
Akibat Ferrell yang melakukan sesi pemotretan malam hari di dalam kolam renang. Membuatnya kini mengalami demam. Ferrell menggigil tubuhnya panas, Ranty yang kebingungan karena waktu menunjukan pukul setengah dua dini hari sekaligus cuaca di Bali yang sedang hujan di sertai angin kencang membuat dokter yang di hubungi Ranty untuk memeriksa Ferrell tak bisa datang.
Ranty terus terjaga memantau keadaan Ferrell. Namun, sayangnya demam Ferrell tak kunjung turun. Ranty terus mencari cara untuk menurunkan panas Ferrell. Mengompres, memberi obat tetap tidak membuat panas tubuh Ferrell menurun. Ranty menghubungi Fany berharap Fany bisa memberinya saran.
" Assalammualaikum Fan ..." ucap Ranty setelah telfon tersambung.
" Waalaikumsalam Ran kenapa?" jawab Fany dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Fan ... maaf mengganggumu malam-malam begini, em ... Fan, Ferrell demam aku sudah mengompres dan memberinya obat bahkan dua jam sekali sejak ia demam tapi panas nya tak kunjung turun" ucap Ranty dengan nada khawatir, saat ini ia sedang mengganti kompres.
" Bentar Ran aku hubungi Prita dulu ya mungkin dia punya solusi obat apa yang harus diminum oleh Ferrell, oh iya apa kamu belum memanggil dokter?"
" Di sini sedang hujan lebat Fan anginnya juga kenceng banget jadi dokter yang aku hubungi tidak bisa datang, tong ya Fan hubungi aku secepatnya setelah kamu menghubungi dokter Prita."
" Ok sebentar ya"
Sambungan telepon berakhir, karena Fani hendak menghubungi dokter Prita istri dari Tomi. Ranty duduk disamping Ferrell seraya terus mengganti kompres setiap lima menit sekali. Sementara Ferrell masih saja terpejam dan sesekali menggigil. Membuat Ranty semakin gelisah. Ranty terus saja memandangi ponselnya, menunggu Fany menghubungi nya.
Tak berselang lama Fany akhirnya menghubungi Ranty. Setelah ia tadi menghubungi dokter Prita dan menanyakan saran atas kodisi Ferrell saat ini. " Hallo Assalammualaikum Ran ..."
" Waalaikumsalam Fan, gimana apa kata dokter Prita ?" Ranty menjawab tak sabar.
" Em kata dokter Prita em ... itu em dokter Prita menyarankan untuk melakukan metode skin to skin contact." Fany berucap ragu namun, bagaimana pun ia harus mengatakan saran dari dokter Prita pada Ranty walau Fany tidak yakin jika Ranty mau melakukan itu.
" Hah ... Fan bukan kah metode itu untuk anak bayi ?" Ranty begitu tercengang mendengar penuturan Fany, Ranty tak sanggup membayangkan jika ia harus melakukan itu pada Ferrell. Meski mereka masih berstatus suami istri namun, keadaannya kini sangat lah berbeda.
__ADS_1
" Iya memang benar Ran, tapi menurut dokter Prita itu bisa saja di lakukan untuk orang dewasa, selagi orang yang melakukannya itu tidak dalam keadaan yang sama-sama menggigil. Artinya dalam kondisi ini kamu tidak sedang mengalami apa yang Ferrell alami jadi kemungkinannya masih bisa untuk melakukan metode ini." jelas Fany panjang lebar karena sebelumnya ia juga berpendapat yang sama seperti Ranty ketika dokter Prita menyarankan metode skin to skin contact.
" Ok Fan terimakasih, Assalammualaikum..." ucap Ranty apada akhirnya ia mengakhiri sambungan telfonnya dengan Fany.
" Iya Ran Waalaikumsalam ..."
Ranty tergugu memandang Ferrell yang tertidur gelisah. Ranty kembali mendekat dan mengganti kompresan Ferrell, ia masih berfikir keras. Apakah ia harus melakukan saran dokter Prita ataukah ... ah sungguh saat ini Ranty diliputi rasa galau.
" Enghhhh ... sayang jangan tinggalin aku ..." leguh Ferrell, sambil mengigau kini panas nya semakin tinggi hingga menggigil. Ranty panik melihat kondisi Ferrell yang semakin terlihat memburuk.
Tanpa berpikir lagi Ranty langsung membuka semua pakaiannya menyisakan bra dan segitiga pengamannya. Kemudian Ranty membuka semua pakaian Ferrell, dan hanya menyisakan underwear
Ranty berbaring disamping Ferrell dan memeluknya erat. Jantung Ranty berdetak begitu kencang saat kulit tubuhnya bersentuhan dengan kulit tubuh Ferrell apalagi kini Ferrell juga membalas pelukannya. Ada desiran yang menjalar di sekujur tubuh Ranty. Ferrell menelusupkan kepalanya pada ceruk leher Ranty. Seolah mencari kehangatan disana, berbeda dengan Ferrell yang seperti merasa nyaman, Ranty justru merasakan perasaan tak karuan . Bagaimana pun posisinya kini sangat intim.
