
" Hai Tante ,om apa kabar?"
Deg...
Nyonya Winda membeku, sedangkan tuan Nugraha tetap tenang dan datar.
" Hai...Viona " balas nyonya Winda ramah, sedangkan tuan Nugraha hanya menampilkan senyum tipis.
" Apa kabar om, tan?"
" Baik..." nyonya Winda masih mencoba tenang dan menyambut baik Viona, bagaimana pun Viona adalah tamunya ,dia juga salah satu artis yang berada dalam naungan team FN, yang dipimpin oleh putranya.
" Selamat ya om , tan...sekarang om dan tante sudah menjadi Oma dan opa, aku nggak nyangka sekarang Ferrell sudah menjadi Daddy dan memiliki anak yang sangat cantik." imbuh Viona masih mencoba berbasa-basi.
" Ada yang kurang Vi, Ferrell sudah menjadi seorang suami dan juga Daddy dia tak hanya memiliki seorang putri cantik tapi istri yang juga sangat cantik, sehingga kecantikannya diturunkan kepada putri mereka." ralat nyonya Winda dengan menekan setiap kata, di setiap ucapannya.
Tuan Nugraha tersenyum melihat sikap tegas sang istri, sementara Viona tertunduk merasa la sedang di tampar oleh tangan tak kasat mata, mendengar perkataan nyonya Winda.
Ranty yang melihat mommy mertuanya sedang berbincang dengan wanita muda, membuat Ranty merasa penasaran.
" Kak ...aku ke mommy sebentar ya." pamit Ranty pada Ferrell yang sedang berbincang sambil menggendong baby Amayra.
" Ya sayang ..."
Ranty melangkah mendekati sang mommy dan Daddy mertuanya.
" Mommy ..." panggil Ranty mendekati nyonya Winda.
" Hai sayang sini nak kenalin Viona, model baru di team FN." nyonya Winda memperkenalkan Viona pada Ranty .
" Hai ...Viona, teman masa kecilnya Ferrell dan ya kebetulan saya menjadi model baru di team FN." Viona nampak tidak suka sat nyonya Winda memperkenalkannya hanya sebatas model baru di team FN, seakan la ingin Ranty tahu jika dirinya dan Ferrell memiliki hubungan yang sangat dekat di masa lalu.
" Ranty,... istri Ferrell Nugraha dan mommy nya Amayra." dengan senyum termanis Ranty membalas ucapan Viona seolah ia menegaskan jika saat ini dia lah wanita, yang paling berharga bagi Ferrell .
Fany melihat Ranty dan mommy mertuanya sedang berbincang dengan seorang wanita yang sudah la ketahui, identitasnya. Fany sudah tahu tentang siapa dan bagaimana hubungan Ferrell dan wanita yang bernama Viona, Fany yang berniat menghampiri Ranty dan nyonya Winda, urung saat Rian sang suami menggeleng.
" Tetap disini sayang..."
"Tapi mas Ranty ..."
" Ranty bisa mengatasinya hemm..."
__ADS_1
"Dia itu Viona kan mas !"
" Iya dan aku yakin Ranty bisa mengatasi Viona." Rian mengenggam tangan Fany, menyakinkan sang istri bahwa Ranty mampu menghadapi Viona.
Sementara tuan Nugraha yang sudah tidak nyaman berada ditengah obrolan para wanita pun berpamitan pergi.
" Em...mom, Daddy ke sana dulu ya." tuan Nugraha berbisik pada nyonya Winda.
Sepeninggal tuan Nugraha, nyonya Winda pun undur diri karna harus menyapa, beberapa teman arisannya yang juga ikut menghadiri acara aqiqah baby Amayra.
Kini tinggal Viona dan Ranty, Viona menatap Ranty dari atas hingga bawah menelisik penampilan Ranty, kecantikan alami Ranty membuat dada Viona bergemuruh, Ranty begitu cantik meski Ranty memakai makeup yang simpel.
