
Ferrell bersandar di kursi kebesarannya, sesekali la memijit pangkal hidungnya merasakan, pening di kepalanya.
Perkataan sang putri semalam membuatnya tidak berkonsentrasi, rasa penasaran mulai mengganggunya, namun lagi-lagi la tak ingin berharap banyak.
la sempat berfikir perkataan sang putri, yang melihat dan bertemu dengan Mommy nya hanyalah halusinasi sang putri, karna rasa rindunya yang teramat pada sang mommy.
Namun dalam hati kecilnya, mengatakan jika mungkin saja itu benar toh, jasad Ranty sampai sekarang belum diketemukan.
Kini rasa gelisah kian menggerogoti nya, la bergegas menuju ke sanggar tari UDW, tempat dimana sang putri, mengikuti les tari.
" Eh bos mau kemana?" Tomi yang baru masuk terheran melihat bosnya yang hendak keluar, di jam kerja.
" Gue mau ketempat les narinya Amayra."
" Emang Amayra hari ini jadwalnya Amayra les ? kayaknya masih besok deh, Lo lupa? oh mungkin Lo mulai kena penyakit pikun ya bos "
" Sialan Lo !! gue cuma mau pastiin tentang cerita Amayra."
" Cerita? emang anak Lo cerita apa? oh ada yang bully Amayra disana? wah ini si emang harus di tegesin bos, jangan sampe Princess kita jadi korban bullying."
" Lo apa se nyerocos aja, Amayra bukan kena bully, dan lagi mana berani orang bully anak Ferrell Nugraha."kesal Ferrell pada mulut cerewet Tomi.
" Lantas ngapain Lo ke sana? aa...gue paham sekarng Lo mau nge-gebet, nona Laura ya, sadar Lo kalo dia sebenarnya naksir sama Lo atau Lo udah nggak tahan dengan kesendirian, karna nggak ada yg bisa Lo ajakin perang." Tomi tergelak puas meledek Ferrell.
" Ah berisik Lo, makin ngawur aja omongan Lo, gue bukan mau ngegebet Laura, gue cuma penasaran sama perkataan Amayra, soal dia yang katanya, guru les dia yang baru itu mirip sama mommy nya," kali ini Tomi tak menjawab, melainkan melotot kaget.
" Serius ? " ucap Tomi
" Entah lah rasanya gue nggak ingin percaya takut, apa yg di bilang Amayra cuma fiksi, dan halusinasi nya saja, tapi nggak bisa dipungkiri rasa penasaran gue juga lebih besar."
" Gue rasa nggak mungkin anak secerdas Amayra, berhalusinasi kalo pun iya kenapa harus sekarng dia berhalusinasi."
"Mangkanya itu gue pengen liat langsung, apa mungkin itu Ranty atau hanya orang yang mirip dengan Ranty, dan jika memang itu Ranty kenapa dia nggak pulang kerumah."
" Gue ikut bos..."
__ADS_1
Kini Ferrell dan Tomi sudah dalam perjalanan menuju sanggar tempat Amayra, mengikuti kegiatan les tarinya.
Namun naas di tengah jalan yang sepi, ban mobil yang dikendarai Tomi mengalami pecah ban, alhasil Tomi dan Ferrell harus turun guna mengganti ban mobil yang pecah dengan ban serep.
Keadaan jalanan yang sepi serta mobil Ferrell yang merupakan mobil mewah, seketika menjadi incaran seorang preman.
Preman itu menelfon teman-temannya guna melancarkan aksi mereka yang berniat merampok Ferrell dan Tomi.
" Hei...bung butuh bantuan" ucap salah seorang preman.
Kini sudah ada enam orang preman dihadapan Ferrell dan Tomi. sontak Ferrell dan Tomi menjadi waspada, mereka langsung faham jika situasi mereka saat ini dalam bahaya.
" Mau apa kalian, dan terimakasih kami tidak butuh bantuan." ucap Tomi dengan nada dering eh dingin maksudnya 😁
" Oh bagus, sepertinya kalian langsung paham dengan maksud dan tujuan kita-kita" ucap preman satunya, sambil tergelak, kemudian memperlihatkan pisau lipat yang la keluarkan dari balik jaket kulitnya..
" Serahin semua barang-barang berharga kalian atau gue habisi kalian !!"
