Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 129


__ADS_3

Ferrell begitu panik saat mendapat kabar tentang penculikan yang terjadi pada Amayra. Tuan Nugraha langsung bergegas melacak keberadaan cucu tercinta. Sementara nyonya Winda begitu syok dan pingsan, mendengar kabar penculikan sang cucu.


Sementara Tomi merasa sangat bersalah karena kejadian itu terjadi tak lepas dari keteledoran nya. Biasanya ia akan menunggu Amayra hingga ia masuk ke dalam sanggar. Namun, kali ini ia merasa teledor.


Tomi yang kala itu berfikir Amayra pasti sudah aman karena jaraknya sudah sangat dekat dengan sanggar. Ditambah lagi jika di pintu gerbang sanggar juga sudah terlihat satpam yang berjaga. Membuatnya merasa Amayra sudah aman.


Sehingga tanpa pikir panjang Tomi pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan area sanggar. "Gue bener-bener minta maaf Rell, semua terjadi akibat keteledoran gue." ucap Tomi merasa bersalah.


"Udah Tom kita fokus mencari keberadaan Amayra, itu akan lebih baik saat ini dari pada harus mencari siapa yang salah." ujar Ferrell.


"Dadd ... bagaimana sudah ada kabar dari anak buah daddy?" Anak buah Maks, sudah menuju markas kelompok Reymond, tapi sayangnya markas itu kosong, mungkin mereka sudah menduga kita akan mencari mereka ke sana." jelas Tuan Nugraha pada Ferrell. Tentang informasi yang telah diberikan oleh tuan Maks.


"Lalu Dadd apa yang harus kita lakukan? Amayra dalam bahaya sekarang kita tidak bisa membiarkan Amayra terlalu lama bersama mereka." ujar Rian dengan nada khawatir.


Drett ... drett ... drett ...


Ponsel Ferrell berdering menandakan bahwa ada telfon masuk. Ferrell tidak langsung mengangka. Ia menatap layar ponselnya yang tertera ID si penelpon.


"Telepon dari siapa? kenapa tidak diangkat?" tanya tuan Nugraha heran.


"ID nya tidak aku kenal yah dan ini dirahasiakan." jawab Ferrell.


"Angkat Rell gue yakin itu dari orang yang menculik Amayra." ucap Tomi yang menyakini bahwa orang yang menelpon Ferrell saat ini adalah si penculik.


Seketika Tuan Nugraha dan yang lain saling memandang. Kemudian kompak mengangguk. "Hallo ..." ucap Ferrell setelah mengeset icon hijau pada ponselnya.


"Hello ... Tuan Ferrell Nugraha ...masih ingat dengan suara ku?" ucap orang diseberang telepon.


"Siapa kamu?" tanya Ferrell, pada si penelpon.


"Owh ..., kau melupakan ku sayang, tapi jika suara ini kau pagi tidak akan melupakannya bukan? ujar si penelpon seperti sedang memancing kesabaran Ferrell.

__ADS_1


"Jangan buang waktuku katakan siapa. kamu? Dan apa mau mu?" Jawab Ferrell jengah.


"Owh ... sabar Ferrell sayang ..." Si penelpon tersenyum licik diujung telepon mendengar nada ucapan Ferrell yang sudah mulai kesal.


"Brengsek jang—" kata-kata Ferrell terhenti ketika mendengar suara jerit seseorang wanita yang sangat ia kenal.


Plakkk ...


"Akhhhaaa ..." Ranty menjerit ketika mendapat tamparan dan jambakkan. Lagi-lagi darah segar mengalir dari sudut bibirnya akibat mengalami luka robek.


"Mommy ... jangan sakiti mommy ..." teriak Amayra histeris saat melihat Mommy nya mendapat siksaan.


" Ranty! Amayra!" Ferrell berteriak kemudian terdiam membeku saat mendengar suara dua wanita yang sangat ia cintai.


Apalagi mendengar suara tamparan disusul. Suara jeritan Ranty yang terdenagar begitu menyedihkan."Brengsek! Pengecut! Katakan siapa kamu? dimana kamu dan apa mau mu hah!" Ferrell sungguh dibuat frustasi.


Bagaimana tidak ia mendengar Ranty nya disakiti tanpa bisa berbuat apa-apa. Ditambah lagi suara sang putri yang pastinya menyaksikan adegan kekerasan yang di lakukan pada mommy nya. Membuat Ferrell benar-benar tersulut emosi.


