
Wanita yang tak pernah berlari kencang selama hidupnya itu, kini tengah berlari ke arah para staf galeri.
"Tolong buka pintunya, dia saudara saya! Tolong selamatkan dia!" pinta Wenda pada salah satu staf lelaki yang berada di tempat itu.
Lelaki dengan seragam keamanan SYPUS serta senjata laras panjang yang sudah sigap di pelukannya itu hanya bisa diam.
"Nyonya, tolong tenanglah!" kata salah staf wanita yang mengenal Wenda.
Wanita yang baru turun dari lantai atas itu segera mendekati Wenda yang sudah linglung. Wanita bagsawan Gen Akis itu tak menghiraukan perkataan staf yang saat ini sudah memegangi pergelangan tangan Wenda.
Manik mata Wenda malah mengarah ke tempat Jerome saudara sepupunya masih berusaha tetap berdiri tegak. Kedua tangannya yang tak lagi utuh masih mengetuk-ketuk dinding kaca galeri. Hingga darah segarnya menciprat di atas kaca tebal yang menahan tubuh Jerome.
Pandangan Wenda belum berubah, tapi wanita itu segera terduduk lemas. Saat beberapa Zombi menghampiri tubuh Jerome yang masih berusaha meminta pertolongan. Dengan buasnya dan tanpa ampun, tubuh Jerome yang gagah dan kuat. Dimakan Zombi itu secara mentah-mentah, para Zombi itu terus mengigit semua bagian tubuh Jerome.
"Sebaiknya kita pergi ke atas Nyonya Wenda! Disana lebih aman!" ujar staf manager
Staf manager galeri itu mencoba menarik tubuh Wenda yang bersimpuh di lantai. Wenda hanya bisa menuruti nasehat staf manager itu, dia ikut ke lantai atas. Meski langkah kakinya lemas, karena baru kali ini Wenda melihat pemandangan yang memgerikan seperti tadi.
Tak banyak orang yang dibawa staf itu bersamanya, hanya ada Wenda dan seorang pria paruh baya. Lelaki itu adalah salah satu petinggi di Gen Akis juga. Namun Wenda tak begitu mengenalnya, lelaki itu tampak sangat maskulin dan begitu berwibawa.
Beberapa pasukan mengiringi langkah ketiga orang itu. Mereka ternyata tak menuju ke lantai atas tapi mereka menuju ruang bawah tanah. Tampaknya Gen Akis sudah mengantisipasi semua hal buruk.
.
.
.
.
Tuan Gayo yang tak tau apa-apa soal rahasia Gen Akis masih begitu percaya diri. Tuan Gayo merasa, dia sudah tinggal satu titik saja untuk menguasai SYPUS.
Namun derap langkah tergepoh-gepoh pengawal Tuan Gayo, sudah menyusuri lorong dimana ruang kantor Pemimpin SYPUS itu berada. Dengan mengetuk tiga kali daun pintu rauangan itu. Lelaki berambut hitam klimis dan bersetelan jas rapi itu masuk ke dalam ruangan Tuanny.
__ADS_1
"Tuan, celaka Tuan!" kata pengawal itu tanpa basa-basi.
"Apanya yang celaka?" Tuannya seketika jadi sibuk menelisik ekspresi di wajah pengawal itu.
"Zombi yang Tuan kerahkan untuk menyerang Lingkar Olio Gen Akis, mereka musnah tanpa perlawannan!" ujar pengawal itu.
Kalimat yang dilontarkan oleh pengawal itu sontak membuat Tuan Gayo terkesiap. Dia berdiri dengan mimik muka yang campur aduk, ada rasa takut di garis wajahnya kini.
"Apa kau sudah memeriksanya lagi?!" bentak Tuan Gayo.
Ini hanya beberapa jam, belum sehari. Tapi kenapa reaksinya secepat ini, tubuh pemilik Gen Akis memang sangat unik dan luar biasa. Tapi kejadian ini seperti tak masuk akal, bagaimana manusia bisa sangat beracun dan sanggup membunuh Zombi yang tak bisa dibunuh.
Tuan Gayo mulai gusar, jemarinya sibuk sendiri di dalam udara kosong. Manik mata pria itu seolah menerawang jauh ke angkasa dan dia melangkah cepat ke kanan dan ke kiri, Menjejaki bekas langkahnya sendiri.
"Bawa aku ke pesawat induk Gen Akis!" akhirnya Pemimpin SYPUS itu punya ide.
