
Kedua insan yang masih bergelung di bawah selimut seakan tak ingin bangun dari tidur mereka. Ferrell dan Ranty tertidur pulas setelah melakukan olah raga pagi mereka di atas ranjang. Hingga menjelang siang perut mereka belum sama sekali terisi.
Ferrell menggeliat kemudian membuka perlahan kelopak matanya. Pandanganya langsung ia tujukan pada wanita cantik di sebelahnya, yang masih terpejam dengan wajah damainya. Senyum terkembang menghiasi wajah Ferrell kala ia mengingat kegiatannya beberapa jam yang lalu bersama Ranty.
" Setelah ini apa hubungan kita akan membaik ? setelah yang kita lakukan tadi tanpa perlawanan dari mu apa itu artinya kau mau kembali?" Ferrell bergumam lirih sambil terus mengelus pipi mulus Ranty. Sementara Ranty tetap terlelap tak bergeming.
Tok ... tok ... tok ...
" Iya sebentar ..." teriak Ferrell
Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Ferrell. Ferrell bergegas menggunakan boxer dan melangkah menuju pintu guna melihat siapa yang datang. Sementara Ranty nampak mulai menggeliat. Ia mengucek kedua matanya kemudian melihat ke sekelilingnya.
" Ahh ya ampun ishhh kenapa aku jadi lepas kendali gini si" Ranty merutuki dirinya sendiri kala tersadar dan mengingat apa yang telah terjadi. Antara dirinya dan Ferrell beberapa jam lalu. Ranty tersenyum samar kala mengingat moment romantis yang terjadi, rasanya masih sama seperti dulu. Ferrell selalu memperlakukan Ranty bak ratu ketika di atasi ranjang lembut dan penuh pemujaan.
Ferrell mendapati Tomi berada di ambang pintu, tersenyum sumringah melihat penampilan Ferrell. Iya meskipun bisanya memang Ferrell hanya menggunakan boxer jika tidur. Namun, kali ini berbeda karena saat ini sahabatnya itu sedang berada di kamar dan hanya berdua saja bersama Ranty. Apalagi saat Tomi mendapati beberapa tanda merah pada dada bidang Ferrell.
Tomi tahu betul tanda apa dan apa yang sudah terjadi. " Gue khawatir in lo eh ternyata lo sama sekali nggak mengkhawatirkan, nyesel gue kesini" ujar Tomi dengan nada di buat jengkel.Tomi yang mengetahui perihal keadaan Ferrell dari sang istri saat sang istri dihubungi oleh Fany. Ditambah lagi Nyonya Winda memerintahkan pada Tomi untuk melihat keadaan putranya membuat Tomi akhirnya terbang ke Bali pagi tadi.
Tomi memang tidak ikut dalam tour Ferrell. Karena itu memang sudah menjadi rencana mereka karena jika Tomi ikut maka Tomi lah yang akan sibuk mengurus Ferrell dan bukan Ranty. Tomi dan Ferrell sudah merencanakan jika acara tour Ferrell akan menjadi momentum Ferrell mendekati kembali Ranty, dan sepertinya hasilnya cukup memuaskan.
" Udah pergi sana keburu Ranty bangun terus liat lo bisa-bisa lo ditahan" jawab Ferrell berbisik, mengusir Tomi.
__ADS_1
" Ya udah gue balik dan tutupi itu, lo mau pamer ?" ucap Tomi seraya menunjuk dada Ferrell yang terdapat beberapa tanda merah. Kemudian ia melenggang meninggalkan Ferrell yang tersenyum tipis memandang ke arah tanda yang telah di buat oleh sang istri. ' Kau masih mencintaiku sayang aku yakin itu' Ferrell membatin senang.
Ferrell menutup pintu dan menguncinya kembali. Ia melenggang masuk dan mendapati Ranty yang tengah bersandar di kepala ranjang, melamun dengan senyum tipis di wajahnya. " Khem ..." Ferrell berdehem membuyarkan lamunan Ranty.
Sontak Ranty langsung berbaring kembali dan menyelusup kan tubuhnya di bawah selimut. Ranty menutup rapat tubuhnya di bawah selimut, ia begitu malu mendapati dirinya terpergok oleh Ferrell. " Bodoh... ternyata dia dari luar aku pikir dari kamar mandi ihhh jika tahu dia di luar aku kan bisa langsung lari ke kamar mandi tadi " ucap Ranty lirih menyesali dirinya yang tidak sigap.