"Cecil ..." jawab Ferrell lirih, dengan mata melotot penuh amarah.


"Good job darling ... ok karena kau sudah berhasil mengingatku maka aku akan memberi mu hadiah, em ... hadiah nya satu kesempatan untuk menemui istri dan anak tercintamu, datang lah dan temui mereka untuk terakhir kalinya ha ha ha ha ..." Cecil tertawa puas, ia membayangkan jika saat ini Ferrell pasti sedang sangat emosi dan frustasi.


"Baik ..., kemana aku harus pergi?" ucap Ferrell tenang. Setelah me- loudspeaker percakapan nya dengan Cecil. Tuan Nugraha memberi isyarat jika putranya itu harus bersikap tenang saat ini.


"Ok aku akan share lokasinya dan satu lagi aku hanya ingin kau datang sendiri jika aku melihat dari kejauhan ada yang mengikuti mu maka lihat saja kau akan langsung melihat jasad istri dan anak mu!" ucap Cecil tegas.


Tut ... panggilan telah berakhir dan kini Ferrell bersiap untuk pergi. "Rell ... daddy akan hubungi paman Maks untuk meminta bantuan. Meski Tuan Nugraha mendengar sendiri jika Cecil meminta untuk Ferrell datang sendiri.


Namun, tetap saja ia tak akan bisa membiarkan putranya pergi sendiri. Itu sama saja mengirim nyawa. Tuan Nugraha sudah mengetahui seberapa licik dan jahatnya kedua manusia yang kini sedang menculik menantu dan cucunya itu.


"Dad ... Daddy dengar sendiri bukan, apa yang akan dilakukan Cecil jika aku tidak menurutinya, aku tidak mungkin membahayakan nyawa istri dan anak ku Dadd ..."

__ADS_1


" Tapi Daddy, juga tidak bisa membiarkan mu pergi sendiri itu malah akan sangat membahayakan keselamatan kalian."


"Yang di katakan Daddy benar Rell, kamu menuruti Cecil bukan berarti Cecil juga akan melepaskan kalian nanti." ucap Rian ikut memberi pendapat.


"Tapi kak, aku tid—"


"Yang dikatakan Daddy dan kakak mu benar Ferrell mereka tidak akan melepaskan kalian meski kamu menuruti semua pemainan mereka." ucap paman Maks yang baru saja datang.


"Lalu bagaimana Paman Maks?" tanya Ferrell frustasi.


"Kau akan tetap pergi sendiri ...." ucap paman Maks terhenti saat tuan Nugraha hendak melakukan protes


"Tapi Maks— " tuan Nugraha tak melanjutkan ucapannya saat melihat tangan paman Maks terangkat memberi isyarat.


"Kita akan menaruh ini sebagai alat pendeteksi lokasi, dengan alat ini maka kita bisa melacak dan menemukan lokasi dimana menantu dan cucu mu di sekap." jelas paman Maks seraya memperlihatkan benda kecil seukuran biji kacang


"Terimakasih paman Maks." ucap Ferrell.


"Taruh ini di kantong celana mu, jangan dan jangan dulu di aktif kan, karena mereka pasti akan memeriksa mu dan mereka akan mengetahui jika kau memasang alat pelacak ini, Aktifkan jika kau sudah melewati pemeriksaan mereka bila perlu jika kau sudah melihat istri dan anakmu, karena yang aku takutkan mereka mengarahkan mu ketempat berbeda dengan tempat istri dan anakmu disekap." jelas paman Maks panjang lebar.


"Lalu bagaimana cara mengaktifkan alat ini Paman?" tanya Ferrell.


"Mempergunakan alat ini kau cukup menekannya seperti ini jadi kau bisa mengaktifkan tanpa sepengetahuan mereka." Paman Maks memberi tahu Ferrell bagaimana cara mengaktifkan alat pelacak tersebut.


Ferrell mengangguk paham, kemudian tak lama terdengar notifikasi pesan. Mengintruksikan Ferrell untuk segera datang. Ferrell keluar dari kantor FN kemudian melajukan mobil nya sesuai arahan dari pesan yang dikirim oleh Cecil.


🌼 BERSAMBUNG ...🌼


Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku, jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar kalian ya karena komentar kalian sangat berarti buat ku 🤗 ikutin terus alurnya ya...


Jangan lupa dukung aku, like, comen, hadiah dan vote nya ya. 🙏 Happy reading and l love you all my renders ❤️🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2