
Malam ini menjadi malam yang sangat indah untuk Ferrell karena sang putri Amayra begitu mendukungnya. Sedangkan Ranty, benar saja dugaan Tomi jika Ranty akan menuruti apapun permintaan Amayra.
" Udah tidur ngapain masih melek aja !' ucap Ranty ketus melihat Ferrell yang terus saja memandanginya.
" Aku nggak bisa tidur em ... Mommy bisa temenin Daddy tidur ? jawab Ferrell sambil tersenyum menggoda.
Ranty melotot mendengar ucapan konyol dari Ferrell. " Jangan macem-macem ya mas, kalau kamu nggak tidur juga aku keluar sekarang !" tegas Ranty kesal.
" Ok, ok aku tidur sekarang, huh masa sama istri sendiri nggak boleh macem-macem " gerutu Ferrell, yang masih bisa didengar oleh Ranty. Setelah sepuluh menit Ranty melirik Ferrell lewat ekor matanya. Terlihat Ferrell sudah memejamkan mata. Ranty mendekati Ferrell memandangnya sejenak. "Kayaknya udah nyenyak, dan kayaknya aku bisa pergi sekarang" gumam Ranty sambil membungkuk dan melambai-lambai kan tangannya di depan wajah Ferrell.
Ferrell langsung menangkap dan menarik tangan Ranty. Sontak Ranty langsung terjerembab dan jatuh di atas tubuh Ferrell. Ranty melotot atas perlakuan Ferrell. Sementara Ferrell masih memejamkan matanya namun, tangannya memeluk pinggang Ranty erat. Ferrell membuka sedikit kelopak matanya guna mengintip wajah Ranty yang berada di hadapannya. Ferrell tak kuasa menahan dirinya, ia mencium bibir Ranty masih dengan mata terpejam.
Ranty kembali tersentak Ranty mencoba memberontak memukul-mukul dada bidang Ferrell. " Eumm ... ahh ... lepas mas ..." brontak Ranty di sela-sela aktivitas ciumannya dengan Ferrell.
Ferrell menulikan telinganya dan terus saja menye sap dan melu mat bibir Ranty rakus. Ranty mengigit bibir Ferrell kesal karena ciu man Ferrell semakin ganas, dengan tangan yang sudah menjalar ke segala arah.
" Auww ... " ringis Ferrell ketika merasakan sakit pada bibirnya. Seketika Ferrell melepaskan ciumannya dan melepas kan dekapannya pada tubuh Ranty.
" Dasar mesum ..." bughh ... Ranty menonjok perut Ferrell geram atas perlakuan Ferrell yang menurutnya lancang.
" Auww ...ahhh kamu tega banget si sayang ..." Ferrell kembali meringis merasakan sakit. Kali ini sakit di bagian perutnya akibat tonjok kan yang diberikan Ranty.
" Kamu lancang ya mas ... "
__ADS_1
" Aku lancang ? aku menyentuh dan mencium istri ku, mana ada suami yang lancang mencium istrinya sendiri." elak Ferrell membela diri.
Ranty terdiam namun, masih dalam mode wajah dingin dan kesalnya. " Tidur sekarang !" ucapnya kemudian. Ranty memilih diam tak menjawab lagi ucapan Ferrell karena kenyataannya ia memang masih menjadi istri Ferrell meski saat ini hubungan mereka tengah renggang.
" ishhttt ... gimana mau tidur bibir sama perut nyeri sayang ..." Ferrell meringis memegangi perut dan bibirnya dan memasang wajah memelas nya.
Ranty yang melihat Ferrell meringis sakit merasa tak tega. " Sini aku balurin minyak kayu putih." Ranty menghampiri Ferrell dan naik ke atas ranjang. Ferrell terkaget sekaligus senang atas tindakan Ranty.
Ranty menyingkap kaos Ferrell menampakan lekuk kotak-kotak pada perutnya. Sontak pemandangan itu membuat Ranty menahan nafas. Ranty merasa kikuk, meski dulu Ranty sering bersentuhan dengan Ferrell namun, bagaimana pun sudah tiga tahun ini mereka terpisah dan menjadi asing. Ranty mulai mengoleskan minyak kayu putih pada perut sixpack Ferrell.
Sentuhan Ranty bukannya membuat Ferrell merasa nyaman, tapi malah membuat sesuatu yang ada di bawah sana bereaksi. Bukan hanya Ferrell, Ranty pun merasakan gugup dengan degup jantung yang semakin kencang. " Love you Mrs Ferrell Nugraha." Ferrell berbisik lembut ditelinga Ranty.
Membuat Ranty seketika meremang, Ferrell menatap Ranty lekat kemudian mendekatkan dirinya pada Ranty, dekat dan semakin dekat hingga ....
" Sayang ... ada apa nak?" tanya Ferrell setelah sang putri naik keatas ranjang. " Daddy, Daddy lupa ya aku kan tadi sudah bilang jika setelah aku mengerjakan PR aku akan kembali ke kamar Daddy dan tidur bersama Daddy dan Mommy." ucap Amayra dengan nada riang.