Sedangkan Ranty la juga menatap Viona, ada sedikit rasa tidak nyaman pada wanita dihadapannya, Ranty memiliki firasat jika wanita yang bernama Viona, bukan hanya sekedar model baru dan sahabat masa kecil suaminya.
" Em...nona Ranty, kau tahu aku dan Ferrell dulu adalah sahabat, kami tumbuh bersama, dan memiliki rasa yang sama namun kematian papah dan kepindahan ku, akhirnya dengan terpaksa cinta kita harus terpisah, tapi aku yakin Ferrell masih memiliki rasa itu." Viona dengan bangga mengungkap masa lalunya dengan Ferrell.
Sementara Ranty, la tetap tenang walau hatinya berdenyut merasakan nyeri.
... ...
" khemm... tapi sayangnya, sekarang kak Ferrell sudah mempunyai cinta yang baru, emm...kau tahu nona Viona cinta masa kecil sering disebut cinta monyet, dan jika kak Ferrell masih memiliki rasa itu, aku yakin rasa itu hanya sekedar rasa empati kak Ferrell, sebagai sesama manusia." Ranty berucap dan memasang senyum penuh ketenangan .
" Dan iya satu lagi nona Viona, cinta ku dan cinta kak Ferrell adalah cinta sejati dan itu terbukti dengan kehadiran putri kecil kami Amayra, dia adalah buah cinta kami." Ranty berlalu meninggalkan Viona, namun la seperti belum puas dan baru dua langkah, Ranty berbalik dan berbisik pada Viona.
Ranty kembali berjalan dengan gaya elegannya meninggalkan Viona yang terpaku, dengan emosi yang sudah membuncah, rasnya Viona ingin sekali mencabik-cabik Ranty, namun la harus tetap stay cool, demi menjaga imagenya.
"Baiklah Ranty ...aku akan menyingkirkan mu dan membuat Ferrell melewati malam-malam penuh cinta dan ga*rah bersama ku " gumam Viona dengan penuh emosi.
Ranty menghampiri Ferrell yang masih berbincang sambil menggendong baby Amayra. Ranty melirik Viona yang masih terpaku dengan wajah kesalnya.
" Daddy biar Amayra bersama ku hem" Ranty bergabung bersama Ferrell dan beberapa, rekan bisnis dan juga beberapa artis, yang sedang berbincang bersama sang suami.
" Biarkan tetap bersama ku sayang...dua hari ini aku begitu sibuk jadi aku akan menghabiskan waktu ku sebanyak yang aku punya untuk putri cantik ku "
" Wah nona Ranty tetap terlihat cantik ya dan badan anda terlihat bisa saja seperti tidak pernah melahirkan saja." puji Andre salah satu artis yang kini sedang naik daun.
" Terimakasih tuan Andre" Ranty melirik Ferrell yang kini wajahnya sudah mulai berubah.
" Jangan panggil saya tuan panggil saja saya Abang , mas , atau--" Andre belum menyelesaikan ucapan nya saat Ferrell tiba-tiba memotong dengan nada posesif.
Raut wajah Ferrell berubah tegang rahangnya mengeras, saat secara terang-terangan ada laki-laki yang berusaha mengakrabkan diri dengan istrinya.
__ADS_1
" Em maaf, itu sama sekali tidak sopan pak Andre bagaimana pun kau adalah orang lain jadi rasanya panggilan itu tidak pantas."
" Baik pak Andre saya harus menidurkan Amayra di kamar, sayang ayo takutnya Amayra membutuhkan mu." Ferrell menuntun tangan Ranty melangkah masuk menuju kamar.
Ferrell tak ingin berlama-lama, bersama laki-laki yang sok akrab dengan istrinya, huh lama-lama la pasti bisa hilang kendali.
Andre hanya tersenyum smrik menatap punggung Ranty yang menjauh " so sexy " kemudian Andre terkekeh melihat reaksi cemburu dari Ferrell.
