Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 112


__ADS_3

Pandangan Ferrell tak pernah beralih memandangi Ranty yang tengah menari dengan lepasnya. Ferrell mendekat pada Ranty seperti sedang dihipnotis, dengan senyum dan pandangan mata yang penuh rasa cinta. Ranty yang sedang menari seperti tak terkontrol, hingga saat membalikan tubuh, tubuhnya langsung bertabrakan diperlukan Ferrell.


Seketika Ferrell memeluk pinggang Ranty erat, mereka saling berpandangan. Entah siapa yang telah mengaturnya, tiba-tiba saja lagu No dari Megan berganti dengan lagu SMOKE milik Ferrell. Ferrell mengurai pelukannya namun, untuk mengajak Ranty ber dance. Tanpa Ferrell duga Ranty pun mengikuti nya ber dance. Mereka berdua menari dan saling menatap namun, tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua.


Ferrell memeluk erat tubuh Ranty, di akhir lagu. Mereka berdua meresapi pelukan hangat dan saling terpejam. Ranty membuka matanya dan langsung melepaskan diri dari pelukan Ferrell.


" Tidak mas, cukup ..." Ranty berujar sambil terisak kemudian berlari pergi meninggalkan Ferrell namun, Ferrell cepat menarik pergelangan tangan Ranty dan menariknya kembali kedalam pelukannya.


" Jagan pernah hindari aku lagi sayang, jangan, jangan pernah lagi hem ..." Ferrell ikut terisak. Mereka berdua berpelukan sambil terisak, Ferrell beberapa kali mengecup sayang kening dan kepala Ranty.


" Jika mas menyayangiku aku mohon lepaskan aku, tolong biarkan aku bahagia bersama Bang Arkha." ucap Ranty lirih masih dalam pelukan Ferrell.


" Tidak ! jangan pernah katakan itu sayang mana mungkin aku akan melepaskan mu, tidak, tidak aku tak akan bisa, tolong ..." hati Ferrell begitu terasa sesak perih teriris. Mendengar permintaan dari sang istri.


" Cinta mu memang hanya sebatas ke egoisan, dari dulu sampai saat ini kenyataannya kau tidak pernah benar-benar mencintaiku, KAU EGOIS mas !" ucap Ranty lantang sambil melepaskan dirinya dari pelukan Ferrell. Ferrell menggeleng keras menolak pemikiran Ranty tentang rasa cintanya.


Ranty berlari keluar dan meninggalkan Ferrell yang terdiam terpaku. Ferrell menjambak rambutnya frustasi, apakah harus dengan melepaskan Ranty bersama Arkha, membuat Ranty bahagia. Dalam hal ini Ferrell mengakui jika dirinya memang egois bahkan sangat egois.


Tomi yang menemani Ferrell dan sedari tadi melihat dan juga mengatur pertemuan Ferrell dan Ranty merasa iba melihat sahabatnya berada dalam situasi sulit. la menghampiri Ferrell guna menenangkan sang sahabat, yang kini terlihat begitu kacau.


" Rell ... " Tomi menepuk pundak Ferrell.


" Tom ... gue harus apa?" Ferrell terisak.


Tomi hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya, sejujurnya ia juga tak tahu harus memberikan saran apa pada sang sahabat karena cinta adalah urusan tersulit baginya.


" Rell ... kita bicarakan ini di rumah, kita pulang " hanya itu yang bisa Tomi katakan, setidaknya dirumah akan ada Fany dan yang lain yang akan bisa memberikan saran.


Mobil yang Ranty kendarai telah sampai di mension keluarga Nugraha, di susul di belakangnya mobil Ferrell.


Ranty berlari menuju kamarnya namun, saat berada ditengah anak tangga sang putri memanggil dan menghampirinya.


" Mommy ..." panggil Amayra penuh semangat bocah itu sudah membayangkan jika Mommy dan Daddy nya pasti sudah berdamai.


" Eh iya sayang ..." saut Ranty menghapus air matanya dengan cepat kemudian merentangkan tangan nya memeluk Amayra.

__ADS_1


" Mommy apakah Mommy datang bersama Daddy ? dimana Daddy Mom ? kenapa Mommy hanya sendiri bukankah tadi Daddy menyusul Mommy?" tanya bertubi-tubi, bocah itu ingin memastikan, jika Daddy dan Mommy nya sudah bertemu dan berdamai.


" Em ... Mo-mommy em ..." Ranty tergagap bingung.


" Ran ... mana obat maag Ferrell, dia sudah menunggu dari tadi di mobil." ucapan Tomi seketika membuat Ranty dan Amayra menoleh, dan membuat Ranty begitu terkejut akan perkataan Tomi, 'apa maksudnya obat maag ?' Ranty membatin bingung.


" Sayang Mommy tadi buru-buru ninggalin Daddy di mobil karena mau ambil obat buat Daddy sayang." ucap Tomi sambil menghampiri Ranty dan Amayra.


" Oh iya Ran ... sebaiknya kita papah saja Ferrell ke kamarnya biar dia minum obat di kamarnya." imbuhnya seraya berkedip memberikan kode pada Ranty.


