
Juju masih menembakkan senjata apinya ke arah tank kelompok dua, dan Jupiter sibuk menghajar para Zombi yang sudah lari berhamburan kearah mereka berdua.
Juju segera membuang senjata apinya karena pelurunya habis. Dia segera mencabut katana di punggungnya, untuk senjata penyerangannya. Dibantu oleh Zen dari dalam tank, dengan sekejap mata. Para kerumunan Zombi itu berubah menjadi cacahan daging busuk yang berhamburan.
Nafas Juju masih tersengal karena dia harus bergerak sangat cepat agar para Zombi tak melukai tubuh machonya. Tubuh kekarnya sudah basah oleh keringat dan juga darah Zombi yang berwarna hitam kental. Tapi lelaki gagah perkasa itu masih sempat khawatir pada kondisi Jupiter yang sedang memecahkan kepala Zombi terakhirnya.
"Kau tak papa?" tanya Juju pada Jupiter.
Wanita yang dibalut pakaian robot itu segera berdiri dari posisi setengah jongkoknya. Karena baru saja tangan besinya meremukkan tengkorak Zombi ke atas aspal.
"Aku sedikit sakit hati!" jawab Jupiter setelah membuka hlem robotnya.
"Jangan mulai lagi!" ujar Juju.
Lelaki itu tau jika Jupiter pasti ingin membicarakan masalah pribadi mereka.
"Kau begitu kuat, tapi tak mau membuat bayi denganku. Apa kau tak suka wajahku?" tanyanya.
"Diamlah!" Juju menahan amarahnya.
Sambil menyisir rambut basahnya ke belakang.
"Aku bisa menutupinya dengan helm ini jika kau mau!" Jupiter memberi solusi.
"Apa kau tak bisa membedakan?! Kita di medan pertempuran saat ini?" bentak Juju.
"Apa kalau sudah pulang, kau mau membicarakannya?" tanya Jupiter.
Juju tampak kesal dengan tingkah Jupiter, tapi mereka berdua baru sadar. Bahwa aspal jalan yang mereka pijak sedikit bergetar.
"Tutup helmmu, ada yang datang!" kata Juju.
Jupiter yang merasakan hal yang sama dengan Juju pun segera menutup helm robotnya. Karena Jupiter tau yang datang kali ini bukan rombongan Zombi kecil tapi Zombi besar.
Benar saja, satu Zombi besar sudah berjalan menuju mereka dari arah area satu.
"Kenapa aku merasa Zombi ini tampak femilier?!" tanya Juju.
Juju segera mengencangkan genggamannya pada kedua pedangnya. Dia segera maju duluan dan mencoba melumpuhkan pergerakan Zombi itu dengan memotong kakinya.
Jupiter yang bisa terbang dengan baju robotnya segera terbang ke atas atap gedung di sebelah area itu. Bukan untuk kabur, tapi wanita cantik itu harus mencari titik yang tepat agar dia bisa menghancurkan kepala si Zombi.
Sementara Zen dia langsung mengarahkan tembak meriamnya ke arah kepala Zombi besar itu.
Entah kenapa Zombi itu dengan gesitnya bisa menghindari sabetan pedang Juju dan menangkis tebakan meriam dari tank Zen, dengan tangan besarnya.
Zombi besar ini bisa berpikir, dan bergerak lebih cepat dari Zombi besar lain.
Tanpa aba-aba Zombi besar itu malah menghampiri tank Zen, untung tank tim dua menembakkan meriam mereka dan mengenai leher Zombi itu.
Zombi itu segera beralih tujuan setelah menyeimbangkan tubuhnya yang sempat terhuyung karena tembakan yang mengenai leher sebelah kanannya. Tujuan Zombi itu kini adalah tank tim dua.
__ADS_1
Mata kedua pasukan SYPUS di dalam tank itu tampak terbelalak. Mereka bisa melihat dari kaca tank mereka bagaimana cepatnya Zombi itu bergerak, dan lengan besar Zombi itu sekarang sedang mengarah ketank mereka. Zombi itu pasti ingin meremas tank besi mereka hingga menjadi puing-puing.
Jupiter sudah melayang di atas kepala Zombi besar itu dan langsung meninju tengkorak di bawah kakinya. Ternyata satu pukulan tangan robotnya tak cukup untuk menghancurkan tengkorak berdiameter lebih dari semeter itu.
Karena pergerakan gadis cantik itu terlalu lambat Jupiter berhasil terlempar, Zombi itu memengerakkan kepalanya dengan keras setelah mendapatkan pukulan sekeras itu.
Juju hanya bisa melihat tubuh istrinya yang terjatuh menghantam dinding bangunan di sebelahnya. Kejadian itu cukup cepat, meski Juju berlari sekuat tenaganya. Dia tak akan bisa menyelamatkan Jupiter juga.
