Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 96


__ADS_3

Pergerakan cepat dari Nyonya Winda dan Fany, yang langsung menemui Safira di sanggar tempat sang cucu mengikuti les tari.


Fany dan Nyonya Winda, langsung menemui pimpinan sanggar UDW, guna menanyakan sosok wanita yang bernama Safira, yang diduga adalah Ranty.


" Selamat siang Nyonya Winda, nona Fany apa kabar? silahkan duduk "


Sapa Bu Friska, selaku pimpinan sanggar UDW, la begitu terkejut, mendapati Nyonya Winda dan Fany yang datang dan menemuinya, karna biasanya baik nyonya Winda maupun Fany hanya akan menunggu Amayra di gedung atau ruang tari, dan sekarang Nyonya Winda malah khusus datang ke ruangannya, dan menemuinya secara pribadi.


" Terimakasih, Bu Friska." jawab Nyonya Winda seraya mendudukan dirinya di sofa, ruangan tersebut.


" Nyonya Winda menyempatkan datang dan menemui saya secara pribadi, pasti ada sesuatu hal yang sangat penting."


" Begini Bu Friska saya ingin menemui guru tari baru, em...siapa ya namanya--"


" Safira Mommy "


" Ah iya Bu namanya Safira."


" Oh...Nona Safira, em... sebentar ya Bu saya akan menghubungi Bu Sekar, untuk memanggil nona Safira."


" Iya Bu ...."


Bu Friska kemudian menghubungi Bu Sekar, untuk memanggil Safira, ke ruangannya. meski dalam hati Bu Friska mempunyai banyak tanda tanya sekaligus rasa penasaran, namun la sungguh tak berani bertanya, lebih jauh.


Tok... tok...tok...


" Masuk...." ucap Bu Friska mempersilahkan.


Jantung Nyonya Winda berdegup kencang, sambil memandang daun pintu yang hendak terbuka.


" Maaf permisi Bu, Ibu memanggil saya? sapa wanita berparas cantik, yang masih memakai pakaian leotard, ( pakaian balet ).


" Silahkan duduk nona Safira." lagi-lagi hanya Bu Friska yang angkat bicara. karna Nyonya Winda dan Fany tetap bergeming, seraya menatap Safira, tanpa berkedip.


Nyonya Winda dan Fany benar-benar terkejut melihat sosok wanita yang ada dihadapan mereka kemiripan wajah dan keseluruhan nya hampir seratus persen, membuat Nyonya Winda, tertegun, air matanya tak sanggup lagi la bendung.


" Ada apa ya Bu...." tanya Safira pada Bu Friska seraya melempar senyum ramah pada Nyonya Winda dan Fany, Safira terheran melihat reaksi dua wanita beda generasi itu, 'Siapa wanita ini mengapa menatapku begitu?' Safira membatin.


" Maaf Nyonya Winda, apakah nona Safira yang ini, yang anda maksud?" tanya Bu Friska pada Nyonya Winda, namun tak ada respon sama sekali dari Nyonya Winda, yang ada hanya air mata yang terus saja luluh lantak di pipinya.


" Momm...." Fany menyentuh punggung tangan Nyonya Winda, yang seketika membuat Nyonya Winda tersadar.


" Ah...iya Bu Friska, em... maaf " Nyonya Winda menghapus air matanya kemudian mengusap pipinya yang terasa basah.


" Ekhm... maaf em nak Safira, perkenalkan saya Winda Nugraha, dan ini menantu saya sifany Larasati." Nyonya Winda bergetar kala memperkenalkan diri, rasa nya air matanya kembali akan tumpah.


" Safira Prabu Wijaya,..." jawab Safira memperkenalkan diri.


" Emm maaf ...." Nyonya Winda melangkah pergi meninggalkan ruangan, dengan derai air mata, rasanya Ia benar-benar tidak sanggup berhadapan dengan Safira, la takut tak bisa menahan diri.


" Maaf Bu Friska, nona Safira saya permisi." ucap Fany berpamitan la keluar dan sedikit berlari mengejar Nyonya Winda.


