
Setelah melewati malam yang panjang , kini pagi pun menyapa , dua anak manusia yang kini masih sama - sama tertidur ,padahal jarum jam sudah menunjukan pukul 11:00 .
Ferrell dan Ranty bahkan sudah melewati waktu sarapan mereka.
Ferrell menggeliat dan membuka matanya ,pemandangan pertama yang la lihat adalah wajah damai Ranty yang masih tertidur pulas.
Ferrell mengelus wajah Ranty , memandanginya dan memberi kecupan-kecupan singkat di kening dan bibir Ranty .
" cantik ,my wife and I love you my Destiny"
Ferrell kembali memberi kecupan yang kini bukan hanya di kening dan juga bibir Ranty namun hampir di seluruh wajah wanita yang kini telah mengisi penuh hatinya.
Ranty menggeliat mencoba membuka matanya , Ferrell yang melihat pergerakan Ranty pun akhirnya berpura - pura tertidur , Ferrell kembali memejamkan mata nya.
Ranty tersenyum kala melihat dan memandangi wajah tampan Ferrell , tangan nya terangkat mengelus rahang kokoh milik Ferrell mulai dari pipi , hidung , terakhir Ranty berhenti tepat dibibir Ferrell.
saat Ranty tengah memegangi bibir ferrell dengan gemas Ferrell kembali melabuhkan ci um an di bibir Ranty . Ferrell kembali me lum at , dan menyesap ,
ci um an yang cukup panas , saat keduanya sudah mulai terbuai , sayang nya harus terganggu dengan ketukan pintu .
tok ...tok...tok....
"non ...tuan... maaf nyonya dan tuan besar sudah pulang dan menunggu di bawah"
panggilan pelayan menggagalkan aksi mereka berdua yang lagi-lagi sudah sama - sama terbuai has rat .
Ranty yang tersadar mendorong tubuh Ferrell .
" kak mommy pulang..."
dengan panik seperti pasangan mesum yang tertangkap basah Ranty terlonjak dari ranjang , menuju kamar mandi namun rupanya Ranty lupa jika saat ini bagian inti tubuhnya merasa sakit dan nyeri setelah permainan panjang nya bersama Ferrell.
" sttt.... auwwww ..."
Ranty ,ter jongkok meringis , menahan sakit .
Ferrell yang melihat tingkah Ranty pun hanya terkekeh lalu la menghampiri Ranty .
" pelan -pelan sayang ,...kita ini suami istri bukan pasangan mesum ".
Ferrell berkata sambil membopong tubuh Ranty tanpa aba-aba dan membawanya ke kamar mandi.
__ADS_1
" kakak....!!!!"
Ranty memekik dan langsung mengalungkan tangan nya pada Ferrell .
" kakak mesum harusnya pakai celana dulu kak" .
Ranty menelusup kan wajahnya pada dada Ferrell teramat malu saat menyadari la dan Ferrell ternyata tak memakai sehelai benang pun.
Ferrell menurunkan Ranty , kemudian Ferrell mengisi bathtub dengan air hangat , dan menuntun Ranty menuju bathtub .
" Kakak mau apa ?"
" mau mandi sayang ....memang mau apa lagi
ferrell berkata sambil menarik turunkan alisnya menggoda Ranty, yang tengah berfikir mesum.
" aku janji cuma mandi kamu kan tau nyonya besar sudah menunggu" .
Ranty merenggut kesal , pasalnya kini la pasti akan kesulitan berjalan , akibat ulah ferrell, belum lagi la harus menyembunyikan beberapa tanda kepemilikan yang sudah Ferrell buat.
selesai dengan ritual mandi , kini mereka berdua sudah terlihat segar , kini keduanya berjalan beriringan menuruni anak tangga.
di bawah sudah ada nyonya Winda ,tuan Nugraha ,Rian dan juga Tomi yang kebetulan datang untuk melihat kondisi Ferrell , karna semalam Ferrell pulang lebih awal meninggalkan pesta karna sakit ,
cukup lama Meraka menunggu , hingga kini nyonya Winda , tuan Nugraha ,Rian dan juga Tomi sudah berpindah dari ruang keluarga , ke meja makan , karna waktu sudah memasuki jam makan siang
" sayang ..." nyonya Winda menyapa menantunya setelah melihat Ranty, mendekat .
Namun nyonya Winda melihat aneh pada Ranty yang terlihat kesusahan berjalan.
" siang mom...dad ...kak Rian, kak tomi"
Ranty menyapa .
" sayang kamu sakit " kini tuan Nugraha yang bertanya pada menantunya itu.
" emmm..."
sebelum Ranty berucap Ferrell sudah lebih dulu menyela.
" momm dan dad kok pulang ?...yang jaga bunda siapa mom?".
__ADS_1
Ferrell mencoba megaihkan pertanyaan sang Daddy .
" oh kamu nggk usah khawatir mom sudah bayar perawat khusus untuk jagain bunda".
nyonya Winda menjawab pertanyaan Ferrell.
" iya sayang , Daddy harus menemui klien yang sangat penting tuan Anggoro , beliau sudah lama bekerjasama di perusahaan Daddy jadi rasanya Daddy tidak enak jika tidak menemuinya karna beliau juga baru kembali dari Jerman , ya paling Daddy dan mommy hanya 2 hari ".
tuan Nugraha memberi penjelasan dan alasan kenapa la dan sang istri harus pulang.
Ranty dan Ferrell kompak mengangguk , lalu Ferrell menarik kursi untuk Ranty , dan kemudian la pun ikut duduk bersebelahan dengan Ranty , Naman sikap ferrell yang sangat manis membuat nyonya Winda , tuan Nugraha, Rian dan juga Tomi tercengang .
mereka kompak terdiam dan kembali tersadar saat Ferrell membuka suara .
" eh iya Lo ngapain ke sini , bukan nya gue dah bilang tadi di telfon ,kalau gue nggak ke kantor".
tanya Ferrell pada Tomi.
" yaelah Rel...gue kesini karna khawatir ma Lo , gue pikir Lo sakit beneran ". balas Tomi kesal .
kemudian nyonya Winda , menelisik penampilan Ranty tanpa sengaja menangkap tanda pada leher Ranty .
nyonya Winda tersenyum penuh misteri , la sadar jika sudah terjadi sesuatu pada mereka berdua.
" emmm ... sudah tiga bulan kalian menikah , apa sudah ada tanda -tanda mom akan jadi Oma".
" Khuk...khuk....khuk...."
Ranty tersedak ketika mendengar penuturan mommy mertuanya .
dengan sigap Ferrell memberi minum pada Ranty.
" pelan- pelan sayang " Ferrell berkata sambil memberi minum pada Ranty.
seketika semua yang ada di meja makan kembali tercengang , sampai-sampai mulut Tomi ternganga mendengar penuturan Ferrell.
" tutup mulut Lo Tomi "
Rian menyumpal mulut Tomi dengan dedaunan yang di jadikan garnis pada piring saji .
" ya ampun Rian Lo bisa kali sumpel pake ini"
__ADS_1
Tomi yang kesal menyambar paha ayam goreng dan memakan nya rakus.