Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 119


__ADS_3

Ferrell tertunduk, di ruangan kerjanya di kantor FN. Ruangan yang terlihat kacau karena ulah Ferrell yang mengamuk membanting segala benda yang ia lihat. Dengan rahang mengeras, Ferrell meremas surat panggilan dari pengadilan agama prihal gugatan perceraian yang telah dilayangkan oleh Ranty.


Melihat keadaan Ferrell yang sedang kacau Tomi hanya bisa menatap iba sahabatnya itu. Tomi memang sudah mengetahui tentang rencana Ranty yang telah mendaftar perceraiannya dengan Ferrell. Namun, ia tak menduga jika secepat ini surat dari pengadilan agama akan sampai ke tangan Ferrell. Pasalnya baru dua hari sejak kepulangan Ferrell dan Ranty dari tour konser.


Ferrell yang masih merasakan kebahagiaan karena bisa terus bersama dengan Ranty dalam satu bulan ini kini harus merasakan sesak kembali. Tomi memang sudah menduga ini semua akan terjadi. Ferrell akan kembali terpuruk, dan hancur.


Drett ... drett ... drett ...


Ponsel Tomi berdering, menandakan ada panggilan masuk. Fany carliing ... tertera nama Fany pada layar ponselnya. " Halo ..." Tomi mengeser tombol hijau guna mengangkat telfon dari Fany.


" Tom ... kamu lagi sama Ferrell nggak dari tadi aku coba hubungi tapi nggak bisa?"cerocos Fany tak sabar.


" Iya, kenapa?"


" Ranty baru baru saja pamit dia bilang waktu tiga puluh harinya sudah habis, dan ternyata dia juga sudah mendaftarkan kasus perceraian nya dengan Ferrell kepengadilan agama Tom, kalau Mommy sampai tahu gimna?" Fany begitu khawatir jika sampai nyonya Winda mengetahui kepergian Ranty.


" Ya ampun ... terus dia bilang mau kemana? kenapa nggak kamu cegah Fan ?"


" Udah, aku cegah Tom... tapi tetep dia udah kekeh, Ranty yang sekarang bukan Ranty yang dulu Tom, sekarang dia lebih keras kepala."


" Ah ... yaudah Fan, nanti aku akan cari tahu dimana dia "


" Ok ... aku juga mau telfon Mas Rian"


Panggilan telfon berakhir. Sejenak Tomi terdiam memikirkan perkataan Fany, Ranty Memang bukan Ranty yang dulu, bahkan Amayra pun tak dapat membuat Ranty luluh. Ferrell yang sedari tadi menyimak, langsung menghampiri Tomi. " Ada apa Tom? apa ada masalah dirumah? ucap Ferrell memecah lamunan Tomi.


Tom ... ada apa ?" Ferrell kembali bertanya dengan nada khawatir, pasalnya ia sedari tadi me non aktifkan ponsel nya. Karena saat ini ia memang benar-benar ingin sendiri.


" Em ... itu Rell, Ranty pergi dari rumah tadi dia pamitan ke Fany jika waktu yang telah lo dan dia tetapkan sudah habis"

__ADS_1


" Apa !! nggak, Ranty nggak boleh pergi ini belum berakhir Tom ...perjuangan gue baru dimulai, gue harus bawa dia kembali meski harus dengan cara memaksa !" tegas Ferrell seraya melangkah lebar guna mencari keberadaan Ranty dan membawanya pulang.


" Rell ... tunggu jangan buat situasi semakin keruh, jangan berbuat sesuatu yang membuat Ranty semakin membenci lo, gue harap lo bisa bersabar, bagaimana pun dia butuh waktu buat sendiri." Tomi sigap mengejar Ferrell dan memberi peringatan agar Ferrell tidak bertindak diluar kendali dan membuat Ranty semakin membenci Ferrell.


" Tapi gue nggak rela dia tinggal satu atap sama laki-laki lain Tom" ucap Ferrell frustasi, mengingat jika Ranty pasti akan tinggal di kediaman tuan Prabu dan itu artinya Ranty akan tinggal satu atap dengan Arkha.


" Gue tahu apa yang ada di fikiran lo, tapi gue yakin Ranty bukanlah perempuan yang mudah diperdaya, gue yakin dia punya pendirian yang kuat, dan lo juga harus percaya sama dia " Tomi menyakinkan Ferrell jika tidak akan terjadi apapun pada Ranty selama ia tinggal di kediaman tuan Prabu.


Ferrell terdiam, mencerna perkataan Tomi. Memang ada benarnya apa yang Tomi ucapkan ia memang harus mempercayai Ranty sepenuhnya.


🌼


🌼


🌼


🌼


Ranty memutuskan untuk tinggal di Bandung, menghindari Ferrell karena, setelah ini Ferrell pasti akan terus menghubungi dan menemui nya. Ranty akan kembali ke Jakarta saat sidang cerainya sudah dimulai. Meski harus bolak-balik Jakarta Bandung namun, itu lebih baik dari pada harus tinggal di kediaman Tuan Prabu.