Safira dan Ibu Friska saling berpandangan, mereka begitu heran dengan sikap aneh kedua wanita yang baru saja ia temui.


" Sebenarnya ada apa Bu, dan siapa mereka ? tnya Safira pemasaran.


" Em...mereka adalah Oma dan Aunty nya Amayra, saya juga tidak mengetahui, ada apa mereka mencari anda nona"

__ADS_1


Safira hanya manggut-manggut kemudian berpamitan untuk kembali mengajar.


Nyonya Winda masih saja terisak, kini mereka berada di dalam mobi.


" Mommy... sebaiknya mommy pulang ya biar aku yang jaga Amayra sampai dia selesai, aku juga harus menemui wanita yang bernama Safira Mom, biar bagaimanapun, aku harus mendapatkan sampel rambutnya, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi Mom."


Ucapan Fany seketika membuat nyonya Winda terdiam. iya, benar apa yang Fany katakan ini harus secepatnya diungkap.


" Iya sayang kamu benar, baiklah Mommy pulang ya, kabari Mommy jika kamu sudah mendapatkan, apa yang kita perlukan."


" Iya Mom, percaya sama aku, dan Mommy jangan sedih lagi ya, kita pasti akan berkumpul lagi bersama Ranty Mom."


Fany kembali ke dalam gedung sangar UDW, la menunggu Amayra hingga selesai.


Hingga satu jam kemudian Amayra sudah selesai dengan kelas baletnya. dari kejauhan Amayra melihat Aunty nya sedang menunggu kemudian la berlari menghambur ke arah Fany.


" Hei princess, uhhh keringetan, ihh bau acem juga ternyata" gada Fany pada Amayra.


" I don't smell sour, auntie, I smell good" Amayra merenggut, saat dirinya diikatai bau asem, oleh Fany.


Fany mengacak rambut Amayra gemas. keponakannya ini memang pandai sekali menjawab.


" Sebentar ya Aunty, mau menemui kak Safira dulu, Amyra ganti baju dulu ya."


" Ok Aunty...."


Fany melangkah menghampiri Safira, la ingin lebih dekat melihat dan meneliti wanita yang sangat mirip dengan Ranty tersebut, Fany juga berencana ingin mengambil beberapa helai rambut Safia, untuk melakukan tes DNA meski Daddy Nugraha, sudah merencanakan nya bersama Ferrell, namun Fany ingin secepatnya, melakukan tes DNA tersebut.


" Hai nona Safira..." Safa Fany begitu sampai di hadapan Safira.


" Hai nona...." fikir Safira yang lupa dengan Fany.


" Oh sorry, iya anda yang tadi bersama Nyonya yang ada di ruangan Bu Friska, Aunty nya Amayra iyakan?"


" Iya benar sekali nona Safira, em... maafkan Mommy mertua saya ya, em...dia hanya merindukan putrinya yang telah lama menghilang "


" It's ok nona Fany, tapi mengapa beliau sampai menangis melihat saya?"


" Em...itu karna nona Safira begitu mirip dengan putrinya." jawab Fany sendu, dengan wajah murung.


" Benarkah? em... maaf ...." kaget Safira ketika mengetahui dirinya, menjadi penyebab Nyonya Winda bersedih.


" Hey... tidak masalah, Mommy juga sudah mengerti beliau hanya, kaget saja tadi." ucap Fany seraya menelisik, dan berfikir bagaimana caranya mendapatkan rambut Safira.


" Aunty...aku sudah siap" ucap Amayra yang telah selesai berganti pakaian, menghampiri Fany dan Safira.


" Oh ok sayang...." jawab Fany dengan wajah bingungnya , disatu sisi Amayra sudah siap untuk pulang, disatu sisi la belum mendapatkan ide untuk mendapatkan rambut Safira.


" Ok nona Fany, Amayra aku ganti baju dulu, bye...." Safira berlalu meninggalkan Amayra dan Fany.


" Huhh... sayang bagaimana ini?"


" Apanya Aunty ?


" Kemari...." Fany kemudian membisikan sesuatu pada Amayra.


