Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 95


__ADS_3

Seminggu sudah Tuan Nugraha dan keluarga Rian di London, sore ini rencananya mereka tiba di bandara internasional SH, Ferrell, Amayra, dan Tomi, menjemput mereka dengan menggunakan mobil yang berbeda. kini mereka sudah ada di ruang tunggu kedatangan.


" Eh iya Rell gimana Lo udah ketemu sama cewe yang mirip Ranty?" Tomi memulai perbincangan.


" Iya, dan gue rasa dia bukan hanya sekedar mirip, tapi dia emang Ranty "


" What ! maksud Lo?" Tomi terperangah, oleh pernyataan Ferrell.


" Gue yakin banget Tom, gue bakalan buktiin kalau dia emang Ranty, dan gue juga yakin kalau sepertinya dia mengalami amnesia."


" So, apa yang akan Lo lakuin, buat buktiin kalau dia adalah Ranty?"


" Tes DNA antara Amayra dan Safira " tegas Ferrell dengan penuh keyakinan.


" Ok paling gampang, ya kita pake sampel rambut."


" Ya itu udah gue pikirin, dan gue lagi mau deketin dia dan Lo harus bantu gue Tom"


" Bantu apa ?"


" Bantu handle kerjaan gue " Ferrell berucap seraya nyengir tanpa dosa.


" Somplak Lo...."


" Uncle what is somplak ?" Amayra yang sedari tadi hanya menyimak, akhirnya angkat bicara saat la mendengar kata asing yang diucapkan oleh Tomi.


Ferrell melotot tajam pada Tomi, sementara Tomi nyengir seraya menggaruk tengkuknya, bingung harus menjawab apa.


" Eh... itu Opa, Oma sudah datang !" teriak Tomi, mengalihkan pertanyaan Amayra.


" Oma...Opa...!!!" Amayra berlari riang menuju ke arah Tuan Nugraha rombongan


" Huhh selamat." Tomi menghela nafas lega, setelah berhasil lolos dari Amayra.


Bukk...


"Makanya lain kali mulut disaring awas aja anak gue sampe tercemar sama mulut Lo " Ferrell yang kesal memberi tinju kecil di perut Tomi.


" Ish rese Lo...sakit monyong!" Tomi meringis memegangi perutnya yang baru saja dihadiahi tinju dari Ferrell.

__ADS_1


Kemudian Ferrell, melangkah pergi meninggalkan Tomi yang masih meringis.


" Hei Daddy, Momm, kak, Fan, hei jagoan Uncle " sapa Ferrell pada anggota keluarga seraya memeluk penuh rindu, kemudian ber high five, dengan Haikal.


" Eh... princess nya Oma apa kabar, bagaimana apa Daddy mu, tidak melakukan hal yang menyebalkan " tanya nyonya Winda pada Amayra.


" Aku baik Oma, kalau Daddy... iya Oma Daddy kemarin sempat membuat ku malu Oma, saat Daddy menunggu ku les, Daddy melamun, sambil memejamkan matanya, dan lebih memalukan lagi Daddy sampai tersenyum-senyum sendiri seperti ...crazy person " Amayra berucap kemudian berbisik diakhir kalimat.


Ferrell melebarkan matanya, kaget Ferrell tak menyangka jika Amayra akan menceritakan tentang kejadian konyolnya kemarin.


Sementara seluruh orang yang ada di sana terdiam mencerna apa yang Amayra ceritakan.


" Rell, apa maksud Amayra" tanya Tuan Nugraha merasa penasaran.


" Kita ngobrol nya lanjut di rumah aja ya Dadd." putus Ferrell.


Setelah Satu jam perjalanan, akhirnya keluarga Tuan Nugraha, sampai di mension, dan setelah beristirahat sejenak, kini mereka sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam.


Seperti biasa makan malam yang selalu diisi canda dan obrolan ringan, membuat suasana hangat sangat terasa di keluarga Tuan Nugraha.


Setelah selesai makan malam, kini semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga.


" Rell Daddy masih penasaran, tentang cerita Amayra, soal kamu sampai menunggunya les tari, tidak bisanya begitu ada apa?"


Sontak pernyataan Ferrell membuat seluruh anggota keluarga tercengang.


" Apa maksud mu nak?" nyonya Winda kembali memberikan pertanyaan pada Putranya.


" Iya Rell maksud kamu ada wanita yang mirip Ranty? di mana?" tanya Fany antusias.


" Em... dia guru baru di sanggar tempat les Amayra." ucap Farrell, menegaskan.


" Kamu yakin dia Ranty?" kini Rian yang bertanya.