Tapi Juju tetap berlari ke arah Jupiter, setidaknya dia tak akan membiyarkan tubuh istrinya itu terbentur dua kali.
Jarak mereka cukup Jauh, tapi Juju bisa menangkap tubuh Jupiter tepat waktu.
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Dua tank tim satu dan tim dua kini menembaki punggung Zombi besar itu. Karena Zombi itu menatap erat ke arah Juju dan Jupiter.
Juju segera sadar, dengan kedaannya dia pun menurunkan Jupiter yang masih bisa berjalan tegak.
Buakkkkkkkk byarrrrrrrr
Tubuh Jupiter terlempar cukup jauh, tinju Zombi itu dengan cepat telah menghantam ke arah pasangan suami-istri itu.
"Jujuuuuu!!!" teriak Jupiter.
Tubuh Jupiter melemas, dia tak menyangka akan kehilangan suami ketiganya dengan cara sesadis itu.
Tubuh Zombi itu tiba-tiba ambruk dan terkelepar di atas jalanan aspal itu. Jupiter segera menghampiri tempat dimana Zombi tadi menghantamkan tinjunya.
Retakan cor-coran beton yang dapat dia lihat di sana, merasa tak percaya Jupiter melepas helmnya kembali. Tapi dia tetap tak melihat mayat Juju di sana, hatinya lega tapi pikirannya bingung.
"Kemana dia?" tanya Jupiter pada angin berbau busuk.
"Kau tak papa?" tanya sebuah suara yang langsung membuat dada Jupiter bergetar.
"Kau!!!" pekik Jupiter tak percaya.
Wanita berpakaian robot itu segera berhambur memeluk tubuh suaminya.
"Kau kenapa?" tanya Juju pada Jupiter.
"Kupikir kau mati!" kata Jupiter.
Wanita seksi itu sudah mewek di dalam pelukan tubuh kekar suaminya.
"Kau tau, pakaian tempurmu menyakitiku!" ujar Juju dengan senyum yang tak mau pudar.
Calon pemimpin SYPUS itu tak memyangka jika reaksi Jupiter akan seekstrim ini. Bukankah kematiannya bukan hal yang besar, Jupiter akan dicarikan suami lagi jika Juju sampai mati. Itu yang dipikirkan oleh Juju selama ini.
__ADS_1
Tapi Jupiter tampaknya merasa cukup kehilangan jika Juju sampai mati.
"Maaf!" kata Jupiter, gadis itu menarik tubuhnya dari Juju.
Gadis itu baru sadar jika Juju menertawakannya. Karena Juju tersenyum tapi mencoba menahannya.
"Jangan tertawa, aku benar-benar khawatir tau!" kata Jupiter.
Juju tak mau menjawab ungkapan tulus Jupiter, karena dia mendapat laporan dari Leon melalui earpiecenya.
"Tuan, serangan Zombi mendadak di area perkotaan dan perbatasan pemblokiran. Sudah berhasil dihentikan!" kata Leon dengan nada bahagia.
"Tarik kembali semua pasukan!" perintah Juju.
"Baik Tuan!" kata Leon.
"Bagaimana pasukan bantuan itu?" tanya Juju.
"Mereka akan sampai sekitar setengah jam lagi!" kata Leon.
"Bukankah kita harus membakar semua Zombi sebelum hari gelap?" tanya Juju pada Leon
"Benar, pasukan bantuan akan melakukannya setelah mereka sampai di Benua Aust, Tuan!" ujar Leon.
"Baiklah, lakukan sesuai rencana!" pungkas Juju.
Jupiter mengelilingi mayat Zombi besar itu, dia melihat kepala Zombi itu terpisah dari tubuhnya.
"Apa kau yang memotongnya?" tanya Jupiter pada suaminya yang sudah selesai dengan intruksinya pada bawahannya.
"Siapa lagi?" Juju malah balik tanya.
"Aku tau kau kuat, tapi kupikir kau tak akan sekuat ini!" kata Jupiter.
"Bukankah, kau dulu ikut dalam tim yang mengujiku?" tanya Juju pada Jupiter yang masih terperangah pada kekuatan tubuh suaminya itu.
"Iya, kenapa?" jawab Jupiter.
"Apa yang kalian lakukan padaku?" tanya Juju pada istrinya.
"Tentu saja hanya mengujimu dengan berbagai macam Virus!" kata Jupiter.
"Hanya itu?" tanya Juju.
"Memandikanmu, menganti pakaianmu, menyisir rambutmu, mengosok gigimu, pokoknya merawatmu sampai kau sadar!" Akui Jupiter.
"Semua orang di tim itu bergantian melakukan itu padaku?" tanya Juju.
Lelaki itu kaget setengah mati, kenapa dia tak berpikir sampai sejauh itu. Dia koma selama setahun, jika tak ada yang membantunya membersihkan diri dia pasti sudah membusuk.
___________BERSAMBUNG_____________
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