
Fany terdiam, merenungi nasib sahabatnya tak terasa setetes cairan bening jatuh membasahi pipi mulusnya, Rian yang melihat itu langsung membawa Fany kedalam pelukannya.
" Apa ini artinya Ferrell sudah berselingkuh dan mengkhianati Ranty?" Fany terisak dipelukan sang suami, membayangkan perjuangan Ranty yang melahirkan sendiri tanpa adanya Ferrell disisi Ranty dan entah dimana dan sedang apa bersama wanita yang bernama Viona.
" Semoga yang Ferrell lakukan hanya sekedar membalas Budi papah Viona, tidak lebih." meski Rian tidak yakin akan ucapannya namun la berharap apa yang la ucapakan itu benar, mengingat Ferrell dulu begitu mencintai Viona dan sempat frustasi karna kepergian gadis teman masa kecil sekligus cinta pertama Ferrell.
Dering ponsel Rian membuyarkan suami istri yang sedang sama-sama larut dalam pemikirannya masing-masing.
" Ferrell Carling..."
Rian : "Halo..."
Ferrell : " Kak Ranty ada di rumah sakit mana?"
Rian : " Medika Sentral"
Ferrell : " Ok kak aku ke sana sekarang "
Rian : " Hemm..."
Sambungan telfon terputus, pembicaraan yang singkat karna Rian begitu malas sebenarnya meladeni Ferrell saat ini.
" Ferrell mas?" Fany menyorot menatap sang suami masih dengan tatapan sendu, harusnya malam ini adalah malam pertama mereka namun, la tak mungkin meninggalkan Ranty demi kesenangan pribadinya, belum lagi ditambah fakta mengejutkan tentang Ferrell membuat malam yang seharusnya penuh senyum dan tawa bahagia berganti menjadi malam yang penuh tangis dan haru.
Rian hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Fany. nyonya Winda yang mendengar jika Ferrell menelfon pun langsung bangkit dan menghampiri Rian yang berdiri bersama Fany tak jauh dari tempatnya duduk.
" Ferrell telfon ? apa dia akan kesini ?" nyonya Winda memberondong sang putra dengan pertanyaan.
" Iya mom sepertinya dia sedang menuju kesini." jawab Rian singkat.
" Harusnya tidak usah kau beritahu keberadaan Ranty !" suara bariton tuan Nugraha menggema kesal dan emosi karna perlakuan Ferrell yang tidak menjaga dan menemani Ranty padahal istrinya sudah di bulan terakhir kandungan.
Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah kenyataan bahwa beberapa jam sebelum Ranty di larikan kerumah sakit tuan Nugraha mengetahui bahwa Ferrell menemui Viona yang tinggal di salah satu apartemen milik Ferrell. Ferrell lebih memilih menemui dan menemani Viona dibandingkan berada disisi Ranty.
Tuan Nugraha juga kembali menerima info sekaligus foto, tentang Ferrell yang baru saja keluar dari apartemen yang dihuni Viona ,dan itu artinya Ferrell sudah dua jam di apartemen bersama Viona.
Owek...owekk...owekk...
Suara tangis bayi menggema, seketika mengalihkan perhatian, orang-orang yang berada diruang tunggu. bayi mungil itu lahir pada pukul 23.00 wib.
" Dadd..." nyonya Winda memeluk sang suami dengan tangis haru.
" Mas Alhamdulillah sudah lahir mas." sama halnya dengan nyonya Winda Fany pun sama langsung terisak dan memeluk sang suami.
" Selamat nyonya dan tuan Nugraha bayi nyonya Ranty lahir dengan selamat bayinya perempuan cantik dan sehat." ucap dokter Prita .
" Terimakasih dok apa kami bisa melihatnya" desak nyonya Winda tak sabar.
" Sebentar ya nyonya bayinya sedang dibersihkan setelah itu silahkan di adzan ni "
__ADS_1
" Baik dok.."
" Mommy biar Rian saja yang mengadzani " Rian yang ingin masuk dan mengadzani bayi Ranty terhenti manakala mendengar suara Ferrell .
" Jangan kak ...!!! teriak Ferrell " lni anak , aku jadi aku yang berhak mengadzani nya." Ferrell ter enagah-engah berusaha mengatur nafasnya, la berlari begitu sampai di parkiran rumah sakit.
" Heh...inget juga kalau kamu punya anak dan istri." sinis Rian.
" Abis ini kita akan bicara Rell..." tuan Nugraha menatap tajam sang putra.
Meski terdengar aneh, Ferrell tak lagi memperdulikan omongan kakak dan Daddynya fokusnya saat ini adalah melihat Ranty dan juga buah hatinya.
Ferrell masuk keruangan dimana Ranty dioperasi, begitu Ferrell masuk pemandangan pertama yang ia lihat wajah lelah Ranty yang masih memejamkan matanya tertidur karna kelelahan.
" Tuan Ferrell silahkan, putrinya cantik berat badannya 3,8kg dan panjangnya 53cm.kulitnya putih dan lihat dia punya senyum yang menawan seperti mommy nya
Ferrell menatap kagum pada bayi yang baru saja diberikan oleh dokter Prita padanya. bayi perempuannya buah cintanya dengan Ranty.
