Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 104


__ADS_3

Pembuatan Vidio klip SMOKE akan dilaksanakan besok pagi. Safira, Laura dan teman-temannya sudah mempersiapkan dance terbaik mereka. Sejak satu minggu lalu. Safira dan teman-temannya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka sangat antusias, menjadi pengiring dance seorang Ferrell Nugraha, yang pastinya akan membuat nama mereka dikenal dan diperhitungkan.


Begitu juga dengan Ferrell, bedanya jika semua orang mempersiapkan performa mereka agar tampil masksimal, Ferrell justru sedang menyusun strategi bagaimana cara agar semakin dekat dengan Safira. la menempatkan Safira pada baris paling depan dan sekligus menjadikannya pasangan dancenya. Meski yang lain sempat curiga namun, Ferrell beralibi jika la tak ingin bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya.


Alibi yang diberikan Ferrell membuat semua membenarkan ucapan Ferrell dan lagi-lagi semua memuji sikap sopan dari seorang Ferrell Nugraha. Membuat Laura semakin mengagumi sosok Ferrell, ia merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu dance yang akan mengiringi Ferrell, meski sempat kecewa karena bukan ia yang terpilih menjadi dance utama.


Seperti yang sudah Ferrell rencanakan untuk terus membuat Safira dekat dengannya. Seperti itulah yang terjadi saat ini. Dimana Ferrell memanfaatkan keadaan dengan sebaik mungkin.


Safira dan Ferrell berdance dengan sangat intens dan intim. mereka berpelukan, dan bersentuhan menatap satu sama lain. Ferrell yang mengenakan kemeja dengan kancing yang dibiarkan terbuka memperlihatkan dada bidang dan otot perutnya yang sixpack.


Sedangkan Safira ia mengenakan, dress hitam selutut dengan belahan paha yang cukup tinggi dan model lengan satu tali membuat kesan sexy pada tubuh proporsional Safira. Otomatis jika Safira dan Ferrell berpelukan maka Safira langsung menyentuh kulit dada bidang Ferrell. Membuat Safira beberapa kali menjadi salah tingkah.


Ferrell bernyanyi seraya memeluk Safira menatapnya penuh cinta, bahkan ia mengecup pipi Safira penuh dengan penuh rasa. Safira sempat terkejut namun, tetap beraksi tenang. Pasalnya pada skenario tidak ada adegan Ferrell menciumnya.


Safira merasakan degup jantungnya yang seketika menggila. la seperti mersaakan sesuatunyang lain dalam jiwanya. Tubuhnya tidak sama sekli menolak apapun sentuhan yang diberikan oleh Farrell. Namun, akal sehatnya sempat berfikir jika apa yang ia raskan hanyalah rasa rindunya terhadap sang kakak.


' Perasaan apa ini mungkinkah ini semua karena di masa lalu hubungan ku begitu dekat dengan kak Ferrell'


Batin Safira menerawang masa lalu nya dengan Ferrell dulu. sekelebat bayangan-bayangan masalalunya berputar. Safira merasakan sedikit pening di kepalanya. la bahkan sempat memegangi kepalanya sebentar. Untunglah tidak begitu terlihat di kamera karna saking banyaknya dancer yang mengiringi hingga pergerakan kecilnya tertutupi oleh dancer yang lain.

__ADS_1


Sementara Arkha nampak tercengang dan mengepalkan tangannya emosi melihat Ferrell yang dengan seenaknya mencuri kesempatan-kesempatan.


" Aduh kakak ... kamu nakal ya cari kesempatan deh ah" Tomi berucap tepat disebelah Arkha dengan nada di buat gemulai untuk mengejek Arkha. Arkha menatap tajam pada Tomi, sementara Tomi tersenyum sinis.


Proses pembuatan video klip selesai. segenap kru dan tim yang bertugas serta para dance tersenyum puas, dengan hasil kerja keras mereka. jika semua puas melihat hasil Vidio klip lagu SMOKE yang begitu memukau, lain halnya dengan Ferrell yang merasa puas karena disepanjang pembuatan video klip, ia begitu intens dan intim berinteraksi dengan Safira.


" Safira ... apa kau lelah?" tanya Ferrell memperhatikan gelagat Safira yang terlihat pucat dan sesekli meringis seperti menahan rasa sakit.


