manusia pejantan ini membuat suasana mengalir biasa saja.


"Saya mengundang anda kemari, hanya ingin menanyakan perihal kontrak Benua Aust dengan SYPUS!" kata Presiden itu.


"Sayang sekali, saya tak begitu faham soal hal semacam itu!" ujar Anthony jujur.


Meski lelaki bermata merah itu adalah bagian penting bagi SYPUS. Namun untuk urusan semacam itu Anthony tak begitu faham akan cara kerjannya.


"Namun anda bisa berdiskusi dengan Pemimpin SYPUS--kan?

__ADS_1


"Kudengar anda dan Pemimpin SYPUS saat ini adalah saudara jauh!" ujar Presiden itu sok akrab.


Memang Presiden Benua Aust itu terkenal amat sangat ramah. Namun Anthony tak mengira akan di ajak bicara dengan nada sesantai ini.


"Di SYPUS ikatan yang namanya saudara. Itu sama sekali tidak berlaku!" ujar Anthony.


Mata merahnya yang licik itu menatap tajam ke arah Presiden Benua Aust. Hingga lelaki di depannya, yang usianya terpaut cukup jauh itu menunduk sebentar saking saltingnya.


Bukan karena salting dengan pandangan Anthony, namun karena perkataan Anthony.


"Di SYPUS, jika aku tak punya kemampuan apa pun.


"Kau akan didepak langsung, untuk pergi!" ujar Anthony.


Anthony meletakkan alat makannya dan memandang ke arah jendela di luar. Dia menikmati kemerlap lampu di bawah sana. Malam yang amat damai.


"Meski Tuan Gayo adalah adik kandung ayahku. Tapi kami tak pernah saling bersinggungan.


"Namun jika kau mau, akan kuberi sedikit nasehat!" ujar Anthony.


Kini wajah liciknya sudah menatap ke arah Presiden Benua Aust. Wajah Presiden yang awalnya biasa saja itu, condong ke depan. Tampaknya Presiden Benua Aust, ingin sekali mendapat nasehat politik dari pria muda berwajah licik di depannya.


"Jika kau tak mau kehilangan kendali akan Benua Aust, ikatlah kerja sama dengan Calon Pemimpin!" ujar Anthony terang-terangan.


"Calon Pemimpin SYPUS, tak sama dengan calon Presiden di Benua ini.


"Calon Pemimpin SYPUS, posisi itu di tempati oleh Pewaris!


"Posisi Tuan Gayo sebagai Pemimpin SYPUS saat ini sudah mulai goyah.


"Pertama karena kehadiran Calon Pemimpin yang jauh lebih mumpuni dari dia.


"Dan yang kedua, Gen Akis tampaknya akan membuat Tuan Gayo berada di ujung jurang kematiannya!" ujar Anthony tanpa basa-basi.


Bukan gaya Anthony, bicara setengah-setengah dan membuat orang menebak perkiraannya. Anthony adalah orang yang blak-blakan dan tak terlalu sensitif.


"Jadi maksut anda?!


"Saya harus meminta Tuan Juju, untuk membuat perjanjian dengan Benua Aust?!" Presiden bertanya pada Anthony, dia juga mengamati ekspresi di wajah pemuda itu.


"Meski Tuan Gayo akan tersinggung. Namun anda bisa menggunakan alasan...

__ADS_1


"Calon Pemimpin yang menyelamatkan Benua Aust, jadi anda bisa meminta pada SYPUS.


"Agar Tuan Juju yang menjadi wakil SYPUS untuk Benua Aust!" Anthony tampak sekali ingin menghasut Presiden.


Namun siapa yang peduli, bahkan hasutannya sngat masuk akal. Juju bukan Pemimpin yang picik, dan tak punya tujuan pribadi. Setidaknya Juju bisa merubah dunia melalui Benua Aust ini. Itu yang dipikirkan Anthony.


"Bagaimana jika Pemimpin SYPUS marah, dan mencari masalah dengan kami?" tanya Presiden.


Anthony menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya. Dia menghela napasnya pelan, dan dengan elegan dia mengangkat tangannya. Anthony menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.


"Aku yang akan menjamin, keselamatan Benua Aust!" ujar Anthony tanpa sedikit pun keraguan.


.


.


.


.


Lingkar Olio Gen Akis


Suara teriakkan, tangisan, ledakan dan lainnya sudah berhenti. Meski setengah hancur, kota Olio Gen Akis masih bisa dilihat dengan jelas bentuk dan strukturnya.


Hanya saja hampir setiap titik tempat itu, terdapat noda darah dan cacahan daging segar maupun daging busuk. Ongokan tubuh yang tak utuh dan banyak bekas luka koyakan. Zombi-zombi yang kembali menjadi mayat busuk.


Luca dan beberapa pasukan militer Gen Akis, menyisir setiap sudut kota itu. Hingga Luca ingat tentang Wenda istrinya yang beberapa hari yang lalu, ijin untuk mengunjungi pameran di luar lingkar terdalam Olio Gen Akis.


Luca segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi istrinya, namun tak dapat tersambung. Luca mulai melihat ke sekitar tempatnya berdiri. Menerka dimanakan dia sekarang, kerena Luca harus ke gedung galeri itu dan memeriksa di sana.


Apa kah istrinya masih hidup, apa sudah mati. Meski mencoba untuk tetap tenang, namun perasan Luca tetap saja terguncang. Bagaimana pun Wenda adalah gadis yang menemani ia tidur. Melayani kebutuhan rohani maupun jasmani Luca, tak munngin hatinya tak tersentuh.


Hati yang sudah membeku pun, pasti masih bisa mencair jika dihujani perhatian yang tulus. Hati manusia dibuat untuk merasa bahagia dan sedih, gelombang otak akan mengatur suplai darah ke jantung. Dan saat kita merasakan dua hal itu, maka darah di pompa lebih cepat atau lebih lambat. Karena itu dada kita bergetar saat merasakan kedua perasaan, yang hanya dimiliki oleh manusia.


Luca segera menaiki motor terbangnya, dia harus cepat sampai di area gedung galeri. Karena tak meminta dikawal oleh pasukan, jadi tak ada yang mengikuti kepergian Luca.


Lelaki itu terus melanjutkan laju motor terbangnya, tanpa peduli pada pemandangan yang makin mengerikan. Semakin masuk ke dalam lingkaran, maka pemandangan darah, daging busuk dan potongan tubuh manusia lain. Makin banyak dan makin bertumpuk.


Dengan ingatan yang gamang dan panduan dari GPS, karena Luca jarang berputar-putar di lingkaran Olio Gen Akis. Lelaki itu menemukan bangunan yang di maksut oleh istrinya.


Semua pintu tertutup rapat, Luca tak punya akses untuk masuk. Satu-satunya cara adalah meledakkan tembok di salah satu sisi gedung itu. Luca menurunkan ransel yang dia bawa kemana-mana dari tadi.

__ADS_1


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2