Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 74


__ADS_3

Pagi hari Ferrell yang sudah siap ke rumah sakit, la menuruni anak tangga untuk sarapan terlebih dahulu. dering ponsel Ferrell berbunyi dengan menampilkan, nama Viona dilayar handphone.


Ferrell : " Ya hallo...ada apa Vi ? "


Viona : " Rell apakah kau akan mengantarku ke team FN."


Ferrell :" maaf Vi aku tidak bisa, istri ku tadi malam melahirkan dan aku harus menemaninya sekarang."


Viona :" tapi Rell ...aku--"


Ferrell : " tenang Vi aku sudah menghubungi Tomi dia yang akan mengurus mu, nanti dia akan menjemput mu di loby"


Viona : hem baiklah, salam untuk istrimu"


Ferrell : " Ok semoga berhasil "


Sambungan telepon tertutup Ferrell kemudian, bergegas pergi ke rumah sakit.sedangkan di sebrang sana Viona nampak tak bersemangat kala menerima jawaban dari Ferrell.


Viona menghubungi Lucy, untuk membicarakan langkah apalagi yang harus la ambil.


Viona : " hallo Lucy "


Lucy : Hem ada apa ? sepagi ini kau menelfon ku."


Viona : Aku seperti ingin menyerah saja Cy Ferrell sepertinya memang sudah tidak mencintaiku lagi"


Lucy : owh ayo lah Vi apa kau juga sudah tidak mencintai Ferrell ?


Viona : itu tidak mungkin Cy aku masih sangat mencintainya.


" Lucy : kalau begitu kejar dan dapatkan kembali cintanya meski dengan cara apapun, ayolah jangan menyerah, kau punya hak untuk berada di keluarga Nugraha ingat itu !"


Viona : " kau akan membantuku ?"


Lucy : tentu aku pasti akan mendukung dan membantumu."


Usai menelfon Lucy, Viona kembali mencerna perkataan Lucy dan iya dia juga berhak ada di keluarga Nugraha.

__ADS_1


🌼


🌼


🌼


🌼


Di rumah sakit


Ranty yang sudah terlihat lebih segar kini sedang memberikan ASI pada sang buah hati, ditemani nyonya Winda, Fany.


" Lucu banget se baby Amayra " Fany menoel pipi baby Amayra dengan gemas.


" Em maaf ya Fan karna gue acara malam pertama Lo gagal." Ranty merasa bersalah saat la sadar jika tadi malam harusnya malam pertama bagi Fany dan Rian, namun karna menungguinya acara malam pertama mereka gagal .


" Hei ngomong apa se Lo, gue ma mas Rian masih punya banyak waktu, hemm." Fany mencoba mencairkan suasana kala melihat wajah Ranty yang menampakan kemurungan .


" Sayang sebaiknya kamu pulang ya nak, Rian pasti membutuhkan mu, lagipula Ferrell sudah di jalan, sebentar lagi sampai." ucap nyonya Winda lembut menyuruh Fany untuk pulang terlebih dahulu nyonya Winda, bisa merasakan jika Fany sangat lelah setelah menunggu Ranty semalaman.


" Baik mommy...em Ran...aku pulang ya nanti aku kesini lagi , da baby myra " cup Fany berpamitan dan mengecup pipi bayi mungil yang masih berada di gendongan Ranty.


" Sayang ..." sapa Ferrell begitu masuk ke ruang rawat inap Ranty.


" Daddy dateng sayang, hai Daddy Amayra rindu..." jawab Ranty seolah memberi tahu pada sang putri jika Daddy nya sudah datang.


"Hai sayangnya Daddy ..."Ferrell mendekat hendak menggendong sang putri namun terhenti kala mendengar instruksi dari sang mommy.


" Rell kamu dari luar cuci tangan dulu !" nyonya Winda menghentikan aksi Ferrell.


" Iya momm...sayang Daddy cuci tangan dulu ya" Ferrell mencium pipi Amayra gemas. namun Amayra tetap terlelap sepertinya bayi itu merasa kenyang.


" Iya Daddy " jawab Ranty meniru suara anak kecil .


Nyonya Winda lagi-lagi menahan gemuruh, melihat interaksi anak dan menantunya, la tak sanggup jika harus membayangkan jika rumah tangga mereka sampai hancur hanya karna kehadiran wanita lain.


