
Malam yang dinanti keluarga tuan Gerald Wilson pun tiba dimana mereka akan mengadakan kunjungan ke tempat keluarga tuan Nugraha guna membicarakan niat mereka yang ingin melamar Ranty menjadi istri Devano ,kunjungan yang mereka rencanakan setelah 100 harian bunda Alya harus mereka percepat Karana sebuah gosip yang mengatakan bahwa Ranty telah hamil dan itu karna Devano ,mau tak mau membuat nyonya Inggrid mempercepat rencana mereka .
" Assalammualaikum ... " sapa nyonya Inggrid dan tuan Gerald begitu pintu mansion telah dibuka oleh pak Frans .
" Waalaikumsalam ..." jawab kompak tuan Nugraha dan nyonya Winda.
Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan .
" Silahkan duduk mas, jeng." nyonya Winda mempersilahkan tuan Gerald dan nyonya Inggrid .
" Ranty mana jeng.?" tanya nyonya Inggrid ,mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Ranty
" Masih di kamar jeng, nanti sebentar lagi keluar ." ucap nyonya Winda.
" Lagi dandan ya ...atau dia malu mau ketemu calon mertua ,padahal nggak perlu dandan dia udah cantik loh jeng." seloroh nyonya Inggrid .
" Heheh ...Iya namanya juga perempuan jeng ." nyonya Winda tersenyum kikuk menanggapi ucapan nyonya Inggrid.
"Assalammualaikum mom...dad." sapa Ferrell begitu la sampai di ruang tamu ."
" Waalaikumsalam ..." jawab kompak semua orang yang ada diruang tamu .
" Eh ada Tante Inggrid dan om Gerald ,malam om Tante ..." sapa Ferrell kemudian saat sudah melihat tuan Gerald dan nyonya lnggrid.kemudian Ferrell menyalami punggung tangan nyonya Inggrid dan tuan Gerald bergantian .
" Eh iya sayang kamu sudah pulang nak " ucap nyonya Inggrid.
" Sudah Tan ...kebetulan sudah tidak ada kerjaan lagi jadi aku putuskan untuk pulang." Ferrell berkata seraya mencium tangan kedua orang tuanya.
Sesaat kemudian Ranty keluar dari kamarnya ,la mengenakan dress sederhana di bawah lutut ,meski makeup dan baju yang la kenakan namun Ranty tetap terlihat cantik .
" Malam Tante om ..." sapa Ranty pada nyonya Inggrid dan tuan Gerald.
__ADS_1
" Malam sayang...ini loh pah...Ranty yang cantik calon mantu mamah ." nyonya Inggrid langsung menuntun tangan Ranty untuk duduk di sampingan di apit oleh nyonya Inggrid dan tuan Gerald.
Nyonya Winda terdiam saat melihat menantunya duduk di tengah-tengah sahabatnya itu.
Sementara Ferrell mengepakkan tangan nya geram dengan sikap nyonya Inggrid yang begitu agresif .
" Ranty kuliah ambil jurusan apa nak?." tanya tuan Gerald pada Ranty .
" Saya ambil jurusan hukum om , almarhum ayah ingin saya jadi pengacara." jawab Ranty .
" Wah ... pengacara ya emm berarti nanti kamu bisa jadi advokat di perusahaan om dong ." gurau Tuan Gerald seperti sang istri kini tuan Gerald pun sepertinya sudah jatuh hati pada sosok Ranty.
" Assalammualaikum ..." ucapan salam dari Devano seketika mengalihkan perbincangan ,yang sedang terjadi.
" Waalaikumsalam salam ..." kompak semua yg ada di ruang tamu mension tuan Nugraha menjawab.
" Kamu ko lama se nak " nyonya Inggrid berucap agak kecewa pada sang anak karena datang terlambat.
" Tadi aku menyelesaikan beberapa sesi pemotretan mah ." Devano berucap dengan tatapan tajam tertuju pada Ferrell ,karna Ferrell lah la harus melakukan beberapa pemotretan yang sebenarnya terjadwal besok ,entah kenapa Ferrell tiba-tiba saja mempercepat jadwal pemotretannya.
" Em...karna Devano sudah datang jadi ...em...Tante minta maaf ya Rell ...Ranty atas nama Devano karna kejadian tempo hari ." ucap nyonya Inggrid merasa tiba-tiba saja suasana menjadi canggung .
" Lupakan Tante jangan di ingat lagi ya ..." ucap Ranty .
" Iya Tan anggap saja itu ketidak sengajaan." inih Ferrell .
" Ya sudah gimana kalau kita makan malam dulu yuk." ajak nyonya Winda mengalihkan perbincangan .
