Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 127


__ADS_3

Sungguh Ranty begitu hancur kali ini. Keputusannya menemui Viona ternyata membawanya pada sebuah kenyataan yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.


Ranty mengeluarkan pistolnya dari dalam dasboard seraya berucap " Kali ini aku tidak akan membiarkan kau menang lagi, tidak! aku akan pastikan kalian akan berakhir!" Ranty berkata dengan nada dingin, disertai gurat wajah penuh emosi.


***🌼 flashback on 🌼


Di kafe XX***


Ranty yang telah sampai di kafe XX langsung menghubungi nomor yang di duga milik Viona. Ia memberitahukan jika ia telah sampai. Viona lantas menyuruh Ranty memasuki sebuah private room.


Ranty langsung disambut oleh pelayan dan di arahkan kedalam private room tersebut. Saat ia masuk benar saja Viona telah menunggunya. Ada desiran yang mengalir dalam aliran darah Ranty. Melihat wanita yang pernah dinikahi oleh suaminya.


Ranty masih saja berdiri mematung perasaan marah, benci dan sakit hati menyelimutinya. Apalagi saat mengingat jika wanita yang ada dihadapannya ini, pernah bercumbu dan berbagi peluh di ranjang. Apakah Ferrell juga memperlakukan Viona sama seperti Ferrell memperlakukan nya saat di ranjang? bayangan Ferrell yang begitu memanjakan dan memujanya saat di ranjang terlintas di benaknya.


Seketika air matanya lolos apa ia juga memuja dan memanjakan wanita ini? "Hei Ran ... duduk lah," suara Viona seketika membuyarkan lamunannya. Ranty menghapus kasar air matanya.


Ranty melangkah kemudian menduduk kan dirinya berhadapan dengan Viona. Ranty memasang wajah dingin dan angkuhnya. Namun, Viona justru menampakan wajah ramah dan bersahabat.


" Ran ... " panggil Viona pada Ranty seraya menyentuh telapak tangan Ranty.


" To the point aku tidak memiliki banyak waktu! katakan apa yang mau kamu katakan!" Ucap Ranty menarik telapak tangannya menghindar dari Viona.


" Maaf Ran ... mungkin, kata maaf ku sudah terlambat, aku ingin menjelaskan segalanya tentang hubungan ku dan Ferrell dimasa lalu." Viona menghentikan sejenak ucapannya guna melihat reaksi Ranty.


" Oh ... tentang bagaimana kamu dan suamiku menjalin hubungan hingga menikah? atau tentang bagaimana mas Ferrell memperlakukan mu saat di atas ranjang? kau ingin memberitahu ku betapa mas Ferrell memanjakan mu saat kalian sedang bermain begitu?" Ranty berucap dengan lelehan air mata yang tak bisa ia bendung. Sungguh rasanya begitu sesak dan ngilu membayangkan bagaimana suami yang dicintainya mencumbu wanita lain seperti yang ia lakukan padanya.


" Tidak Ran, bukan itu yang ingin aku katakan tolong dengarkan aku bicara dan aku harap kau jangan menyelanya." Viona mencoba kembali menyentuh tangan Ranty.

__ADS_1


Namun, lagi-lagi Ranty menepisnya. Ranty membuang wajahnya kearah lain dan menghapus air matanya kasar. " Baik ... katakan!" ucapnya dingin.


Viona menghembuskan nafas kasar, melihat perubahan sikap Ranty. Dulu Ranty begitu ramah dan bersahabat. Namun, kini Ranty seolah menjadi pribadi yang begitu dingin yang sangat berbeda. Viona pun mulai bercerita tentang awal rencananya menjebak Ferrell.


" Empat tahun lalu, aku merencanakan untuk merebut Ferrell darimu, di bantu Lucy dan seorang ketua mafia, yang bernama Reymond ...," Viona menceritakan bagaimana ia, Lucy dan Reymond menjebak Ferrell agar mau menikahi Viona.


Ranty terdiam mendengarkan cerita Viona. Ada sedikit rasa lega dalam dirinya saat ia mengetahui jika suaminya menikahi Viona karena dirinya dijebak. Namun, ia tak ingin terlalu dini menilai karena yang ia takutkan.


Mungkin saja awal keterpaksaan kemudian berubah menjadi cinta. Karena itulah yang juga terjadi pada hubungannya dan Ferrell yang berawal dari keterpaksaan karena perjodohan dan akhirnya berujung munculnya rasa cinta. Apalagi Viona dan Ferrell sudah pernah saling mencintai di masa lalu. Ranty berfikir tidak akan sulit bagi Ferrell mencintai Viona lagi.