" CANTIK..." satu kata yang langsung terucap begitu Ferrell menerima bayinya.
la langsung mengadzani putri cantiknya.
Lalu Ferrell melangkah mendekati Ranty yang masih terlelap.
Ranty terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara Ferrell.
" Kak..." Ranty memanggil Ferrell dengan suara yang masih terdenagar lemah.
" Hey...terimakasih sayang sudah memberiku putri yang sangat cantik." cup, cup, cup,...Ferrell berucap Kemudaian mencium kening , pipi dan bibir Ranty penuh rasa sayang.
" Kak...malu ish ada suster." Ranty begitu malu pada kelakuan Ferrell yang begitu tak tak tahu tempat.
"Biarin sayang namnya juga lagi bahagia suster juga maklum ko ya kan sus..." Ferrell berucap enteng seraya mengedipkan matanya, membuat sang suster tersipu, sungguh jika diijinkan mungkin suster itu akan mengabadikan senyuman seorang Ferrell yang di tujukan langsung padanya.
" Kak...ih genit" sewot Ranty dan mencubit perut Ferrell.
" Auww...sakit sayang, lagian kita udah jadi orang tua masa masih dipanggil kakak se." Ferrell mengaduh ketika mendapatkan cubitan dari Ranty dan memprotes panggilan Ranty yang masih saja memanggilnya kakak.
" Terus mau dipanggil apa hem." cup...Ranty mencium pipi Ferrell gemas.
" Cari panggilan yang lain sayang ."
" Em...gimana kalau Daddy hem..."
" Ok mommy ..." Ferrell mencubit gemas hidung mancung Ranty."
Nyonya Winda, tuan Nugraha , Fany, Rian dan Tomi, memandang sepasang suami istri yang sangat bahagia, namun jauh di lubuk hati nyonya Winda merasakan sesak karna kelakuan Ferrell dibelakang Ranty, sebagai orang tua la seperti berada dalam dilema, antara menyembunyikan atau memberitahu Ranty tentang kelakuan Ferrell yang diam-diam sudah menemui wanita lain.
__ADS_1
Fany menggenggam tangan sang mommy mertuanya yang sedari tadi terlihat gelisah.
" Ayo mom..." Fany menuntun tangan nyonya Winda, untuk menghampiri Ranty. nyonya Winda mengangguk kemudian melangkah masuk kedalam ruangan bersalin.
" Sayang ...terimakasih nak sudah memberi mommy cucu yang sangat cantik." nyonya Winda mengecup kening Ranty penuh rasa sayang, kemudian mengambil alih bayi Ranty dari tangan Ferrell.
" Iya mom..."
" Hei keponakan aunty cantik banget se kamu." gemas Fany menoel pipi bayi yang kini berada di gendongan nyonya Winda.
" Maaf tuan Ferrell nona Ranty akan kami pindahkan keruang rawat." ucap seorang perawat.
" Iya sus silahkan." Ferrell mengikuti perawat yang mendorong brankar Ranty, menuju ruang rawat VIP.
Semua keluarga kini sudah berkumpul di ruang rawat Ranty, mereka semua mengerubungi bayi mungil nan cantik milik Ranty dan Ferrell .
" Ran udah siapin nama? tanya Tomi penasaran siapa gerangan nama bayi cantik Ranty dan Ferrell.
" Namanya... Amayra Princess Nugraha." jawab Ferrell penuh rasa bangga.
" Nama yang cantik Daddy ..."
Ranty sangat menyukai nama yang Ferrell berikan untuk putri mereka.
"Khemm Rell bisa ikut Daddy sebentar atau kita pulang dulu dan mengambil beberapa baju ganti untuk baby dan Ranty "tuan Nugraha seperti sudah tak tahan lagi ingin segera menegur putranya.
" Sayang aku pulang dulu sebentar sama Daddy hem " cup ...Ferrell berpamitan kemudian mengecup kening Ranty.
Ranty hanya mengangguk mengijinkan Ferrell pergi .
🌻
🌻
🌻
🌻
Tuan Nugraha dan Ferrell sudah tiba di mension kemudian tuan Nugraha mengarahkan Ferrell menuju ruang kerjanya.
Ferrell sedikit bingung dan aneh mengapa sang Daddy ingin berbicara padanya dan hal serius apa hingga sang Daddy tak bisa menunggu hingga hari esok mengingat saat ini waktu sudah menunjukan pukul 02:00 dini hari.
Plak....
Satu tamparan langsung mendarat di pipi Ferrell dari tuan Nugraha, sedari tadi la sudah sangat geram melihat putranya apalagi saat Ranty dioperasi la kembali mendapatkan info sekaligus foto terbaru Ferrell yang keluar dari apartemen milik Ferrell yang dihuni oleh Viona.
" Dadd..." Ferrell memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan sang Daddy.
" Ada hubungan apa kamu sama VIONA hahh !!!" bentak tuan Nugraha menekankan kata Viona yang membuat Ferrell seketika mematung.
__ADS_1