HUMAN 2075

HUMAN 2075
Gina


__ADS_3

"Sebaiknya kalian berhenti di sini!" kata Gina setelah mereka semua masuk ke dalam pintu pertama menuju ruang rahasia, dimana seluruh warga Dawas dikurung. "Aku hanya memberi saran saja...Kalian masih ingin bertahan hidup, kan?!".


Arlo, Joseph dan Santiana tak bisa mengelak ataupun mengiyakan pertanyaan Gina.


"Ayahku adalah orang yang kejam, dia akan membunuh siapa saja yang mencoba melawannya!" lanjut Gina.


Ekspresi sombong Gina menurun drastis ketika dia membicarakan ayahnya. Bisa jadi kata 'membunuh siapa saja yang melawan ayahnya' berlaku juga terhadap dirinya.


"Kau pikir siapa Ayahmu?! Bisa membunuh manusia sesuka hatinya!!!" mulut Joseph memang tidak bisa diatur.


Darah mudanya yang masih panas membara, membuatnya menjadi lelaki yang tidak mempunyai rasa takut sama sekali.


"Kau pikir berapa harga nyawa manusia saat ini?!" Gina segera menimpali pernyataan Joseph yang merendahkan ayahnya.


Semua terdiam, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Gina. Nyawa manusia memang tidak ternilai harganya, tetapi untuk saat ini, nyawa manusia mungkin bukanlah sesuatu hal yang berharga lagi.


"Jika kalian ingin tahu, satu-satunya yang berharga di dunia saat ini, hanyalah umur panjang," ucap Gina. "SYPUS hanya peduli pada hal-hal yang sangat berharga saja! Dan warga Kota Dawas sudah tak berguna lagi bagi kami," ujar Gina dengan nada bicara yang melemah.


"Apa maksutmu?! Jangan berbelit-belit!" Arlo mendekati Gina, lelaki muda yang gagah itu sangat pandai menilai orang dan dia tahu Gina sedang menyembunyikan sebuah fakta dari mereka.


"Kalian terlambat!" ujar Gina, wajahnya benar-benar terlihat sangat berduka.


"Apa yang kau katakan?" Arlo semakin yakin, bahwa terjadi sesuatu yang mengerikan terhadap warga Kota Dawas yang disandera oleh SYPUS.


"Hallo!" Santiana mendapatkan panggilan telepon dari adiknya.


"Apa kau bilang?!" Santiana tampak terkejut dan tak percaya dengan apa yang dia dengar, dari balik panggilan adiknya.


"Ada apa?" Joseph langsung menghampiri kekasih hatinya ketika melihat ekspresi Santiana yang ketakutan.


"Pergilah sebelum kalian tertangkap! Aku akan pura-pura tidak pernah melihat kalian!" kata Gina.


Wanita berambut perak itu tampaknya tahu berita apa yang sedang disampaikan oleh Adik Santiana kepada kakaknya.


"Jika mereka menyakiti keluarga kami, maka kami juga harus menyakiti keluarga mereka, bukan?!" Arlo yang berdiri paling dekat dengan Gina segera melumpuhkan gadis itu. "Jari dibalas jari, mata dibalas dengan mata," batin Arlo yang kini sudah memeluk erat tubuh Gina yang lemas lunglai karena pingsan.

__ADS_1


Arlo memang pemuda yang pendiam dan sepertinya tidak mempunyai banyak keinginan. Tetapi ketika semua keluarga yang dia punya direngut oleh SYPUS, siapa yang tidak berpikir tentang balas dendam. Ayah dan ibunya, serta Bibi Noah yang membesarkannya.


Arlo akan memanfaatkan Gina sebagai umpan, dia harus berbuat sesuatu agar dia tidak merasa bersalah atas kematian seluruh warga Kota Dawas. Karena bagaimanapun Arlo harusnya menjadi pelindung, bukan menjadi pecundang yang hanya bisa lari dari kenyataan.


Memang tidak mudah melarikan diri dari Lingkar Olio sambil membawa seorang putri pemilik area itu yang pingsan. Tetapi Arlo tak menyerah, dia ingin Pemilik SYPUS membayar dengan lunas, dengan apa yang telah orang itu lakukan.


.


.


"Apa yang akan kau lakukan dengan gadis ini?" tanya Joseph pada Arlo.


"Aku juga belum punya rencana!" jawab Arlo.


Joseph mendekik tak percaya, sahabatnya yang berotak sangat brilian itu, membawa pergi anak gadis orang tanpa pikir panjang dan rencana.


"Apa dia benar-benar putri tunggal Pemilik SYPUS?" tanya Arlo pada Santiana, yang masih sibuk dengan ponselnya.


Gadis manis itu berusaha keras untuk menghubungi keluarganya, namun sinyal di luar Lingkar Olio SYPUS sedang terganggu.


