Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 139


__ADS_3

"Maaf Nona Ranty kami tidak bisa berbuat banyak jika smpai hari ini keluarga tidak juga mendapatkan donor jantung untuk Tuan Ferrell." ujar dokter Syam dengan berat hati.


Kali ini Ranty lagi-lagi harus bersyukur karena tim Dokter telah bekerja keras untuk mengembalikan detak jantung Ferrell. Tim dokter melakukan tindakan AED (automated external defibrillator) sebuah alat medis yang dapat menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung.


Namun, Ranty tak dapat begitu saja merasa tenang karena jika hingga siang nanti Ferrell tak kunjung mendapat pendonor maka tim dokter benar-benar angkat tangan. Itu artinya Ferrell suaminya akan benar-benar pergi untuk selamanya.


Pagi hari Nyonya, Tuan Nugraha beserta seluruh keluarga datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar tentang kondisi Ferrell yang kembali drop. Sama halnya dengan Ranty, nyonya Winda pun sama, ia begitu panik dan histeris. Meski semua keluarga telah di beritahukan hal terburuk yang akan terjadi pada Ferrell. Namun, tetap saja nyonya Winda tak bisa menerima begitu saja jika sang putra meninggalkan nya.


Tak hanya keluarga Nugraha ternyata keluarga tuan Prabu juga datang. Bagaimana pun Ranty sudah mereka anggap sebagai putri kandung mereka. Nyonya Anjani akan selalu menjadi orang yang berada di garda terdepan untuk selalu mendukung dan memberi semangat untuk Ranty.


Apalagi kini keluarga tuan Prabu sudah tahu jika Ranty tengah mengandung. Mereka juga sudah merelakan jika memang Ranty akan kembali pada Ferrell. "Momm, Mah," ucap Ranty lirih memanggil kedua wanita paruh baya yang selalu ada untuknya.


"Sayang ...."


"Sayang ...." jawab kompak keduanya, seraya menghampiri Ranty yang terduduk di kursi ruang tunggu.


"Yang kuat ya sayang," ucap nyonya Anjani sambil mendudukan dirinya di sebelah kiri Ranty sedangkan nyonya Winda duduk di sebelah kanan.


"Iya sayang ... semua sudah di takdir kan dan yang bisa kita lakukan sekarang adalah terus berdoa nak, kamu juga harus menjaga kesehatan mu, ingat ada kehidupan lain yang juga harus kamu jaga."Nyonya Winda berujar lirih sambil terisak. Ia pun juga sebenarnya sangat rapuh dan hancur saat ini.


"Bagaimana pak Nugraha apa sudah ada kabar tentang pendonor jantung untuk Ferrell?" tanya Tuan prabu pada tuan Nugraha tangannya terulur menepuk bahu tuan Nugraha pelan mencoba memberikan dukungan.


Tuan Nugraha menggeleng pelan dan menarik nafas dalam kemudain berucap. "Sampai saat ini belum ada kabar semua orang suruhan ku tidak ada yang memberi kabar baik."


Tuan Nugraha tertunduk sendu, ia merasa sedih ketika teryata kekayaan nya tak mampu menyelamatkan putra tercintanya. Ia pun merasakan hal yang sama dipaksa untuk ikhlas dan itu begitu sulit dan menyakitkan.


"Saya turut prihatin pak, saya juga akan ikut mencari pendonor untuk Ferrell, saya akan sebar anak buah saya untuk mencari ke setiap rumah sakit di sekitar pulau Jawa," ucap tuan prabu tulus.


"Terimakasih ..." jawab singkat tuan Nugraha sendu. Tuan Prabu kemudian menelepon beberapa anak buahnya untuk berpencar mencari informasi tentang pendonor jantung untuk Ferrell.


Sementara Arkha pria itu mendekat kearah pintu ruang ICU di mana Ferrell telah dipindahkan. Ia mendekat pada Amayra yang terus bersender di daun pintu dengan raut wajah sedihnya. Sejak keadaan Ferrell yang drop kini Ferrell dipindahkan ke ruang ICU. Keluarga tidak ada satu pun yang di perbolehkan berada di dalam.


"Hai Amayra ...." panggil Arkan pada bocah yang masih saja meneteskan air matanya.


"Uncle ...." jawab Amayra lirih.


"Jangan bersedih Nak, kita doakan semoga Daddy baik-baik saja ya ... Tuhan pasti akan menolong Daddy hem ...," Arkha membawa tubuh Amayra memeluk bocah cantik itu. Mendapati perkataan Arkha Amayra terisak sesenggukan di pelukan Arkha.

__ADS_1


"Da-ddy ha-rus kuat Daddy punya banyak janji pada Amayra, Daddy tidak boleh pergi Uncle, hiks ... hiks ... hiks ... " ucap Amayra sesenggukan membuat Arkha tak kuasa dan ikut meneteskan air mata.


Fany pun sama ia terisak dalam pelukan Rian sang suami yang juga sama-sama merasakan kesedihan. Semua orang yang ada disana kini hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ada keajaiban untuk Ferrell.


Namun, hingga pukul sebelas siang belum ada kabar tentang pendonor jantung untuk Ferrell. Tim dokter terus memantau keadaan Ferrell. Lagi-lagi Ferrell kembali mengalami sesak nafas.


