
Intip ig ku ya megarisma_89 ada visual Ranty dan Ferrell disana π€
Happy reading ...π₯°β€οΈ
Jederrr ....
Bagai petir di panasnya siang Nyonya Anjani seketika terkulai lemas. Begitupun dengan Tuan Prabu kedua orang tua paruh baya itu terduduk di kursi ruang tunggu.
Tatapan nyonya Anjani kosong seakan tak ber-raga sedangkan tuan Prabu ia terdiam tak sanggup berkata-kata. Membuat pihak polisi dan ibu Laras bingung harus berbuat apa.
"Nyonya, Tuan," ucap ibu Laras seraya memegang pundak Nyonya Anjani.
"Jadi bagaimana keadaannya?" tanya Tuan Prabu lirih
"Maaf Tuan putra Anda tertabrak mobil box karena menyelamatkan saya ia sempat tersadar sebentar kemudian ia menulis sesuatu, dia menulis jika ia ingin mendonorkan jantungnya untuk seorang pasien yang bernama Ferrell Nugraha, putra Anda laki-laki yang hebat Tuan, Nyonya ia menyelamatkan dua nyawa sekaligus dalam satu waktu," hiks ... hiks ... hiks ... Ujar ibu Laras terisak menceritakan apa yang terjadi pada Arkha.
"Pah ... artinya jenazah yang tadi masuk bersama Ferrell ke ruang operasi itu jenazah Arkha putra kita Pah Arkhaaaaa!" huaaaaaaa ... Arkha putra ku Pah putra kita Pah ... hhhaaaaaa ..." tangis histeris nyonya Anjani pecah ia meraung sejadi-jadinya.
"Mah ... tenang, Mah," ucap Tuan Prabu seraya memeluk sang istri menangis dalam diam hanya air matanya saja yang terus menetes.
Langkah Tuan Nugraha terhenti saat melihat Nyonya Anjani dan tuan Prabu. Tuan Nugraha yang baru saja datang ke rumah sakit setelah mengambil beberapa keperluan nyonya Winda. "Ada apa ini pak Prabu?" tanya Tuan Nugraha.
"Arkha Pak, Arkha mengalami kecelakaan dan tidak bisa diselamatkan," ucap tuan Prabu tertunduk sedih.
"Apa?" tuan Nugraha terkejut bukan main.
"Iya Tuan putra Tuan dan Nyonya ini menyelamatkan saya dari kecelakaan dan ia juga mendonorkan jantungnya untuk seorang pasien hari ini putra Nyonya dan Tuan ini sudah menyelamatkan dua nyawa sekaligus Tuan," imbuh ibu Laras.
"Apa pendonor jantung untuk Ferrell itu adalah Arkha? tanya Tuan Nugraha tertegun. Sementara ibu Laras hanya mengangguk membenarkan dugaan Tuan Nugraha. Seketika Tuan Nugraha terdiam kaget tak menyangka jika yang menyelamatkan nyawa putranya adalah Arkha.
"Di mana putra ku? dimana dia?" tanya nyonya Anjani pada posisi.
"Putra nyonya ada di ruang jenazah," jawab polisi tertunduk.
"Pah kita ke sana sekarang! Pah sekarang!" pinta nyonya Anjani sambil mencengkram erat kemeja sang suami.
"Tenang Mah kita akan ke sana." Tuan prabu memapah sang istri melangkah menuju ruang jenazah diikuti Tuan Nugraha, ibu Laras dan pihak polisi dari belakang.
__ADS_1
"Dimana jenazah korban kecelakaan yang baru saja menjalani donor jantung," tanya pak polisi pada petugas penunggu jenazah.
"Mari saya tunjukan ..." jawab sang penjaga ruang jenazah seraya melangkah.
"Itu pak jenazah yang tadi menjalani operasi pendonoran jantung." tunjuk petugas pada salah satu jenazah.
"Arkhaaaaa!" teriak histeris nyonya Anjani berhambur mendekati jenazah sang putra. Nyonya Anjani kemudian membuka perlahan kain penutup yang menutup jenazah Arkha.
"Tidakk Arkha putra ku ... hhhaaaaaa ... aaaahhhhhhh tidak putraku ...." Nyonya Anjani kembali meraung tubuhnya merosot terduduk dilantai. Sementara Tuan Prabu mencoba terus menguatkan sang istri.
"Mah ..." Tuan Prabu tak dapat lagi berkata hanya air matanya saja yang terus menetes. Sementara Tuan Nugraha pun tak dapat berucap.
Tuan Nugraha melangkah meninggalkan ruang jenazah ia ingin memberitahukan kebenaran tentang Arkha pada keluarganya. Kebenaran tentang Arkha yang telah mendonorkan jantungnya untuk Ferrell. "Pak Nugraha, tunggu," ucap Tuan Prabu menghentikan langkah tuan Nugraha.
"Iya pak ..."
"Pak jangan berikan kabar ini pada Ranty, dia masih belum stabil saya takut ia akan syok dengan kabar ini, kita akan pelan-pelan dan mencari waktu yang tepat," ujar Tuan Prabu meminta agar tuan Nugraha tidak mengabarkan berita meninggalnya Arkha pada Ranty.