"San...!" Arlo kembali memanggil Santiana karena dirinya tidak kunjung mendapatkan jawaban dari gadis manis itu.


"Gadis ini, apa dia benar-benar putri tunggal Pemilik SYPUS?" Arlo kembali mengulangi pertanyaannya tadi.


"Iya, dia adalah Gina Jack putri tunggal Bryan Jack Pemilik SYPUS!" Santiana menjawab pertanyaan lalu dengan sangat yakin.


"Bagaimana kalau kita, menggunakan gadis ini untuk membuat Bryan Jack keluar dari Lingkar Olio SYPUS?" Arlo memberi usul.


"Lalu apa yang akan kau lakukan, jika Bryan Jack sudah keluar dari Lingkar Olio?" tanya Santiana pada Arlo.


"Akan kubunuh dia." ujar Arlo dengan nada bicara yang sangat ragu.


"Sebelum kau dapat membunuh orang itu, Kau pasti akan terbunuh duluan! Sebaiknya kita kembalikan saja gadis ini ke lingkar Olio SYPUS!" usul Joseph.


Arlo yang sedang marah tapi dalam keadaan lemah, segera berdiri dan mendekati Joseph. "Apa kau tidak merasakan sesuatu? Semua warga Kota Dawas, mati di tangan Ayah gadis ini!!!" Arlo tak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi.

__ADS_1


"Lalu kita harus apa?!" Joseph juga berteriak marah pada Arlo. "Kita harus membahayakan diri kita, hanya untuk balas dendam yang tidak mungkin bisa kesampaian?!".


Perkataan Joseph memang benar, tetapi Arlo masih tidak bisa merelakan kematian warga Kota Dawas begitu saja. Meskipun kematian manusia adalah hal yang sangat lumrah beberapa tahun terakhir ini, tetapi kematian seluruh warga Kota Dawas, bukan virus atau bencana lain tetapi karena keserakahan seorang pemimpin perusahaan.


"Kalian butuh senjata yang canggih jika ingin membunuh ayahku!" Gina tidak tahan lagi, mendengar perdebatan tiga sahabat itu.


Sebenarnya Gina sudah sadar dari tadi, tetapi dia ingin tidur lebih lama, karena selama ini dia tidak pernah tidur dengan baik ketika berada di Lingkar Olio SYPUS.


Santiana, Joseph dan juga Arlo segera memandang ke arah Gina, yang masih tidur telentang dengan mata tertutup bagaikan Putri Tidur yang sudah lama diabaikan.


"Kau...?!" Arlo ingin memarahi Gina, namun ia urungkan karena gadis berkata...


"Jangan berisik! Aku ingin tidur sedikit lebih lama!" kata Gina.


Siapa yang tak bengong mendengar perkataan santai Gina. Sebagai seorang tawanan, Gina terlalu amat santai.


Karena tak mau mendapat masalah, Joseph mengajak Santiana untuk keluar dari kamar penginapan yang sudah ditinggalkan pemiliknya.


"Kalian mau kemana?" tanya Arlo.


"Urus saja putri tidur itu sendirian!" Joseph tampaknya merajuk.


"Heh!!!" Arlo tak bisa menolak juga, yang mempunyai ide membawa Gina kabur adalah dirinya.


.


.


Dunia masih sama seperti di tahun 2020-an, hanya saja keberadaan manusia sedikit susah ditemukan. Para manusia lebih memilih berdiam di rumah, dan hanya keluar ketika ada hal yang mendesak saja.


Banyak bangunan dan fasilitas umum yang mulai terbengkalai. Tidak ada pembangunan lagi di bumi mulai tahun itu, sampai dua puluh tahun terakhir. Sampai SYPUS berkembang pesat dan menciptakan Lingkar Olio lain bagi orang-orang kaya di bumi.


Kota yang mewah, namun tidak ada manusia ataupun kerlipan lampu yang bersinar ketika malam hari. Di manapun kau berada, di tahun ini, kau hanya akan melihat kesuraman dan rasa putus asa.


Bahkan beberapa kota di dunia sudah tidak berpenghuni lagi, sebab semua warga terdeteksi terjangkit Virus Danger 25.

__ADS_1


Siapapun yang terkena Virus Danger 25 Ex pasti akan mati secara perlahan-lahan. Angka kelahiran yang semakin rendah, karena para manusia mulai mengalami kemandulan tanpa sebab yang jelas.


SYPUS satu-satunya perusahaan terbesar yang bergelut di bidang Teknologi Medis dan Vaksinasi, menjadi satu-satunya harapan. Semua perusahaan atau badan pemerintahan gagal dalam memberantas Virus Danger, tetapi SYPUS dengan mengorbankan seluruh warga Kota Dawas, mereka berhasil membuat Anti Virus Danger Ex 25 dan menjadi penguasa dunia.


__ADS_2