
Ferrell memasuki ruang operasi disusul jenazah Arkha yang juga memasuki ruang operasi yang sama. Untuk segera melakukan tidak operasi transplantasi jantung. Saat jenazah Arkha di bawa ada gleyar aneh yang merasuk pada diri nyonya Anjani. Namun, wajah Arkha yang telah ditutup tak dapat terlihat oleh keluarga.
Proses operasi yang memakan waktu selama 4 jam telah dilalui oleh Ferrell. Seluruh keluarga yang menunggu harap-harap cemas tak terkecuali keluarga tuan Prabu. Nyonya Anjani dan tuan Prabu juga menunggu proses operasi Ferrell berlangsung. Walau Tuan prabu sendiri sudah memutuskan untuk meninggalkan ruangan sakit. Namun, entah kenapa nyonya Anjani bersikeras ingin tetap berada di rumah sakit.
Cklek!
"Bagaimana Dok?" tanya nyonya Winda cepat begitu dokter keluar dari ruang operasi.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar selanjutnya pasien akan kita pindahkan ke ruang ICU kita harus memantau kembali relasi-relasi yang mungkin saja timbul reaksi dan yang pertama kali kita lihat adalah apakah ada penolakan dari tubuh pasien pada jantung baru." jelas dokter Samuel.
"Baik dok terimakasih," ujar Tuan Nugraha.
"Mommy ..." panggil Ranty yang datang bersama dokter Prita. Setelah menjelaskan keadaan Ferrell Ranty bersikeras ingin menemui Ferrell. Akhirnya Dokter Prita mengizinkan dengan syarat Ranty harus menggunakan Kursi roda.
"Sayang,"
"Sayang," jawab serempak nyonya Winda dan nyonya Anjani.
"Bagaimana operasi nya Mom, Mah?" Ranty mendekat pada sosok dua wanita yang begitu berarti untuknya.
"Alhamdulillah sayang semua berjalan dengan lancar, setelah ini Ferrell akan dipindahkan ke ruang ICU," ujar nyonya Winda.
"Kita harus tetap berdoa ya sayang supaya tidak ada komplikasi pasca operasi." tambah nyonya Anjani.
Tak berapa lama kemudian Ferrell keluar dari ruang operasi dan kemudian di bawa ke ruang ICU. Semua hanya fokus dan mengikuti Ferrell. Sementara selang lima menit jenazah Arkha pun keluar dari ruang operasi yang sama.
Namun, baik sebelum operasi ataupun sesudah operasi tidak ada yang mengenali Arkha. Karena kondisi wajah Arkha yang rusak akibat membentur kaca mobil truk ditambah wajah Arkha yang berlumuran darah membuatnya sulit di kenali. Ditambah lagi seluruh tubuh Arkha memang sudah di tutup dengan kain putih.
Kini keluarga tuan Nugraha bisa sedikit bernafas lega. Ranty terus menatap ruang tempat dimana Ferrell dirawat. Ia bersyukur Tuhan masih menyelamatkan Ferrell.
Sungguh Ranty hampir saja gila ketika mendapati dirinya akan kehilangan Ferrell. Ranty saat ini tersadar jika ia sangat mencintai Ferrell. Sadar jika Ferrell sangat berarti dalam hidupnya.
"Ranty, em kamu harus kembali ke ruang rawat kamu juga harus banyak beristirahat, ingat tentang kandungan mu hem," ucap dokter Prita memperingati.
"Iya sayang Ferrell sudah lepas dari masa-masa sulit sayang kini kita tinggal berdoa semoga dalam waktu tiga sampai lima hari tidak ada hal buruk yang terjadi pasca operasi," nyonya Anjani memberi pengertian seraya menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Ranty.
"Iya nak, ingat kamu sedang hamil sayang, Ferrell pasti akan kembali bersedih jika setelah sadar nanti ia mendapat berita tentang dirimu yang tidak baik, istirahat ya sayang nanti Mommy atau Mamah akan menemani mu," imbuh nyonya Winda.
Ranty mengangguk menurut ia memang harus istirahat untuk menjaga dirinya dan si jabang bayi agar tetap sehat. Sehingga ketika Ferrell sadar Ranty akan langsung menyampaikan kabar bahagia ini.
"Pah, telpon Arkha Pah ini sudah sangat lama dan dia juga tidak ada kabar," ujar nyonya Anjani yang kembali dilanda kecemasan pada putranya Arkha.
Perasaan tak enak dan gelisah terus saja bersemayam di hati nyonya Anjani. Kini nyonya Anjani sendiri sedang diruang rawat menemani Ranty bersama tuan Prabu.
__ADS_1
"Abang kemana Mah?" tanya Ranty penasaran.
"Abang mu pergi dari lima enam jam yang lalu Nak ponselnya tidak dapat dihubungi selalu di luar jangkauan," hajar tuan Prabu menjelaskan.
"Awas saja mamah akan jewer telinganya sampai merah kalau dia sudah datang nanti dasar anak nakal!" ucap geram nyonya Winda seraya menyuapi Ranty.