Drett ...drett ...drett ... dering ponsel membangunkan Ranty yang kini tengah tertidur nyenyak. Ranty meraba tempat tidurnya mencari keberadaan ponselnya. "Halo Assalammualaikum ..." sapa Ranty diujung telfon.


" Mo-mmy, Mommy ... huaaaaa .... kenapa Mommy tingalin Amayra, Mommy nggak sayang Amayra kenapa Mommy nggak ajak Amayra haaaaaaa ...." Teriak Amayra sesenggukan ketika mengetahui Mommy nya sudah tak ada lagi dirumah. Saat pulang sekolah Amayra begitu bahagia ingin menunjukkan tugas dari sekolahnya untuk membuat susunan keluarga, serta gambar keluarga kecilnya ada Daddy, Mommy dan juga dirinya.


Saat ingin menunjukan pada sang Mommy bahwa projects susunan keluarga dan gambar yang dibuat olehnya mendapat nilai paling bagus. Ternyata sang Mommy sudah tidak adalagi dirumah.


Ranty terdiam seperti baru saja tersadar tentang Amayra. Ia pergi tanpa memikirkan apapun, karena yang ada dalam pikirannya hanyalah ingin menjauh dari Ferrell. "Khem ... sayang em Mommy nggak pergi jauh kok nanti Mommy akan mengunjungi Amayra di akhir pekan ya sayang..." Ucap Ranty menenangkan Amayra.


" No Mommy Amayra ingin bersama Mommy ..." rengek Amayra.

__ADS_1


" Tapi untuk saat ini Mommy belum bisa ke sana sayang ... Mommy baru saja sampai nak ..."


" Kalau begitu biar aku dan Daddy yang ke tempat Mommy, aku mohon Mommy ... huaaaa ..." Tangis Amayra tak terhenti membuat Ranty merasa bersalah telah membuat putrinya menjadi sedih.


" Ok sayang jangan menangis ya ... em ... Mommy sekarang ada di Bandung di rumah kakek dan nenek Amayra ayah dan bundanya Mommy sayang ..." ucap Ranty pada akhirnya, ia terpaksa memberitahu Amayra dimana ia sekarang.


" Baiklah Mommy ... tunggu aku dan Daddy ya Mom ... Assalammualaikum " tangis Amayra berubah senyum keceriaan saat mengetahui keberadaan Mommy nya.


"Waalaikumsalam sayang..." huhh Ranty menghela nafas berat harusnya ia tahu bahwa tidak akan semudah itu pergi dari Ferrell karena ada Amayra diantara mereka.


" Good job girls ..." Tomi bertos ria bersama Amayra, karena rencananya menggunakan Amayra untuk mencari tahu keberadaan sang Mommy telah berhasil.


" Yeyy ... Uncle bagaimana Uncle dan Daddy sudah dengarkan Mommy sekarang ada dimana."


" Tentu Daddy tahu dimana rumah nenek dan kakek mu ... ok bersiaplah dear kita akan temui Mommy sekarang." ucap Ferrell memberi instruksi pada putrinya untuk segera berkemas.


" Ok Daddy ...cup Daddy yang terbaik ..." Amayra mengecup sayang sang Daddy dan berlari menuju kamarnya untuk berkemas.


" Daddy yang terbaik gue kali Rell ... yang punya ide." ucap Tomi tak terima merasa jika ini semua karena ide darinya. Setelah mengetahui Ranty pergi Tomi dan Ferrell langusng menghubungi Arkha. Ferrell yang hendak memperingatkan Arkha agar jangan macam-macam saat Ranty tinggal di kediamannya. Arkha tercengang pasalnya Ranty memang tidak datang kerumahnya.


Ferrell yang tak percaya begitu saja tentang penuturan Arkha langsung menyambangi kediaman keluarga Tuan Prabu, dan ternyata benar saja jika Ranty memang tak ada disana. Ferrell kembali frustasi ia begitu takut jika Ranty sampai pergi jauh darinya.


Seketika Tomi langsung mendapatkan ide untuk menghubungi Ranty, lewat ponsel Amayra. Sesuai dugaannya Ranty langsung mengangkat dan mau bicara pada sang putri. Kini mereka sudah tahu dimana Ranty berada membuat Ferrell bisa bernafas lega.


Sementara Arkha kalangan kabut mengetahui jika Safira alias Ranty telah pergi. ia berfikir keras memikirkan dimana Ranty berada. Arkha mencoba menghubungi no Ranty namun, nihil telfon Ranty sibuk dan sekarng malah tidak aktif.


" Akhhhh ... aku sudah bilang jangan pernah pergi dari ku Safira ... kau bisa mengandalkan ku dalam hal apapun." Arkha berteriak frustasi.


***🌼 BERSAMBUNG ...🌼

__ADS_1


Terimakasih banyak untuk kalian pembaca yang baik yang telah Sudi untuk membaca dan meninggalkan jejak komentar kalian, komentar kalian sangat berarti untuk ku ...bukan hanya komentar like, hadiah, dan votenya juga ya pliss ....🙏


Love you all my renders ❤️🥰***


__ADS_2