Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 20


__ADS_3

Ferrell begitu sangat marah kali ini ia langsung meninggalkan area dansa ,dan itu membuat Cecil curiga .dan bukan hanya Cecil namun rupanya Devano yang sedari tadi ikut menyaksikan interaksi antara Ferrell dan Ranty .


Vano bisa menyimpulkan , jika memang ada hubungan lain dari sekedar hubungan saudara. Devano berjanji dalam hatinya la akan mencari tahu hubungan apa sebenarnya antara mereka.la pun pergi meninggalkan acara ,tanpa berpamitan merasa sudah sangat sesak melihat wanita yang membuat la jatuh hati berdansa mesra dengan laki-laki lain.


Rupanya bukan cuma Ferrell saja yang terbakar cemburu vano pun merasakan hal yang sama .


Disisi lain Cecil terus saja memperhatikan Ranty dan Rian .


" Ada hubungan apa sebenarnya ferrell dengan perempuan itu, kenapa ada yang janggal ,jika memang wanita itu cuma sepupu kenapa Ferrell menatap dengan tatapan berbeda".


Cecil bergumam dalam hatinya , memperhatikan sikap Ferrell pada Ranty.


" Ferrell....."


Tomi menyadari kalau Ferrell sedang dalam mode emosi pun bergegas mengejar .


Ferrell pun menghentikan langkah nya ,saat mendengar namanya di panggil.


" Rell Lo kenapa se acara kan belum selesai masa main pergi gitu aja se Lo ..." (Tomi)


" Gue nggk enak badan tolong wakili gue buat pamitan dan menutup acara ."


belum sempat Tomi menjawab lagi-lagi Ferrell berucap.


" Gue mohon"


Tomi tak lagi menjawab la hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju


" Ok thanks "


" Hati-hati rell..."

__ADS_1


" Owh inikah rasanya cemburu "


ucap Fani yang baru saja menghampiri Tomi.


" Gitu deh nggk mau ngaku se dulu aja bilang nya nggk akan ada yang namanya cinta , dia nggk tau aja dashyat nya pepatah Jawa waiting tresno jalaran Soko kulino ".


ucap Tomi seraya terkikik geli, melihat tingkah Ferrell yang kini terlihat bucin.


Sementara Fani hanya tersenyum geli melihat tingkah konyol teman nya itu.


" Tapi emang Ranty sama kak Rian cocok se ..Lo liat deh tatapan mereka begitu penuh cinta ".


Fani berbicara sambil mengamati Rian dan Ranty yang sedang menikmati dansa mereka.


Setelah acara dansa kini Tomi yang di tugas kan untuk menutup acara sekaligus mengucapkan maaf dari Ferrell yang tiba-tiba saja meninggalkan acara nya sendiri dengan alasan tidak enak badan .


Tamu undangan pun memaklumi alasan Ferrell meninggalkan acara nya tidak ada diantara mereka yang curiga kecuali Cecil , karna Cecil memang sudah menangkap gelagat aneh saat Ferrell menatap Rian dan Ranty saat berdansa tadi.


"Iya kak mau dengan siapa lagi coba kak Ferrell kok tiba-tiba nggak enak badan se kak, aku jadi khawatir kita pulang sekarang kak".


Rian dan ranty pun bergegas pulang .


saat sudah sampai di mension keluarga Nugraha Ranty,langsung bergegas keluar dari mobil dan pergi menuju kamarnya.


saat sudah berada di depan pintu Ranty pun langsung membuka pintu.


Cklek...


Gelap itulah suasana kamar Ranty dan Ferrell. Ranty kemudian menyalakan lampu dan betapa terkejutnya saat ia melihat sosok ferrell sedang duduk di bawah ranjang.


Dengan penampilan yang acak- acakan tangannya menggenggam gelas yang berisi minuman cocktail. Dengan botol yang sudah hampir habis itu artinya sudah setengah lebih Ferrell meminum minuman beralkohol itu.

__ADS_1


Ranty memberanikan diri menghampiri Ferrell guna melihat dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada Ferrell. Kenapa Ferrell begitu terlihat berantakan seperti sedang mengalami kehancuran. Sementara baru beberapa saat lalu ia merayakan ulang tahun sekaligus kejayaan team FN. Jadi apa sebenarnya yang membuat Ferrell begini.


