
Ferrell mengemudikan mobilnya ke arah puncak. Untungnya perjalanan lancar karena ini bukan lah hari libur. Ferrell menempuh perjalanan sekitar 1 jam 21 mnt (80,9 km) lewat Jl. Tol Jagorawi. Ferrell kemudian diarahkan ke suatu vila yang cukup besa dan terkesan tua. Bangunan vila juga terletak cukup jauh dari jalan raya.
Ferrell keluar dari mobilnya dan melangkah menuju gerbang vila. Di sana sudah ada beberapa anak buah Raymond yang berjaga. Ferrell langsung di sambut oleh beberapa anak buah Reymond yang langsung menodongkan senjata.
Ternyata apa yang paman Maks utarakan semua benar. Tentang pemeriksan yang begitu ketat dari anak buat Raymon. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan. Kini Ferrell diantar oleh dua anak buah Reymond ke salah satu kamar kosong.
Namun, sialnya kedua tangan Ferrell kini diikat bukan hanya tangan. Kini mata Ferrell pun juga ditutup kain. Membuatnya tak mampu bergerak dan melihat. Bagaiman dia bisa mengaktifkan alat pelacak yang berada di kantong celananya. "Daddy ... " panggilan Amayra membuat Ferrell seketika menjadi lega. Itu berarti Amayra kini sudah ada bersamanya.
"Tolong lepaskan penutup mata ku aku ingin melihat putriku." pinta Ferrell pada anak buah Reymond.
Tanpa menjawab anak buah Reymond melepas penutup mata Ferrell. Seketika pandangan Ferrell langsung tertuju pada sosok sang putri. "Sayang, kau baik-baik saja nak?" Tanya Ferrell seraya memeluk Amayra.
"Dad i'm scared ..." hiks, hiks, hiks, Tangis Amayra pecah diperlukan sang Daddy.
"Don't be afraid daddy is here baby ... sutttt ...," ucap Ferrell sambil mengelus punggung Amayra untuk menenangkan nya.
"Daddy, Mo-mmy" masih dengan terisak Amayra menunjuk Ranty yang tergeletak disudut ruangan. Ferrell mengikuti arah tunjuk Amayra yang mengarah ke arah mommy nya. Deg ... jantung Ferrell seperti diremas nafasnya tercekat melihat keadaan Ranty yang begitu menyedihkan.
Dengan keadaan terikat dan tak sadarkan diri. Ferrell juga bisa melihat beberapa luka lebam di pipi Ranty . Seperti nya Ranty mendapat beberapa kali tampara.
Hingga membuat pipinya terlihat lebam. Dengan kedua sudut bibirnya dan keningnya yang sobek dan masih terdapat noda darah yang mengering. "Sayang ..." panggil Ferrell seraya melangkah menghampiri Ranty.
"Berhenti dan tetap ditempat mu Ferrell Nugraha!" Suara bariton seorang pria menghentikan langkah Ferrell. Berbarengan dengan kemunculannya di dekat tubuh Ranty yang sedang tergeletak.
"Jangan mendekat tetap pada tempatmu di sana." Reymond mengintruksi Ferrell untuk tetap berada pada tempatnya semula.
Ferrell menurut kemudian mundur beberapa langkah. Ferrell menggeram tangan Amayra kuat mencoba menenangkan putrinya yang kini sedang gemetar takut. Ferrell diam dan menatap tajam kearah Reymond.
Prokk ... Prokk ... prokk ...
"Wow ... aku tidak menyangka jika aku akan bertemu lagi dengan seorang Ferrell Nugraha. ucap Cecil sambil bertepuk tangan. "Kau tahu Ferrell Nugraha aku begitu merindukan mu." ujarnya lagi dengan senyum terkembang yang sayang nya itu terlihat menjijikan bagi Ferrell.
"Jangan banyak bicara, sebaiknya katakan apa mau kalian sebenarnya!" Ferrell berucap dingin.
__ADS_1
Cecil hanya menanggapi dengan tersenyum sinis. Kemudian ia mengisyaratkan pada anak buahnya untuk membawa Amayra keluar dari ruangan. "Daddy tolong!" Teriak Amayra histeris.
"Lepaskan!" Bentak Ferrell sambil memegangi Amayra erat dan terjadilah perebutan Amayra antara anak buah Reymond dan Ferrell.
Dalam perebutannya tiba-tiba saja anak buah Reymond mengedipkan matanya seolah memberi Ferrell isyarat. Ferrell mencoba mengerti, dan lagi-lagi mendapati anak buah Reymond mengedipkan matanya kali ini kearah Amayra. Ferrell sebenarnya tidak mempercayai anak buah Reymond. Namun, kali ini ia harus berfikir positif dan mudah-mudahan saja anak buah Reymond adalah orang yang berpihak padanya.
"Sandra cepat!" Ucap Cecil yang geram melihat drama tangis Amayra. Akhirnya Amayra pun menurut dan pergi meninggalkan ruangan. Sekarang tinggal Cecil, Reymond, Ferrell dan Ranty serta beberapa anak buah Reymond.
Cecil kembali memerintahkan pada dua anak buahnya. Untuk mengikat Ferrell kembali Ferrell. Ferrell sempat berontak akan tetapi ia tak berdaya saat Cecil mengancam dengan menggunakan Ranty.
"Ferrell Nugraha menurut lah jika kau tak ingin istri cantik mu ini aku sakiti" Bentak Cecil pada Ferrell.
Ferrell seketika diam tak lagi memberontak kini Ferrell kembali terikat. Cecil kemudian memerintahkan anak buahnya yang lain untuk membawa satu ember air dingin.
Byurrrrr ...
"Hahhhhhaaaa hah ... hah ... hah, uhukk ...
