
Seminggu setelah kejadian di kampus , dan seminggu itu pula , Ranty izin dari kegiatan kampus ya.
Howek...howek ...howek
Ranty terbangun dari tidur nya begitu merasakan gejolak diperut nya ,Ranty bergegas ke kamar mandi dengan melilitkan bad cover sebagai penutup tubuhnya yang masih polos setelah tadi malam mereka melakukan olah raga ranjang hingga dini hari .
Untung nya keadaan Ferrell sudah mengenakan celana boxer , meski masih bertelanjang dada . Ferrell yang tidur di samping Ranty pun ikut terbangun ,namun begitu Ranty beranjak dari tempat tidurnya , Ferrell pun mengikuti Ranty ke kamar mandi.
" Sayang ..." panik Ferrell langsung memijat tengkuk Ranty ,membantunya . Ranty yang begitu lemas hingga la tak sanggup berbicara apapun dan terduduk di pangkuan Ferrell .
Ferrell langsung membopong tubuh Ranty , menurunkan nya dengan perlahan ke atas ranjang ,ketika Ferrell hendak mengambil air minum tangan nya di cekal Ranty .
" Mau kemana kak?." rengek Ranty manja.
" Mau ambil air minum sayang ...kenapa hem?." Ferrell kembali mendekat namun Ranty dengan bahasa isyarat menyuruh Ferrell berbaring disampingnya kemudian Ranty mencium pipi Ferrell sebelum kemudian la menelusup kan tubuh polosnya ke pelukan Ferrell .
Ferrell begitu tercengang dengan kelakuan manja Ranty , namun ini yang sangat la suka ,karna hormon kehamilan nya Ranty jadi sering manja dan agresif pada nya.
" Sayang ...kakak mau ambil minum untuk mu dulu kamu pasti haus kan." Ferrell mencoba bernegosiasi agar Ranty bisa melepaskan nya sejenak untuk mengambil minum .
" Kakak mau kebawah pake ini doang hem? mau pamer ini dan ini ke para pelayan begitu!." Ranty mendongak ,berucap sambil mencubit bagian dada dan perut Ferrell,dengan kesal .
" Aww...sakit sayang maaf abis kamu dari tadi muntah-muntah dan aku takut kamu jadi dehidrasi makanya aku panik dan nggak sadar belum pake baju uhh istri ku sudah mulai posesif rupanya " pekik Ferrell kesakitan karna cubitan Ranty detik berikutnya la malah nyengir sambil mencubit hidung Ranty dengan gemas , begitu sadar kalau istrinya saat ini sedang posesif.
"Kakak ..." Ranty merengek karna cubitan Ferrell.
" Ya sudah aku akan ambil baju dan ke bawah untuk mengambilkan mu minum dan lagi jika keadaan mu masih seperti ini aku yakin sayang si junior pasti akan bangun dan aku tahu kamu masih sangat lelah." ucap Ferrell seraya mencium bibir Ranty sekilas kemudian bangkit meski la juga merasa berat melepas pelukan Ranty .
__ADS_1
Ferrell mengambil kaos tanpa lengan kemudian la melangkah keluar menuruni anak tangga menuju dapur .
Seperti perkiraan Ranty semua pelayan wanita melihat kearah Ferrell yang sedang turun hanya dengan mengenakan kaos yang memperlihatkan otot lengan nya saja semua mata pelayan wanita tertuju pada nya apa lagi jika seperti tadi la hanya mengenakan celana boxer nya bisa heboh seisi mansion.
" pagi momm...pagi bi Imah " sapa. Ferrell pada sang mommy dan bi Imah art senior yang sedang menyiapkan sarapan .
" Pagi sayang ...pagi den " balas kompak nyonya Winda dan bi Imah.
" Ranty masih muntah-muntah momm ,aku kasihan liat nya." ucap Ferrell sendu sambil mengambil botol minum untuk di bawa ke kamarnya .