" He em kak ...kepalaku rasanya sakit" bukk ... Safira terjatuh pingsan Ferrell panik ia tak sempat menangkap tubuh Safira karena kejadiannya begitu cepat.


" Safira bangun sayang ...." Arkha menghampiri Safira dan menghempaskan tangan Ferrell yang hendak meraih tubuh Safira.


" Minggir brengsek ...." Ferrell tak mau kalah ia mendorong tubuh Arkha saat pria itu ingin menggendong Safira, hingga terjengkang.


" Stop ... ngapain kalian berdua malah berantem hah ... kita bawa Safira sekarang !" tegas Tomi kemudian memberi kode pada Ferrell untuk cepat menggendong Safira.


Dengan langkah cepat sambil menggendong Safira. Ferrell langsung menuju ke dalam mobil, Ferrell duduk di belakang sementara Tomi mengemudikan mobil Ferrell. Sementara Arkha mengikuti mobil Ferrell dari belakang.


Empat puluh lima menit, mereka telah sampai di rumah sakit. Dokter Jhon yang sudah di telfon oleh Ferrell sudah bersiap untuk memberikan pertolongan kepada Safira. " Kenapa dia bisa pingsan seperti ini? apa yang sudah terjadi ?" cecar dokter Jhon pada Ferrell.

__ADS_1


Pasalnya Safira sudah menjalankan terapi dan sudah menunjukan lima puluh persen kemajuan. " Sepertinya tidak ada yang memicu ingatannya dok" ujar Ferrell menjelaskan. " Saya harap anda lebih bersabar lagi karena proses terapi yang sedang Safira jalani itu sudah menunjukan kemajuan, jadi bersabarlah dan jangan memaksanya untuk mengingat." jelas dokter Jhon.


Deg ... jantung Arkha seakan mencelos mendengar bahwa Safira sudah di terapi. Artinya ingatan Safira akan kembali, apakah nantinya cintanya juga akan kembali pada Ferrell. seketika Arkha mebayangankan Safira kembali pada Ferrell, membuat Arkha menjadi emosi.


la belum sanggup dan tak akan pernah sanggup kehilangan Safira. " Aku akan membawa Safira pulang ke rumahku, aku tidak akan lagi membiarkan dia dalam bahaya, karena jika terus bersamamu Safira akan selalu tersakiti." Arkha berucap sambil melempar tatapan tajam pada Ferrell.


" Jangan pernah bermimpi !! kau bukan takut Safira dalam bahaya, aku tahu betul jika yang kau takutkan adalah ingatan Safira yang kembali dan bukan cuma ingatannya tapi juga cintanya pada ku akan ikut kembali, dan aku pastikan hal itu akan terjadi !" ucap Ferrell tak kalah sinis dan dingin.


Nyonya Winda bergegas menghampiri Ferrell. Ia langsung datang ke rumah sakit begitu mendapatkan kabar dari Tomi tentang kondisi Safira. " Rell ... bagaimana keadaan Safira?" cecar Nyonya Winda.


"Mom ...Safira masih ditangani di dalam" ujar Ferrell. Nyonya Winda langsung masuk kedalam melihat keadaan Safira. Dokter Jhon sempat menyuruhnya keluar namun, nyonya Winda memaksa untuk tetap menemani Safira didalam


Dokter Jhon pasrah atas keras kepala nyonya Winda, kemudian mengizinkannya berada di dalam.


Safira membuka kelopak matanya dan melihat sekeliling, tatapannya tertuju pada nyonya Winda. Tiba-tiba saja air matanya meluncur. " Mommy..." Safira memanggil Nyonya Winda, sontak membuat Nyonya Winda langusng berhambur memeluk Safira.


" Mom ... aku kangen" Isak Safira dalam pelukan nyonya Winda. Ada hal yang berbeda yang dirasakan nyonya Winda pada Safira. Entahlah ia juga tak ingin berharap terlalu banyak. Namum, sikap Safira memang tidak seperti bisa, Safira seperti begitu merindukannya.


\# **BERSAMBUNG....\#

__ADS_1


Jangan bosen ya untuk selalu mendukung ku, sungguh aku tak akan bisa seperti ini tanpa kalian ... tetap dukung aku ya like, komen, hadiah dan vote kalian sangat berarti buat ku 🤗


Love you all my renders ❤️🥰** ....


__ADS_2