Ferrell tersenyum penuh arti kala melihat kelakuan wanita yang sangat ia cintai. Ranty seperti kembali ke masa dulu saat pertama kali mereka melakukannya. Ferrell meraih telfon yang berada di samping nakas ia akan menghubungi pihak hotel untuk menyiapkan makan siang untuk nya dan Ranty.
" Hei sayang ... sampai kapan kamu akan bersembunyi di situ hem ... apa kamu tidak ingin membersihkan dirimu, badanmu pasti lengket karena kita telah mengeluarkan banyak keringat tadi dan bagian ****** mu pasti lengk--" terputus, kata-kata Ferrell terhenti mana kala Ranty telah membekap mulutnya.
Iya dibawah selimut Ranty mendelik geram sekligus malu. Kemudian ia bangkit dan membekap mulut Ferrell. Sungguh ia merasa sangat malu mendengar ucapan Ferrell yang terlampau fulgar.
Ranty melihat arah pandang Ferrell, sontak menarik selimutnya hingga ke atas lehernya. " Hei ... kenapa ditutup hem ...kamu istriku, kita masih suami istri kita masih halal sayang" Ferrell berucap sambil mengelus pipi Ranty lembut.
" Ayo kita bersihkan dulu tubuh kita, sebentar lagi makan siang datang, kita sudah melewatkan sarapan jadi jangan melewatkan makan siang lagi sayang..." Ferrell berucap lembut dan di angguki oleh Ranty.
Ranty bangkit dan turun dari ranjang dengan selimut yang melilit di tubuhnya. Ferrell langsung menggendong Ranty ala bridal style menuju kamar mandi. Ranty yang terkejut dengan ulah Ferrell langsung melingkarkan tangannya pada leher Ferrell.
Ferrell mendudukan Ranty di atas kloset Ranty sempat terdiam memandang wajah Ferrell yang begitu dekat. Wajahnya kembali bersemu ketika mendapati beberapa tanda merah pada dada bidang Ferrell. Ia sudah menduga jika itu pasti adalah ulahnya. "Oh ya ampun apa aku se ganas itu" lirih Ranty namun masih dapat di dengar oleh Ferrell.
" Tentu sayang kau masih sama seperti dulu, ganas dan ---"
__ADS_1
" Keluar Mas ..." Ranty mendorong tubuh Ferrell keluar kamar mandi kemudian menguncinya.
" Hei sayang ... buka pintunya aku juga mau mandi" teriak Ferrell dari balik pintu dengan senyum terkembang.
Sementara didalam kamar mandi Ranty terus merutuki dirinya sendiri. " Dasar Ranty bodoh !" monolognya seraya menatap pantulan dirinya kemudian memukul-mukul kepalnya.
Di Mension keluarga Nugraha
Tuan Nugraha menghela nafas kasar seraya menyandarkan tubuhnya di sofa, sedangkan Rian terdiam menunggu perintah dari sang Daddy. Tuan Nugraha baru saja mendapati kabar jika Raymond dan Cecil telah kabur sementara, Viona wanita itu juga menghilang dari jangkauan orang-orang suruhan Tuan Nugraha.
Sungguh ini bisa menjadi ancaman yang sangat serius bagi keluarga Nugraha. Mengingat Reymond dan Cecil pasti memiliki dendam pada keluarga Nugraha. Apalagi kini publik sudah mengetahui perihal tentang Ranty yang ternyata masih hidup.
"Perketat penjagaan, terutama untuk Amayra, Daddy yakin jika mereka pasti akan bergabung kembali dan melakukan cara yang sama menculik dan menyakiti anggota keluarganya.
Kali ini tuan Nugraha akan lebih berhati-hati dan memastikan dirinya tidak akan kecolongan seperti dulu. Tuan Nugraha menghubungi sahabatnya Tuan Mark meminta bantuannya, karena dalam menghadapi Reymond yang seorang mafia, Tuan Mark pasti bisa membantunya.
🌻 BERSAMBUNG ...🌻
Terimakasih tak hentinya aku ucapkan pada kalian semua pembaca setia IDL, tetap dukung karya ku ya dengan cara like, komen, hadiah dan vote nya 🙏🙏🙏
Love you all my renders ❤️🥰
__ADS_1