" Oh kenapa tidak katakan dari tadi Aunty, em...sebentar." Amayra menaik turunkan alisnya, la memang anak yang cerdas, sehingga dengan mudah mengerti apa yang Fany maksud.

__ADS_1


Amayra Kemudian mengeluarkan permen karet dalam tasnya kemudian mengunyahnya dengan cepat, kemudian berlari menghampiri Safira yang masih berada tak jauh darinya dan Fany.


" Kak peri cantik...." panggil Amayra, sambil berlari menghampiri Safira, Amayra bahkan pura-pura hendak terjatuh sehingga, Safira membungkuk dan meraih tubuh Amayra.


Kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Amayra bocah cerdas itu langsung menempel kan permen karet yang tadi telah la kunyah ke rambut Safira yang kebetulan sudah digerai nya tadi.


" Hei, hati-hati sayang...kenapa? apa ada yang ingin Amayra sampaikan? tanya Safira.


" Em... apakah kakak bisa datang Sabtu besok untuk makan malam di rumah ku, em...nilai ulangan ku tinggi jadi Oma dan Opa mengadakan sedikit perayaan, aku boleh mengundang teman-teman ku jadi, aku putuskan untuk mengundang kakak, bagaimana apa kak Safira bisa datang." ucap Amayra panjang lebar sambil sesekali memberi kode pada Fany.


Fany tersenyum sumringah, melihat akal licik keponakan nya ini, la pun menghampiri Safira dan Amayra guna melancarkan, rencana selanjutnya.


" Maaf ya nona Safira atas permintaan Amayra."


" Oh tidak masalah nanti akan saku kabari lagi ya sayang jika, waktu ku kosong dengan senang hati aku akan datang.


" Eh...maaf nona Safira sepertinya ada kotoran di rambutmu, biar aku ambilkan."


" Eh...di mana?


" Ini, wah ada permen karet yang menempel di rambutmu, tunggu biar aku bersihkan."


" Hah kok bisa ya..." Safira terheran kenapa bisa ada permen karet yang menempel di rambutnya.


" Sepertinya ini harus di gunting sedikit." ucap Fany seraya tersenyum samar.


Safira hanya mengangguk pasrah la tahu betapa lengketnya permen karet jika sudah menempel.


" Fany mengeluarkan gunting kecil yang memang sudah la siapkan sejak dari rumah.


" Sudah..." Fany memperlihatkan, potongan rambut, Safira yang sudah la gunting sedikit, dan benar saja terdapat permen karet disana.


" Sini biar aku ya buang" Amayra mengambil alih kemudian berlari menuju tempat sampah, untuk berpura-pura membuang potongan rambut Safira.


Amayra langsung memasukan potongan rambut Safira ke plastik kecil kemudian memasukkannya ke dalam tas ranselnya.


" Aunty ayo aku sudah lelah, kita pulang sekarang."


" Oke sayang, sebentar em... nona Safira bisa aku meminta no ponselmu?


" Ah iya sebentar...."


Mereka saling bertukar nomor telepon, kemudian Fany dan Amayra, melangkah pergi meninggalkan Safira.


" Bye Kaka peri cantik... jangan lupa kabari aku ya jika kakak cantik bisa datang." teriak Amayra lagi sambil berlalu pergi.


πŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’ž


" Yes... kita sudah mendapatkan nya Aunty" Amayra berucap girang sambil menunjukan sampel rambut Safira, setelah mereka berada di dalam mobil.


" Uhh... keponakan Aunty memang selalu bisa diandalkan, ok kita TOS dulu "


" Yeyyyyy berhasil !!" teriak riang keduanya lalu saling berpelukan.


# Bersambung....#


Hayo bagaimana kelanjutan nya, apa benar Safira adalah Ranty, dan apakah Safira akan kembali mengingat cintanya dan kehidupan nya sebelumnya, ets ....tak semudah itu Ferrell 😁🀭 nikmati dulu karma mu...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejakkalian ya sebagai dukungan buat aku, like , comen, hadiah dan vote nya πŸ₯°β€οΈ


Love all my renders ❀️πŸ₯°


__ADS_2