HUMAN 2075

HUMAN 2075
Evakuasi


__ADS_3

Bangunan dengan penampakan seperti gedung berhantu sudah terpampang dihadapan Seva. Manik matanya yang tegas dan jeli, mengamati setiap senti sisi-sisi bangunan itu.


Dia hanya membawa dua pengawal kepercayaan Luca, Seva tak ingin membuat kegaduhan karena keberadaan Raves harus dirahasiakan.


Seva memasang kaca pelindung di helm pengaman yang ia pakai. Begitu juga dengan kedua pengawal lainnya, mereka bertiga tak ingin digigit dan tertular virus Zombie baru yang sangat menakutkan itu.


Tak asa alasan yang bisa dijelaskan, kenapa virus Zombie baru bisa bermutasi hingga menjadi seperti yang diderita Jupiter. Kenapa ada manusia dari Gen Akis yang tidak mati setelah terkena virus tersebut.


Satu-satunya cara adalah meneliti tubuh Jupiter dan Raves, mereka berdua harus menjadi kelinci percobaan untuk menciptakan AntiVirus.


Lagi-lagi keselamatan seluruh manusia menjadi alasan penelitian, yang mungkin akan dilakukan dengan cara yang brutal.


Ketiga pasukan keamanan yang terlatih itu mulai menyusuri lantai pertama bangunan terbengkalai yang amat suram. Seva siap dengan senjata laras panjangnya, yang berisi peluru bius yang akan melumpuhkan makhluk apa pun yang ia bidik.


Wanita bertubuh setengah robot itu terus memasang penglihatannya yang tajam ke setiap arah yang mencurigakan baginya. Dia harus meneliti dan selalu waspada, jangan sampai Zombie setengah manusia itu menyerangnya.


Seva menangkap kode dari anak buah Luca yang bertugas mencari jalan. Dia mengarahkan teman-temannya untuk maju ke arah tangga menuju lantai dua.


Seva segera berjalan cepat ke arah yang diarahkan oleh Pemimpin jalan. Tetapi langkahnya terhenti karena Seva mendengar pergerakan aneh di lantai dasar.


"Suara apa itu?" tanya Seva pada kedua rekannya dengan nada bisikan yang lirih.


Semua terdiam dan saling berpandangan, tampaknya kedua rekan Seva dari Tim Keamanan Gen Akis itu juga merasakan sesuatu yang sama dengannya.


Suara langkah kaki seseorang itu berhenti seketika, seolah tau jika pergerakannya sedang diintai.


Seva memberi kode pada kedua rekannya untuk diam dan tidak bergerak, dengan cara menempelkan jari telunjuknya ke arah mulutnya yang pastinya tertutupi oleh helm keamanan.


Seva menunduk dan mengambil pisau di saku ikat pinggangnya, lalu melempar pisau lipatnya ke arah lantai dua. Dia sedang memancing mahkluk yang tak ia ketahui bentuk dan rupanya. Makhluk yang sedang mengintai Timnya di lantai bawah.


Persis seperti harapan Seva, makhluk itu bergerak setelah mendengar bunyi pisau lipat yang dilempar Seva ke arah lantai atas.

__ADS_1


Seva dan kedua rekannya segera menempatkan diri masing-masing di posisi yang menguntungkan bagi mereka. Bagaimana pun mereka terlatih untuk kondisi semacam ini, jadi manuver yang mereka lakukan bisa tak terdeteksi oleh manusia lain.


Suara langkah kaki sepatu pria terdengar jelas meski lirih, namun langkah itu tiba-tiba terhenti. Seva dan kedua rekannya segera mengarahkan senapan bius yang mereka bawa ke arah orang yang mereka curigai.


Tetapi tembakan mereka bertiga yang melesat ke arah yang sama, hanya terbang memgapung ke udara begitu saja.


Seva segera berdiri tegak dan melihat ke sekitar tempatnya berdiri. Seva berjalan menjauhi tangga dan menuju titik yang tadi menjadi sasaraannya.


