
Ranty menatap pantulan dirinya di dalam cermin, setelah menyelesaikan ritual mandinya seraya bergumam.
" Heh...sampai saat ini aku seperti sedang bermimpi menjadi istri seorang Ferrell Nugraha."
Ranty sampai tak menyadari, Ferrell sudah memeluknya dari belakang.
" Kak Ferrell !" pekik Ranty kaget.
" Kenapa honey ? kamu lama sekali, sedang melamun apa ?" ucap Ferrell seraya, menaruh dagunya di pundak mulus Ranty yang terbuka karna saat ini Ranty hanya mengenakan handuk yang melilit di pundaknya.
" Emm... tidak kak, hanya saja aku masih merasa ini seperti mimpi ,menjadi istri seorang superstar." jawab Ranty polos dengan senyum yang mengembang.
" Bukan hanya menjadi seorang istri tapi menjadi seseorang yang sangat aku cintai."
Ferrell makin mengeratkan pelukannya.
" Oh ya terimakasih kak "
ucap Ranty sambil mendaratkan ciuman ke pipi Ferrell.
" Kau tahu aku sudah menyiapkan kejutan di malam terakhir liburan ini, di mana aku akan membuat pernyataan tentang hubungan kita." Ferrell pun tak mau kalah, usai berucap la pun langsung mendarat kan ci uman ke bibir Ranty.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Selesai dengan kegiatan senja menjelang malam, kini Ranty dan Ferrell pun sudah bergabung dengan yang lain di sebuah restoran, tentu saja mereka tidak datang bersama, Ranty lebih dulu bergabung, dan selang 15 menit kemudian Ferrell pun datang dan ikut bergabung.
Namun sayangnya acara makan malam mereka sudah lebih dulu usai sebelum Ferrell datang.
" Huuuu telat Lo kita udah selesai Sorry bukan ,maksud kita-kita nggak menghargai Lo ne sebagai bos tapi Lo nya lama banget, kalo harus nunggu Lo kita bisa kelaperan."
Tomi berpura-pura basa basi padahal la juga sudah merasa gondok, karna la tahu Ferrell pasti enak-enakkan saat mereka menunggu Ferrell.
" Santai aja gue juga udah kenyang "
Ferrell berucap dengan mengedipkan matanya ke arah Ranty membalas ocehan sahabat sekaligus asistennya.
" Cih...nggak usah lebay lu, gue dah paham." kini Tomi berbicara berbisik agar tidak terdengar yang lain .
Rasa sesak dan amarah terlihat jelas di wajah Cecil Namun la sadar ,akan rencananya saat ini ,Cecil pun menghembuskan nafas kasar ,mencoba menetralisir emosi dalam dirinya dan bersikap setenang mungkin.
"Rell .. temenin aku jalan- jalan ke pantai yuk " ajak Cecil .
" Ini sudah malam cil..."
tolak Ferrell halus dia melihat perubahan wajah Ranty setelah mendengar ajakan Cecil.
" Ayo lah ...emm Ranty boleh aku pergi jalan dengan Ferrell hanya untuk mencari angin , aku nggk akan macam - macam , lagian aku sudah tahu antara kau dan kak Ferrell .
__ADS_1
Cecil berbisik di telinga Ranty . dan hanya di balas anggukan dari Ranty pertanda la tak keberatan , jika Ferrell dan Cecil berjalan-jalan .
Ferrell dan Cecil pun menyusuri tepi pantai , hembusan angin membuat suasana menjadi dingin entah ,di sengaja atau ini memang bagian dari rencana Cecil.
Cecil yang mengenakan dress selutut dengan model tanpa lengan terlihat kedinginan la mengusap-usap lengan nya dengan telapak tangan , sementara Ferrell yang tak tega melihat Cecil kedinginan pun membuka jaketnya dan mengenakannya pada Cecil.
Cecil ,Seperti tak punya malu setelah Ferrell memasangkan jaketnya Cecil tanpa aba-aba langsung memeluk Ferrell ,sontak Ferrell pun kaget dengan aksi tiba-tiba dari Cecil.
la ingin melepaskan pelukan Cecil namun urung la lakukan karna mendengar perkataan Cecil .
" Biarkan seperti ini dulu Rell aku mohon anggap ini adalah momen terakhir aku dan kamu ."
Belum usai rasa keterkejutan Ferrell atas pelukan yang di berikan Cecil kini la malah mendaratkan ciuman ke bibir Ferrell .
" Ciuman ini juga untuk yang terakhir , ku mohon " Cecil melepas ciumannya dan kembali memeluk Ferrell.
Ferrell seperti terhipnotis entah kenapa la tak bisa menolak perlakuan Cecil,
mungkin karna la merasa ini adalah permintaan terakhir dari Cecil , atau karna la merasa tidak bisa berkutik karna saat ini Cecil memiliki rahasia yang la simpan yaitu tentang pernikahan nya .
Sayangnya tanpa Ferrell sadari ada sepasang mata yang sudah mengabadikan momen mesra mereka . Lucy merasa puas dengan hasil rekaman dan jepretan foto yang la ambil .
" Ok sayang besok waktunya party " Lucy tersenyum licik.
__ADS_1