
Byurrrrr ....
"Hahhh .... hah ...hah ... " Ranty ter engap, dan kesulitan bernafas, ketika satu ember air dingin mengguyur wajah dan tubuhnya. Ranty terduduk dengan tangan terikat, sehingga ia tak mampu berbuat apa-apa.
"Hai nyonya Ferrell apa kabar? Senang bisa bertemu lagi dengan mu, owhh ... maaf Nyonya Ferrell Nugraha, ups ... sorry salah Mantan nyonya Ferrell ha-ha-ha ..." Cecil berucap seraya tertawa mengejek. Sementara Ranty memandang Cecil dengan tatapan tajam penuh kebencian
"Brengsek ... Lo bisanya cuma main belakang ... hehh pengecut!" Ranty tersenyum sinis pada Cecil seketika membuat Cecil meradang.
Cecil mengisyaratkan pada anak buahnya untuk memberi pelajaran pada Ranty. Karena telah berani memakainya. Kemudian pria bertubuh kekar itu mendekat pada Ranty dan kemudain,
Plakkk ....
Brakkkk ....
Ranty tersungkur saat mendapatkan tamparan keras dari anak buah Cecil. Seketika darah segar mengalir dari bibi dan kening Ranty akibat tamparan dan juga benturan. Ranty yang di ikat di kursi tak dapat memberi perlawanan. Jika tidak mungkin Cecil sudah habis ditangan Ranty.
"Udah punya nyali Lo rupanya hah! gue pastiin kalo Lo dan Ferrell akan bercerai secepatnya!" Ancam Cecil dengan wajah angkuhnya.
Ranty hanya dapat terdiam merasakan perih di kening dan bibirnya. Sementara Cecil, wanita itu sama sekali tak memperdulikan keadaan Ranty. Ranty dibiarkan saja tergeletak dengan tangan yang masih di ikat pada kursi.
"Apa rencana selanjutnya" tanya Cecil pada Raymond.
"Sesuai yang sudah kita rencanakan sebelumnya kita akan menyerahkan foto-foto perselingkuhan Ferrell pada pengacara Ranty, kita katakan saja jika Ranty harus kembali ke Amerika jadi Ranty menyerahkan urusan ini pada pengacaranya." ucap Reymond menjelaskan.
"Ok dan kita akan buat Ranty seolah-olah sudah meninggal kan Jakarta dan pergi ke Amerika, itu akan membuat Ferrell semakin benci pada Ranty, bagaimana?" ujar Cecil menambahkan.
"Lalu bagaimana dengan wanita ini?" Reymond melirik kearah Ranty yang masih tergeletak.
"Terserah aja, apa Lo mau cicipi juga boleh." ucapnya tersenyum licik.
"Kalau itu, aku akan melakukannya nanti saat Ferrell sudah berada di sini, aku ingin dia menyaksikan bagaimana wanita yang ia cintai berada dibawah kungkungan ku dan mendesah karena permainan ku, ha ha ha ha ... pasti akan terlihat mengenakan."
"Iya tapi Ferrell adalah target terakhir berarti kau harus menunggu terlebih dahulu."
" Tak masalah, selama itu beri wanita itu makan yang banyak aku tidak ingin ke montokan tubuhnya berkurang."
__ADS_1
Cecil hanya melengos pergi meninggalkan Reymond yang sudah mulai tidak waras menurutnya. " Beri makan yang banyak, heh ... persetan ..." gumam Cecil dalam lirih.
🌼
🌼
🌼
Kini, sudah tiga hari Ranty menjadi tawanan Cecil dan Reymond dan sejak saat itu Ranty menghilang. Namun, yang mereka tahu adalah Ranty pergi ke Amerika untuk menenangkan diri. Karena dari Chat terakhir yang dikirimnya pada Tuan Prabu.
Keluarga Tuan Prabu pun mengira jika Ranty pergi karena rasa kecewanya pada Arkha. Sementara Arkha tak berniat sedikit pun mengabari dan memberi tahu perihal kepergian Ranty. Baik Tuan Prabu maupun Arkha tidak mengetahui jika semua adalah rencana licik Cecil dan Reymond.
Mereka lah yang sudah mengatur segalanya. Mengatur seolah-olah Ranty pergi ke Amerika. Mereka mengaturnya sedemikian rupa. Bahkan nama Ranty tercantum dalam daftar penumpang pesawat. Sehingga tidak akan ada yang curiga.
Sementara perlakuan Cecil benar-benar kejam. Ia membiarkan Ranty terikat dengan mulut tersumpal. Belum lagi luka Ranty yang dibiarkan begitu saja.