" Sayang sudah ada Ferrell jadi mommy pulang dulu ya " nyonya Winda teringat perbincangan suaminya dan Ferrell malam tadi, nyonya Winda ingin menanyakan langsung apa sebenarnya yang telah terjadi, antara Ferrell dan Viona.

__ADS_1


" Iya mom... terimakasih mom "


" It's ok sayang, mommy pergi dulu ya, ok Amayra, Oma pulang dulu ya sayang" cup nyonya Winda mengecup kening bayi mungil yang masih tertidur pulas di gendongan Ranty.


Ferrell keluar dari kamar mandi dan menghampiri Ranty.


" Sayang mommy mana?" tanya Ferrell ketika tidak lagi mendapati nyonya Winda disana.


" Mommy pulang kak.." jawab Ranty dengan senyum yang mengembang, melihat Ferrell yang terlihat tampan.


" Sayang kenapa ? apa ada yang aneh?" tanya Ferrell yang nampak bingung dengan reaksi Ranty yang tersenyum sumringah.


" Emm Daddy nya Amayra tampan banget, kamu makin tampan kak setelah menjadi seorang ayah sedangkan aku" Ranty tertunduk merasa insecure pada dirinya,saat ini.


" Hei kenapa dengan dirimu hem? kau tahu dimata ku kau tetap wanita yang paling cantik, maaf aku tak berada di sampingmu saat kau berjuang melahirkan buah cinta kita" Ferrell mengenggam tangan Ranty menciumnya penuh rasa sayang dan bersalah.


" Iya kak aku ngerti, yang penting kakak sekarang disini " Ranty mencoba mengerti meski dalam hatinya merasa was-was dengan apa yang la ketahui baru-baru ini tentang suaminya.


Aku tidak akan membahas tentang wanita itu kak, aku akan coba menepis segala hal yang negatif, aku akan menaruh penuh kepercayaan ku pada mu." Ranty membatin mencoba menepis segala kecurigaannya tentang suaminya.


Bukan hanya tuan Nugraha dan nyonya Winda saja yang menaruh curiga, namun Ranty pun sama la menaruh sedikit curiga pada suaminya saat mendapati struk transfer dari saku jas Ferrell yang di tujukan untuk Viona, dan belum lagi wangi parfum wanita yang pernah menempel di baju Ferrell, dan Ferrell yang jarang berada di kantor FN sedangkan saat ini la sedang tidak menerima job.


Namun Ranty memilih diam, la percaya jika suaminya berkhianat Allah pasti akan mengungkap segalanya.


" Uhh anak Daddy cantik sekali se emuah gemesnya" Ferrell terus menciumi wajah sang putri. " liat sayang matanya sepertimu bulat, tapi hidung dan bibirnya mirip aku" Ferrell mengamati putrinya.


" Hemm... benarkah kak aku cuma kebagian matanya saja, huh ini tidak adil kak, aku yang mengandung dan aku yang melahirkan, tapi putriku malah berpihak lebih banyak padamu" Ranty mnegerucutkan bibirnya berpura-pura merajuk.


" Oh iya sayang, kenapa kamu tidak memberitahu jika seminggu yang lalu adalah jadwal check up, kenapa tidak mengingatkan ku dan memintaku mengantarmu , apa kamu sudah tidak menganggap ku penting, apa kau sudah tidak membutuhkan aku lagi hemm?"


Ferrell berucap sendu la sebenarnya merasa bersalah karna la sampai tidak mengetahui kondisi istrinya.


" Setttt kak aku hanya tidak ingin merepotkan mu kak, selama satu setengah bulan terakhir kakak seperti sangat sibuk jadi aku memutuskan untuk tidak menggangu kakak" Ranty tertunduk sedih mengingat akhir-akhir ini Ferrell sangat sibuk dan sedikit mengabaikannya.


Ferrell memeluk Ranty la menjadi semakin bersalah karna pada kenyataanya, yang di fikirkan Ranty tentang kesibukannya adalah sibuk mengurusi Viona.


Ferrell menatap Ranty kemudian men ci um bibir Ranty sebenarnya Ferrell sangat merindukan Ranty karna terlalu sibuk pada Viona Ferrell jadi sedikit mengabaikan Ranty.

__ADS_1


Ferrell Melu mat dan menye sap bibir Ranty,ciuman yang lembut berubah semjadi ciu man yang menuntut rasanya memang sudah lama Ferrell tidak merasakan momen mesra bersama Ranty.


"Ups... maaf "....


__ADS_2