Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 81


__ADS_3

Viona menemui Lucy, dan membicarakan apa rencana selanjutnya yang akan mereka ambil, Viona sudah tidak ingin berlama-lama lagi, la ingin segera merebut Ferrell dari tangan Ranty.


Viona sudah sangat muak melihat, kemesraan Ferrell dan Ranty. sementara Cecil, yang diberi kabar oleh Lucy tentang kepulangan Viona, langsung memerintahkan Lucy untuk segera menjalankan rencana yang sudah lama la simpan.


" Sudah cukup, Ranty dan Ferrell bahagia !!" mereka harus menebus waktu penderitaan ku selama dua setengah tahun.


" Ok gue si siap aja " Lucy tersenyum miring la juga sudah menantikan hari ini, hari dimana la juga akan membalas rasa sakit karna penolakan Devano laki-laki yang sangat la cintai, karna Devano mencintai Ranty.


Setelah bertemu Cecil terlebih dahulu, dan menyusun rencana, kini Lucy menemui, Viona, untuk melancarkan rencana mereka.


" Lo yakin Ferrell masih bisa gue dapatkan?" Viona sedikit ragu, tapi la juga tak ingin pesimis, bagaimana pun perasan ingin memiliki Ferrell lebih besar.


" Gue yakin sampai kapanpun rasa sayang Ferrell masih ada, meski karna hutang budi."


" Terus apa rencana kita." Viona mengangguk paham, meski, dengan alasan hutang budi la akan, membuat Ferrell terbelenggu padanya.


Lucy membisikan sesuatu yang membuat Viona menegang, namun sejurus kemudian la mengangguk mengerti.


Meski apa yang Lucy rencanakan terbilang cukup berbahaya namun demi menjadi nyonya Ferrell Nugraha, la harus melakukannya.


Lucy tersenyum puas melihat Viona, yang menyetujui rencananya. begitupun dengan Cecil yang duduk agak jauh namun bisa melihat Lucy dan Viona.


Cecil tersenyum sumringah, kala Viona setuju dengan rencananya.


" Selangkah lagi kehancuran Ranty, Ferrell, dan seluruh keluarga Nugraha, akan tiba dan iya aku lah orang pertama yang akan bertepuk tangan." gumam Cecil dengan penuh kebencian.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


" Sayang ...." panggil Ferrell pada Ranty, yang masih betah bergelung di bawah selimut, wajah lelah tercetak jelas di wajah Ranty. bagaimana tidak merasakan lelah jika, la baru saja tidur tiga jam yang lalu, akibat permainan panas mereka tadi malam.


" Euehhh..." Ranty hanya melenguh, enggan membuka matanya.Ferrell tersenyum melihat wajah lelah sang istri.


" Ya sudah aku berangkat ke kantor dulu ya mommy sayang..." cup... Ferrell mengecup bibir Ranty, sebagai tanda berpamitan.


" Mas... " mendengar Ferrell berpamitan sontak membuat Ranty langsung terbangun dan terduduk, tanpa la sadari tubuh polosnya, terpampang nyata dihadapan Ferrell.


" Apa hem... " Ferrell duduk di hadapan Ranty, dan langsung mel umat bibir Ranty , tangannya tak tinggal diam me re mas dua gundukan sintal milik sang istri, rasanya tak tahan melihat tubuh Ranty terpampang indah dihadapannya.

__ADS_1


" Akhhhhh...emmm...." de sah Ranty tak tertahankan, saat Ferrell melu mat dan me nyesap dua gundukan nya.


Sementara Ferrell yang sudah berpakaian rapi, kembali membuka satu persatu, pakaian yang la kenakan. namun naas belum sempat membuka semua pakaiannya sebuah ketukan pintu terdengar memecah hasrat yang sudah begitu tinggi.


Tok...tok...tok...


"Huaaaaaaa... hiks hiks ...mommy... Daddy" Amayra menangis sesenggukan, mencari keberadaan sang mommy dan Daddy nya.


" Mas... Amayra...." Ranty mendorong pelan tubuh sang suami


Ferrell menghembuskan nafas kasar, saat menyadari jika kini hasratnya harus la tahan.


" Sayang..." rengek Ferrell, merasa sudah tak tahan.


" Aku janji nanti malam kita lanjutkan hem..." Ranty mengelus rahang Ferrell, mencoba bernegosiasi.


" Ok tapi aku ingin seperti yang semalam, sayang, aku suka kamu sangat liar." Farrell berucap, sambil menggigit cuping telinga Ranty, kemudian la beranjak, dan memakai pakaiannya kembali.