Bagi Amayra ini adalah kali pertamanya ia akan tidur dengan Mommy dan daddy nya. Tentu saja ini menjadi moment yang sangat membahagiakan baginya. " Mommy sini, Amayra mau dekat Mommy dan Daddy, em ... Daddy di sebelah Mommy ya" Amayra mebgatur posisi tidur mereka.
Ranty menyerengit heran mengapa Amayra memposisikan Ferrell di sebelahnya bukan di sebelah Amayra. Ferrell tersenyum dengan posisi yang diatur Amayra. Ranty memandang Ferrell dengan tatapan tajam, Ferrell hanya menggelengkan kepalanya tanda jika ia tak tahu menahu tentang pemikiran Amayra.
" Mommy Daddy ayo tidur ..." panggilan Amayra memutus tatapan tajam Ranty pada Ferrell. " Iya sayang ..." jawab kompak Ferrell dan Ranty. Ranty merebahkan dirinya disamping Amayra disusul Ferrell yang juga merebahkan dirinya disamping Ranty sesuai intruksi sang putri.
" Eh sayang Mommy pandai mendongeng loh ... Amayra mau nggak dengerin dongeng dari Mommy, iya kan Mommy..." Ferrell sedikit mengangkat tubuhnya menempel pada punggung Ranty dan berucap tepat ditelinga Ranty membuat Ranty kembali meremang mersakan geli nafas Ferrell yang menerpa daun telinganya.
__ADS_1
" Mommy, Amayra ingin mendengar dongeng Mom ..."
" Iya sayang Mommy akan menceritakan dongeng tentang pangeran licik berhati iblis." ucap Ranty menekan kata pangeran licik berhati iblis seraya menoleh pada Ferrell yang berada di belakangnya.
Ferrell tercengang, ' Apa maksudnya pangeran licik berhati iblis itu aku ' Ferrell bergumam dalam hati. Mencerna maksud kata-kata Ranty. Ranty mulai mendongeng, sementara Ferrell merebahkan dirinya dan memeluk Ranty dari belakang.
Ranty bercerita panjang lebar membuat Amayra akhirnya tertidur pulas. Namun, bukan hanya Amayra, Ferrell pun ikut terlelap dengan memeluk Ranty erat. Ranty ingin melepaskan pelukan Ferrell namun, ia urungkan ketika melihat Amayra yang tertidur dengan wajah damainya. Mungkin momen seperti ini adalah momen yang sangat dirindukan sang putri. Dalam relung hatinya Ranty pun merindukan momen yang sama dimana keluaga kecil mereka hidup bahagia.
Ranty seketika mengingat akan calon anak mereka yang telah tiada. Membuatnya kembali mersakan sesak. Ranty teisak lirih mengingat kembali momen dimana ia mengetahui segalanya tentang kebohongan dan penghianatan Ferrell. Hingga ia mengalami kecelakaan dan kehilangan calon anaknya.
Ferrell membuka kelopak matanya saat merasakan punggung Ranty yang bergetar. Ferrell membalikan tubuh Ranty. Ferrell menghapus air mata Ranty lembut dan memeluk Ranty tanpa kata. Ferrell sudah paham apa yang membuat Ranty menagis meski sang istri tak mengatakannya.
" Ijinkan aku memperbaiki segalanya injinkan aku menebus segalanya kumohon" Ferrell berujar lirih masih dengan memeluk Ranty.
" Maaf Mas aku tidak bisa, tolong jika aku terus berada didekat mu aku hanya kan merasakan sakit Mas ... jadi tolong bebaskan aku." Ranty benar-benar tak kuasa jika terus berdekatan dengan Ferrell. la akan kembali mersakan sesak dan mengingat kejadian buruk yang menimpanya.
Ferrell mengurai pelukannya dan memandang Ranty. " Apa kau yakin dengan berpisah dengan ku akan membuatmu bahagia." Ferrell berkata dengan suara bergetar menahan tangisnya. Mendengar Ranty yang terus saja memohon perpisahan membuat Ferrell tak kuasa menahan kesedihannya.
Mungkin kali ini ia memang harus melepaskan Ranty demi kebahagiaannya. Ferrell tak ingin lagi egosi memaksakan dirinya pada Ranty. Ferrell sadar jika kesalahannya dimasa lalu sulit untuk dilupakan.
" Beri aku waktu, karena dalam satu bulan ini aku harus menyelesaikan show dibeberapa kota, aku berjanji setelah pekerjaan ku selesai aku akan mengurus perceraian kita." Ferrell berkata dengan suara sendu, meski berat ia memang harus melepas kan Ranty. Sedangkan Ranty walau di lubuk hati nya paling dalam ia masih sangat menyanyangi dan mencintai Ferrell. Namun, ia memilih untuk berpisah karena tak ingin merasakan sakit setiap kali melihat Ferrell dan kembali teringat akan penghianatan yang membuatnya kembali terluka.
Hiks ... hisk ... hiks ... Ranty terisak memeluk Ferrell mereka saling terisak dan memeluk. "Tapi aku punya satu permintaan, aku ingin dalam sebulan ini kamu temani aku kemanapun aku pergi, aku mohon untuk yang terakhir kalinya" Ferrell kembali berucap mengajukan permintaan pada Ranty. Ranty mengangguk tanpa beban mengiyakan keinginan Ferrell.
__ADS_1