
Setelah acara makan malam yang cukup melelahkan bagi Ranty ,karna di sepanjang acara la terus menahan sesak karna rasa cemburu ,melihat Cecil terus saja memperlihatkan, adegan-adegan yang menguras emosinya, bergelayut begitu manjanya.
Sesekali Cecil menyuapi Ferrell dan juga mencium pipi Ferrell. Ya memang semua adegan mesra itu hanya di lakukan oleh Cecil, tapi Ferrell juga sepertinya sangat menikmatinya .
" Huh dasar laki-laki kalo udah kek gini ngelesnya pasti itu tuntutan peran sayang... , heh padahal dia sangat menikmati." Ranty menggerutu pada Fany .
" Ya gitu lah laki-laki, cuma aku ko ngerasa Cecil kaya sengaja gitu ya." ucap Fany curiga.
"Entahlah aku nggk bisa mikir emm ... aku tidur di kamar kamu ya Fan." Ranty butuh teman sekarang la ingin sekali bercerita banyak pada sahabat nya saat ini. la juga ingin menghindari Ferrell tentunya mereka berdua pun berlalu menuju kamar Fany.
# # # # # # # # #
Ferrell berlari tergesa-gesa, menuju kamar Ranty. Beberapa kali ia mengetuk namun nihil tak ada jawaban. Akhir nya ia pun membuka pintu dengan kunci cadangan dan benar saja keadaan kamar gelap dan sepi . la masuk dan mencari keberadaan Ranty namun, tak ada Ranty di sana . Ferrell langsung tahu dimana Ranty berada saat ini .
" Ranty pasti di kamar Fany ." gumamnya dalam hati.
Ferrell pun bergegas menuju kamar Fany.
Ferrell mengetuk pintu kamar Fany namun, sepertinya manusia yang ada didalam sana sudah terlelap .
Tok...tok...tok...
" Fan ...Fani ...fan ..."
Ferrell terus mengetuk dan memanggil Fany. Fany yang mendengar namanya di panggil pun langsung terbangun dan dengan langkah gontai ia membuka pintu.
Cklek....
" Siapa se ? nggk tahu apa orang ngantuk, capek." Fany membuka pintu sambil menggerutu kesal.
Tanpa basa-basi Ferrell langsung menerobos masuk setelah pintu kamar Fany terbuka .
" Eh...main nyelonong aja lu Rell nggk ada sopan - sopan nya lu ya... , ini kamar cewe Ferrell !!"
__ADS_1
Fany seketika melotot melihat tingkah Ferrell, sedangkan Ferrell terus melangkah menuju ranjang. la tak memperdulikan ocehan Fany . Ferrell berdiri tepat di depan ranjang memandang Ranty yang tengah terlelap dengan wajah damai nya.
Lagi-lagi tanpa aba-aba Ferrell langsung mengendong Ranty, membawanya pergi menuju kamar Ranty.
" Heh ini orang ya ... bener-bener Lo , eh Lo beneran Ferrell atau genderwo yang nyamar jadi Ferrell?." Fany yang kesal, berbicara sambil menjambak rambut Ferrell .
" Auwww...sakit Fany ." Ferrell mengaduh ketika Fany menjambak rambutnya.
"Mangkanya kalo gue ngomong dengerin , jawab ! bukan nya nyelonong lagian ngapain Ranty pake di bawa hah!! kalo sampe ada yang liat abis Lo." sungut Fany.
" Settt ... jangan berisik gue mau bawa dia ke kamar nya ."
tanpa memberi kesempatan Fany membalas perkataannya Ferrell langsung mempercepat jalan nya, meninggalkan Fany yang terus saja mengoceh kesal.
" Dasar idol gendeng seenak nya aja ya, Ranty juga kok dia nggk kebangun si itu anak, tidur apa pingsan si" Fany yang heran hanya bisa menghela nafas .
Sementara Ranty yang merasa dua hari ini tidak bisa tidur dengan nyenyak, tak merasa terganggu dengan suara berisik apalagi pergerakan ferrell. Ranty tertidur seperti orang pingsan.
Ranty mengeliat, perlahan membuka matanya. Saat merasakan ada pergerakan di sampingnya.
" Aaaaaaaa, Kak Ferrell ngapain disini ? Fany mana?" panik Ranty yang tiba-tiba melihat Ferrell berada disampingnya.
" Setttt tenang sayang, kita dikamar kamu sekarang" jelas Ferrell.