Ranty pergi ke kamar mandi, sementara Ferrell membuka pintu untuk sang putri.


" Daddy...." teriak Amayra dan langsung memeluk Ferrell erat.


" Daddy... Amayla...tatut...tadi Amayla mimpi kalo mommy di gigit buaya di sungai Daddy..." huaaa....hahh... Amayra semakin menangis histeris saat menceritakan mimpinya pada Ferrell.


" Hei... girl ...don't cry Daddy disini hem dan mommy juga sedang dikamar mandi sayang." Ferrell menghapus dan mengecup kening sang putri mencoba menenangkan.


" Hai sayang...kenapa anaknya mommy? "


Ranty bertanya dan mengambil alih Amayra dari gendongan Ferrell.


" mommy... Amayla mimpi kalo mommy di gigit buaya, mih...Amayla tatut..." hiks...hiks, ucap bocah berusia dua setengah tahun, yang kembali menceritakan mimpinya.


" Uhhh jangan menangis, sayang mommy disini nak, mommy baik-baik saja...uhh cup sayang."


" Tatapi mayla liat mo-mmy di-gi-git bu-aya." gadis itu masih saja terisak dalam pelukan Ranty.


" No sayang sini liat mommy."

__ADS_1


" Huaaa...iya tan mommy, utah digigit buaya, ini mommy banak lukanya...." huaaaaaaa, bocah itu kembali menangis saat melihat beberapa tanda merah di leher mommy nya.


Sontak Ferrell dan Ranty melotot mendengar ucapan sang putri, kemudian Ranty melihat cermin, dan benar saja, ada beberapa tanda merah yang tercetak jelas di leher dan dadanya.


" Emm sayang ini bukan digigit buaya nak, em..mommy cuma, gatel karna kemarin mommy salah makan sayang." Ranty menatap tajam Ferrell yang sudah membuat ulah dengan memberi begitu banyak tanda di tubuhnya.


Ferrell hanya nyengir, memperlihatkan wajah tanpa dosa.


" mommy salah makan, apa itu altina mih,...apa salah makan itu tandanya makanan mommy tidak benar?" gadis itu kini tak menangis namun berganti dengan rasa ingin tahunya.


" Iya seperti sayang karna makanan mommy , makan sembarangan mommy jadi alergi nak, dan timbul gatal dan merah-merah" jelas Ranty yang merasa penjelasan nya itu sebenarnya tak masuk akal.


" Tapi Mayla, liat mommy di gigit buaya mih...." Amayra masih saja kekeh.


" Sayang disini tidak ada buaya nak, disini kan nggak ada sungai girl." Ferrell mengecup kening Amayra kemudian mengecup bibir Ranty singkat, Ferrell, yang sedari tadi memperhatikan, interaksi dua wanita yang sangat la cintai pun akhirnya angkat bicara.


" Iya sayang disini kan nggak ada sungai nak, jadi nggak ada buaya sayang, cuma adanya buaya darat nak." ucap Ranty menatap tajam sang suami yang bisa-bisa nya masih sempat mengambil kesempatan.


" Hah buaya darat mih ? apa dia tidak belbahaya mih ?" pertanyaan polos kembali terlontar dari bibir Amayra.


" Emm..." Ranty bingung sendiri, menjelaskan perkataan nya tidak mungkin kan la bilang kalau buaya daratnya itu suaminya.


" Ayo sayang kita sarapan Daddy sudah terlambat." Ferrell mengambil alih Amayra dan mengendong, mengajaknya pergi untuk sarapan.


" Mommy ganti baju ya... Daddy sama Amayra kebawah duluan" ucap Ferrell tersenyum dan mengerlingkan matanya, menggoda Ranty.


Di kantor FN


Ferrell kini telah berada di kantor setelah melewati pagi yang hangat bersama keluarga kecilnya.


Meski sebenarnya Ferrell enggan berpisah dari istri dan putrinya jika saja saat ini tidak ada pertemuan penting dengan salah satu brand yang mengontrak salah satu artisnya mungkin la memilih untuk tetap dirumah.


" Rell... " suara sexy mendayu mengalihkan perhatian Ferrell dari layar laptopnya.


" Hai..." Ferrell beranjak menyambut wanita yang baru saja masuk keruangan nya.


***Thank to renders yang sudah Sudi mampir dan memberi like, komen, hadiah dan vote nya buat aku.🤗

__ADS_1


Komen kalian adalah semangat buat ku, jadi tetap dukung aku ya , dengan cara seperti biasa berikan, like, komen, hadiah, dan vote 🥰🥰 love you all my renders ❤️❤️***


__ADS_2