
Pesan Mahluk Mars
"Apa kau mau melihat ingatan ayahmu?" tanya Mahluk dari Mars itu, tiba-tiba sekali.
Seolah-olah makhluk Mars itu dapat membaca pikiran Juju. Karena apa yang Juju pikirkan saat ini, hanyalah tentang kecurigaannya pada Tuan Gayo.
Namun Juju sempat ragu karena dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Jika tidak ada bukti nyata yang bisa dilihat.
Karena setiap pandangan orang, terhadap kelakuan yang dilakukan oleh orang lain. Pasti berbeda.
Tetapi apa yang dimaksud dengan makhluk Mars ini, untuk melihat ingatan Tuan Gayo.
"Maksutmu?" tanya Juju sambil memandang makhluk Mars itu dengan tatapan kebingungan.
"Aku berasal dari Suku Argosa di Mars dan aku adalah pendeta tertinggi di suku itu.
"Aku mempunyai kelebihan membaca dan juga memanipulasi pikiran makhluk-makhluk di Mars.
"Namun aku tidak dapat melakukannya kepada manusia. Tetapi aku bisa merekam dan juga melihat ingatan masa lalu manusia, ketika aku memegang tangan manusia itu," jelas makhluk berkulit hijau lumut tersebut.
Juju semakin tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh makhluk Mars itu.
"Aku ingin kembali ke Mars!" kata makhluk. "Jika kau berjanji akan membantuku, aku juga akan membantumu!".
Juju merenungkan apa yang dikatakan oleh makhluk Mars di depannya. Apakah dia bisa mempercayai makhluk ini, atau dia akan melakukan rencananya sendiri.
Namun tawaran makhluk Mars yang baru saja dia dengar cukup membuat hatinya goyah.
"Virus Zombie yang menyerang bumi adalah buatan ayahmu. "Dia menggunakan darahku, Untuk memgendalikan manusia dan hanya kau yang selamat dari percobaan gila Tuan Gayo!" jelas Mahluk Mars itu secara gambalang.
"Apa kau bilang? Tuan Gayo yang telah menciptakan Virus Zombie?!" tentu saja Juju sangat kaget dengan kenyataan yang dikatakan oleh makhluk Mars itu.
Juju mengusap wajahnya kasar, lalu membuang muka ke arah luar ruang kaca. Dia benar-benar frustasi sampai ingin memukul kepalanya sendiri.
"Apa buktinya?" tanya Juju.
Makhluk Mars itu tidak menjawab apa-apa wanita yang berpenampilan hampir telanjang tersebut. Hanya menjulurkan tangannya kearah Juju, yang sudah memandang ke arahnya.
Juju menatap uluran tangan makhluk Mars itu, dengan Tatapan yang nanar dan ragu. Dia tidak sanggup untuk menerima kenyataan, jika ayahnya adalah dalang yang telah membuat virus Zombie, untuk memusnahkan manusia di bumi ini.
Tetapi Juju butuh bukti jika memang ayahnya adalah dalang dari kematian ibunya satu tahun yang lalu. Serta kekacauan yang terjadi di dunia ini, selama satu tahun terakhir.
Sebagai Calon Pemimpin SIPUS, Juju harus mengambil langkah yang tepat. Dia tidak mungkin bisa membiarkan, ayah angkatnya terus melakukan kejahatan kepada manusia-manusia yang hidup di bawah naungan SYPUS.
Jadi dengan perasaan yang masih diliputi oleh rasa takut, Juju meraih uluran tangan makhluk Mars di depannya.
.
__ADS_1
.
.
.
"Nyonya Wenda telah dibunuh oleh Luca dan Jupiter telah terkontaminasi oleh virus Zombie baru!" kata Tyfan.
Ternyata kedatangan Tyfan ke Mansion pribadi Tuan Gayo adalah untuk melaporkan kejadian yang terjadi di Lingkar Olio Gen Akis.
Tentu saja Tuan Gayo sangat antusias dengan kedatangan Tyfan dan perhatiannya langsung tersita kepada kabar baik yang disampaikan oleh Tyfan.
"Juju datang kemari, pasti ingin mendiskusikan tentang hal itu denganku!
"Namun dia ragu, karena Jupiter pasti mengatakan sesuatu yang membuat Putraku curiga terhadapku!" ujar Tuan Gayo.
"Gen Akis benar-benar membuat hidupku sangat kesusahan!" ujar Tuan Gayo dengan senyuman licik yang tampak mengerikan.
Wajahnya yang tersenyum licik berubah menjadi frustasi dalam waktu satu detik. Mood-nya kembali seperti ingin membunuh seseorang.
"Kita harus cepat menyingkirkan Gen Akis, sebelum mereka membuat hal yang lebih besar lagi!" ujar Tuan Gayo dengan penuh n.a.f.s.u.