" Sepertinya aku tertarik dengan nyonya Ferrell, dia ternyata lebih cantik, dari yang aku kira."
Ranty seperti memiliki daya tarik tersendiri yang membuat siapapun langsung terhipnotis oleh kecantikannya.
Sementara itu, sesampainya di kamar, Ferrell meletakan baby Amayra di box bayi, kemudian la memberi kecupan sayang pada bayi mungil itu.
" Sayang... aku harap jika nanti aku sedang mengobrol bersama rekan bisnis ku, kau tidak boleh menyapa mereka hem..." Ferrell berucap seraya memeluk dan menyandarkan kepalanya di ceruk leher Ranty setelah meletakan baby Amayra , kini Ferrell, beralih pada Ranty sang istri cantiknya .
" Ishh kak jangan gini ...iya aku janji nggak akan menyapa mereka lagi " ucap Ranty dengan nada manja, la merasakan darahnya berdesir karna perlakuan Ferrell.
" Kenapa hem...apa kau ingin sayang..." bukannya melepas Ranty Ferrell malah menyusuri leher dan membuka resleting gaun Ranty dan memberi kecupan-kecupan di dada Ranty.
" Emhhh...kak aku masih nifas lepas kak..." Ranty men desah, memasang wajah memelas meminta Ferrell menghentikan aksinya.
" Hehh...aku lupa sayang jadi bagaimana mengatasi ini sekarang." Ferrell berucap sambil menunjuk bagian bawahnya yang telah bereaksi tegang, Ferrell seketika teringat jika la dan Ranty belum boleh melakukan hubungan suami istri.
Ranty mengedikkan bahu tak mengerti, harus bagaimana, menenangkan milik suaminya yang sudah tegang, bukankah la masih dalam masa nifas.
" Sayang bantu aku ya hemm "
" Hah maksud Kaka ? aku masih nifas kak"
"Ayo sayang ... aku tidak meminta mu melakukan itu tapi kau bisa membantu dengan cara lain sayang." Ferrell langsung merebahkan Ranty dan membuka gaun bagian atas Ranty, memperlihatkan dua gundukan yang semakin bulat dan sintal.
Kemudian Ferrell, membuka kaos, jas dan juga celana bahannya, menampakan dada bidang, perut sixpack, dan juniornya yang sedang tegak menegang, Ranty tercekat melihat pemandangan tubuh sang suami yang begitu indah membuatnya merasakan gejolak ga* rah, dan sialnya la masih dalam masa nifas. Ranty tak mengerti apa yang sebenarnya akan dilakukan suaminya.
Ferrell kemudian menuntun tangan Ranty untuk mengurut dan menyentuh miliknya dengan gerakan atas bawah, sedangkan Ferrell, la meremas dua gundukan sintal milik Ranty, menyesapnya, Kemudaian beralih menci*m dan me*lu*mat bibir Ranty penuh gairah.
Dan begitulah Farrell menenangkan se junior yang telah bangun, hingga akhirnya si junior mengeluarkan laharnya, Ferrell merasa terpuaskan meski hanya dengan permainan tangan sang istri.
" Apapun yang kau lakukan, selalu bisa membuatku menggila sayang" Ferrell mengecup bibir Ranty, dan memandang tubuh Ranty yang masih menampakan dua gundukan yang sangat indah dimata Ferrell.
" Udah sana bersihin kak..." Ranty mendorong perut Ferrell dan membenahi gaunnya.
__ADS_1
Ferrell terkekeh kemudian beranjak membersihkan dirinya. sedangkan Ranty membersihkan sisa-sisa cairan milik Ferrell dengan tisu dan mengganti sprei.
Sementara nyonya Winda dan tuan Nugraha harus menemani tamu, karna Ferrell dan Ranty tidak kembali cukup lama, hingga akhirnya tuan Nugraha dan nyonya Winda lah yang harus menutup acara.