" Maksud kakak, kakak gendong aku sampe kesini gitu?" ucap Ranty yang kaget atas apa yang Ferrell lakukan.
" Tentu emang kamu bisa terbang, sambil tidur."
jawab Ferrell enteng.
" Terus ngapain kakak disini ? kenapa nggk tidur dikamar kakak?" jawab Ranty ia merasa agak kesal dengan sikap Ferrell. Tadi tadi dia bermesraan sama Cecil sekarang apa yang dia lakukan ? heh dasar laki-laki.
" Apa yang salah kamu istriku sayang, apa salah kalo suami mau tidur sama istrinya." lagi-lagi Ferrell menjawab dengan entengnya.
__ADS_1
" Bodo amat lah ...." Ranty yang kesal langsung memunggungi Ferrell.
Tak pantang arah Ferrell memeluk Ranty dari belakang, membenamkan kepalanya di leher dan memberi kecupan dengan penuh kasih sayang. Ferrell bukan tak mengerti perasaan Ranty ia juga menyesal. Menempatkan Ranty pada situasi ini, tapi ini ia lakukan untuk menjaga nama baik nya dan juga keluarga besar nya.
Ranty yang merasakan sentuhan Ferrell Ranty tak kuasa meneteskan air matanya. Ketika ia mengingat suaminya bermesraan dengan wanita lain di depan matanya. Walau hubungan yang mereka jalin hanya sebuah sandiwara untuk menyelamatkan mana baik ferrell dan juga keluarga besarnya. Ferrell merasakan punggung Ranty bergetar, semakin mengeratkan pelukannya.
" Maaf sayang, aku tak berdaya. Percayalah bahwa semua ini hanya sementara. Aku janji setelah berita ini mereda aku pastikan tak akan berurusan lagi dengan Cecil." ucap Ferrell bersungguh-sungguh. Ferrell membalik tubuh Ranty untuk menghadapnya memberi kecupan di kening Ranty dengan penuh rasa sayang .
" Aku janji sayang, aku pastikan aku akan mempublikasikan dirimu aku hanya ingin kamu percaya dan bersabar." Ferrell kembali menyakinkan Ranty dan hanya di jawab anggukan oleh Ranty. Ferrell memandang Ranty dan mencium bibir Ranty. Ciuman yang semula hanya sekedar ciuman kini berubah menjadi ciuman panas saat Ranty membalas ciuman Ferrell.
Seketika hasrat Ferrell pun muncul, kini melu mat bibir Ranty, tangan nya pun tak tinggal diam. Meloloskan segala yang Ranty kenakan. Ferrell terus mencumbu Ranty.
Ranty mendesah membuat Ferrell makin menggila. Malam itu pun mereka lewati dengan penyatuan penuh rasa cinta. Sungguh dalam hati dan diri Ferrell hanya Ranty seorang yang ia cintai.
Sementara dikamar Cecil, saat ini ia dan Lucy Sundah merencanakan ingin membuat Ranty merasa malu dan juga membuat Ferrell sadar. Bahwa Ranty tak pantas untuknya, karna tak ada apapun yang bisa di banggakan dari seorang Ranty.
" Wel l...Giman rencana gue ok kan." senyum licik tercetak dibibir Lucy, kala ia memberitahu rencananya pada Cecil.
" Brilian ide Lo emang bagus, gue yakin bukan cuma Ferrell yang illfeel tapi Devano sama semua orang pasti bakalan illfeel sama Ranty."
" Yes beauty, dan aku diam-diam akan live streaming biar masyarakat juga liat. Ha ha ha ha." Lucy yakin la akan membuat Ranty malu sampai tak berani untuk keluar .
"Ok bererti kita siapin undian nya setting agar ia dapet undian dance emm...kalo perlu pasangin sama Devano gimana?". Cecil memberi instruksi pada Lucy.
" Eh ... apaan si kok di pasangin sama Devano si ...kamu kan tau kalau aku...."
Lucy tersipu malu saat berbicara tentang perasaan nya pada Devano. Lucy sudah lama menyukai Devano.
" Ih ...sabar sayang ku ...gue pasangin Ranty sama Devano, biar Devano malu terus dia juga illfeel sama Ranty, gimana?." Cecil mengutarakan maksud dan tujuan nya membuat Ranty berpasangan dengan Devano.
" Emm ok gue turutin, gue beneran udah nggk sabar buat besok malam ."
ucap Lucy disertai senyum licik membayangkan bagai mana hancur dan malunya Ranty nanti.
__ADS_1