
happy reading...🤗***
Ferrell telah sampai di Bali, senyumnya terkembang mengingat la akan menemui Ranty dan menjemput sang istri kembali bersamanya. namun saat menunggu mobil jemputannya tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
Ferrell sengaja tidak memberitahukan kedatangannya malam ini pada Ranty, karna lagi-lagi laki-laki itu ingin memberi kejutan pada istri tercintanya. Ferrell berangkat dengan penerbangan terakhir jam 21:20 WIB dan sampai pukul 00:10 WITA.
Menempuh perjalanan selama 35 menit menggunakan mobil, akhirnya Ferrell telah sampai di vila, Ferrell langsung masuk karna sebelum la sampai tadi, la sudah terlebih dahulu menghubungi mbok Jum, untuk siaga membukakan pintu untuknya.
Hujan masih saja mengguyur Bali, untungnya Ferrell sudah sampai, namun seperti dugaannya Ranty pasti sudah tertidur, karna memang ini sudah sangat larut.
" Den ...mau bibi buatkan kopi atau teh buat menghangatkan tubuh? tawar mbok Jum yang melihat Ferrell sedikit lepek.
"Tidak perlu mbok, em ...mbok sekarang istirahat saja ya dan terimakasih karna sudah menunggu saya sampai selarut ini." ucap Ferrell tulus, merasa tak enak hati merepotkan wanita paruh baya di hadapannya.
" Njih den ...sudah tugas saya, mbok pamit ya den." mbok Jum berlalu meninggalkan Ferrell, menuju kamarnya untuk beristirahat.
Ferrell mengendap-endap membuka pintu kamar Ranty. rasa lelah yang sempat menghampiri kini sirna sudah setelah melihat wajah bidadari surganya yang telelap dalam damai.
Ferrell terlebih dahulu membersihkan dirinya ke kamar mandi kemudian, mengganti pakaiannya dengan kaos tanpa lengan dan celana boxer, kemudian la langsung membaringkan tubuhnya di samping Ranty memeluk sang istri yang sama sekali tak terusik olehnya.
Ferrell yang gemas pun langsung melahap bibir ranum Ranty, Ferrell ******* dan menyesap penuh gairah.
Ranty yang mendapati serangan tiba-tiba dari Ferrell pun sontak langsung memberi bogem mentah pada wajah Ferrell dan menendang Ferrell hingga terjungkal kelantai.
"Auww...sayang sakit ah..ah" Ferrell memegangi pipi dan bibirnya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah di ujung bibirnya.
" Hah !!...kak Ferrell oh...maaf kak " Ranty langsung bangkit dan menghampiri Ferrell.
__ADS_1
" Kak maaf ... kakak kenapa tiba-tiba disini ?" Ranty mengelus pipi dan bibir Ferrell yang terluka karna ulahnya.
" Ya ampun sayang kau ini, aku baru tahu kalau ternyata tonjokan mu sekuat dan sesakit ini." Ferrell syok ketika mendapati Ranty ternyata mempunyai tenaga yang sangat kuat.
Ranty mengobati Ferrell dengan penuh kelembutan ,sedangkan Ferrell sesekali meringis menahan nyeri di bibir dan pipinya.
" Aku tadinya mau memberi kejutan tapi rupanya yang aku dapatkan malah bogem mentah dari mu yangk." rengek Ferrell manja, la tiba-tiba saja menemukan ide,untuk bisa dimanja oleh Ranty.
"Emang Ini sakit banget ya kak?" Ranty sungguh tak menyangka jika pukulannya mengakibatkan lebam di pipi dan bibir Ferrell.
" Sakit lah sayang liat muka ku jadi tidak tampan lagi." Ferrell mengkerucutkan bibirnya berpura-pura merajuk.
" Uhh suamiku ini tetap terlihat tampan meski apapun bentuk wajahnya hemm." cup...ucap Ranty sambil membelai dan kemudian mencium singkat bibir Ferrell.
" Oh ya kenapa kakak datang selarut ini bukankah kakak akan datang besok?" tanya Ranty penuh selidik.
" Ah..itu karna aku sudah tidak tahan lagi sayang, aku begitu merindukan mu." mendapati sikap Ranty yang agresif barusan, jiwa kelelakian Ferrell langsung dalam mode on.