Sementara otak dan tubuh Ranty yang tak sinkron, otaknya yang tak ingin, sedangkan tubuhnya sama sekali tak menolak bahkan mersakan rasa nyaman yang ia rindukan. Ranty menarik nafasnya dalam mencoba merilekskan tubuh dan pikirannya. la memandang wajah Ferrell lekat seraya mencium kening Ferrell.
Seperti mencabut paksa paku yang tertancap di telapak kaki kita, begitu perih, nyeri dan ngilu. Kaya kaki othor ni ngilu 😭🤭
Suara dering ponsel Ranty berdering sedari tadi seolah orang yang disebrang sana tak sabar ingin segera tersambung. Dengan mata yang masih terpejam. Ranty meraba meja nakas mencari keberadaan ponselnya dengan posisi yang masih sama seperti semalam memeluk erat Ferrell.
Tanpa mengetahui siapa yang menelfon Ranty langsung mengangkat Vidio call dari si penelpon. " Hallo Assalammualaikum sayang bagaimana keadaan Ferrell nak ..." ucap nyonya Winda dengan raut wajah cemas. Ia begitu khawatir saat mendapat kabar dari Fany tentang kondisi Ferrell yang tengah demam.
" Baik Mommy, Mas Ferrell sudah baikan panasnya juga sudah turun." ucap Ranty masih dengan mata terpejam, sementara
Ferrell sama sekali tak terusik. Ia masih terlihat anteng di pelukan Ranty.
__ADS_1
Nyonya Winda yang tadinya begitu khawatir, langsung berubah ceria manakala melihat posisi Ranty dan Ferrell saat ini. Nyonya Winda melihat jika sekarang anak dan menantunya itu sedang dalam posisi yang sangat intim. detik berikutnya ia langsung memutus sambungan telepon nya seraya tersenyum sumringah. " Semoga ini menjadi awal yang baik, ya Tuhan satukanlah kembali putra dan menantuku" ucap nyonya Winda penuh harapan.
Sementara Ranty tercengang ketika tiba-tiba saja sambungan telepon nya di putus secara sepihak. 'Bukankah itu Mommy yang menelfon mengapa Mommy mematikan telfonnya apa Mommy marah' monolognya dalam hati. Ranty kemudian menatap kesamping dan melihat wajah damai Ferrell yang masih terlelap.Sedetik kemudian ia terlonjak kaget.
" Aaaammm ..." Ranty berteriak dan kemudian membekap mulutnya tak ingin Ferrell terbangun. " Ya ampun jadi ini alasan Mommy menutup telfonnya, eh tunggu apa tadi Mommy menelfon dengan video call? aaaah ...ya ampun" Ranty terus berbicara sendiri seraya mengecek ponselnya melihat riwayat panggilannya barusan.
Benar saja yang ia khawatir kan tadi ia dan sang Mommy melakukan panggilan Vidio dan itu artinya Mommy Winda melihat segalanya. " Ihh ... siall ya ampun" Ranty melepaskan pelukannya pada Ferrell ia ingin segera turun dan membersihkan diri. Namun, Ferrell langsung menarik tangan Ranty yang hendak bergeser.
Sontak tarikan Ferrell membuat Ranty terjerembab dan jatuh di pelukan Ferrell. Ferrell membuka matanya menatap Ranty yang kini berada diatasnya, yang hanya mengenakan pakaian dalam.
" Terimakasih telah merawat dan menjagaku sayang ..." ucap Ferrell. Ferrell mempererat pelukannya seperti tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung mencium bibir Ranty, me lu mat dan me nye sap penuh rasa sayang. Ranty terdiam namun, batinnya sedang berperang. Saat otaknya mengatakan hentikan, tubuhnya malah menyambut dan menikmati setiap sentuhan yang Ferrell berikan.
Ferrell yang tak merasakan perlawanan dari Ranty pun meneruskan kegiatannya. Kini tangannya sudah bergerilya kemana-mana menyentuh setiap jengkal tubuh Ranty. Melepas pengait dan melempar benda yang membungkus dua gun du kan kemudian me re mas, nya lembut.
" Ahhh ...emm ..." De sah Ranty tak tertahan ketika bibir Ferrell menge cup salah satu gun du kan nya.
Ferrell seperti singa yang kelaparan ia bergerak cepat meloloskan satu benda yang tersisa pada Ranty. Kemudian Ferrell juga meloloskan benda pengaman miliknya, kini Ranty dan Ferrell sama-sama polos.
Ferrell membalik tubuh Ranty, kemudian menatapnya penuh dengan kabut gai rah. Tak ingin kehilangan kesempatan Ferrell langsung melancarkan aksinya. la menyatukan miliknya yang sedari tadi telah mengeras pada milik Ranty yang sudah terasa basah.
" Akhhh ... Ferr ell ..." De sah Ranty ketika tubuh mereka telah menyatu sempurna, Ferrell begitu bahagia kala mendengar de Sahan Ranty yang menyebut namanya.
🌻 BERSAMBUNG 🌻
Happy reading ....
__ADS_1
Jagan lupa yang masih punya vote tolong vote aku ya 🙏 dan like, komen dan hadiahnya juga aku tunggu 🥰
Love you all my renders ❤️🥰