Kini dia harus kembali pura-pura peduli pada Gen Akis. Tentu saja, Tuan Gayo tak ingin disalahkan atas hal buruk yang telah ia lalukan. Kerugian yang ia timbulkan bukan sebuah angka yang kecil bagi Perusahaan, menghancurkan sebuah lingkaran Olio. Mungkin Tuan Gayo harus mundur dari jabatannya, sebagai bayarannya.
Setelah Tuannya dirasa telah duduk di posisi yang nyaman. Pria klimis yang biasa dipanggil Tuan Gayo dengan nama Tyfan itu, segera melaporkan berita yang ia dapat dari para bawahannya.
"Tuan Calon Pemimpin dan istrinya terbang mengunakan pesawat kecil. Mereka menuju ke Lingkar Olio Gen Akis!" ujar Tyfan.
"Padahal rencanaku sudah amat sangat matang. Tapi kenapa bisa gagal seperti ini!" teriak Tuan Gayo.
Teriakan dengan nada frustasi itu sama sekali tak mengganggu kosentrasi Tyfan dalam mengemudi mobil pesawatnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Pasukan militer Gen Uras sebelah Utara telah sampai, dengan gesit dan tanpa aba-aba. Semua pasukan sudah siap di posisi mereka masing-masing. Mereka mumgkin bukan Tim paling bagus di SYPUS, tapi untuk menangani hal seperti serangan Zombi bagi mereka sudah biasa.
Pasukan darat dengan baju pelindung dan senjata yang lengkap, sudah turun mengenakan tali dari pesawat Batalion mereka. Dengan sigap mereka segera menempati posis bertahan, senjata mereka tembakkan ke arah Zombi-Zombi yang mulai berdatangan ke arah mereka.
Namun mereka sedikit bingung karena Zombi-Zombi yang datang ke arah mereka tak sebanyak kabar yang mereka dapat. Meski populasi penduduk Akis sedikit, tapi saat dilumpulkan menjadi satu begini. Dampak Zombi di lingkar Olio Gen Akis harusnya cukup banyak.
Para pasukan darat Gen Uras bagian Utara, hanya bisa saling berpandangan bingung. Serangan Zombi ke kota besar, harusnya tak sesunyi ini.
"Apa yang terjadi?!" tanya Ketua Tim Pasukan Utara Gen Uras.
"Kami akan mencari tau, Ketua!" kata seorang Monitoring di ruangan itu.
Monitoring itu segera mengarahkan drone robot miliknya ke arah tengah kota. Drone berwarna abu-abu dengan kamera di sekeliling tubuh kuatnya itu terbang menukik rendah. Terekam kondisi jalanan yang lengang di kota yang sudah hancur itu.
Percikan darah dan mayat-mayat Zombi pada bergelimpangan di area elit itu. Properti umum dan pribadi yang tak karuan tempatnya, bahkan masih ada Zombi yang sedang makan daging tubuh manusia yang terekam.
"Itu Zombi Ketua!" Kamera itu mendekati Zombi yang tengah asik makan itu.
Tapi tak serakus biasanya, dengan darah manusia yang membanjiri wajah tengkorak dengan bagian tubuh yang membusuk itu. Zombi itu berhenti makan, padahal tubuh manusia di depannya masih banyak dagingnya. Anehnya sisa tubuh Gen Akis itu tak bergerak dan ikut berubah jadi Zombi.
Zombi busuk itu berusaha bediri, tubuhnya telanjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi. Jadi daging di semua bagian tubuh Zombi yang hampir mengelupas semua kulitnya karena membusuk. Mempertihatkan tulang-tulang mereka yang masih bagus.
Dengan jelas drone itu melihat reaksi Zombi yang tak menggila lagi setelah makan daging manusia Gen Akis. Zombi itu berjalan tenang seperti manusia pada umumnya, tapi tak lama. Zombi itu terjatuh ke tanah, dengan tubuh dan kembali hancur ke tanah.
"Zombi-Zombi itu mati sendiri?" tanya Ketua.
"Benar Ketua!" jawab Monitoring itu.
Lain halnya Tim pesawat tempur yang mengurus Zombi besar yang berada di luar Lingkaran Olio Gen Akis. Mereka harus bekerja ekstra keras untuk membunuh Zombi-Zombi baru itu. Jangan sampai Zombi itu lolos dan pergi ke Lingkar Olio lain.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤
__ADS_1