" Heh ... serahin barang-barang kita.
Jangan mimpi !!" ucap Ferrell yang langsung mendapatkan serangan dari para preman itu.
Perkelahian tak terhindarkan, Ferrell dan Tomi kalah jumlah, dan membuat mereka kewalahan, Tomi juga sudah beberapa kali mendapat kan serangan yang mengakibatkan beberapa luka lebam di wajah serta anggota tubuh lain nya, begitu pun sebaliknya Ferrell juga sudah hampir kewalahan. keadaannya juga hampir sama dengan Tomi.
Saat mereka sudah sangat kewalahan karna kalah jumlah, tiba-tiba seorang pengendara motor melintas dan menolong mereka.
Bugk...srak
tendangan dan pukulan dilayangkan si pengendara motor pada beberapa preman, ada tiga preman yang menyerang, pengendara motor tersebut.
Dan kini satu persatu preman telah berhasil dilumpuhkan oleh si pengendara motor misterius.
Gerakan taekwondo, dari si pria pengendara motor, membuat Tomi dan Ferrell seketika terkagum, karna hanya dengan beberapa serangan para preman itu pun langsung k.o,
" Terimakasih, em Mas... sudah bantu kita, saya nggak tahu bagaimana nasib kita kalo, nggak ada Mas." ucap Tomi pada si pengendara motor tersebut.
__ADS_1
Si pengendara motor tersebut lantas membuka helm full facenya, menampakan wajah aslinya dibalik helm yang la kenakan, seketika Tomi membeku, melihat wajah si pengendara motor tersebut, begitupun dengan Ferrell yang sama terkejutnya dengan Tomi, mereka seketika seperti sedang di paku.
" It's ok, saya kebetulan lewat, dan maaf saya bukan Mas." Safira tersenyum manis menekankan kata Mas dalam kalimatnya, la sudah jengah dalam waktu dua hari ini la selalu dipanggil Mas karna penampilannya.
Ferrell dan Tomi tetap diam, tidak merespon mereka terlalu syok dengan apa yang mereka lihat.
" Ok baiklah... karna sudah selesai maka saya pamit dulu pak." diam lagi-lagi Safira mendapati, keterdiaman dari dua orang dihadapan.
" Hehhhhh... manusia aneh"Safira menghembuskan nafas kasar, melihat dua orang dihadapannya ini tetap tidak meresponnya.
Akhirnya Safira, berlalu pergi meninggalkan Ferrell dan Tomi yang masih dalam, keterdiaman mereka.
Bremm...brem...bremm...
Safira men-starter dan sengaja mengegaskan motornya, merasa kesal dengan sikap Ferrell dan Tomi. perilaku, Safira justru membuat Tomi dan Ferrell tersadar, namun sayang saat Ferrell hendak memanggil. Safira justru sudah melajukan motornya dengan kencang.
" Shitt..., Tom gue nggak salah liat kan tadi i-itu, itu Ranty kan, itu Ranty ku kan." ucap Ferrell dengan senyum terkembang.
" I-iya itu Ranty Rell... ah kita terlalu terkejut hingga tidak menghiraukan nya."
" Akhh bodoh... kenapa gue nggak cegah dia tadi..." ucap Ferrell frustasi.
" Eh tunggu dulu Rell, kalo emang dia Ranty, kenapa dia nggak ngenalin kita? dan penampilannya, prilakunya beda banget Rell sama Ranty. Ranty itu lemah lembut dan nggak mungkin dia jago bela diri, sedangkan cewe tadi ...." ucap Tomi merasa sangsi dengan apa yang mereka fikirkan.
" Iya juga se, ah...tapi gue tetep nyakin kalau itu Ranty Tom."
" Haaahhh Ranty ku telah kembali !!!! teriak Ferrell bahagia.
"Eh...jangan gila disini Rell" ucap Tomi merasa takut jika teriakan Ferrell akan mengundang perhatian orang.
Ferrell begitu bahagia, la merasa hidupnya kembali, semangat nya yang dulu telah lama hilang kini datang lagi.
\# ***Bersambung....\#
Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah Sudi buat mampir di Karya receh ku, dan mohon dukungannya ya.
__ADS_1
Like, comen, hadiah, dan vote nya jangan lupa ya... Terimakasih 🤗
Love you all my renders ❤️🥰***