" Yes Uncle kakak peri cantik kak Safira itu pasti mommy " kini Amayra lah yang berucap lagi-lagi membuat semua orang yang berada di ruangan itu kembali terkejut.


Ferrell lalu memperlihatkan Vidio dimana Safira yang sedang berlatih dance kemarin, Nyonya Winda dan Fany kompak membekap mulutnya tak percaya sedangkan Tuan Nugraha dan Rian pun sama- sama terdiam.


" Daddy, itu benar Ranty Dadd, Mommy yakin itu pasti Ranty, Ranty ku Dadd, bawa dia kesini Dadd, kembalikan dia." Nyonya Winda mengguncang lengan Tuan Nugraha, kemudian menangis di pelukan sang suami.

__ADS_1


" Iya Mom aku juga sangat yakin jika itu adalah Ranty." Fany tak kalah sedihnya dengan nyonya Winda, la juga begitu yakin jika wanita yang ada dalam Vidio itu adalah Ranty.


" Sejak kapan kau menemukan nya Rell?" (Rian)


" Aku baru melihatnya lima hari yang lalu kak"


" Kita kan lakukan tes DNA agar kita yakin dan bisa membawa Ranty kembali." ucap tegas Tuan Nugraha, yang merasa harus segera mengambil tindakan.


" Em Amayra, Haikal, sayang kalian tidur ya nak ini sudah malam, tidur diantar sama mba Ana ya " Fany mengintruksi Amayra agar tidur dan tak mendengar lebih banyak lagi percakapan orang dewasa.


" Suster Ana...." panggil Fany pada suster Anna.


" Iya Bu " jawab suster Anna menghampiri.


" Bawa anak-anak ke kamarnya ya sus...."


" Baik Bu,... ayo anak-anak" suster Anna berlalu sambil mengandeng Amayra dan Haikal .


Amayra dan Haikal kompak mengangguk, melangkah menuju kamar mereka. namun baru tiga langkah Amayra kembali berbalik kemudian berkata .


" Dadd, bawa mommy ku kembali, Daddy, berjanjilah kau akan memberikan mommy sebagai hadiah di ulang tahun ku nanti, aku sudah sangat merindukan nya, aku selalu ingin, seperti Haikal, diperhatikan dan diurus oleh Mommy, aku mohon Daddy aku tidak ingin yang lain aku ini mommy "


Amayra terisak, sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di dada memohon pada sang Daddy untuk dapat membawa Mommy kembali, Amayra berlari menuju kamarnya, dengan derai air mata, setelah mencurahkan isi hatinya, yang teramat merindukan sang Mommy.


Sementara seluruh keluarga tercengang, dengan apa yang gadis kecil itu kata kan, apakah selama ini Amayra menyembunyikan kesedihannya? menyembunyikan rasa rindunya pada sang Mommy?.


Perkataan Amayra membuat hati nyonya Winda kembali teriris, la semakin terisak, menyadari bahwa ternyata sang cucu selama ini menyembunyikan rasa sedihnya, gadis berusia enam tahun itu bahkan sangat pandai menyembunyikan rasa sedihnya.


" Aku harus bagaimana Dadd?, meskipun itu benar Ranty, tapi sekarang dia tidak mengingat apapun tentang aku dan tentang kita." Isak Ferrell tertunduk merasakan sesak di dadanya melihat untuk pertama kalinya sang putri memohon, meminta Mommy nya kembali.


" Daddy akan bantu kamu Rell, tenang semua akan baik-baik saja, percaya sama Daddy " Tuan Nugraha menepuk pundak Ferrell mencoba memberi kekuatan.


Di kamar Amayra menangis sesenggukan, memeluk bingkai foto sang Mommy.


" Aku rindu Mommy, Amayra sangat merindukan Mommy, Amayra ingin tidur di peluk Mommy, ingin makan disuapi Mommy, Amayra ingin melakukan segalanya bersama Mommy, hiks...hiks...hiks..."


" Tuhan Amayra janji akan jadi anak baik supaya Mommy kembali, aku janji Tuhan, tapi tolong kembalikan Mommy ku, ijinkan aku mendapat kan cinta dan kasih sayang Mommy...." huaaaaaa... khek..khek...khek...


Ferrell melihat Amayra terisak, langsung memeluk erat sang putri.

__ADS_1


" Daddy akan berusaha, membawa Mommy kembali berkumpul bersama kita lagi sayang, Daddy berjanji nak, hiks...hiks...hiks..." Ferrell terisak bersama Amayra.


'Tuhan bisakah kau mengampuni kesalahan ku, biarkan aku menebus segala kesalahan ku Tuhan, tolong permudah jalanku untuk bisa mengembalikan, lagi kebahagiaan dalam keluarga ku' batin Ferrell pilu.


__ADS_2