
Tawa canda Ferrell, Ranty dan Amayra seketika terhenti ketika mendapati nyonya Anjani yang datang tepat dihadapan mereka.
Sementara Nyonya Winda menyusul dibelakang. Nyonya Winda terdiam melihat apa yang akan dilakukan oleh nyonya Anjani selanjutnya.
"Eyang Uti, Eyang Akung ...." panggil Amayra seraya mendekat memeluk kedua orang tua paruh baya itu.
"Sayang apa kabar?" ucap Nyonya Anjani membalas pelukan Amayra. Terhitung sudah dua hari sejak terakhir kali Amayra menginap di rumahnya. Membuat Nyonya Anjani begitu merindukan bocah cantik itu.
"Baik Eyang Uti," ucapnya seraya melerai pelukan mereka.
"Amayra nggak kangen Sama Akung?" ucap Tuan Prabu seolah-olah merasa cemburu karena sedari tadi Amayra hanya sibuk berbicara pada sang istri.
"Ya ampun tentu saja sama Akung juga, Amayra rindu." Amayra berkata seraya menepuk keningnya kemudian bergerak memeluk Tuan Prabu.
Sementara Ranty dan Ferrell terdiam menyaksikan bagaimana kedekatan putrinya dengan orang tua Arkha. Dalam benak mereka bertanya kapan mereka menjadi sedekat itu.
Amayra lalu menggandeng tangan Tuan Prabu dan Nyonya Anjani mendekat kepada Ferrell dan Ranty. Seketika Nyonya Anjani terpaku meneteskan air mata. Tanpa sadar kini Nyonya Anjani membungkuk dan langsung memeluk tubuh Ferrell. Dengan derai air mata Nyonya Anjani tak lepas memeluk Ferrell.
Nyonya Winda sigap mengajak Amayra pergi menjauh dari tempat itu. Nyonya Winda ingin memberi kesempatan pada nyonya Anjani untuk mengungkap semua kebenaran yang ada. Karena mau tak mau fakta memang harus terungkap.
Sementara, Ferrell terdiam menerima pelukan hangat dari Nyonya Anjani. Sementara Nyonya Anjani terus terisak dalam diam. Sebelum datang ke rumah sakit Nyonya Anjani dan Tuan Prabu sudah mempersiapkan diri untuk memberi tahukan kebenaran tentang Arkha yang telah mendonorkan jantungnya pada Ferrell.
Mereka juga sudah lebih dulu berkonsultasi dengan Prita Mulyasari dokter kandungan yang menangani Ranty. Mereka meminta pendapat tentang kondisi Ranty apakah Ranty sudah bisa diberi tahu prihal fakta tentang Arkha. Dokter Prita berkata jika kondisi Ranty sudah jauh lebih baik seminggu ini. Semenjak operasi Ferrell dinyatakan berhasil.
Kondisi Ranty sudah mulai membaik kandungannya pun sudah semakin kuat. Jadi seluruh anggota keluarga juga sudah menyetujui akan keputusan nyonya Anjani yang akan memberi tahukan prihal Arkha. "Mah,..." Panggil Ranty seraya mengelus pundak Nyonya Anjani.
__ADS_1
"Ada apa mah kenapa Mamah--" Ranty tak melanjutkan ucapannya meras bingung dengan situasi yang sedang terjadi.
"Sayang ada hal yang ingin Mamah dan Papah bicarakan dengan kalian berdua, rasanya Mamah sudah tak sanggup lagi menyembunyikan ini dari mu Nak" tutur Nyonya Anjani dengan derai air mata yang seakan tak pernah surut membasahi pipinya.
"Hal apa Mah? Tentang apa?" tanya Ranty seolah tak sabar, perasannya mendadak menjadi tidak karuan.
"Pah ... Papah saja yang bicara ya Ma-mamah tidak sanggup Pah," ucap Nyonya Anjani yang kini terisak di pelukan suaminya.
"Huhh ... begini sayang ini mengenai Arkha ... Arkha mengalami kecelakaan sayang—" belum selesai Tuan Prabu menceritakan tentang Arkha Ranty sudah lebih dulu histeris dan langsung menanyakan keberadaan Arkha.
"Apa! Abang kecelakaan di mana dia sekarang Mah, Pah bagaimana keadaan nya? Di-dia baik-baik saja kan Mah, Pah?" tanya Ranty menggebu tangisnya pecah Ferrell menenangkan Ranty membawanya ke dalam pelukannya.
"Sutttt tenang sayang Arkha pasti baik-baik saja hem," ucap Ferrell seraya mengelus dan mencium kening Ranty yang masih dalam pelukannya.
Namun, Nyonya Anjani tetap bergeming. Membuat Ranty seketika terhenti dan menoleh memandang wajah Nyonya Anjani. Tangis Nyonya Anjani kembali pecah melihat reaksi Ranty yang begitu kacau. Bagaimana pun Arkha adalah sosok pria yang pernah mengisi hatinya saat dia lupa segalanya. Arkha lah yang hadir sebagai pelindungnya.
Ranty juga sempat mencintai Arkha saat dia amnesia. Nyonya Anjani menjadi bingung harus bagaimana menyampaikan kabar yang mungkin akan lebih menyakitkan.
"Mah, ada apa? Pah kenapa Mamah sama Papah diam ada apa sebenarnya? Jangan bilang kalau—" Ranty membekap mulutnya memikirkan hal buruk yang melintas dalam pikirannya. Ranty menggeleng Solah menepis hal buruk yang telah ia pikirkan.
"Iya sayang ..." seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Ranty Nyonya Anjani mengiyakan apa yang ada dalam pikiran Ranty.
"Nggak! nggak mungkin i-ini pasti salah Mah ini nggak bener kan Mah, Pah jawab Aku!" Ranty histeris terisak apa yang ia takutkan terjadi.
"Iya sayang di hari Ferrell kritis ia pergi untuk menunaikan shalat Jumat, dia kecelakaan setelah menyelamatkan seorang Ibu-ibu yang hampir tertabrak truk, alhasil Arkha'lah yang tertabrak, kemudian sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia menuliskan agar jantungnya di donor kan untuk Ferrell" hiks, hiks, hiks ... Nyonya Anjani terisak pilu menceritakan apa yang terjadi pada Arkha.
__ADS_1
Ranty dan Ferrell terkejut mereka kompak terdiam. Ranty jatuh terkulai dengan tatapan kosong. Sementara Ferrell pun sama ia terdiam tak menyangka jika yang menyelamatkan nyawanya adalah Arkha, jantung yang sekarang berdetak dalam dirinya adalah jantung milik Arkha.
"Antar kan aku ke makam Abang mah Pah," pinta Ranty pada Tuan Prabu dan Nyonya Anjani dengan suara lirih serta tatapan yang masih kosong.
"Sayang kita sama-sama ke sana ya ..." ucap Ferrell yang juga ingin menengok makam Arkha.
🌼 BERSAMBUNG ....🌼
Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya 🙏
Aku sungguh-sungguh terharu pada kalian yang mau memberikan komentar' yang pastinya jadi semangat buat aku 😘
Nah sambil nunggu kelanjutan cerita Ferrell dan Ranty seperti biasa nih aku akan kasih rekomendasi novel keren karya temen ku. Kali ini ada novel dari : Kak AYI 🤗
Cinta Sendiri
Blurb :
Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.
Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.
Apakah cintanya akan berbalas?
__ADS_1