Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 108


__ADS_3

Ferrell melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, emosinya sudah benar-benar tak bisa ia bendung. Ia benar-benar merasakan sesak sekaligus hancur secara bersamaan. Ferrell tak habis pikir mengapa Ranty masih menyembunyikan fakta tentang kondisinya.


Ferrell sudah mengetahui perihal ingatan Ranty yang telah kembali. Saat Ferrell melintasi kamar Ranty malam itu, saat itulah ia mendengar percakapan Ranty dan Fany. Namun, sayangnya hanya sedikit yang ia dengar.


Ferrell hanya mendengar pengakuan Ranty tentang ingatannya yang telah kembali. Ferrell tak mendengarkan lagi percakapan antara Fany dan Ranty lebih lengkap ketika ponselnya bergetar, karna Tomi menelfon nya. Saat ia kembali dan hendak mendengarkan kembali percakapan antara Fany dan Ranty bertepatan dengan keluarnya Fany dari kamar Ranty, dan itu artinya percakapan mereka telah usai.


Sejak saat itulah Ferrell selalu dirundung pertanyaan dalam benaknya. Tentang mengapa Ranty masih bersikap seolah ia masih tidak mengingat apapun. Apakah Ranty nya sudah tidak lagi mencintainya, sehingga Ranty memilih untuk tetap merahasiakan kondisinya.


Malam ini Ferrell bertekad akan menanyakan ini pada Ranty, dan ia sudah mempersiapkan segalanya termasuk hatinya. Ferrell kembali merasakan nyeri, karna pada kenyataanya bukan hanya hatinya yang akan merasa sakit. Amayra iya hati putrinya juga akan merasakan sakit yang sama ketika mengetahui jika mommy nya sudah mencintai laki-laki lain dan itu bukan Daddy nya.


" Akhhh ...!!!" Ferrell menghentikan mobilnya di tepi danau kemudian berteriak. Rasa sesak dan nyeri menghujam jiwanya. Ferrell terisak, ia tak ingin mengungkap ini semua tapi jika terlalu lama maka ia akan merasa semakin sakit. " Semua ini harus jelas malam ini juga." gumamnya bermonolog.


Ferrell kembali masuk ke mobilnya. Ia kembali melajukan mobilnya pulang ke mension keluarga Nugraha. Mobil Ferrell tak langsung masuk ia berhenti agak jauh dari mobil Arkha yang berada di depannya. Ferrell mengamati setiap pergerakan dari dua insan di hadapannya.

__ADS_1


Ferrell meremas kuat stir mobi, raganya mengeras otaknya sudah benar-benar panas kali ini. Pemandangan dihadapannya saat ini sungguh mengesankan dadanya. Seakan kehabisan pasokan oksigen, Ferrell sungguh dibuat emosi melihat Arkha mencium kening Ranty. Arkha mencium kening Ranty dengan durasi yang cukup lama, seakan menyalurkan segala rasa yang ada.


Ferrell keluar dari mobilnya dan membanting keras pintu mobil. Ferrell kemudian melemparkan kunci mobilnya pada satpam untuk menaruhnya ke garasi. Tanpa kata- kata dari Ferrell Satpam yang sigap dan tanggap ia sudah tahu apa yang Tuan nya maksud.


Bughh ...


Ferrell langsung melayangkan tinjunya ketika melihat Arkha hampir saja menyambar bibir Ranty. Arkha tersungkur dengan luka robek pada sudut bibirnya. Aduh malangnya bukan ciuman yang kamu dapat eh malah bogem mentah ya kha 🤭.


" Kak ... apa yang kakak lakukan." ucapnya lagi pada Ferrell, seraya membantu Arkha bangun.


"Brengsek lo udah berapa kali gue peringatin jangan melewati batas !" ucapnya lantang.


Tanpa menunggu reaksi dan jawaban Arkha Ferrell langsung menarik tangan Ranty dan membawanya masuk kedalam mension.

__ADS_1


" Rell ada apa nak ..." ucap nyonya Winda setengah berteriak ia kaget melihat perlakuan Ferrell pada Ranty saat ini. Tak hanya teriakan nyonya Winda. Namun, isak tangis Ranty yang memberontak minta dilepaskan pun tak didengarnya. Ferrell seperti menulikan telinganya, Ferrell terus menyeret Ranty, dengan langkah lebar, bahkan mereka sudah melewati kamar yang ditempati Ranty.


Ferrell menyeret Ranty menuju kamar mereka dulu. Nyonya Winda merasa bingung, dengan situasi ini. Ia tak mengerti harus berbuat apa, dan apa sebenarnya yang sudah terjadi. Nyonya Winda sibuk menghubungi Tuan Nugraha untuk segera pulang karena hanya ada dirinya dan lara pelayan, Fany dan Rian pergi mengunjungi rumah orang tua Fany, dan sudah dapat dipastikan jika mereka pasti akan menginap. Untung saja Amayra sudah tertidur, hingga bocah itu tak harus melihat kejadian ini.


Sementara di dalam kamar, Ferrell menghempaskan tubuh Ranty ke ranjang. Ferrell kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya. Ia menghampiri Ranty seraya membuka jas dan melemparnya ke sembarang arah.


la juga membuka gesper nya dan tak hanya sampai disitu Ferrell juga membuka beberapa kancing kemejanya seraya mendekat kearah Ranty . Sementara Ranty sudah merasa ketakutan. Otaknya sudah membayangkan apa yang akan Ferrell lakukan padanya.


🌼 BERSAMBUNG ....🌼


***Hehehe ... jangan lupa dukung othor ya my renders tercinta biasa othor minta like, comen, hadiah dan votenya dulu ya biar semangat 🤭


Happy reading, love you all my renders ❤️🥰***

__ADS_1


__ADS_2