
Ferrell masuk kedalam ruang rawat Safira, ia menatap Safira dengan tatapan khawatir. bukan hanya Ferrell, Safira pun sama menatap dalam, pada mata Ferrell.
Seketika Ferrell merasakan ada yang lain dari tatapan mata Safira. Namum, entah rasa apa itu, Ferrell kemudian mendekati Safira. Safira sontak memeluk Ferrell sambil terisak.
" Hei, kenapa menangis?" tanya Ferrell lembut dan membalas pelukan Safira. Arkha menatap tajam pada Ferrell kemudian ia langsung menghampiri Safira. Arkha berpura-pura bertanya keadaan Safira seraya melerai pelukan mereka berdua.
"Sayang bagaimana keadaanmu? jangan buat Abang takut hem..." Arkha bertanya seraya mengecup kening Safira lama. sontak membuat Ferrell mengepalkan tangannya. Ferrell menatap tajam Arkha yang dengan lancang mengecup kening Safira yang notabene adalah istrinya meski belum mengingatnya paling tidak harusnya Arkha lebih menghargainya.
" Aku baik bang." Safira sempat tercengang kemudian berujar lirih.
" Jaga kesehatan mu sayang, jangan pernah memaksakan sesuatu. Sebentar lagi kita akan menikah jadi persiapkan diri mu kau harus selalu sehat hem..." Arkha berucap dan membelai wajah Safira lembut. membuat Ferrell kembali meradang.
" Emm ... maaf nak Arkha, Safira masih harus beristirahat dan sebaiknya kalian berdua keluar dulu ya, Rell ...." nyonya Winda mencoba mencairkan suasana yang mulai terlihat tegang, kemudian menatap Ferrell dengan senyum kikuk memberi isyarat pada putranya untuk keluar dari ruang rawat Safira.
__ADS_1
Setelah semua orang keluar dan menyisakan Safira dan nyonya Winda, nyonya Winda yang sedari tadi merasakan ada yang lain dalam diri Safira pun bertanya.
" Sayang apa kau ingat sesuatu ?" tanyanya meski dengan rasa ragu.
" Em ingat apa Mom ...? bukannya menjawab Safira malah balik bertanya.
" Hehh ... em tidak sayang tidak apa-apa lupakan pertanyaan Mommy tadi ya." nyonya Winda salah tingkah dengan pertanyaan nya sendiri.
Iya Safira sudah mengingat siapa sebenarnya dirinya namun, tak bisa dipungkiri jika hati dan jiwanya masih merasakan sakit. Saat ia mengingat tentang segalanya terlebih tentang penghianatan yang telah Ferrell lakukan. Membuatnya belum siap mengakui jika sebenarnya ia sudah mengingat segalanya.
Seketika rasa rindunya menyeruak kala mengingat sang putri tercinta. Amayra entahlah apakah dia masih bisa berpura-pura belum mengingat segalanya jika sudah dihadapan putrinya. Bagaimana pun tekadnya sudah bulat.
la akan menyembunyikan kebenaran keadaannya guna melihat apakah ia masih bisa menerima Ferrell kembali. Apakah Ferrell masih bisa ia pertahankan. Maka dari itu ia harus mempersiapkan diri jika berhadapan dengan Amayra nanti.
__ADS_1
Setelah cairan infus habis kini Safira sudah diperbolehkan pulang. Ia pulang ke mension keluarga Nugraha, meski Arkha awalnya bersikeras memaksa Safira untuk pulang ke kediaman keluarga Prabu. Namun, jelas saja Safira menolaknya ia tak ingin lagi jauh dari putri tercintanya.
Ferrell kembali mendapati sikap aneh dari Safira. Ferrell merasakan aura dingin yang di tunjukan oleh Safira. Sangat berbeda ketika beberapa saat lalu, Safira bahkan memeluknya hangat. Namaun, saat ini Safira hanya diam dan terkesan dingin, entahlah.
Sementara, Safira merasakan sesak teramat saat berada didekat Ferrell, laki-laki yang ia cintai sekaligus ia benci. Jika mengingat tentang kejadian di masa lalunya, Ranty alias Safira merasakan marah, benci sekaligus rindu yang teramat. Membuat Safira memilih untuk tidak mengungkap tentang ingatannya yang telah kembali.
Apalagi sekarang ada keluarga Tuan Prabu yang sudah banyak berjasa padanya, tentu saja ia tak mungkin mengabaikan perasaan mereka. Safira tahu betul bagaimana Arkha mencintainya namun, setelah ingatannya pulih perasannya pun sedikit memudar, kini yang ada hanyalah keinginan Safira yang ingin selalu dekat dengan putri tercintanya Amayra.
\# BERSAMBUNG....\#
Maaf baru up lagi 🙏 semoga kalian semua masih sabar dan mau mengikuti kisah Ranty dan Ferrell ya, dan tetap dukung author ya 🤗
Love you all my renders ❤️🥰
__ADS_1