HUMAN 2075

HUMAN 2075
kecurigaan


__ADS_3

Dua pedang sudah digenggam di kedua tangan Juju. Manik matanya segera Juju arahkan, dia harus membuat pergerakan yang cepat agar dapat melumpuhkan Zombi itu secepat mungkin.


Zombi itu sudah sepenuhnya berubah, bentuknya menyerupai Zombi besar di kota Malio.


Tubuh Juju langsung berhambur ke arah Zombi besar itu. Sayatan katana itu mungkin kecil bagi si Zombi, tapi Juju berhasil melukai salah satu kaki Zombi itu. Hingga Zombi itu bersimpuh ke lantai.


Ruangan pertemuan yang cukup besar itu membuat Juju bisa bergerak dengan leluasa.


Kini bagian belakang dari tubuh raksasa Zombi itu menjadi target Juju. Berkali-kali tebasan kedua katana di tangan juju melukai si Zombi.


Tapi tampaknya Zombi ini tak punya rasa sakit, meski cairan hijau kebiruan telah menyelimuti dinding-dinding ruang pertemuan itu.


Juju ingat satu hal yang bisa membuat Zombi itu mati. Perutnya yang buncit harus dia sobek.


Otak Zombi yang sudah mulai sadar dan kelaparan itu segera menargetkan Juju sebagi santapan pertamanya.


Tapi pria muda yang dilatih selama dua tahun di Akademi Kepolisisan, dan juga menjalani pelatihan tahap akhir sebagai pasukan keamanan SYPUS. Juju juga lolos dengan segala jenis Virus, dan bahkan tubuhnya bisa menyerap darah mahluk Mars.


Kemampuan bertarung Juju tentu saja di atas rata-rata manusia biasa.


Juju sendiri bahkan kaget, dia memang pandai melompat tapi dia tak menyangka jika lompatannya bisa lebih jauh dari dugaannya.


Bahkan tenaga tubuhnya juga meningkat saat ini, membuat Juju bisa dengan mudah menancapkan kedua katananya ke pungung si Zombi besar.


Dan sebuah tarikan ke bawah membuat tubuh bagian belakang Zombi setinggi enam meter itu terbelah.


Meski begitu si Zombi masih bisa bergerak karena menuruti insting laparnya.


Juju mencoba menangkis setiap terkaman tangan besar Si Zombi. Meski pergerakan Zombi itu agak lambat, serangan mahluk sebesar itu tentu saja membuat Juju kewalahan.


Sehingga tubuh Juju berhasil diraih oleh salah satu gengaman tangan Zombi moster itu. Juju berusaha berpikir keras, karena tubuhnya kini sedang berayun menuju mulut besar si Zombi besar.


Tak ada waktu lagi, Juju harus melakukan sesuatu. Akhirnya Juju meletakkan salah satu pedangnya di mulut berlendir si Zombi dengan posisi tegak.


Dan Juju mengumpulkan semua kekuatannya untuk menebas tangan Zombi yang sedang menerkammnya. Entah kekuatan dari mana tapi Juju berhasil memutuskan lengan kokoh si Zombi besar.


Juju masih merangkak untuk melepaskan diri dari gengaman tangan yang sudah terputus itu. Tapi tangan lain dari si Zombi mencoba meraih tubuh Juju kembali.


Tapi dengan secepat kilat Juju berbalik dan menebaskan katananya ke telapak tangan Zombi itu hingga terbelah menjadi dua.


Huarakkkkkkhhhhhhhhhhhhhh


Zombi itu mengerang, entah karena kesakitan atau karena kesal. Sementara Juju menyingkirkan cairan hijau di wajah tampannnya. Karena darah Zombi yang berwarna hijau kebiruan itu sudah membasahi sekuruh tubuhnya.


Dengan tubuh masih terlentang di lantai, Juju tampak mengatur napasnya. Pergerakannya yang sangat signifikan tadi pasti membuat tenaganya terkuras.


Perlahan tapi pasti Juju berhasil bangkit, dengan percaya diri Juju mengacungkan kembali senjatanya ke arah Zombi yang sudah ambruk terduduk itu.


Mata Zombi itu hijau safir, warna itu mengingatkan Juju pada Mahluk aneh di mansion pribadi Tuan Gayo.


"Kenapa Zombi ini matanya hijau, bukankah biasanya mereka bermata putih polos atau hitam?" tanya Juju pada angin yang bahkan sedang tak lewat di sekitarnya.


Namun tak ada waktu lagi untuk disia-siakan, Juju harus menghancurkan mahluk mengerikan itu.


Juju mengambil katana lain di pajangan yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


Dengan gerakan yang amat cepat Juju melempar katana itu.


Siattttttttttttttt

__ADS_1


Jleppppppppppppp


Katana itu menancap tepat di kening antara dua mata si Zombi.


Juju sudah menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang Zombi itu lagi. Karena serangan katana yang menancap di kening Zombi besar itu adalah sebuah pencegahan saja.


Juju bermaksut memotong saraf indra penciuman Zombi itu. Karena Juju yakin Zombi itu mengenalinya dari bau.


Tapi Zombi di depan Juju sudah terkapar, Zombi itu sama sekali tak bergerak.