"Mamah aku jadi ingin lihat wajah Abang saat Mamah menjewer telinganya hahaha," ucap Ranty diiringi tawa membayangkan wajah memelas Arkha saat di jewer oleh nyonya Anjani.
"Apa lagi pasti dia akan berkata ..."
"Mamah ampun telinga Arkha mau copot"
"Mamah ampun telinga Arkha mau copot" hahahaha ..." ucap nyonya Anjani dan Ranty tergelak kompak meniru kata-kata yang selalu keluar dari mulut Arkha ketika mendapatkan jeweran dari sang Mamah.
Tuan Prabu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah dua wanita yang sangat ia sayangi. "Ayo Pah telpon Arkha lagi," pinta nyonya Anjani pada sang suami.
Tut ... Tut ... "Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi"
Tuan Prabu kembali menghela nafas berat ketika lagi-lagi mendapati suara operator yang menjawab telponnya.
"Arkha kemana si Pah ishh geram Mamah," ucap nyonya Anjani bangkit menghampiri tuan Prabu. "Mamah tanya papah lalu papah tanya siapa?" ucap tuan prabu seraya mencubit hidung nyonya Anjani gemas melihat istrinya yang sedang khawatir.
"Papah!" protes nyonya Anjani tak terima. Ranty tersenyum menatap kedua orang tua yang kini ia sayangi. Ranty seperti memiliki kembali Bunda dan Ayah.
"Boleh juga tuh Mah ide Ranty hem," jawab tuan Prabu menyetujui saran Ranty
"Kamu bagaimana sayang, kalau nanti mamah dan papah tinggal?" tanya nyonya Anjani mencemaskan keadaan Ranty jika ia dan suaminya tinggalkan.
"Tenang jeng aku yang akan menemani Ranty," ujar Nyonya Winda yang tiba-tiba saja muncul diruang rawat Ranty.
"Tuh mommy udah datang, gih Mah sambil nunggu Abang dateng" bujuk Ranty lagi.
"Iya, iya ayo Pah," jawab nyonya Anjani sambil menggandeng tangan tuan Prabu. Tuan prabu hanya tersenyum tipis mendapati tingkah sang istri.
"Jeng titip Ranty ya," ucap nyonya Anjani pada nyonya Winda.
"Iya jeng ..." jawab nyonya Winda singkat seraya tersenyum.
Kini Nyonya Anjani dan Tuan Prabu melangkah menuju kafe di sepenjang koridor rumah sakit nyonya Anjani kembali mencoba menghubungi nomor Arkha.
Sementara pihak polisi datang menemui Ibu Saras, wanita paruh baya yang telah diselamatkan oleh Arkha.
"Ini barang-barang korban pak," ucap Bu Saras sambil menyerahkan baju, dompet dan ponsel Arkha.
__ADS_1
"Tidak diaktifkan berarti keluarga korban belum di hubungi?" tanya salah satu polisi melihat ponsel Arkha yang dalam keadaan mati.
"Belum pak saya tidak berani mengambil tindakan," ucap Bu Saras tertunduk.
"Baik saya akan mengaktifkan dan mencari kontak keluaraga korban." Kemudian salah satu polisi mengaktifkan ponsel Arkha.
Namun, baru saja di aktifkan, ponsel Arkha langsung mendapat panggilan masuk.
Nyonya Winda tersenyum cerah ketika mendapati ponsel anaknya yang telah aktif. Namun, langkahnya terhenti ketika mendapati dering ponsel sang putra yang terdenagar nyaring di dekatnya.
Nyonya Winda menoleh ke sebelah kanan. Ia tertegun kemudian menantikan sambungan teleponnya. Ia kembali menghubungi nomer sang putra memastikan apakah benar yang ia dengar adakah ponsel sang putra. Nyonya Winda dan Tuan Prabu terbelalak kala mendengar dan melihat jika dering ponsel yang sedang di pegang oleh salah satu polisi adalah milik Arkha.
Nyonya Anjani buru-buru menghampiri beberapa polisi yang sedang berkumpul di ruang informasi rumah sakit.
"Maaf pak itu handphone putra saya mengapa ada pada bapak?" tanya nyonya Anjani dengan raut wajah cemas. Seketika perasaan nya menjadi tak enak dan gelisah.
"Nyonya dan Tuan orang tua dari pemilik handphone ini?" tanya polisi yang memegang ponsel Arkha.
Nyonya Anjani mengangguk dengan wajah bingung sekaligus diliputi rasa cemas.
"Begini Bu em ... putra ibu mengalami kecelakaan ia tertabrak truk saat menyelamatkan Ibu ini," ujar polisi menjelaskan.
Jederrr ...
🌼 BERSAMBUNG 🌼
Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya 🙏
Aku sungguh-sungguh terharu pada kalian yang mau memberikan komentar' yang pastinya jadi semangat buat aku 😘
Ok sambil nunggu kelanjutan kisah Ferrell dan Ranty, aku mau kasih rekomendasi novel dari Kak : Kak Yuthi yang pastinya seru, bikin baper dan ....Pokoknya untuk kalian wajib banget mampir ya, nih aku kasih sinopsis nya dan jangan lupa mampir ya 🤗
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?
Jangan lupa mampir ya 🤗
__ADS_1