
Acara pertunangan Safira dan Arkha tinggal semingu lagi, persiapannya pun sudah sembilan puluh sembilan persen. Keluarga Nugraha pun turut andil mempersiapkan acara pertunangan Safira dan Arkha.
Meski Amayra sempat menangis dan sedih namun dengan penuh kelembutan, nyonya Winda memberi pengertian. Amayra anak yang terbilang cerdas pun akhirnya mengerti, walau sesekali raut wajah sedihnya begitu terlihat ketara.
Selama persiapan pertunangan Safira dan Arkha, selama itu pula Ferrell terus menahan gejolak emosinya kala melihat kemesraan Safira dan Arkha. Sedangan Arkha seperti memanfaatkan keadaan ia seperti sengaja memanas-manasi Ferrell .
Acara pertunangan pun akhirnya tiba, malam ini Safira begitu cantik dengan balutan dress panjang berwarna putih degan belahan kaki yang cukup tinggi memperlihatkan pahaulus dan kaki jenjang nya tatanan rambut yang di gerai dan di beri aksesoris di bagian rambut membuat Safira semakin terlihat mempesona.
Ferrell menatap penuh damba namun terlihat begitu sendu, perasannya semakin hancur kala ia mengingat bawa istrinya yang berada di atas panggung sedang menyematkan cincin pada pria lain. air matanya menetes membasahi pipinya ia seketika beranjak pergi dengan langkah lebar menghindari pemandangan lain yang akan lebih menyakitkan mata dan perasaannya.
" Akhahhhhh Ranty !! aaaaaaa" Ferrell berteriak, sekencangnya melepaskan segala perasaannya yang hancur, ia berteriak di atas jembatan di dekat danau pinggir kota setelah meninggalkan gedung tempat acara pertunangan Safira dan Arkha, ia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh menuju danau.
Hujan turun dengan derasnya. seakan menjadi latar yang menemani kesedihan Ferrell. penyesalan sungguh ia rasakan namun, segalanya telah terjadi.
" Sesakit ini hukuman yang kau berikan Tuhan, Ranty ku aku berjanji sayang akan memperjuangkan mu sampai akhir " hiks... hiks...hiks....
Semetara di gedung acara pertunangan Safira dan Arkha. mereka telah usai menyematkan cincin. Safira tersenyum sumringah penuh kebahagiaan begitupun dengan Arkha. namun sejurus kemudian pandangan Arkha tertuju pada Amayra yang terlihat menangis.
Setelah mereka berdua turun dari panggung Arkha segera menghampiri Amayra. Arkha mengelus rambut Amayra dan membawanya ke halaman gedung.
__ADS_1
" Hei cantik, ada apa? kenapa menangis hem?"
" Uncle apa Uncle benar-benar akan menikahi Mommy ku? apa Uncle benar-benar tega mengambil Mommy dari Daddy? aku ingin berkumpul dan merasakan kasih sayang mereka Uncle, aku tidak ingin Daddy dan Mommy yang lain." hiks...hiks...hiks
Amayra meluapkan segala kesedihan serta keinginannya. selama ini bocah cantik itu hanya ingin berkumpul dan mempunyai keluarga yang utuh.
Sementara Arkha tercengang, tiba-tiba ia merasa menjadi laki-laki pengecut dan begitu buruk. dalam hati kecilnya sungguh ia tak tega membuat gadis kecil dihadapannya menangis.
Arkha memeluk Amayra, mencoba menenangkan gadis kecil yang masih sesenggukan. " Uncle janji akan melakukan yang terbaik untuk mu nak, jangan menangis lagi ok." Arkha dalam dilema satu sisi ia tak rela melepas Safira satu sisi ia juga tak tega menyakiti hati Amayra.
" Amayra..." panggil Ferrell pada sang putri, dengan langkah lebar dan keadaannya yang basah kuyup Ferrell menghampiri putrinya dan menarik pergelangan tangan Amayra yang sedang dalam pelukan Arkha. Ferrell menatap tajam Arkha yang kini sudah ada dihadapannya.
Ferrell menelfon seseorang namun, masih dengan tatapan tajam yang sama sekali tak ia palingkan dari Arkha begitu pun Arkha mereka kini sama-sama menatap penuh aura permusuhan.
" Amayra... " Tomi menghampiri Amayra yang tengah bingung dengan keadaan di sekitarnya. berdiri diantara dua pria dewasa yang sama-sama mengeluarkan aura dingin.
" Tom tolong bawa Amayra ke mobilku, nanti aku menyusul !!" titah Ferrell dengan nada dingin. Tomi hanya mengangguk patuh ia tahu betul keadaan Ferrell saat ini.
" Aku harap jangan pernah melewati batasan mu tuan Arkha, saat ini mungkin anda sudah selangkah lebih maju tapi jangan bertindak lebih jauh lagi, cukup Safira jangan pernah dekati putriku." ucap Ferrell penuh penekanan rahangnya mengeras, menunjukan betapa ia saat ini sedang mati-matian menahan emosinya.
__ADS_1
" Aku hanya menenangkan Amayra, dan iya Amayra itu putrinya Safira, jadi apa salahnya jika aku juga dekat dengannya, toh jika Safira menikah dengan ku itu artinya aku juga Daddy nya Amayra bukan."
Bugh...
Ferrell sudah tak tahan dengan perkataan Arkha ia melayangkan pukulan tepat mengenai perut Arkha hingga membuat Arkha tersungkur .
" Jangan pernah bermimpi terlalu jauh tuan Arkha aku masih punya waktu enam bulan dari sekarang jadi, Jangan pernah mendahului apa yang belum terjadi." Ferrell meninggalkan Arkha yang masih meringis memegangi perutnya yang terasa nyeri.
Tanpa mereka sadari pertengkaran mereka disaksikan oleh sepasang mata milik seorang wanita cantik dari balik pilar. wanita cantik itu sedari tadi menyaksikan acara pertunangan hingga akhirnya Arkha membawa Amayra menjauh dan keluar gedung, wanita itu mendengarkan semua percakapan antara Amayra Arkha dan Ferrell.
Hai... hai...my renders... jangan bosan ya baca novel ku dan tetap dukung aku ya, like, komen, hadiah dan juga vote nya.
Seperti bisa Author juga punya ni novel yang recommended punya temen author yang di jamin seru dan bikin baper.
Cinta saja tak pernah cukup, begitulah kata para pepatah. Binar dan Albiru tidak pernah menyangka ujian cinta mereka justru hadir setelah mereka menikah. Masalah bertubi-tubi menghampiri rumah tangga mereka. Ada mertua dan ipar Binar yang terus mengganggu kenyamanan Binar. Belum lagi masalah orang ketiga yang selalu mencari celah untuk masuk di kehidupan mereka. Saat batas kesabaran Binar sudah diambang batas namun tidak ada satupun yang memihaknya. Lantas salahkan Binar bila ingin menyerah?
Cus langsung aja cari ya masih di aplikasi noveltoon ya 🤗
__ADS_1
Love you all my renders ❤️🥰