
"Hallo Tuan Nugraha, saya punya informasi tentang keberadaan Ferrell, Ranty dan Amayra," ucap seseorang di sebrang telepon.
"Siapa kamu?" jawab Tuan Nugraha pada sang penelepon.
"Tuan tidak perlu tahu saya sekarang, nanti kita akan bertemu di lokasi penyekapan Ferrell, sekarang sudah tidak ada waktu lagi kita harus cepat bertindak."
"Harus kah aku mempercayai mu?"
"Sayangnya Anda tidak bisa tidak mempercayai saya saat ini."
"Ok ... baik saya minta kirimkan alamatnya sekarang."
"Baik Tuan saya akan kirim lewat chat."
Tut ...
Panggilan telepon terputus menyisakan tanya di benak Tuan Nugraha. Tuan Nugraha langsung bergegas keluar dari sebuah kamar. Ia melangkah menuju ketempat di mana Tuan Maks, Rian dan Tomi berada.
Sejak kepergian Ferrell menemui penculik Amayra dan Ranty. Tuan Nugraha, Rian dan Tomi lebih banyak menghabiskan waktunya di markas Tuan Maks. Mereka berusaha melacak semua yang berhubungan dengan Ferrell. Berharap akan ada titik terang keberadaan anak menantu dan cucunya. Namun, hingga saat ini belum juga ada titik terang.
"Kita bergerak sekarang!" ucap Tuan Maks pada Rian,Tomi dan Gerry pimpinan anak buah Tuan Maks.
"Baik akan saya persiapkan semua anggota kita Tuan," jawab Gerry anak buah Tuan Maks.
"Tom, kau ikut Gerry dan kau Rian kau ikut dengan anggota polisi yang sudah aku hubungi, kita akan lebih dulu berangkat," tegas tuan Maks memberi perintah dan di angguki oleh semua orang.
"Maks ... keberadaan Ferrell sudah di temukan, tadi ada yang menelpon ku dan mengabarkan kalau ia mengetahui di mana Ferrell, Ranty dan Amayra di sekap," ucap Tuan Nugraha yang baru saja tiba.
"Iya aku pun sudah mengetahui nya, tadi anak buah ku berhasil menemukan mobil Ferrell yang ternyata berada di daerah puncak," jawab Tuan Maks.
"Iya Aku juga baru saja ditelpon seseorang dan mengaku jika ia tahu di mana Ferrell, Ranty dan Amayra di sekap," tutur Tuan Nugraha lagi.
"Kita lihat apakah lokasinya sama seperti yang anak buah ku temukan."
__ADS_1
Tuan Nugraha lalu melihat pesan masuk. Berupa alamat tempat Ferrell di sekap. Benar saja tempat yang di berikan oleh penelpon misterius sama seperti yang anak buah Tuan Maks temukan.
"Kita bergerak sekarang!" tegas Tuan Maks dan langsung di angguki oleh semua orang. Mereka kini menuju tempat di mana Ferrell Ranty dan Amayra di sekap.
Sementara Rian ia menunggu anggota polisi yang juga akan ikut menyemarakkan Ferrell, Ranty dan Amayra.
🌼 🌼 🌼. 🌼
Sementara di vila tempat penyekapan keluarga Ferrell. Ranty masih berusaha mengulur waktu. Meski saat ini Ranty terlihat seperti sudah putus asa. Andi yang sekarang berada dia atas tubuh Ranty terus mencumbu Ranty. Ia menyesap leher Ranty terus menelusuri tubuh Ranty. Tubuh Ranty pun kini hanya berbalut kemeja transparan. Andi merobek kemeja Ranty dengan bringas. Sementara Ranty hanya bisa menetes kan air matanya. 'Apa aku harus benar-benar menyerahkan diriku pada laki-laki bejad ini' batin Ranty sesak.
Ranty mencoba menutupi bagian atas tubuhnya dengan menghilangkan kedua tangannya. Berusaha mempertahankan benda yang membalut dua gundukan sintalnya. Andi menyeringai melihat pemandangan yang begitu memabukkan.