" Daddy sakit Mommy?" Amayra malah panik dan setengah berlari ingin menghampiri sang Daddy.


" Hati-hati sayang ..." teriak Ranty panik karena Amayra berlari menuruni anak tangga.


" Kak Tomi apa maksudnya ..."


"Iya Ran dia sedang sakit, bisa bantu aku memapah dan membawanya ke kamar?" pinta Tomi pada Ranty untuk membantunya memapah Ferrell.


Ranty mengangguk, dalam hatinya tak dapat dipungkiri jika ia juga khawatir akan kondisi Ferrell, padahal bebrapa jam yang lalu Ferrell terlihat baik-baik saja.


Ranty berjalan mendahului Tomi. Sementara Tomi tersenyum licik, akhirnya ide gilanya itu berhasil juga. Tanpa sengaja Tomi mendapatkan pencerahan, Ferrell mungkin bisa memanfaatkan sang putri.


" Daddy baik-baik saja sayang, hanya sedikit nyeri di bagian perut Daddy." ucap Ferrell berakting. Ferrell sebenarnya tak tega namun, ini adalah jalannya untuk mendapatkan perhatian Ranty kembali.


Ranty yang baru saja datang sempat memandang iba namun, detik berikutnya wajahnya kembali datar dan dingin.


" Ayo Dadd ..." ucap Ranty lembut namun tegas. seraya meraih tangan Ferrell dan merangkulkan tangan Ferrell pada pundaknya.


Seketika hati Ferrell menghangat, mendengar panggilan Ranty padanya. Ferrell kembali mencuri kesempatan, ia mencium pipi Ranty saat Ranty memapahnya. Ranty melotot geram pada ulah Ferrell, rupanya sifat bebal suaminya ini masih ada sampai saat ini. Padahal beberapa jam yang lalu mereka kembali terlibat pembicaraan.


Ranty sempat berfikir jika Ferrell akan menyerah dan mengabulkan keinginan nya untuk bercerai tapi nyatanya Ferrell kembali melancarkan modus-modus nya.


" Auwww ...sakit sayang" ringis Ferrell ketika mendapatkan cubitan dari Ranty di perutnya.


" Rasain ...! ucap Ranty geram.

__ADS_1


Sementara Tomi membisikan sesuatu pada Amayra. " Pastikan Mommy mengurus dan menjaga Daddy ok sayang, Uncle mengandalkan mu hem ..." bisik Tomi pada Amayra.


" Ok Uncle ..." ucapnya sambil mengangguk mengerti.


Tomi melangkah lebar mengejar Ranty dan Ferrell, yang berada cukup berjarak di depannya. Tomi membantu Ranty memapah Ferrell naik ke lantai dua menuju kamar Ferrell.


" Mommy, mommy nanti malam tidur dikamar Daddy ya, kasihan my kalau Daddy tidur sendiri, Daddy kan lagi sakit." pinta Amayra yang seketika membuat Ranty melotot syok.


" Ta--p" ucap Ranty lantang namun, terpotong manakala Amayra memberikan tatapan mata memelas.


Ranty hanya diam dan mengangguk kecil meng iyakan permintaan sang putri. Tomi dan Ferrell saling lirik dan memberikan kode jika siasatnya kali ini memiliki peluang tujuh puluh lima persen.


Ranty menatap judes pada Ferrell yang sedang tersenyum samar. Ranty sadar jika ini pasti bagian dari akal-akalan Ferrell dan Tomi tentunya.


🌻 BERSAMBUNG ...🌻


Terimakasih tak hentinya aku ucapkan pada kalian semua yang sudah mau mampir dan mendukung karya ku ini dan pinta ku tetap dukung aku ya dengan cara like, comen, hadiah dan vote nya ya 🤗


love you all my renders ❤️🥰


Dan oh iya baca karya teman Author juga ya ceritanya nggak kalah seru loh ...



***Abista MardhaniAbista Mardhani seorang psikiater muda yang jatuh cinta pada pasiennya bernama Larisa. Wanita itu mengalami depresi berat karena ditinggal nikah oleh sang pacar. Abi pun memutuskan untuk menikahi Larisa dan membawanya pergi dari kota Jakarta.


Memulai hidup baru di Bali, ia pun berjuang untuk menyembuhkan sang istri. Status mereka ditutupinya dari Larisa. Ia menunggu sampai wanita itu sembuh dan bisa mencintainya, barulah pernikahan mereka di resmikan.


Meski sang Mama tak merestui pernikahannya itu, Abi tetap mempertahankan Larisa. Ia yakin kalau wanita itu akan sembuh dan mereka bisa hidup bahagia. 


Apakah perjuangan Abi untuk membuat istrinya sembuh dan mencintainya berhasil?


Bagaimana jika Bayu sang mantan pacar istrinya itu kembali datang? 


Lalu bagaimana kelanjutan kisah rumah tangga mereka?

__ADS_1


Apakah akan berakhir happy ending atau sad ending?


Yuk, mari! Baca kisah Abi dan Larisa dalam mengobati kepedihan jiwa mereka***


__ADS_2