Hingga noda darah di kening dan bibir Ranty mengering. Belum lagi luka lebam dan memar di beberapa bagian tubuh Ranty akibat pukulan dan tamparan dari Cecil. Entah sampai kapan, Ranty hanya bisa berdoa semoga Ferrell bisa cepat menemukannya.
Sementara, siang itu di pengadilan agama, Ferrell terus saja menghubungi Ranty. Namun, lagi-lagi nomer Ranty tak kunjung aktif. Ferrell ingin menanyakan tentang penuturan Yasmin. Pengacara Ranty itu menuturkan bahwa, Ranty sudah menyerahkan sepenuhnya kasus perceraian nya pada pengacaranya tersebut.
Ini artinya posisinya saat ini memang benar-benar sulit. " Akhhhh! Ranty kamu dimana? Kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini" Ferrell menggeram kesal, cara Ranty benar-benar membuat Ferrell kecewa.
"Pak Andra, apa langkah yang harus kita ambil pak?" Ucap Ferrell bertanya pada pengacaranya.
"Sepertinya, kita memang hanya bisa pasrah pak, apalagi bukti-bukti yang di serahkan sudah sangat kuat sehingga hakim akan dengan mudah mengabulkan keinginan Nona Ranty." ujar pengacara Ferrell tertunduk.
"Huhhhh ... apa pernikahan kami memang tidak bisa lagi diselamatkan."
"Maaf pak ... tapi mungkin bapak masih mau memperjuangkan hak asuh putri bapak?"
"Iya sepertinya hanya Amayra yang bisa saya perjuangkan saat ini"
"Baik pak saya akan ajukan hak asuh putri bapak."
Usai berbicara dengan pengacaranya Ferrell kembali termenung memikirkan mengapa Ranty pergi begitu saja. "Apa e
__ADS_1
benar-benar perpisahan yang kamu inginkan?" Ferrell membatin.
🌻
🌻
🌻
Sementara, Amayra sejak kejadian ia pingsan karena, mengurung diri dan tidak makan apapun hingga malam. Membuatnya sakit hingga tak bersekolah selama dua hari. Dan kini ia sudah kembali masuk ke sekolah. Tomi kini ditugaskan untuk mengantar dan menjemput Amayra.
"Hi honey, why? uncle noticed since this morning you are sad." ucap Tomi ketika Amayra masuk ke dalam mobil. Terlihat Amayra hanya diam. Tomi yang memperhatikan gelagat yang terlihat sedih sejak pagi tadi bahkan hingga siang ini.
Raut wajah Amayra tetap saja tak berubah. Tetap terlihat murung dan sesekali melamun. "No uncle i'm fine" jawab Amayra singkat masih dengan nada lesu.
"Hei ... apa kita pulang saja? tidak usah ke sanggar hari ini hem ...?" Ucap Tomi semakin khawatir.
"No Uncle, aku berharap aku bisa bertemu Mommy di sangar"
"Owh ... jadi Princess Uncle ingin bertemu dengan Mommy?"
"Iya Uncle, Amayra sangat rindu dengan Mommy."
"Ok let's go now ..." ucap Tomi semangat
"Go Uncle ..." diikuti Amayra yang seketika kembali bersemangat.
Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit akhirnya Amayra sampai di sanggar. Ia keluar dengan riang menuju sanggar. Senyumnya terkembang saat ia membayangkan akan bertemu dengan sang Mommy siang ini. Namun, saat Amayra sampai di depan gerbang tiba-tiba saja ada beberapa pria berpakaian hitam.menghampiri dan membawanya pergi.
Amayra tak dapat berteriak karena pria berpakaian serba hitam itu membekap wajah Amayra dengan saputangan yang sudah diberi cairan obat bius. Satpam yang berjaga hendak menolong Amayra pun dihajar oleh kawanan pria tersebut. Alhasil sang satpam tak dapat menolong.
Kini Amayra berhasil dibawa pergi oleh kawanan pria tersebut. Satpam yang masih memiliki sedikit tenaga berjalan tertatih menuju kantor pimpinan sanggar UDW. Guna memberitahu kan prihal penculikan yang telah terjadi pada Amayra.
***🌼 BERSAMBUNG ...🌼
Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku, jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar kalian ya karena komentar kalian sangat berarti buat ku 🤗 ikutin terus alurnya ya...
__ADS_1
Jangan lupa dukung aku, like, comen, hadiah dan vote nya ya. 🙏 Happy reading and l love you all my renders ❤️🥰🥰***