
Dikamar yang gelap Ranty mendudukkan dirinya di pojok kamar dengan menekuk kedua lututnya menyembunyikan wajahnya , sekarang la hanya ingin menangis sesenggukan sungguh la merasa sangat insecure tiap kali Ferrell menolak untuk mengakuinya , apa la terlalu berlebihan entah lah namun sisi lain dirinya berkata wanita memang butuh pengakuan dan kepastian.
"Hiks ...hiks...hiks... " tangis Ranty tanpa kata.
Ferrell yang sudah sampai di depan pintu kamar mereka pun sejenak mengambil nafas panjang menenangkan dirinya sebelum masuk.
Ferrell membuka pintu dan mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Ranty Ferrell masuk kemudian menutup pintu menyalakan lampu ,terlihat sosok Ranty di pojok ruangan dengan posisi masih meringkuk memeluk lutut dan membenamkan wajahnya di sana, perlahan Ferrell mendekatkan diri dan berjongkok mensejajarkan diri dengan Ranty , tanpa kata Ferrell langsung membawa Ranty dalam dekapan nya ,memeluk erat tubuh Ranty .
"Kenapa kak ...kenapa begitu sulit mengakui hubungan kita ,a--ap aku sangat tidak pantas untuk kakak hiks ...hiks...hiks..." tangis Ranty diiringi ungkapan hatinya yang sangat pilu terdengar.
" Shutt ...kamu cintanya kakak ,cuma kamu yang ada di hati kakak , cuma kamu yang pantas untuk kakak ,semua ini bukan karna kamu tidak pantas sayang ,tapi situasi yang Memang belum berpihak pada kita ,maaf karna sudah menyembunyikan mu,kau tahu keputusan yang selalu aku sesali ialah menyembunyikan mu sampai situasi menjadi sesulit ini sungguh aku menyesal."
Ferrell berucap sungguh-sungguh la merasa sakit melihat kesedihan Ranty saat ini, memang dulu la lah yang mengambil keputusan untuk menyembunyikan pernikahannya .
Namun saat ini la menyesalinya,jika la tahu akan mencintai Ranty pada akhirnya , mungkin la tak akan mengambil langkah menyembunyikan Ranty. di saat la ingin mengungkap pernikahan nya la malah kembali terjebak dengan Cecil,dan terpaksa melakukan rekayasa percintaan , penyesalan nya makin bertambah saat situasi makin sulit saat Ranty di cintai laki-laki lain.
Ranty makin sesenggukan di pelukan Ferrell la tak lagi berkata hanya menangis menyalurkan rasa kecewa,sedih dan amarahnya lewat air mata , belum reda kesedihan dan tangisannya nyonya Winda datang dengan perasaan cemas .
" Sayang...Ranty " panggil nyonya Winda .
Ferrell dan Ranty kompak saling mendongak .
__ADS_1
" Sayang ...bunda mu nak...bunda ...hiks...hiks...hiks..." sambil terisak nyonya Winda menghampiri Ranty dan Ferrell.
" Ada apa dengan bunda momm..." Ranty langsung melerai pelukan Ferrell dan menatap nyonya Winda dengan raut wajah gundah.
" Bunda mu ...bu-nda mu kritis nak" meski sulit akhirnya kata itu terlontar juga dari bibir nyonya Winda .
" Nggak mommy ... bunda !!." Ranty makin terisak.
" Mom...kenapa dengan bunda " Ferrell bertanya seraya membawa kembali Ranty ke dalam pelukan nya .
" Tadi mommy dapet telfon dari rumah sakit di Singapur katanya bunda Alya kembali drop Rell..." jelas nyonya Winda.
" Kita ke sana sekarang momm" ajak Ranty tak sabar.
" Sayang kita siap-siap dulu ya ." sambung Ferrell .
*
*
*
__ADS_1
*
*
Rumah Sakit Mount Elizabeth.
Keluarga tuan Nugraha sudah sampai di rumah sakit mereka langsung menuju ruang ICU tempat dimana bunda Alya di rawat terlihat dokter Erwin dokter asal Indonesia yang di tugas kan tuan Nugraha untuk menjaga bunda Alya baru saja keluar dari ruangan tersebut ,la nampak lesu .
" Kalian bisa masuk kedalam " sambil menunduk dokter Erwin mempersilahkan seluruh anggota keluarga Nugraha masuk ke ruangan dimana bunda Alya di rawat .
Ranty, nyonya Winda dan tuan Nugraha langsung bergegas masuk sementara Ferrell,yang merasa curiga pun akhirnya bertanya .
" Om ...ada apa ?." Ferrell merasa ada yg tidak beres dengan menyuruh seluruh anggota keluarga masuk ,karna biasanya hanya satu orang yang diperbolehkan masuk , atau bergantian .
" Maaf Rell sepertinya nyonya Alya sudah tak bisa lagi bertahan." jelas dokter Erwin.
Dan benar saja setelah dokter Erwin berucap terdengar jerit tangis Ranty yang mengema .
" Bundaaaaa..!!! , nggak bunda jangan tinggalin Ranty bundaaa ,Ranty nggk mau sendiri bunda ... bunda bangun Bun...bundaaa ...". jerit Ranty terisak seketika Ranty merosot untung saja Ferrell sigap menangkap tubuh Ranty .
Sementara nyonya Winda tak kalah syok ,la menangis sesenggukan di pelukan tuan Nugraha.
__ADS_1
Hari dan malam yang begitu menyiksa bagi Ranty ,dua kesedihan menyerang nya sekaligus ,seolah menguji tingkat kesabaran nya .kini tak ada lagi ayah atau pun bunda, cinta pertama dan muara kasih nya sudah pergi yang hanya meninggalkan sejuta kenangan .