Dengan angkuh dan tanpa belas kasihan Cecil menyiramkan satu ember air ke tubuh Ranty. Membuat Ranty lagi-lagi terengap dan terbatuk. Ranty langsung menatap Ferrell yang berjarak tiga meter dari tempatnya berada.
"Brengsek wanita iblis ...!" Ferrell memberontak dan berteriak memaki Cecil saat melihat perbuatan Cecil pada Ranty. Cecil tak memperdulikan ocehan Ferrell ia melangkah mendekati Ranty dan menjambak rambut Ranty dengan kencang. Hingga wajah Ranty mendongak keatas.
" Aaawwww ..." teriak Ranty mersakan perih pada kepalanya Cecil menjambak seperti ingin melepaskan semua rambut dari kepala Ranty. " Brengsek, kamu Cecil akhh ... lepaskan, brengsek kalau berani lawan aku bedebah!" Ferrell semakin tersulut emosi ia benar-benar sudah tak tahan lagi melihat wanitanya disakiti dihadapannya.
" Hei! Berhenti berteriak atau aku akan semakin menyiksa wanita tercintamu Ferrell Nugraha!" Ucap Cecil yang juga dengan nada tinggi. Plakkk ... "Cukup Cecil!" Bentak Reymond yang mendapat pelototan tajam dari Cecil.
"Kenapa hah! owh kau sudah mulai menyukai wanita ini, tapi sayang nya keinginanmu untuk mencicipi wanita ini sudah hilang" Cecil berucap dengan raut wajah sinis.
"Justru karena itu aku mengingatkan mu, bos kita akan sangat marah jika melihat wanitanya terluka, ingat kita akan menyerahkan Ranty besok siang dan bos tidak ingin melihat ada luka lagi di tubuhnya atau nanti bos kita tidak merasakan kepuasannya" Perkataan Reymond sontak membuat Ferrell merasakan panas sungguh emosinya kali ini benar-benar sudah dalam ambang batasnya.
"Kau benar juga jangan sampai bos kita merasa tidak puas saat menikmati tubuh Ranty" ha ha ha ha ..." Tawa Cecil dan Reymond bersama.
"Kalian benar-benar mausia iblis Cecil ... jangan pernah uji kesabaran ku brengsek!"
__ADS_1
Bukhhh ... Bukhhh ... Bughh ... Ferrell tersungkur akibat pukulan dari anak buah Reymond. Darah segar mengalir dari bibir dan pelipis akibat luka robek. " Mas ...!" Pekik Ranty melihat suaminya dipukuli.
"Sudahlah Cill ... kita tinggalkan saja dulu mereka hitung-hitungan untuk perpisahan aku sudah lelah" ucap Reymond yang ingin pergi merasa sudah cukup untuk hari ini.
"Baiklah" jawab Cecil pada Raymond. "Kalian berdua nikmati masa-masa terakhir kalian, dan untukmu siapkan dirimu untuk besok, kau harus memuaskan bos kami hem ..." Reymond berucap seraya memegang kedua pipi Ranty. Ranty melengos kasar merasa jijik dengan sentuhan Ranty.
"Jangan bersikap sok angkuh, karena setelah kau memuaskan bos ku kau juga harus memuaskan ku jadi persiapkan dirimu besok kau akan mersakan kenikmatan sepanjang hari ...." hahahaha tawa Reymond menggelegar.
'Lepaskan ikatan mereka" perintah Reymond pada anak buahnya untuk membuka ikatan Ferrell dan Ranty. Setelah memberi perintah Reymond, Cecil dan anak buahnya keluar dan mengunci pintu mengurung Ranty dan Ferrell didalam.
Ferrell menatap tajam ke arah pintu dengan gigi gemertak menahan gejolak emosinya. Mengetahui jika wanita yang ia cintai akan di lecehkan."Mas ..." Panggil Ranty lirih.
"Akhhh ... aku sungguh tidak berguna, aku tidak bisa melindungi mu sayang." teriak Ferrell frustasi. Jika saja mereka tidak menggunakan Amayra sebagai sandera. Ferrell dan Ranty pasti bisa menolong mereka.
Ferrell teringat dengan alat pelacak yang berada di saku celananya. Namun, naas alat itu sudah hancur akibat tendangan anak buah Reymond tadi. " Shitt ... sayang ini ah sudah tidak berfungsi" ucap Ferrell lesu.
"Jangan khawatir mas kita akan menghadapinya kita pasti bisa kamu percaya pada ku kan" Ranty mencoba menenangkan Ferrell.
"Sayang apa ini sakit ..."
"Sayang apa ini sakit ..." tanya mereka kompak satu sama lain kemudian sama-sama tersenyum. Ferrell menghapus air mata Ranty begitu juga Ranty menghapus darah dari pelipis dan bibir Ferrell.
Mereka saling berpandangan, kemudian saling memeluk. "Berjanjilah setelah ini kita akan bersama lagi" ucap Ferrell pada Ranty dengan terisak.
"Jangan bicarakan ini sekarang mas, dan maaf aku tidak bisa menjamin hatiku untuk berkata tidak akan meninggalkan mu maaf ..." Ranty juga terisak lagi-lagi meski masih mencintai Ferrell. Namun, entah mengapa Ranty masih meragu untuk tetap bersama Ferrell.
"Dan aku bersumpah aku hanya akan lepas mu jika aku tiada." ucap Ferrell seraya melerai pelukannya. Ranty hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa semakin merasakan sesak.
🌼 BERSAMBUNG ...🌼
Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku, jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar kalian ya karena komentar kalian sangat berarti buat ku 🤗 ikutin terus alurnya ya...
Jangan lupa dukung aku, like, comen, hadiah dan vote nya ya. 🙏 Happy reading and l love you all my renders ❤️🥰🥰
__ADS_1