Detak jantung dan denyut nadinya kian melemah. Tim dokter benar-benar sudah tak bisa berbuat apapun jika sampai sore nanti Ferrell juga tak mendapatkan donor jantung.


"Maaf, saya dan tim Dokter harus menyampaikan kami tidak mampu berbuat banyak jika sampai sore nanti tuan Ferrell tak juga mendapat donor jantung." dokter Syam berujar lirih seraya tertunduk.


"Itu artinya suami saya benar-benar akan pergi untuk selamanya Dok? Begitu ..." tanya Ranty seraya terisak pilu.


Dokter Syam dan dokter Samuel kompak mengangguk pelan. Meski berat mereka memang harus menyampaikan hal terburuk yang akan terjadi pada Ferrell.


Bugghh ....


"Safira ...."


"Ranty sayang ...."


Panggil semua orang bersamaan ketika melihat Ranty kembali jatuh pingsan beruntung Arkha langsung menangkap tubuh Ranty.


Ranty kembali pingsan mendengar pernyataan dokter. Rasanya tak sanggup menerima kenyataan Ferrell nya akan benar-benar pergi meninggalkan nya untuk selamanya.


Kini Ranty telah di bawa keruang rawat. Ia harus mendapatkan perawatan intensif. Kesedihannya membuat keadaannya begitu lemah.


Membuatnya harus diinfus, dokter Prita juga menghimbau Ranty untuk sementara waktu tetap berbaring. Apapun alasannya Ranty tidak di perbolehkan turun dari ranjangnya. Hingga dua hari ke depan. Lagi-lagi nyonya Winda dihadapkan pada situasi yang sulit.


Karena akan sangat sulit bagi nyonya Winda untuk membuat Ranty tetap berbaring mengikuti saran dokter.


Sementara, Arkha melangkah gontai meninggalkan ruang rawat Ranty dengan hati yang kembali terasa sesak dan ngilu.


"Mah aku akan menyusul Papah ke masjid untuk sholat Jum'at." pamit Arkha pada sang Mamah seraya mencium punggung tangan kemudian mencium kening dan kedua pipi nyonya Anjani dengan durasi yang cukup lama.


"Iya sayang hati-hati ..." ucap nyonya Anjani dengan nada berat.


Arkha mengangguk kemudian melangkah meninggalkan rumah sakit. Ia akan menjalankan sholat Jum'at di masjid yang berjarak lima ratus meter dari rumah sakit.

__ADS_1


Sesampainya di masjid Arkha menunaikan ibadah sholat Jum'at dengan khusyuk. Hingga selesai sholat Arkan masih tetap berada di masjid. la berdoa dengan tulus untuk kesembuhan Ferrell.


Drett ... drett ... drett ...


Ponsel Arkha bergetar menandakan ada telpon masuk. Arkha merogoh kantung celana nya mengambil handphone dan ternyata sang mamah menelpon. Nyonya Anjani yang khawatir akhirnya menelpon putranya. Menanyakan keberadaan sang putra. Karena sudah lebih dari dua jam Arkha tak kunjung kembali.


"Sayang kamu dimana nak?" ucap nyonya Anjani begitu Arkha mengangkat telponnya.


"Iya Mah Arkha pulang sekarang tunggu ya Mah," jawab Arkha singkat seraya melangkah keluar meninggalkan Masjid.


"Hei awas!" teriak Arkha pada wanita yang berada di jalan raya hendak tertabrak.


Citttttt ... Brakkk!


Aaaaaaakhhhh ....


🌼 BERSAMBUNG 🌼


Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya 🙏


Oh iya sambil nunggu kelanjutan kisah Ferrell dan Ranty, aku mau kasih rekomendasi novel dari Kak : Tahtya0316 yang pastinya seru, bikin baper dan ....Pokoknya untuk kalian wajib banget mampir ya, nih aku kasih sinopsis nya dan jangan lupa mampir ya 🤗



Saat pagi menjelang, Sevia terbangun dari tidurnya. Perlahan dia melepaskan tangan kekar yang membelit perutnya. Sevia membalikkan badannya dan mendapati Dave yang sedang tertidur pulas.


Bagaimana nanti jika aku punya anak, apa dia akan bertanggung jawab? batin Sevia.


"Jangan melihatku terus, nanti kamu terjebak dalam pesonaku!" Dave langsung membuka matanya dan mendapati Sevia sedang menatapnya dengan tatapan kosong. "Dengar! Meski kita sudah menikah, tapi kamu jangan berharap banyak padaku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai."


"Kamu bicara seperti itu setelah mendapatkan semuanya dariku? Aku tidak keberatan jika kamu menceraikan aku sekarang juga. Lagipula pernikahan kita hanya siri." Sevia langsung bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi.


Hatinya hancur berkeping-keping mendengar apa yang suaminya katakan. Meskipun benar tidak ada cinta di antara mereka, apa seharusnya Dave mengatakan hal itu setelah dia mengambil harta yang paling berharga dalam hidupnya.


Tidak Sevia! Kamu tidak boleh lemah! Sudah cukup kamu dipermainkan oleh lelaki! Apapun yang terjadi dengan Dave jangan pernah memakai perasaan. Anggap saja semua itu sebagai kewajiban kamu sebagai seorang istri," batin Sevia


Happy reading my renders 🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2