"Aku yakin tadi ada orang di sini!" kata Seva dengan penuh keyakinan.


Ia bahkan membuka kaca helm pelindung, untuk mempertajam penglihatannya.


"Saya juga merasa ada seseorang, tadi!" salah satu rekan Seva ternyata juga merasakannya.


"Tapi kemana hilangnya?" Seva kembali berputar dan melihat ke sekeliling dengan bingung.


Duarrrrrrrrr


Ketiga pasukan yang diutus oleh Luca untuk menjemput Raves di tempat terbengkalai itu pun, segera kembali siaga. Dengan langkah cepat dan waspada ketiganya kembali menaiki tangga menuju lantai dua.


Mereka terus waspada, meskipun sedang di kondisi sangat berbahaya seperti ini.


Diketahui bahwa di lantai dua bangunan ini, ada manusia setengah Zombie yang yang suka memakan daging manusia. Dan suara hantaman yang keras barusan, bisa saja diakibatkan oleh Zombie tersebut.


Gubrakkkkkkk


Lagi-lagi suara benturan yang memilukan itu terdengar lagi. Seva dan rekannya semakin waspada, mereka bisa membaca situasi yang saat ini sedang mereka hadapi.


Apa pun, siapapun yang mengakibatkan suara benturan keras itu, mereka bukan manusia biada dan mereka tak sendirian.


Seva dan kedua rekannya terus berjalan lurus, menuju lorong yang di tunjukkan oleh Luca. Dengan langkah yang sangat waspada, mereka terus maju ke depan untuk mencari keberadan ruangan yang dimaksud oleh Luca.

__ADS_1


Ruangan dimana lelaki bermata biru itu menyembunyikan anak buahnya yang sudah berubah menjadi manusia setengah Zombie.


Saat ketiganya sampai di depan pintu yang dimaksud, mereka semua tercengang. Karena pintu masuk yang menjadi sasaran mereka telah terbobol dan rusak.


Seva sangat yakin jika apa pun yang merusak pintu itu bukanlah manusia biasa. Wanita bertubuh setengah robot itu kemudian menggantikan rekan satu timnya untuk memimpin jalan.


Seva adalah satu-satunya orang yang sering berhadapan dengan Zombie diantara kedua rekannya yang lain. Hanya Seva yang tahu bagaimana cara menghadapi Zombie-Zombie, secara dekat maupun jauh.


Siatttttttt


Sesuatu melesat dengan cepat di depan Seva.


Gubrakkkkkkk


Sesuatu yang aneh mendarat di dinding bangunan, sampai dinding tebal bangunan berbahan dasar beton itu retak.


"Wuarrrrrrrr!"


Dari arah sebaliknya, sebuah makhluk yang besar dengan bau seperti mayat mengaung keras di udara.


Saat ini Seva merasa menyesal karena hanya membawa senapan bius, meski tujuannya membawa Zombie besar itu dari tempat ini dalam keadaan hidup-hidup. Tetapi Sefa juga tidak ingin mati saat mengamankan Zombie yang dikata Luca jinak tersebut. Makhluk itu bahkan berukuran 10 kali lipat dari tubuh sendiri, jauh lebih besar dari Zombie yang pernah menyerang Seva di Pusat Kota Gen Akis beberapa hari yang lalu.


Tapi yang lebih mengagetkan Seva adalah seseorang yang bangun setelah terjatuh menghantam dinding.


Lelaki normal dengan setelan jas yang sudah kotor, mungkin karena sering terjatuh karena pertempurannya dengan Zombie barusan.


Tetapi tubuh tegap lelaki itu, sama sekali tidak terluka. Padahal Seva melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa lelaki itu hampir merobohkan gedung ini dengan tubuhnya.


Wajah dingin yang sangat asing di mata Seva.


Seva belum pernah melihat lelaki ini di manapun, padahal gadis bertubuh setengah robot ini hampir mengenal seluruh pasukan khusus yang menangani Zombie milik SYPUS.

__ADS_1


__ADS_2