Juju semakin bingung, dia masih ingat betul Zombi besar yang ada di Malio. Dia yakin Anthony menembak mata Zombi itu tapi tubuh mereka masih bisa bergerak. Dan kelemahan mereka ada di perut mereka.


Kenapa Zombi yang ada di depan Juju ini malah berbeda sekali. Kenapa Zombi ini mempunyai kelemahan di kepalannya.


Jegrekkkkkkkkkkkkkk


Duarrrrrrr


Duarrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Pasukan SYPUS sudah memasuki ruangan penuh cairan hijau itu. Mungkin maksut mereka untuk membantu Juju, tapi tanpa mereka duga Juju sudah mengalahkan Zombi itu seorang diri.


"Tuan terluka?" tanya salah satu dari pasukan itu.


Juju hanya mengeleng pelan, dia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


Juju juga tak yakin bisa mengalahkan Zombi itu seorang diri. Kekuatan misterius yang entah dia dapat dari mana. Serta Zombi baru itu tengah menggangu pikirannya.


Juju dibawa ke pesawat induk untuk menjalani relaksasi, dia harus bersih dari Virus Zombi agar bisa berinteraksi dengan manusia lain.


Hari sudah semakin sore dan beberapa pesawat militer sudah ada yang menuju pangkalan militer ini. Pesawat berukuran sedang itu membawa manusia-manusia yang belum terkontaminasi.


"Kau tak papa?" Anthony dengan masih mengenakan pakaian tempurnya segera masuk ke kamar Juju.


Juju sedang bersama seorang Tim Medis, Dokter itu sedang menyuntikkan Vitamin ke lengan kekar Juju.


"Kenapa ini bisa terjadi, harusnya aku selalu ada di dekatmu terus!" ujar Anthony.


Lelaki bermanik merah itu sangat khawatir pada Juju.


"Apa hari ini kau bertemu Zombi-Zombi di kota?" tanya Juju.


"Beberapa, karena kebanyakan dari mereka takut dengan sinar matahari!" kata Anthony.


"Kau melihat cairan di tubuh para Zombi itu?" tanya Juju.


"Hitam seperti biasanya!" ujar Anthony.


Pria itu melepas rompi dan juga seragam tempurnya di sana. Mungkin karena sudah merasa amat gerah.


"Ini aneh!" ujar Juju.


Dahinya berkerut dan matanya menatap dinding besi dedepannya dengan tatapan kosong.


"Kenapa?" tanya Anthony.


Lelaki itu masih berdiri di tempatnya, setelah membuka pakaian tempurnya.

__ADS_1


"Darah Zombi yang menyerang ruang pertemuan itu berwarna hijau kebiruan!" kata Juju.


"Zombi baru lagi?" keluh Anthony.


"Pasti ada seseorang yang menularkan, atau sengaja menberikan Virus Zombi itu pada pria tadi!


"Dan orang-orang itu berada di tempat ini sebelum kejadian!


"Tapi kenapa hanya ada satu orang yang berubah menjadi Zombi?!" ujar Juju.


"Maksutmu, orang dari Benua ini sendiri?" tanya Anthony.


"Aku tak tau pasti, tapi aku yakin sekali dengan pria itu terkena Virus setelah memasuki dinding pemblokiran!" kata Juju.


"Anggap saja kau benar, tapi apa alasannya Benua Aust melakukan itu?


"Satu-satunya yang masuk akal adalah untuk memusnahkanmu!


"Tapi membuat Zombi baru, itu sangat beresiko!


"Mereka bahkan tak bisa menangani Zombi-Zombi biasa yang menyebar di kota!" jelas Anthony.


"Lalu apa SYPUS?" tanya Juju pada Anthony.


"Bisa jadi, tapi jangan menuduh dulu jika belum ada bukti yang kuat!" kata Anthony.


Juju hanya terdiam, dia sedang menyusun remahan puzzle yang berantakan di kepalanya. Pemuda itu mencoba merangkai semua kemungkinan yang mungin bisa terjadi.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


NOVEL BARU


HUJAN TELUH


Horor-Action-Romansa Misteri



Situasi yang tak pernah terbayangkan. Kutukan akan dosa para leluhur, menjadi teror mematikan.


Mahluk yang dipercaya telah lenyap, akhirnya muncul lagi.


Ketika bocah yang ditumbalkan bangkit lagi dari kuburnya, membalaskan dendam mereka.


Tanpa ampun...


Tanpa pandang bulu...


Tanpa peringatan...


Desa Kali Keruh yang terletak di perbatasan Sumatra Selatan dan Bengkulu.


Terletak di antara gunung dan lautan. Dua budaya yang bercampur, melahirkan sebuah tragedi berdarah.


Tragedi yang dimulai dari jaman Belanda itu ternyata tak kunjung berhenti. Tumbal dan korban balas dendam para roh semakin banyak berjatuhan.


Orang-orang Jawa sebagai pendatang yang mencoba bertahan dari kekuasaan. Mereka menyebar Teluh dan banyak iblis untuk melindungi wilayah mereka dari Suku asli yang terkenal buas dan suka membunuh.

__ADS_1


Para iblis yang semakin kuat, meminta tumbal-tumbal manusia yang tak berdosa.


Hingga sebuah teagedi berdarah HUJAN TELUH menjadi kutukan teror yang amat mematikan bagi warga Desa Air Keruh.


__ADS_2