"Apa menurut anda, Juju akan berdiri di pihak kita?!
"Dia memang terlihat polos tapi dia tidak bodoh, Tuan!
"Apalagi darah makhluk Mars itu, tidak berpengaruh pada Juju!" kata Tyfan.
"Kalau Juju tidak berdiri di pihak kita, maka kita harus menyingkirkannya!" kata Tuan Gayo.
Enteng sekali nada bicaranya. Padahal dia sedang membicarakan tentang nyawa Putra angkatnya sendiri.
Tyfan memang sudah biasa melihat ekspresi Tuan Gayi yang selalu timbul tenggelam tak jelas. Namun kali ini Tyfan cukup merasa ngeri dengan apa yang direncanakan oleh Tuan Gayo.
Lelaki yang dari luar tampak kalem dan juga bijaksana itu, ternyata mempunyai jiwa iblis di dalam dirinya.
"Lalu bagaimana keadaan tentang anjing kita, di tim keamanan Gen Akis?!" tanya Tuan Gayo. Dengan ekspresi yang masih menyeringai tajam.
"Luca masih berusaha menyembunyikannya!" lapor Tyfan.
"Apa yang coba dilakukan oleh kucing liar itu?
"Dia pikir, dia siapa? Bisa melawanku?!" kata Tuan Gayo. Dilanjutkan dengan tawa terbahak-bahak menggetarkan seluruh hati manusia yang mendengar.
Untung saja hanya Tyfan yang mendengar gelak tawa mengerikan Tuan Gayo.
"Tuan sepertinya, Tuan Juju menyusup ke dalam kandang makhluk Mars!" kata Tyfan yang baru saja mendapat laporan dari keamanan tim monitoring di Mansion pribadi Tuan Gayo.
__ADS_1
"Apa, bocah itu. Dia juga mencoba melawanku?" tanya Tuan Gayo geram.
Lelaki paruh baya yang masih gagah perkasa itu, segera bangkit dari tempat duduknya di dalam kantor pribadi miliknya. Dengan kondisi yang sangat marah, Tuan Gayo berjalan cepat menuju laboratorium pribadinya.
Diikuti oleh beberapa pengawal yang sudah siap untuk menangkap Juju.
Tuan Gayo sudah siap untuk mengeksekusi Juju di tempat itu juga. Jika Juju benar-benar secara terang-terangan menghalangi jalannya.
Gubrakkkkkkkk
"Angkat tangan, dan jangan bergerak!" teriak Tyfan yang sudah mengacungkan senjata api di tangannya kearah Juju.
Ternyata Juju berdiri di luar kandang makhluk Mars, dia juga sudah mengenakan pakaiannya sendiri. Didampingi oleh pengawal yang dilukai di kamar mandi olehnya.
Juju mendelik tajam, dia tahu hal ini akan terjadi. Jadi calon pemimpin SYPUS mempersiapkan segalanya dengan cepat.
Juju memasang wajah kebingungan dan segera berbalik ke arah ayahnya. Yang sudah membawa rombongan keamanan, dengan seragam lengkap untuk menangkapnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Tuan Gayo kepada Juju.
"Tuan Juju hanya ingin melihat makhluk Mars, Tuan! Jadi saya mengantarnya ke sini!" ujar pengawal di samping Juju, yang sudah gemetar ketakutan.
Tuan Gayo berjalan ke arah pengawal yang berada di samping Juju. Lelaki paruh baya itu, melampiaskan emosi yang dia pendam kepada pengawal tersebut.
Di depan mata Juju, Tuan Gayo mencekik pengawal itu sampai hampir mati.
"Ayah!!! Kenapa ayah melakukan ini?!" tanya Juju.
Calon Pemimpin SYPUS itu tidak mungkin membiarkan pengawal yang mendampinginya. Dicekik sampai mati oleh ayah angkatnya.
"Dia hanya mengantarku ke sini, Ayah!
"Yang salah adalah aku, karena ingin melihat makhluk Mars. Tanpa meminta izin Ayah terlebih dahulu!" kata Juju.
Seperti tidak terjadi apa-apa, Juju berlagak polos seperti biasanya.
"Lepaskan dia, Ayah!" Juju memohon pada ayahnya.
"Diam kamu!" Tyfan dengan sangat berani membentak Juju, yang pangkatnya jauh lebih tinggi daripada sekedar kacung Pemimpin SYPUS.
Tuan Gayo melepaskan cengkramannya dari pengawal itu. Lalu menoleh ke arah Tyfan dengan wajah marah.
"Apa kau masuk ke dalam kandang makhluk Mars?" tanya Tuan Gayo kepada Juju.
"Tentu saja tidak... Kenapa aku harus masuk ke sana?!"
Wajah polos Juju, menyelamatkannya dari kemurkaan ayah angkatnya.
__ADS_1
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