Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 143


__ADS_3

Intip ig ku ya megarisma_89 ada visual Ranty dan Ferrell disana 🤗


Happy reading ...🥰❤️


🌻🌻🌻


Ferrell akhirnya tersadar setelah seminggu pasca operasi transplantasi jantung nya. Artinya sudah satu Minggu juga Arkha meninggal malam ini adalah pengajian tujuh harian meninggalnya Arkha. Seperti biasa nyonya Winda, Tuan Nugraha selalu hadir setiap malamnya. Sementara Amayra bocah cantik itu telah menginap sejak hari pertama Arkha di makamkan.


Nyonya Anjani begitu nyaman dengan Amayra. Sesuai prediksi Tuan Prabu jika Amayra bisa membujuk sang istri untuk makan bahkan sedikit melupakan kesedihannya. Amayra bagai penyemangat bagi nyonya Anjani.


Sementara Ranty semakin merasakan ada suatu kejanggalan. Mengenai Arkha, Ranty sampai saat ini belum diberitahu tentang kematian Arkha. Namun, ia melihat gelagat yang mencurigakan dari mulai nyonya Anjani yang tidak pernah datang menjenguk, ketika d hubungi lewat vidio call. Nyonya Anjani terlihat begitu menyedihkan dengan air mata yang selalu menetes ketika Ranty menanyakan keberadaan Arkha.


Meski Nyonya Anjani selalu mengatakan jika Arkha sedang keluar Negri untuk kunjungan dinas. Namun, setiap kali berbicara hal itu mata wanita paruh baya itu selalu meneteskan air mata.


Pagi ini Ferrell sudah dipindahkan ke ruang rawat inap bisa. Setelah lima belas hari diruang ICU akhirnya kondisi Ferrell telah benar-benar stabil. Tak ada penolakan yang di tunjukan oleh tubuh Ferrell terhadap jantung Arkha.


Ranty selalu setia menemani Ferrell senyum cerah tak lepas dari wajah ayunya. Memandang suami yang begitu di cintainya Ranty tersadar jika Ferrell bukan hanya suami melakukan hidupnya.


"Mas mau minum?" tanya Ranty memastikan sang suami tak merasa kehausan.


"Iya sayang ... "Jawab Ferrell seraya bangkit duduk bersandar.


Ranty menyodorkan minum pada Ferrell menggunakan sedotan. Ferrell terus menatap wajah cantik sang istri yang ia rindukan. "Cantik ...," ucapnya seraya mengelus pipi mulus Ranty.


Ranty terdiam menikmati sentuhan lembut sang suami. Mereka begitu merindu satu sama lain hingga jarak kini tak lagi ada Ferrell mengecup lembut bibir Ranty. "Aku merindukanmu ..." ucapnya menyudahi ciuman mereka.


"Ekhem ... maaf apa Mommy mengganggu kalian?" ucap nyonya Winda yang masuk bersama Amayra. Untung saja sesi ciuman diantara mereka telah usai. Sementara Ranty sontak langsung menjauh dari Ferrell. dengan wajah memerah.


"Sayang ... bagaimana keadaanmu Nak?" tanya Nyonya Winda pada putranya.


"Baik Mom ..." jawab Ferrell seraya tersenyum.


"Daddy ...." panggil Amayra lirih seiring air matanya yang mengalir.


"Hei putri Daddy ada apa hem, Daddy baik-baik saja sayang ..." Ferrell berucap sambil merengkuh tubuh sang putri penuh sayang.

__ADS_1


"Daddy jangan pernah menakuti aku lagi Dadd," ucap Amayra terisak di pelukan sang Daddy.


"Iya sayang Daddy berjanji tidak akan pernah membuat kalian takut lagi hem ...." Ferrell kembali berucap menenangkan sang putri yang semakin terisak.


"Kita akan sama-sama lagi kan Mommy, Daddy ...." ujar Amayra melepas pelukannya pada sang Daddy. Ia mendongak menatap Daddy dan Mommy nya. Meminta jawaban atas pertanyaan nya.


"Kalau itu tanyakan ke Mommy sayang, Daddy tak ingin memaksakan Mommy lagi" Ferrell melemparkan pertanyaan Amayra pada Ranty. Ia ingin tahu apakah Ranty masih ingin berpisah darinya atau dengan kejadian ini justru merubah keputusan Ranty.


Namun, apapun itu Ferrell tak ingin lagi memaksakan kehendak nya. Ia tak ingin lagi membuat Ranty nya tak nyaman. Asalkan bisa melihat Ranty bahagia dan bisa menjaganya. Kelak dengan siapapun Ranty bahagia Ferrell akan mengikhlaskannya.


"Daddy tak ingin bersama Mommy?" ucap Ranty lirih tertunduk. Ada kecewa di hatinya melihat sikap santai Ferrell yang seolah menyiratkan jika Ferrell tak ingin lagi bersamanya. Tak ingin lagi memperjuangkannya padahal sebelum tragedi penculikan. Jelas-jelas Ferrell begitu menginginkan nya kembali.