Tuan Nugraha mengangguk setuju benar apa kata Tuan Prabu. Ranty masih belum stabil ia belum bisa menerima berita-berita buruk.
"Apa Dad, jadi Arkha?" nyonya Winda membekap mulutnya kaget akan kenyataan tentang Arkha yang ternyata telah menjadi pendonor jantung untuk Ferrell. Karena itu artinya Arkha'lah yang telah menyelamatkan Ferrell.
"Iya Mom tapi kita tunggu Rian dan Fany terlebih dahulu," putus tuan Nugraha, ia harus pastikan jika Ranty tak sendiri dirumah sakit.
"Mom, Dad ... Daddy dan Mommy mau kerumah duka? Siapa yang meninggal Mom, Dad?" tanya Ranty penasaran ia sempat mendengar sekilas obrolan Daddy dan Mommy mertuanya.
"Em ... tidak sayang karyawan Daddy keluarganya ada yang meninggal Daddy ingin ke rumahnya untuk berbelasungkawa.
"Em ... kamu istirahat dulu ya sayang Mom dan Dad mau menunggu kak Rian dan Fany untuk menggantikan mom dan dad menunggu kamu dan Ferrell." ujar Nyonya Winda menuntun Ranty untuk berbaring dan menyelimuti tubuh Ranty.
"Salam untuk karyawan Daddy ya turut berdukacita dari ku" ucap Ranty yang di angguki oleh tuan Nugraha.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Pemakaman
Hujan rintik mengguyur seakan menjadi background kesedihan Nyonya Anjani dan Tuan Prabu. Raganya telah tertimbun tanah merah dengan batu nisan bertuliskan Arkhana Prabu Wijaya. Meski begitu ada cintanya tak pernah hilang untuk Ranty, cintanya ia tinggalkan dalam raga Ferrell. Ia benar-benar menunjukan betapa besar rasa cintanya, rasa sayangnya.
__ADS_1
Menempatkan kebahagiaan Ranty di atas segalanya. Nyonya Anjani masih terus terisak, terduduk memegang nisan sang putra.
"Eyang Uti, jangan bersedih Uncle Arkha membawa banyak amal baik di dunia, Uncle Arkha pasti sekarang sudah berada di surga dan bahagia disana," ucap Amayra seraya berjongkok mensejajarkan diri dengan nyonya Anjani.
"Benar sayang, Uncle Arkha pasti sudah bahagia." nyonya Anjani menoleh kemudian tersenyum. Memang benar apa kata bocah cantik itu. Putranya menebar kebaikan diakhir hidupnya. Pasti ia sudah bahagia di surga saat ini.
"Kita pulang ya Uti ..." Amayra menuntun nyonya Anjani membujuknya untuk segera pulang. Meski Amayra masih sangat muda, rupanya sifat dan kedewasaan telah muncul sejak dini.
Sementara tuan Prabu tertegun, melihat bagaimana Amayra bisa membujuk sang istri dengan mudah. Padahal ia sedari tadi selaku gagal membujuk sang istri.
"Boleh kah Amayra ikut kami dulu ke rumah?" pinta tuan Prabu pada tuan Nugraha. Ia berharap kehadiran Amayra mampu menghibur sekaligus membujuk nyonya Anjani untuk makan.
"Silahkan pak jika Anda tak merasa repot," jawab Tuan Nugraha mengiyakan.
"Amayra ikut Eyang Akung dan Eyang Uti ya, hibur dan dan bujuk Uti untuk mau makan hem," Bisik tuan Nugraha pada Amayra.
"Iya Opa ..." jawab Amyara setuju.
Kini giliran semua keluarga memberitahu kebenaran tentang kematian Arkha pada Ranty.
πΌ BERSAMBUNG .... πΌ
Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya π
Aku sungguh-sungguh terharu pada kalian yang mau memberikan komentar' yang pastinya jadi semangat buat aku π
Ok sambil nunggu kelanjutan kisah Ferrell dan Ranty, aku mau kasih rekomendasi novel dari Kak : Ummi Asya yang pastinya seru, bikin baper dan ....Pokoknya untuk kalian wajib banget mampir ya, nih aku kasih sinopsis nya dan jangan lupa mampir ya π€
Blurb : Terjerat cinta duda hot
Kirana Prameswari adalah seorang mahasiswa akhir, dia membutuhkan biaya untuk mengerjakan skripsinya yang selalu di tolak oleh dosen pembimbingnya. Seorang teman memberinya sebuah pekerjaan sebagai guru les privat dari anak seorang konglomerat.
Kirana pikir anak yang akan di les privat olehnya adalah usia sekolah dasar, tapi ternyata anak tiga tahun. Dan lebih kagetnya lagi ayah dari anak yang di les privatnya itu seorang duda tampan dan seksi.
Bagaimana Kirana menghadapi ayah dan anak itu? Apakah dia akan terjerat pesona sang duda?
__ADS_1
Yuk kita kepoin ceritanya..
Cuss penasaran langsung mampir ya π€