"Kau begitu indah sayang" cup Andi berucap dengan pandanga mata penuh nafsu kemudian mengecup bibir Ranty. Ranty menatap penuh ras benci sekaligus jijik pada Andi.
Ferrell sungguh tak dapat melihat lagi adegan yang mungkin akan membuatnya bertambah sesak. "Kalian benar-benar mausia iblis! Biadab kalian semua! Terutama kau Cecil kau wanita tapi begitu tega merendahkan wanita lain!" cuih Ferrell benar-benar sudah putus asa. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain meluapkan emosinya dengan terus berteriak dan memaki.
"Uhhh sayang sekali aku tidak perduli sebentar lagi Ranty akan benar-benar menjadi wanita yang hina hahaha wanita sampah yang tak lagi memiliki kehormatan!" jawab Cecil dengan nada mengejek.
Ferrell mengepalkan tangannya. Hingga jari-jari tangan nya memutih, rahangnya mengeras dengan gigi gemertak. Air matanya mengalir melihat kebenaran tentang kondisi sang istri saat ini.
Sungguh Ferrell sudah merasa menjadi laki-laki yang sangat tidak berguna.
Sementara di kamar Ranty masih sekuat tenaga mempertahankan kehormatannya. Sampai, Andi kemudian memaksa melepas celana bahan yang Ranty kenakan dan ....
Kringg ... Kringg ... ponsel Andi berdering nyaring. Andi seolah menulikan pendengarnya tak memperdulikan telpon yang terus saja berdering. Belum sempat ia berhasil membuka celana yang dikenakan Ranty. Ponselnya masih saja tak berhenti berdering. Hingga pada akhirnya ia bangkit meninggalkan Ranty dan mengangkat telpon tersebut.
"Iya hallo ... hallo ... siapa ini jangan main-main dengan ku!" Andi melempar ponsel ke atas sofa merasa kesal karena sudah di bodohi oleh penelpon iseng. Ia kemudian kembali ke atas ranjang dan kembali mengungkung Ranty. "Kita mulai sekarang sayang," ucap Andi pada Ranty. "Aku siap sayang ..." jawaban yang sungguh tak terduga dari Ranty membuat Andi tersenyum sumringah.
"Jadi sekarang kau dengan suka rela melayani ku hem ..." Andi berucap seraya kembali menyesap tulang selangka Ranty hingga meninggalkan jejak kemerahan.
Semetara semua orang yang berada di ruangan tempat Ferrell di sekap terkejut melihat dan mendengar apa yang Ranty katakan.
"Rupanya si Nona sudah pasrah dan memerah kan dirinya dengan senang hati, pasti setelah ini permainan akan sangat panas," tutur Reymond dengan senyum terkembang.
__ADS_1
"Mana ada yang menolak pesona Bos Andi, permainan Bos Andi pasti sangat hot." Cecil tersenyum sumringah membayangkan betapa gagahnya Andi saat di ranjang.
Ferrell terdiam menatap lekat layar laptop, apakah benar Ranty sudah menyerahkan. lagi-lagi Ferrell tertunduk tak sanggup melihat adegan selanjutnya yang mungkin benar-benar akan terjadi dimana Ranty dan Andi akan menyatu.
Andi yang begitu bahagia lalu dengan gerakan cepat membuka celana jeans yang ia kenakan menampakan boxer berwarna hitam yang membungkus pusaka nya yang nampak sudah mengeras.
Tanpa aba-aba Andi langsung menerkam Ranty. Dan ....
🌼 BERSAMBUNG ...🌼
Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku, jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar kalian ya karena komentar kalian sangat berarti buat ku 🤗 ikutin terus alurnya ya...
Jangan lupa dukung aku, like, comen, hadiah dan vote nya ya. 🙏 Happy reading and l love you all my renders ❤️🥰
Nah sambil nunggu kelanjutan ceritanya aku punya nih cerita lain yang nggak kalah serunya novel karya teman ku kak : Black Rose cekidot 👇
Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot !!!
What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.
"Aaaa ... inj sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.
Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?
Jangan lupa mampir ya my renders tercinta ❤️
__ADS_1