Bahkan dengan terkesan selalu memaksa dan Ranty ingat betul bahwa Ferrell pernah berucap. Jika ia akan melepaskan Ranty hanya jika ia tiada. Namaun, sekarang kenyataannya Ferrell terkesan enggan untuk mempertahankan nya.


Kata-kata Ferrell tadi terkesan seperti jika Ranty mau silakan tak mau tak apa. Membuat Ranty merasa jika mungkinkah Ferrell jijik dengan nya. Jijik dengan dirinya yang sempat tersentuh laki-laki lain.


"Mommy?" panggil Amayra sambil menggenggam tangan sang Mommy. Sontak Ranty tersadar akan lamunannya. Tanpa sadar Ranty meneteskan air matanya. "Mommy ke toilet dulu. sayang ..." Ranty berlari keluar seraya menghapus air matanya.


Ia telah salah paham pada ucapan Ferrell. "Sayang hati-hati nak jangan berlari Ranty ..."


"Mommy ..." panggil Amayra dan nyonya Winda dengan raut wajah khawatir. Melihat Ranty yang berlari seketika Nyonya Winda panik. Ranty sedang hamil saat ini ia takut jika Ranty terjatuh.


"Sayang Ranty berlari pergi nak, Mommy harus mengejarnya" jawab nyonya Winda.


"Memangnya kenapa Mom?" tanya Rian penasaran.


"Sepertinya Ranty salah paham Fan tolong kejar Ranty Nak, dia sedang hamil Mommy takut ia kenapa-napa," pinta nyonya Winda pada Fany.


"Iya Mom ... Fany akan cari Ranty,Mommy tenang ya ..."jawab Fany mengiyakan perintah Nyonya Winda.


"Aku ikut Aunty ..." ucap Amayra ingin ikut mencari sang Mommy.


"Mas bawa Mommy masuk ya aku akan mencari Ranty." pamit Fany yang di angguki oleh Rian.


"Ayo sayang ...." ajaknya pada Amayra sambil mengandeng tangan bocah itu.

__ADS_1


Fany dan Amayra bergegas mengejar Ranty sedangkan Rian menuntun sang Mommy untuk kembali masuk kedalam kamar Ferrell. rawan inap Ferrell. "Rell ... kenapa kamu berkata seperti itu nak," tanya Nyonya Winda.


"Mommy aku hanya tidak ingin memaksanya lagi Mom, aku hanya ingin melihat dia bahagia, jika berpisah dari ku membuatnya bahagia aku hanya bisa merelakannya Mom,' jawab Ferrell dengan nada sendu.


"Apa itu artinya kamu sudah tak ingin lagi memperjuangkannya? Tak ingin lagi bersama nya?" tanya nyonya Winda lagi kini dengan nada suara yang sedikit menggebu.


"Mommy tolong mengertilah ak—" ucap Ferrell terhenti saat nyonya Winda yang langsung memotong perkataan nya.


"Jadi kau ingin kedua anak mu hidup dilingkungan yang tidak lengkap membuat mereka kelak mersakan sakitnya harus memilih dengan siapa mereka hidup begit?"


Terdiam, Ferrell terdiam mencerna perkataan sang Mommy. "Kedua anak? apa maksud Mo-mmy?" tanyanya dengan raut wajah bingung.


"Rell ... Ranty saat ini sedang hamil usia kandungannya saat ini sudah delapan Minggu." kali ini Rian yang menjawab pertanyaan Ferrell. Sementara nyonya Winda bungkam memalingkan wajahnya.


"Hah ... Ranty hamil Mom?Aku harus mencarinya Mom ..." Ferrell seketika bangkit hendak mencari Ranty.


"Hei ... jaga dirimu Rell kamu belum pulih betul." Rian sigap menghalau pergerakan Ferrell.


"Tapi, Kak ..."


"Rell dengarkan Mommy tetap tenang dan jangan banyak bergerak!"


"Tenang mengurusi mood wanita hamil aku ahlinya serahkan saja pada ku, kau cukup ikuti perkataan ku ok tenang ..." ucap Rian sambil mengerlingkan matanya.


🌼 BERSAMBUNG .... 🌼


Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya 🙏


Aku sungguh-sungguh terharu pada kalian yang mau memberikan komentar' yang pastinya jadi semangat buat aku 😘


Nah sambil nunggu kelanjutan cerita Ferrell dan Ranty seperti biasa nih aku akan kasih rekomendasi novel keren karya temen ku. Kali ini ada novel dari :


Napen : Selvi_19


Judul novel : My Lovely My Angel

__ADS_1



Jangan lupa mampir ya dan jika sudah mamapir tinggalkan jejak like, komen, hadiah dan vote nya juga ya 🤗


__ADS_2