"Ran ... kamu tahu aku berfikir setelah pernikahan siri kami, Ferrell akan kembali mencintaiku seperti dulu. Namun, ternyata cinta masa kecil kami sudah disingkirkan oleh cinta mu, Ferrell tetap tak bisa aku miliki. Sementara aku yang pernah bekerja sebagai PSK memiliki hasrat yang tak bisa aku bendung, Ferrell tak bisa dan tak pernah mau menyentuhku. Pernikahan kami benar-benar hanya sebatas pernikahan. Lalu untuk memenuhi hasrat ku, aku membayar Reymond untuk memuaskan ku. Reymond yang tadinya melakuakan itu hanya karena uang lama-lama ia mencintaiku. Kami bermain dibelakang Ferrell. Hingga Ferrell mengirim ku ke Paris untuk kontrak kerja. Aku menyetujui nya karena itu adalah salah satu impian dan obsesi ku. Dan dalam pikiran ku saat itu, mungkin saja saat jauh darimu, Ferrell akan lebih mudah aku kendalikan. Aku membuat kesepakatan dengan nya jika aku menyetujui ke paris maka Ferrell harus mengunjungi ku satu bulan sekali. Ferrell selalu menuruti ku karena aku selalu mengancamnya mempergunakan mu dan karirnya. Benar saja Ferrell menyetujui nya. Namun, tetap saja Ferrell tak mau menyentuhku. Ferrell selalu menginap di hotel jika sedang berada di Paris. Untungnya Selama aku di Paris Reymond juga menemani ku. Aku selalu merencanakan untuk menjebak Ferrell. Namun, sepertinya instingnya selalu kuat hingga ia selalu bisa lepas dari permainan ku. Tapi pada 3 bulan terakhir ku di Paris. aku dan Reymond kembali membuat rencana menjebak Ferrell. Dan mungkin itu yang di namakan usaha tidak pernah mengkhianati hasil ... Kami berhasil menjebaknya dan membawanya ke apartemen ku. Raymond membuka semua pakaian Ferrell dan hanya menyisakan underwear. Lalu Reymond mengambil foto ku dan Ferrell. Dan setelah itu aku dan Reymond bermain, hingga pagi menjelang aku yang baru selesai bermain dengan Reymond langsung naik dan berpura-pura tidur di sampingnya. Ferrell sempat tak percaya akan tetapi aku menunjukan cairan sp*rma milik Reymond yang sengaja aku taruh di ranjang yang Ferrell tiduri."


Viona menceritakan segalanya dengan raut wajah bersalahnya. Tak ada yang Viona tutupi termasuk juga tentang rencana Reymond dan Cecil yang berhasil menyingkirkan Ranty kala itu.


Dan tentang ia yang di pulangkan kembali ke Amerika oleh Tuan Nugraha. Tuan Nugraha masih mengasihaninya Karena ia ternyata hanya dimanfaatkan oleh Cecil. Viona juga bercerita Tentang ayah dari anak yang ia kandung yang merupakan anak dari Reymond yang kini berusia tiga tahun berjenis kelamin perempuan.


"Jadi mas Ferrell tidak pernah menyentuhmu?" tanya Ranty tak percaya, entahlah feeling Ranty tetap belum bisa percaya.


" Tapi dia menikmati saat kamu mencumbu nya kan! heh sama saja! apa Ferrell yang menyuruhmu mengungkap ini semua?"


"Tidak Ran ... bukan Ferrell, seminggu yang lalu aku mendapat telfon dari Lucy. Lucy yang sama-sama dipenjara bersama Cecil, Menceritakan jika Cecil berhasil kabur dari penjara, bukan Cecil saja ternyata Reymond juga berhasil kabur." jelas Viona yang seketika mampu membuat nafas Ranty tercekat.


" Apa Cecil kabur?" tanyanya lagi seolah tak percaya.


" Iya Ran ... dan aku harap kamu dan Ferrell lebih berhati-hati, Ran ... saat ini kalian harus bersatu untuk melawan Cecil dan Reymond karena mereka berdua pasti sedang merencanakan hal jahat, aku hanya bisa menceritakan apa yang selama ini mungkin tidak kamu ketahui, satu hal garis besarnya dan perlu kamu ingat Ran ... bagaimana pun Ferrell hanya mencintaimu cintanya begitu besar untukmu, maka fikirkan lagi tentang perpisahan kalian." ucap Viona kemudain melangkah pergi meninggalkan Ranty.


Setelah pertemuan nya dengan Viona, Ranty kembali ke kediaman keluarga Tuan Prabu. Saat Ranty melewati kamar Arkha ia tak sengaja mendengar percakapan Tuan Prabu dan Arkha.

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan Arkha?"


" Maksud papah?"


" Apa yang kamu katakan pada Ferrell tadi?"


" Aku hanya menyuruhnya pergi, aku bilang jika Safira tak ingin lagi menemui dan berurusan dengannya."


" Jadi kau mengusir Ferrell, dan mengatakan jika Safira tak ingin bertemu dengannya? Bukan Ferrell yang ingin bertemu Safira Arkha tapi Amayra bocah malang itu yang meminta Safira untuk datang menemuinya."


" Itu alasan dia Pah, aku tidak akan membiarkan Ferrell menjadikan alasan apapun untuk membuat Safira kembali padanya Pah!"


" Arkha cukup—" tuan prabu mengentikan ucapannya ketika Ranty datang tiba-tiba seraya berkata.


"Jadi Abang berbohong, Abang bilang aku tidak mau menemuinya dan Amayra, padahal Abang tahu kalau aku sedang tidak ada di rumah, Abang egois! Aku nggak nyangka Abang sejahat ini! Amayra anak ku bang sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa memisahkan aku dari Amayra! mungkin, aku memang harus mengurungkan niat ku untuk berpisah dari Mas Farrell!" ucap Ranty penuh amarah.


Arkha tercengang dan terdiam ia tak dapat berkata apa-apa. Sementara Ranty berlari sambil terus menangis sesenggukan. Bahkan panggilan nyonya Anjani tak ia hiraukan. Ranty masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya kencang meninggalkan kediaman keluarga Tuan Prabu menuju kediaman keluarga Tuan Nugraha.


🌼 flashback off 🌼


Setelah merasa tenang Ranty, kini memberanikan diri keluar dari mobilnya dan berjalan menuju mension keluarga Nugraha, ia ingin sekali menemui Amayra. Mengucapkan beribu maaf pada putrinya.


Namun, saat melangkah mendekati gerbang mension keluarga Nugraha tiba-tiba saja.


Bughh!


" Aahhh ..."

__ADS_1


***🌼 BERSAMBUNG ...🌼


Terimakasih tak hentinya aku ucapkan pada kalian semua yang sudah Sudi mampir dan meninggalkan jejak. tetep ya dukung aku dengan cara like, komen, hadiah dan votenya🤗***


__ADS_2