Semua orang mengiyakan dan pergi menuju meja makan , Devano yang hendak duduk di sisi Ranty harus menelan kekecewaan karna tiba-tiba Ferrell menyela dan langsung mendudukan dirinya dan menarik Ranty untuk duduk bersebelahan.
" Bukan muhrim jadi jaga jarak ." tegas Ferrell .
__ADS_1
Sementara Devano hanya melengos kesal pada sikap Ferrell , Ranty dan yang lain hanya tersenyum samar menanggapi kelakuan dua orang laki-laki yang sedang saling serang ,dengan tatapan yang sama-sama tajam.
" Iya sayang Ferrell benar belum muhrim akan ada waktunya saat kalian sudah sah dan halal kamu bebas mau apain aja sama Ranty jadi sabar ya sayang .ucapan nyonya Inggrid takelak mengundang emosi Ferrell ,sungguh tak dapat Ferrell bayangkan,jika sang istri harus dimiliki laki-laki lain.
Acara makan malam pun menjadi hening hanya dentingan sendok yang terdenagar , sesekali Ferrell memberi perhatian pada Ranty dengan memberikan beberapa lauk kesukaan Ranty .dan itu membuat Devano mengepalkan tangan dan semakin curiga dengan sikap berlebihan dari seorang Ferrell
"Ferrell cuma kakak sepupu ,apa mungkin dia memiliki perasaan pada Ranty ,mereka kan bisa saja menikah toh mereka hanya kakak adik sepupu aahh...aku nggak boleh biarin Ferrell dapetin duluan cinta Ranty . Devano membatin resah .
Setelah selesai makan malam mereka kini duduk di ruang keluarga. Ranty kembali dikuasai nyonya Inggrid seperti tadi di ruang tamu kini Ranty kembali duduk bersebelahan dengan nyonya Inggrid.
" Jadi kedatangan kami kemari ,kami ingin kamu dan Dev memiliki hubungan yang lebih sayang." nyonya Inggrid mulai mengutarakan maksud dan tujuannya .
Seketika raut wajah Ferrell, Ranty dan nyonya Winda berubah pias sementara tuan Nugraha dan tuan Gerald tetap terlihat tenang , sangat kontras dengan raut wajah sumringah yang di tunjukan oleh Devano .
" Khemm...Tante maaf bukan Ranty ingin menolak tapi Ranty masih ingin berkuliah dan meraih gelar sarjana Tan,dan lagipula aku dan kak Devano kami belum sedekat itu Tante om ." Ranty tertunduk dengan berat hati la harus berucap demikian meski mungkin akan menyakiti hari seorang ibu dengan segala harapannya.
" Em ...iya mah biarkan Dev dan Ranty melakuakan pendekatan dengan cara kami ." Devano seperti mengerti akan keadaan dan mencoba memberi penjelasan pada sang mamah.
" Baiklah sayang tapi kalau Dev ajak jalan kamu ,kamu jangan nolak ya nak." meski berat nyonya Inggrid harus memberi kesempatan pada Ranty dan Dev untuk lebih saling mengenal ,tanpa paksaan dan mengalir seperti air.
Seketika kelegaan terlihat pada raut wajah nyonya Winda dan Ferrell, setelah pembahasan selesai kini keluarga tuan Gerald pun sudah berpamitan .
" Sayang kamu juga harus sering main kerumah Tante ya nak nanti kita bisa buat cake bersama pasti menyenangkan dan iya kita juga bisa pergi shopping pasti seru." ucap nyonya Inggrid sebelum pergi .
" Hemm iya Tan insyaallah nanti kalau Ranty ada waktu senggang ya tan." jawab Ranty canggung.
" Ya ampun Inggrid itu ...ngebet banget pengen jadiin Ranty menantu ,dia mau rebut kamu nak dari mommy." nyonya Winda meluapkan kekesalannya selepas kepergian keluarga tuan Gerald .
" Sabar mom...ini bukan salahnya dia hanya menginginkan Ranty menjadi menantu karna dia belum tahu kalau Ranty itu menantu kita ." tuan Nugraha mencoba menenangkan .
" Iya mom...tapi Ranty hanya akan jadi menantu dan putri mommy."cup Ranty berucap dan mengecup pipi nyonya Winda manja .
__ADS_1
" Iya ini memang salah anak itu karna dia kamu jadi di incar sama Inggrid heh...pasti nanti waktu pertemuan arisan dia akan membicarakan dan membanggakan kamu sayang , hehh sementara mommy yang jelas-jelas mertua kamu , tidak bisa berbuat apa-apa." sewot nyonya Winda dengan tatapan tajam tertuju pada Ferrell.
Sementara Ferrell hanya diam seperti sudah menjadi hal biasa baginya selalu di salahkan sang mommy .