" Yangk kayak gini ya hemmmm " ucap Ferrell memberi isyarat akan permainan yang akan mereka lakukan Ferrell sangat ingin posisi ini meski perut Ranty yang membuncit sedikit memberi jarak.
Ranty menggigit bi bir bawahnya kemudian mengangguk pasrah, Ferrell langsung bersorak kegirangan mendapati persetujuan sang istri.
Tanpa susah payah Ferrell bisa langsung melancarkan aksinya, Ferrell langsung menyikap gaun tidur Ranty, berupa dress hitam berbahan satin yang panjangnya di atas paha dan langsung mel*hap dua gun dukan si*tal yang terpampang menantang dihadapannya.
"Akhhhh... kak" desa han merdu lolos dari bibir Ranty, kala la merasakan dua gun dukan sin talnya dilu mat dan di sesap secara rakus oleh Ferrell.
" Call my name Beby ...." Ferrell mendongak mengintruksi Ranty untuk menyebutkan namanya, la ingin Ranty menyebut namnya di aktifitas ranjang mereka.
__ADS_1
Ferrell melo loskan celana boxer nya dan membuka segitiga pengaman milik Ranty dengan posisi yang tetap memangku Ranty, kemudian Ferrell langsung men yatukan milik nya pada milik Ranty yang telah basah oleh pema nasan nya tadi.
"Ahhh...Ferrell ..." de sah Ranty terdengar sangat merdu dan sexy karna kali ini Ranty menyebutkan namanya di tengah rasa nikmatnya.
Ferrell tersenyum puas ketika desa han Ranty menyebutkan namanya, Ferrell menggerakkan pinggul Ranty yang terus bergoyang di atas pang kuannya sambil sesekali ,mela hap bi bir, leher dan berakhir di dua gun dukan sin tal yang kian menantang seperti tak puasnya la terus menyesapnya.
Akhhh ah...faster Ferrell aww faster ...akhhhhh." desa han dan era ngan panjang terdengar kembali dari mulut sexy Ranty ,tanda jika wanita yang berada dipangkuan nya kini telah mendapat pelep asan.
Ferrell berpindah ke ranjang dengan mengendong Ranty seperti anak koala dengan milik mereka yang masih menyatu,Ferrell membaringkan tubuh Ranty perlahan , Ferrell kini gantian memimpin permainan, la mulai memompa tu buh Ranty perlahan. melihat raut wajah Ranty yang lemas,membuat Ferrell merasa puas telah menaklukkan wanita yang berada dibawah Kung kungan nya merasakan kepuasan.
" Ferrell...emmm..." Ranty menggigit bi bir bawahnya kala la mulai merasakan lagi sesuatu yang akan kembali keluar dari bawah sana.
" Tahan sebentar sayang kita akhiri bersama hemm..." Ferrell mempercepat gerakannya kemudian la melu mat dan menye sap dua gund ukan sin tal milik Ranty dan...
"Akhhhh...ahh...ahh..."eran gan panjang keluar dari keduanya menandakan pelepasan yang mereka raih bersama Ferrell mengecup kening Ranty lama menyalurkan rasa sayang yang yang teramat untuk Ranty.
"Love you " ucap Ferrell penuh rasa sayang dan cinta yang begitu besar.
" Me too " Ranty memberi kecupan dibibir Ferrell singkat.
Kemudian Ferrell, menjatuhkan dirinya di samping Ranty, dan menyelimuti tubuh polos sang istri.
Ferrell bangkit ke kamar mandi membersihkan diri, sedangkan Ranty langsung terlelap sungguh di kehamilannya yang sudah menginjak tujuh bulan, membuatnya cepat merasa lelah.
Keluar dari kamar mandi Ferrell tersenyum melihat bidadari nya tertidur dengan wajah lelahnya.
Ferrell mendekat dan berbaring di samping Ranty setelah la mengenakan celana boxer nya tanpa berniat mengenakan pakaian,la membawa Ranty dalam pelukannya kemudian mereka sama-sama terlelap dalam alam mimpi.
__ADS_1
Tak hentinya aku meminta dukungan kalian semua para pembaca yang baik hati.
tinggalkan jejak kalian ya sebagai dukungan untuk karya pertama ku ini dengan cara like, vote ,hadiah dan komen 🤗 dan maaf jika banyak taypo 🙏🙏 mohon maklum karna aku penulis baru 🥰