"Kak ... kakak kenapa?" Ranty berjongkok mensejajarkan dirinya dengan posisi Ferrell yang berada di bawah. Ferrell mendongak menatap tajam Ranty seperti ingin menguliti gadis itu kilat amarah terlihat jelas di matanya. Seketika Ranty begidik melihat tatapan Ferrell yang terlihat sangat menyeramkan.


Ranty hendak berdiri dan menghindari Ferrell pun tercekat saat Ferrell menarik tangan Ranty. Sehingga Ranty terjatuh tepat di pelukan Ferrell. Ferrell kemudian mengurai pelukannya dan mencengkeram kedua lengan Ranty.


"Kenapa! Apa maksud ini semua hah! Apa maksudmu berdansa dan bermesraan dengan kakak ku hah jawab!" Ferrell berucap menggebu dan menghempaskan Ranty. Ferrell benar-benar sudah hilang kendali saat ini. Entah lah emosinya begitu meluap saat ada pria yang menyentuh Ranty apalagi reaksi Ranty yang juga tersenyum manis pada Rian sang Kakak membuatnya benar-benar emosi .


"Apa maksud kakak aku nggk ngerti kak?" ucap Ranty merasa takut. Namun, ia juga harus memberikan diri. Menghadapi situasi ini ia tak ingin lari dari masalah.


"Kenapa kamu bertanya lagi Ran ... aku tanya kenapa kamu begitu mudahnya menatap tersenyum dan berdansa bersama laki-laki lain di depan suamimu!" Suara Ferrell sudah naik satu oktaf. la sudah tak tahan lagi jika mengingat saat-saat Ranty dan Rian berdansa mesra ditambah perkataan para pengunjung yang menyatakan mereka sangat serasi. Menambah gemuruh emosi di hati Ferrell semakin meluap.


"Kakak nggk tanyain itu pada diri Kakak sendiri Kakak juga Sama kak, kakak juga berdansa bersama wanita lain dan jangan lupa Kak aku juga masih ingat betul bagai mana kakak berciuman mesra di kantor!"


Ranty yang tadinya tenang mendadak ikut terbawa emosi saat mendengar penuturan Ferrell. Ranty merasa laki-laki dihadapannya ini sungguh sangat egois.


Sementara Ferrell terdiam tak dapat menjawab kata-kata Ranty. Seketika Ferrell melemah emosinya kini mereda. Namun, tetap ada persamaan kecewa di dirinya.


"Ran ... maaf ...," kata itu lolos begitu saja dari mulut Ferrell.


"Kak dari awal kita berkomitmen untuk tidak melibatkan cinta dan perasaan ... oh tunggu bukan aku lebih tepat nya kakak. Karena dari awal pernikahan kita kakak berkata jangan pernah mengharap kan perhatian dan kata cinta di antara kita aku hanya menuruti mu kak dan sekarang kenapa kakak seperti ini!"


Ranty mengeluarkan semua unek-uneknya pada Ferrell Ranty merasa sudah sangat sesak saat ini. "Maaf ...." lagi-lagi hanya kata-kata itu yang dapat Ferrell ucapkan.


"Heehh ... ok kak mungkin sudah saatnya kita akhiri ini. Aku hanya wanita biasa kak, aku ingin menikah dan dicintai suamiku memiliki keluarga kecilku dan bahagia dengan rumah tangga yang normal kak."


Ranty sudah tak tahan lagi. la mengeluarkan semua yang ada di hatinya. Namun, Rekasi Ferrell di luar kendali mendengar kata mengakhiri. Lantas membuat pria itu kembali hilang kendali. Ferrell mendekat dan kembali mencengkeram lengan Ranty.


"Siapa yang kamu maksud tidak mencintai?Siapa yang tidak di cintai? Aku bahkan seperti ini karena mu Ranty tidakkah kamu merasakan semua ini! Perasaan ini! Rasa marah ini! Hanya karena melihat mu berdansa dan tersenyum bahagia di hadapan laki-laki lain. Bahkan laki-laki itu adalah kakak ku kau pikir ini rasa apa hah...!"


Ferrell menghempaskan tubuh Ranty ke atas ranjang. Ia lalu mengungkung Ranty tatapan emosi bercampur g*ir*h kini telah menguasai Ferrell.

__ADS_1


__ADS_2