" Ya ampun kasihan sekali menantu ku." ujar nyonya Winda prihatin.
"Maaf den Ferrell ada telfon dari asisten Tomi ,katanya penting ,dari tadi beliau menelfon ke ponsel tuan muda tapi tidak diangkat-angkat." ujar Ria salah satu art di mansion.
" Ya ...terimakasih " jawab Ferrell singkat .
" Nyah ini bibi buatkan air jahe anget buat non Ranty buat pereda mual nyah." bi Imah menyodorkan secangkir wedang jahe untuk Ranty .
" Oh ya bi maksih ya saya kasih ke Ranty sekarang ." nyonya Winda bergegas langsung melesat menuju kamar Ranty dan Ferrell.
" Mommy mana bi ?." tanya Ferrell begitu tak melihat sang mommy .
" Lagi keatas den kasih wedang jahe buat non Ranty ." jawab bi Imah .
Khuuk... khuuk...khuuk
Ferrell yang sedang minum seketika terbatuk saat mendengar sang mommy pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Oh shitt..."
Ia pun bergegas menuju kamarnya guna mencegah sang mommy masuk kedalam kamarnya karna saat ini Ranty pasti masih berbaring dan belum mengenakan apapun.
Cklekk...
" Ranty , sayang ...mommy bawakan wedang jahe sayang kata Ferrell kamu muntah-muntah lagi ya nak ?." nyonya Winda langsung membuka pintu kamar Ranty dan bergegas menghampiri menantunya yang masih terlihat berbaring di ranjang dengan mata terpejam.
Ranty menggeliat begitu mendengar suara yang memanggil namanya , Ranty bangkit dan duduk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang ,dengan bad cover yang melilit di kedua ketiaknya menampakan punggung dan bagian atas dadanya yang terdapat beberapa tanda kemerahan bekas per cin taan nya semalam .
Ranty begitu lemas hingga tak menyadari jika orang yang ada di hadapan nya saat ini adakan sang mommy mertua.
Nyonya Winda terperangah melihat kondisi menantunya la bisa membayangkan betapa Ferrell sangat buas saat melakukan hubungan suami istri.detik berikutnya la pun terkikik...
" Hah mommy ..." Ranty yang kaget buru-buru menutup seluruh tubuhnya dengan bad cover sampai ke ujung kepalanya .
" Udah nggak usah malu sayang ...ini mommy bawakan wedang jahe nak untuk meredakan rasa mual mu diminum ya ...mommy ke bawah dulu siapin sarapan nanti setah kamu bersih-bersih turun ya sayang ,atau kamu mau sarapan di kamar nak ? nanti biar momm suruh art antar ke kamar." ujar nyonya Winda panjang lebar.
" Em ...makasih momm ,dan nanti Ranty sarapan di bawah aja momm " ucap Ranty di balik selimut yang membungkus tubuhnya karna la hanya menampakan kepalanya saja , sungguh Ranty sangat malu dengan keadaan nya saat ini .
" Oh ...ya sudah mommy tunggu ya nak" jawab nyonya Winda sambil mengusap rambut Ranty penuh sayang kemudian berlalu.
Sementara Ferrell terdiam di depan pintu kamarnya la merasa sangat kikuk .
" Ranty sedang mengalami morning sickness jadi jangan kamu tambahin beban nya dengan durasi per cintaan yang terlalu lama sehingga membuat Ranty kelelahan !." ucap tegas nyonya Winda pada Ferrell sang pelaku pembuat tanda kemerahan dan nyonya Winda juga yakin jika putranya ini sangat buas saat ber cinta sampai membuat Ranty sangat kelelahan.
Ferrell mengangguk dan mengantuk tengkuk nya bingung harus menjawab apa perkataan sang mommy .
__ADS_1
Nyonya Winda berlalu dari kamar Ranty la tersenyum-senyum membayangkan keromantisan putra dan menantunya.